
Dimana ada pertemuan, maka akan ada juga perpisahan, terkadang bukan perpisahan yang ditangisi, namun pertemuanlah yang disesali."Ceile kaya Lirik lagu aja."
Begitu juga yang dirasakan Aryo saat ini, setelah hampir satu bulan setengah dia ditemani oleh sang kekasih, namun saat ini Aryo pun harus rela melepas sang kekasih kembali ke kota asal.
Karena Aryo sudah terjangkit Virus Bucin akut, membuat Aryo sedikit Alay. terkadang kelakuanya sering membuat Zee jengah dan sering kali dikerjai oleh sang kekasih, namun itu tidak masalah buat Aryo dari pada dia harus berlama_lama tidak bertemu dengan Zee.
Kini orang tua dari Aryo dan Doni mengantar Zee dan Doni ke Bandara, karena pagi ini mereka akan lepas landas menuju kota asal Zee dan Doni, seperti biasa Aryo begitu Posesif terhadap Zee.
"Dek, tunggu! "panggil Aryo ketika melihat Zee yg akan berlalu pergi
"Eh.. eh... mau kemana lo? "cegah Doni menarik kerah bagian belakang sang adik
"Apa'an sih Bang, orang gw mau nyusulin cewek gw! "jawab Aryo berjalan mundur karena tarikan dari sang Abang, sedangkan Zee sudah berlalu ntah kemana
"Lo tu ya, makin hari makin aneh aja tau gak?"omel Doni ketika Aryo sudah duduk kembali dibangku ruang tunggu
"Enggak! "jawab Aryo, mencebikan bibirnya. Kedua orang tuanya hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan anaknya
Saat Zee kembali, Zee mendapati sang pacar udah memberengut sambil membuang muka.
"Kenapa sih bang, kok udah manyun gitu, perasaan tadi baik_baik aja! "tanya Zee setelah duduk kembali, menoleh ke arah sang pacar
"Tanya aja tuh sama mantan kamu yg gk pernah jadian itu! "jawab Aryo jutek, Zee pun mendongak ke arah Doni yg sedang berdiri disampingnya
"Ada apa sih mas? "tanya Zee beralih ke Doni ya dibalas endikan bahu dari Doni
"Sudah nak Zee gak usah terlalu difikirkan mereka berdua memang selalu begitu kalau lagi ngumpul! "sela ibu sang kekasih ketika melihat wajah bingung Zee yg tidak mendapat jawaban dari Aryo maupun Doni.
"itu tadi si Aryo mau nyusulin kamu, tapi dicegah oleh abangnya! "lanjut sang Ayah menjelaskan
" Owh... Zee ber oh ria "Lagian ngapain juga kamu ngikutin aku si Bang, orang aku cuma ke Toilet kok! lanjut Zee menjelaskan
"Dengerin tuh, cewek lo cuma ke Toilet!"celetuk Doni menoleh ke sang Adik
"Diem lo Bang!"sewot Aryo
Hah... hah... hah...
Semua orang menoleh seketika ke arah seseorang yg masih terengah_engah seperti habis lari marathon.
"Sorry gw belum telat kan?"tanya gadis itu kemudian, masih dalam keadaan setengah membungkuk sambil memegangi lututnya
__ADS_1
"Belum, lagian ngapain sih sampe lari2 gitu! "jawab Zee menarik lengan sahabatnya itu untuk duduk di sebelahnya
"Nih minum dulu! "ujar Doni sambil menyodorkan minuman kearah Indira
Indira mendongak ke arah Doni yang masih setia berdiri "Makasih Pak! "jawab Indira lalu meminum minuman yg sudah ditanganya.
"Nak Indira darimana dan mau kemana kok terburu_buru gitu? "tanya Ibu Doni
"Dari kampus tante, terus kesini mau nganter Calon Imam katanya mau balik hari ini! "Jawab Indira cengengesan,kedua orang tua Doni mengernyitkan keningya "maksudnya siapa? "mungkin kalimat itu yg ada dikepala Orang tua Doni.
"Hah~..."Doni terkejut dengan ucapan Indira, Zee hanya menahan senyum karena mengerti dengan maksud sahabatnya itu.
"Hahahaha... Wah Gercep juga lho ndi, Dengerin tuh Bang udah di kode tuh ma Indira! "celetuk Aryo yg sudah berubah mode, Doni yang mendengar jadi salah tingkah sambil mengusap_usap tengkuknya
"Kelamaan Bang, gak usah pake kode_kodean, yg di kode gak ngerti_ngerti!"sindir Indira
"Yaelah, ndi baru juga berapa hari? "timpal Aryo
Belum sempat menjawab, tiba_tiba tangan Indira ditarik Doni menjauhi keluarganya.
"Eh... Pak... pak tunggu jangan ditarik_tarik dong?"Doni melepaskan tangan indira ketika sudah berdiri di depan Toilet
"Apa maksud kamu ngomong kaya gitu tadi?"tanya Doni, sambil berkacak pinggang
"Cepet jawab, setelah ini saya mau check in! "Doni melirik ke jam tangan yg ada di tangan kirinya
"Kan udah jelas saya bilang Calon imam, masa gitu aja bapak gak ngerti? "
"Iya, yang kamu maksud iti siapa? "🤔
"Ya Bapak lah? masa iya Bang Aryo! "🙄
"Jadi kamu nembak saya? "😲😱
"Ya kalo menurut Bapak saya nembak Bapak, ya gak papa jg sih? "😊
"Kok kamu bisa yakin gitu sih? padahal kita belum banyak ngobrol sama kamu? "
"Kelamaan Pak, bukanya pacaran Ba'da Halal lebih seru ya Pak? kalo begitu sini'in handphone Bapak nanti kita ngobrol lewat telfon aja, anggap kita Ta'arufan" jawab Indira dan membuat Doni tertegun sejenak dg ucapan gadis Bar_bar yg ada dihadapanya saat ini.
Doni pun menyodorkan handphonenya ke arah indira, indira menerimanya lalu dg lincah jempolnya mengetik nomernya kedalam Handphone Doni.
__ADS_1
"Nih Pak sudah! jadi gimana Pak, saya diterima gak? "
"Lihat saja nanti! "jawab Doni sambil berlalu meninggalkan Indira
"Hah... gw ditinggalin begitu aja? Okeh... "batin Indira
Terlihat Doni berjalan dari arah sudut bandara yang diikuti Indira dibelakangnya yg berlari kecil mengejar langkah panjang Doni.
"Zee ayo, waktunya kita Check in! "ujar Doni,menyambar kopernya lalu salim ke kedua orang tuanya.
"Hati2 ya Dek, awas jan genit_genit sama Bang Doni! "ucap Aryo saat Zee sudah berdiri ingin menyalami kedua orang tua Aryo
"Assiiiyyyapp Bos! "jawab Zee sambil hormat ke Aryo, Aryo pun tersenyum, mengusap puncak kepala Zee yg tertutup hijab.
Ketika sudah berlalu tiba_tiba bunyi ponsel Doni berdering, Doni pun merogoh handphone nya dari saku celananya, Doni melihat nama pemanggil lalu mengernyitkan keningnya melihat nama kontak yang tertera di layar ponselnya
"*Calon Makmum memanggil "📳*
Dengan polosnya Doni segera menggeser panel hijau layar ponselnya dan mengarahkan ketelinganya
"Halo"
"Kok saya dicuekin sih Pak, Awas nanti kalo Rindu! "Doni segera membalikan badan, ternyata Indira tengah tersenyum melambaikan tanganya, tanpa Doni sadari dia pun tersenyum membalasnya.
Zee yang menyadari apa yang dilakukan Doni ikut tersenyum dan berniat menggoda calon kakak iparnya itu
"Ciee... ciee... ada yang lagi seneng nih? "goda Zee sambil tetap berjalan munuju ruang tunggu
"Ah sok tau kamu! "jawab Doni tanpa mengalihkan pandanganya kedepan
"Ya taulah, itu kelihatan pipi mas Doni merah! "
"Masa sih? "seketika menengok ke arah Zee,tanpa sadar Doni memegang pipinya
"Tuh kan salah tingkah! "
"Kamu itu sama aja sama Indira! "
"Iyalah, kita kan satu Perguruan"
"Udah ayo cepetan,keburu telat kita! apa mau saya gendong biyar cepetan jalanya? "
__ADS_1
"Wow... mau dong digendong? "kelakar Zee yg diiringi tawa Zee dan Doni.
Jangan lupa tinggalin jejak dengan Like dan komenya!