
Sudah satu bulan Aryo dirawat di Rumah Sakit, kondisinya pun sudah 80 Persen dinyatakan sudah membaik, namun belum diperkenankan untuk pulang, karena harus dilakukan Observasi lebih lanjut untuk memastikan sel Kanker yang bersarang di Otak Aryo benar_benar bersih.
Selama satu bulan juga Zee berada di Rumah sakit menemani sang kekasih, ada rasa rindu Zee terhadap Orang tuanya, meski setiap hari Zee dan orang tuanya selalu bertukar kabar baik via sms maupun via telfon.
Orang tua Aryo pun sering kali datang untuk menjenguk dan menemani sang Anak, ya meski tidak bisa menginap karena sang Ayah harus berkerja dan sang Ibu yang harus menyiapkan segala keperluan sang Ayah, kecuali di akhir pekan biasanya mereka menyempatkan untuk menginap.
Selama dirumah sakit segala keperluan Zee, diurus oleh Ibu sang kekasih, karena memang waktu pertama kali datang Zee tidak membawa perlengkapan apapun, karena waktu itu sangat mendadak dan Zee tidak tahu tujuan pasti maksud Doni yang memintanya untuk menyusul pada waktu itu.
Hari ini Doni datang menjenguk sang adik, selama satu bulan ini Doni belum pernah lagi datang, karena memang kesibukanya yang tidak bisa ditinggal, apalagi tidak ada lagi Zee yang menjabat sebagai Asdos Pribadinya.
"Gw kira udah lupa lo Bang kalo punya adek sakit? "ujar Aryo kepada sang Abang saat Doni duduk disebelahnya Aryo yg tengah menonton TV di sofa Rumah sakit.
"Iya deh maaf, gw sibuk apalagi Asdos cantik gw kan lagi alih profesi jadi Baby Sitter dadakan! "Sindir Doni sambil menepuk_nepuk pundak sang adik, belum sempat Aryo menanggapi sindiran sang Abang, mata mereka teralihkan ketika seseorang baru keluar dari kamar mandi yang ada didalam ruangan itu.
"Kok tumben kamu dandan cantik gitu Dek?" celetuk Aryo
"Hah~.."seketika Zee menundukan kepalanya memandang tampilanya sendiri dari ujung kaki, mendongak kembali setelah dirasa tidak ada yg aneh dari penampilanya "Bukanya tiap hari aku kaya gini ya Bang? "lanjut Zee yang masih merasa heran dengan ucapan sang pacar.
"Enggak kamu beda, jangan bilang kamu dandan kaya gini karena ada Bang Doni! "Zee memutar kedua bola matanya malas, dan Doni terkekeh geli melihat tingkah sang Adik.
"Serah kamu dah Bang! "Zee yg belum sempat duduk, lalu berbelok arah menuju pintu keluar karena Zee merasa jengah dg tingkah aneh sang pacar yg tiba2 menjadi posesif.
"Eh..mau kemana kamu Dek? "tanya Aryo ketika melihat Zee yg akan keluar
"Berhubung aku udah cantik, aku mau keluar ngecengin Dokter_dokter muda yang lagi Koas!" Jawab Zee sambil menoleh ke arah Aryo dan doni sebelum Zee membuka pintu untuk keluar.
Blam...
Saat pintu sudah tertutup Aryo ingin beranjak dari tempat duduknya ingin menyusul sang Pacar, namun di cegah oleh Doni dengan menahan bahu sang Adik.
__ADS_1
"Udah biarin aja, biyar dia cari angin segar! Engap mungkin tuh cewek lo liat muka lo terus" cegah Doni yang di iringi dengan sindiran, Aryo hanya mencebikan bibirnya dan melirik sinis ke arah sang Abang yang ada disampingnya.
"Oh ya Bang, selama lo pacaran ma cewek gw, lo ngapain aja, gak lo apa_apain kan cewek gw? "tanya Aryo yg masih penasaran dengan pernyataan Zee tempo lalu, Doni pun sempat terkejut dg pertanyaan konyol sang adik. Doni pun berpura_pura berfikir sambil mengingat_ingat.
"Banyak sih Yo, masa iya punya cewek cantik gak di apa_apain, kan Mubadzir? " ternyata selama dekat Zee, Doni mulai ketularan ide jahil dari Zee.
"Jan bilang kalo lo udah pernah~..."Aryo menjeda kalimatnya dengan tatapan mengintimidasi ke arah sang Abang
"Pernah apa? "tanya Doni santai
"Ya pernah Gitu_gitu, kan secara lo Duda Jablay sapa tau lo minta dibelay_belay ma cewek gw! "Doni pun terbahak_bahak mendengar jawaban frontal sang adik
"Bwahahahaha... Gw rasa Dokter salah angkat penyakit deh dari kepala lo, jangan2 Otak lo lagi yang diangkat,trus dibuang !"Doni tidak habis pikir dengan tingkah aneh sang adik "Gini ya Yo, gw dan Zee itu emang deket tapi kita gak pernah pacaran~...
"Jadi maksud Abang, kalian itu semacam Teman tapi Mesra gitu? "belum sempat Doni menyelesaikan penjelasanya Aryo kembali menyela dengan pertanyaan yang Ajaib menurut Doni.
"Makanya dengerin dulu penjelasan gw, lama_lama gw kawinin jg cewek lo, kesel gw ma lo! "jawab Doni yang jengah menghadapi sang adik
"Nah itu masalahnya, gw heran kenapa Zee lebih milih lo yang otaknya udah di buang ma Dokter karena salah angkat. Jadi gini Yo, gw lanjutin penjelasan gw biar lo gak salah paham lagi, Gw ama Zee gak pernah pacaran, tapi sempat juga gw beberapa kali nembak dia, tapi Zee gak pernah nanggepin serius, itu anak bawaanya becanda terus dan asal lo tau jangankan berbuat yang iya_iya, gw mau pegang tanganya aja langsung ditampol tangan gw." lanjut Doni menjelaskan dan gantian Aryo terbahak mendengar kalimat terakhir dari sang Abang.
"Masa sih Bang?"tanya Aryo yg masih tertawa
"Emang Ngomong apa aja Zee ke lo? liat tingkah lo aneh kaya gini, kayanya lo abis dikerjain deh ma cewek usil lo itu! "
"Dan kayanya lo juga udah mulai ketularan usil kaya Zee, buktinya tadi lo ngerjain gw jg!" belum sempat menanggapi ucapan sang adik, kembali mereka berdua mengalihkan pandanganya ke arah pintu, setelah pintu terbuka mucul Zee dari balik pintu masuk dengan membawa kantong kresek yg berisi beberapa minuman isotonik dan snack.
Zee datang menghampiri Aryo dan Doni, lalu duduk di sofa tunggal yang berhadapan dengan Doni dan Aryo yg duduk bersebelahan di sofa yang sama. sambil meletakan kantong kresek yg di bawa Zee ke atas meja.
"Ni Bang, Mas minum dulu! "tawar Zee pada dua kakak beradik yg ada dihadapanya.
__ADS_1
"Iya, makasih Zee" jawab Doni yang sudah mengambil satu minuman ditanganya. lalu membuka dan meminumnya.
"Dari mana aja sih Dek, lama banget! "tanya Aryo yang semakin posesif
"Ya Maaf.. kan aku pikir udah ada Mas Doni yang temenin kamu, tadi aku ke kantin dan aku ketemu indira, yah kita terus ngobrol" ujar Zee menjelaskan "Oh ya Mas, tadi Mas Doni dapet salam tuh dari Indira"lanjut Zee memberitahu ke Doni
"Salam apa? "jawab Doni menanggapi
"Salam naksir, Mungkin? "sela Aryo "Udah Bang, gebet aja si Indira kalo diliat_liat tuh cewek masuk kriteria lo Bang! "lanjut Aryo mengompori sang Abang
"Bener tuh Mas, lagian nih ya diantara kami berlima dulu cuma Indira yang paling Exited kalo pas lagi bahas Mas Doni. Inget gak dulu waktu Mas Doni mergoki kita berlima ngeGhibah ditaman, tuh si Indira yg bawa kabar kalo Mas Doni itu baru jadi Duda."penjelasan Zee panjang lebar dan Doni hanya menyimak dengan mengerutkan keningnya.
"Wakakakaka... masa sih Dek, segitunya si Indira ma Bang Doni? "
"Iya Bang, dulu waktu kita kelas XI sampe XII kan guru Matematikanya kan tetep Mas Doni, dan Mas Doni tuh nyebelin banget suka ngehukum seenak udelnya sendiri, ya jelas kita kesel trus maki2 dibelakang mas Doni gitu, tp beda ma Indira dia tuh selalu belain Mas Doni, ya meski gak dihirauin ma kita2 dulu. "lanjut Zee yang mendadak ngeGhibahin orang yg ada didepanya. dan Aryo begitu tertarik dg cerita sang pacar.
"Heh... kalian sadar gak sih, orang yang kalian Ghibahin itu ada di depan kalian? "Ujar Doni mengingatkan, lalu Aryo dan Zee serempak menoleh kearah Doni dengan cengiran kuda liarnya.
"Jadi gimana Bang, Cantik banget lho sekarang si Indira, ya meski sifatnya Bar_bar, tp sebenarnya anak itu cukup dewasa pemikiranya. "tanya Aryo yg masih setia menoleh ke arah sang Abang, Zee pun manggut2 menyimak ucapan Aryo.
"Sekedar info nih ya Mas, Indira tuh statusnya JODI alias Jomblo ditinggal Mati" lanjut Zee menimpali
"Terserah kalian aja! "Doni pun menyerah dengan Serangan Aryo dan Zee yg gencar menjodohkanya dg Indira. yang disambut Aryo dan Zee dengan berTos ria.
"*kalau dipikir_pikir ada benarnya ucapan sang adik, sekarang Indira sudah banyak berubah terutama dari segi fisik, semakin cantik dengan memakai hijab ya meski sifat Bar_bar nya masih terlihat, tapi gak ada salahnya mencoba mengenal lebih jauh, Tak kenal maka tak Sayang,"Batin Doni
Bersambung...
Nantikan bagaimana kelanjutan kisah Doni dan Indira
__ADS_1
Jangan lupa Like dan komenya*