Experience Love "si Gadis Tomboy"

Experience Love "si Gadis Tomboy"
Indira ngidam


__ADS_3

Di akhir pekan ini Zee terlihat lebih ceria dari biasanya, bukan karena sang suami akan seharian menunggui dirinya, namun karena hari ini ia sudah di perbolehkan pulang oleh Dokter, bukan karena kondisinya yang sudah benar_benar pulih namun Zee memaksa sang Dokter untuk mengizinkanya melakukan rawat jalan.


Dengan syarat Zee harus rutin kontrol Dua kali dalam Satu minggu untuk memastikan kakinya sudah kembali pulih.


" Alhamdulillah Ya Alloh akhirnya, aku boleh pulang juga." Ucap Zee senang sambil duduk di kursi roda, menunggu sang suami membereskan semua urusan adminitrasi Zee selama di rawat.


Setelah selesai dengan urusanya Aryo kembali ke ruangan Zee, untuk menjemput sang Istri yang sudah siap diajak pulang.


" Udah siap Dek?" Tanya Aryo berjalan menghampiri Istrinya.


" Udah dari tadi Bang."


" Oh ya, Ibu sama Bapak tadi nelfon katanya gak bisa jemput, soalnya ada urusan mendadak." Ujar Aryo sambil mendorong kursi roda sang Istri berjalan keluar.


" Iya, gak papa Bang! Yang penting hari ini aku bisa pulang."


" Lebih tepatnya kamu yang maksa!" Jawab Aryo sedikit ketus.


Namun Zee tak menghiraukan ucapan Aryo, yang ada di fikiranya sekarang, Zee ingin segera sampai di rumahnya dan memeluk guling kesayanganya. Aryo sebenarnya tidak setuju dengan tindakan Istrinya, tetapi apa boleh buat, Zee yang setiap hari merengek meminta pulang membuat Aryo dilema.


Setelah sampai di area parkir, Aryo langsung membopong Istrinya masuk ke dalam mobil, lalu melipat kursi rodanya dan di masukan ke dalam bagasi mobilnya.


Aryo sudah duduk di belakang kemudinya dan bersiap melajukan kembali mobilnya ditengah hiruk pikuk kemacetan yang telah menantinya di siang hari.


" Dek, lagi ngapain sih dari tadi senyum_senyum gitu?" Tanya Aryo penasaran melirik sekilas pada benda persegi yang di pegang istrinya.


Jari_jari Zee masih aktif pada layar ponselnya. " Oh...Ini lho Bang, aku lagi chartan sama mbak Indira!" Jawab Zee tanpa melihat ke arah suaminya.


" Emang lagi bahas apa'an sih?"


" Itu Mas Doni katanya lagi ngidam, tapi ngidamnya aneh banget, masa mulai tadi pagi tu Mas Doni pantengin film India terus."


Aryo tergelak mendengar penjelasan istrinya." Masa sih Dek? Padahal Ma Doni tuh anti banget sama yang namanya film india!" Aryo menggelengkan kepalanya sambil terus tertawa tanpa mengalihkan pandanganya dari jalan raya.


" Kok bisa ya Bang, Istrinya yang hamil, kok suaminya yg ngidam?" Tanya Zee heran.


" Aku pernah denger, memang ada kok yang kaya gitu!" Jelas Aryo, yang sedang memberhentikan mobilnya pas lampu merah.


" Owh." Zee membulatkan mulutnya sambil manggut_manggut. " Kalo gitu aku juga ah kaya gitu, yang ngerasain ngidamnya Abang Aja, terus aku yang hamil, Abang juga yang ngerasain mulesnya pas waktu mau lahiran!" Ucap Zee polos dengan wajah penuh harap.


Seketika Aryo menoleh pada sang Zee dengan menyipitkan matanya.


" Tega bener kamu Dek?"


" Bukan masalah tega gak tega Bang, kan harus adil! Pas enaknya bareng, ada gak enaknya harus bareng juga dong?" Jawab Zee sambil nyengir ke arah suaminya.


" Gak sekalian aja tuh, kamu yang ngeden, Abang yang ngeluarin!" Tukas Aryo mencebikan bibir sexynya.


Perlahan Aryo kembali melajukan mobilnya, karena lampu sudah berubah warna menjadi hijau, dan bunyi klarkson pengendara dibelakangnya sudah mngudara.


Tiga puluh menit kemudian Aryo dan Zee sudah sampai di rumahnya.


Kembali Aryo membantu Istrinya keluar dari mobil, sesaat sebelumnya Aryo sudah menyiapkan kursi roda yang dikeluarkan dsri bagasi untuk Zee, Istrinya.


" Assalamualaikum..." Ucap Zee saat masuk kadalam rumahnya dengan rona bahagia.


" Waalaikum salam..." Jawab Aryo sembari mendorong kursi roda Istrinya masuk lebih dalam." Mau langsung ke kamar, atau dimana?" Tawar Aryo kemudian.


" Disini dulu aja Bang?" Zee meminta suaminya berhenti di ruang keluarga.


" Ya sudah, kamu tunggu sebentar dulu ya Dek, Abang masukin ini ke kamar." Pamit Aryo dengan menenteng Tas besar yang berisi keperluanya selama di rumah sakit berlalu menuju kamarnya. Zee menjawabnta dengan Anggukan.


" Assalamualaikum..." Ucap seseorang yang masuk dari arah pintu utama.


Zee memutar kursi rodanya melihat seseorang yang sudah masuk ke dalam rumahnya. Pintu utama sengaja di biarkan terbuka setelah hampir sepuluh hari tidak pernah di buka jadi suasana rumah masih terasa pengap.


" Waalaikum salam..." Jawab Zee sambil menjalankan kursi rodanya.


" Aaaaa...Akhirnya Dedek gemez udah sembuh?" Sambut Indira merentangkan tanganya memeluk sang Adik Ipar.

__ADS_1


" Udah dong mbak, engap nih aku?" Zee melepas pelukan Indira. " Eh...itu kenapa Mas Doni cemberut gitu?" Tanya Zee saat melihat Doni berdiri di belakang Indira dengan muka asamnya.


" Ya itu tadi, yang aku ceritain ke kamu? Dia tuh gak mau aku ajak kesini, katanya nanggung lagi seru_serunya nonton!" Jelas Indira memutar lalu mendorong kursi roda Zee menuju ruang keluarga yang diikuti Doni di belakangnya.


Indira dan Doni pun duduk bersisihan di sofa, dengan malas Doni memerosotkan duduknya.


" Mas, kenapa sih?" Tanya Zee jengah melihat Kakak iparnya yang tidak seperti biasanya.


" Kepikiran sama film yang aku tonton tadi! Terus kira_kira diapain ya itu si Raj sama Priya, kalo ketahuan selingkuh sama sanju?" Doni melanjutkan jalan cerita film india yang ditontonya, merasa ngegantung karena Indira mengajaknya ke rumah Zee.


Indira hanya mlengos, Zee sudah geli melihat tingkah konyol sang kakak ipar.


" Di cabein tuh burung si Raj sama Istrinya!" Celetuk Aryo yang datang dari arah kamarnya. Aryo sempat mendengar curhatan sang Abang.


Indira dan Zee ikut tertawa mendengar celetukan Aryo. Kemudian Aryo duduk di seberang Indira dan Doni.


" Waahh...Parah lo Bang, bisa kena demam Bolywood gitu?" Ujar Aryo sambil terkekeh geli.


" Gak tau juga gw, pengen banget aja gitu nonton, Eh pas udah nonton ceritanya seru!" Jawab Doni antusias.


" Seru dari mananya, seruan juga nonton Mr. Bean!" Ledek Aryo.


" Udah_udah napa jadi ngomongin film sih?" Lerai Indira. Indira sudah hafal dengan kelakuan kakak_beradik satu ini, jika sudah berdebat mulai subuh sampe ketemu subuh lagi gak bakalan kelar. Doni yang Hoby ngeyel, dan Aryo yang suka mancing_mancing.


" Gantian sekarang Beb, aku yang ngidam!" Ucap Indira pada suaminya, Doni menoleh lalu membelai perut Indira.


" Memangnya kamu pengen ngidam apa?" Tanya Doni.


Sebelum menjawab Indira melirik Zee dengan tersenyum nakal.


Mengerti akan senyuman Indira, Zee mulai waspada.


Ada yang gak beres nih? Batin Zee


" Aku mau kamu nyanyi duet sama Zee Beb?"


Indira tak menghiraukan ucapan Zee. " Ayolah Beb, mau ya?" Rengek Indira menggoyang_goyang lengan suaminya.


" Gak papa lah Dek, kasian tuh mbak Indira! Kamu mau punya keponakan ileran?" Bujuk Aryo pada Istrinya. " Lagian Abang juga kangen sama suara kamu." Lanjut Aryo, yang di angguki oleh Indira.


Doni dan Zee yang bersangkutan hanya bisa memutar kedua matanya malas.


" Kok ada_ada aja sih ngidamnya, Udah tau kaki aku belum sembuh!" Zee terus mencari alasan untuk menolak.


" Kan yang nyanyi mulutnya bukan kakinya?" Jawab Indira Skakmat. Zee menjeb tak bisa berkata apa_apa lagi.


" Jadi mau lagu apa ni? " Tanya Aryo yang sudah siap memutar DVD nya.


" Pokoknya lagu duet yang Enak!" Sahut Indira. Doni beranjak berdiri mengambil mike yang sudah di siapkan Aryo.


Indira tersenyum cerah ketika Doni sudah kembali duduk disampingnya dengan mike di tanganya.


" Nih Dek, mike kamu?" Zee menerima benda yang di ulurkan suaminya.


Parlahan iringan musik pun terdengar, karena Zee dan Doni tidak mengetahui lagu apa yang di putar oleh Aryo, maka Zee dan Doni mendengarkan sejenak sebelum memasuki intro lagu.


Sekejap Zee terhenyak begitu mengenali musik yang sedang berputar.


Aaaa....Kenapa lagu ini sih? Zee melirik ke arah Doni.


Zee tidak mau mengingat lagi masa_masa sulitnya, dimana dia harus melupakan Aryo pada waktu itu.


Tapi nyatanya sekeras apapun Zee berusaha melupakan, namun Aryo yang selalu ada di hatinya. Setiap Zee bernyanyi pun selalu menggambarkan ungkapan hatinya pada Aryo.


Doni pun tersenyum melihat ke arah Zee sekilas, dan kembali melihat ke Indira yang sudah tidak sabar mendengar suara merdunya.


Ingatan Zee kembali berputar kembali ke masa itu.


Lagu ini pernah dinyanyikan Zee dan Doni pada waktu mereka Dinner di kafe Favorit Zee dan Aryo.

__ADS_1


Dengan memejamkan matanya, Zee mulai masuk ke intro lagu, di bait kedua disusul suara Doni.


Aryo tersenyum mendengar suara emas Istrinya.


Begitu juga dengan Indira tak henti_hentinya menatap suaminya penuh cinta.


Doni terbawa suasana, ia pun berdiri menggandeng sang Istri, seolah Indira orang yang tengah ia ajak berduet. Digenggam tangan Indira dengan sebelah tanganya, mereka berdiri saling berhadapan, bak tampil diatas panggung.


Tak mau kalah dengan sang Abang, Aryo beranjak dari duduknya, merubah posisinya memeluk sang Istri dari belakang, tangannya melingkar di depan dada Zee, dengan menopangkan dagunya di bahu sang Istri.


Zee pun memberi belaian lembut di punggung tangan sang Suami dengan satu tanganya.


Sejenak terciptalah keromantisan di antara kedua pasangan ini.


Doni dan Zee melantunkan lirik demi lirik dengan begitu apik dan sempurna.


Sampai pada Coda lagu, di akhiri suara kolaborasi Doni dan Zee menyanyikan lirik lagu secara bersamaan.


(🎶 Satu Hati Sampai Mati 🎶)


Doni dan Indira kembali duduk, namun Aryo masih bertahan pada posisinya.


" Bang, Udah sana duduk lagi, Syuting Vidio clip_nya udah selesai." Ucap Zee menengok ke arah sang suami yang menenggelamkan wajahnya di ceruk lehernya.


Aryo mengangkat wajahnya, lalu tersenyum.


Dan kembali duduk di sofa sebelah kursi roda istrinya.


" iiihhh...Kamu itu the best Partner banget sama Zee kalo di suruh Duet." Puji Indira, mencium pipi sang Suami.


" Iya dong?" jawab Doni jumawa. " Lagu ini lagu Favorit Zee tau gak? Dimana aja dia itu selalu nyanyiin lagu ini." Sambung Doni mengingat kenanganya bersama Zee.


"Bener itu Dek?" Tanya Aryo memastikan.


" He~um ." Zee mengangguk dan tersenyum menatap suaminya. " Dulu itu, aku bayangin Mas Doni itu kamu yang nyanyiin lagu ini sama aku Bang?"


" Padahal aku dulu sempat baper lho, pas kita nyanyi lagu ini dulu." Doni mengungkapkan perasaanya waktu itu.


" Makanya jadi orang jangan suka Ke Ge_Eran!" Aryo melemparkan bantal ke wajah sang Abang. "


" Tapi, kok lo tahu gw sama Zee hafal lagu ini?" Tanya Doni setelah melempar kembali bantalnya ke arah Aryo.


" Abang lupa ya? Kalo dulu Abang pernah unggah moment Duet Abang di instastory?"


" Oh ya gw lupa!" Doni menepuk jidatnya." Waktu itu, kalo gak salah gw unggah Vidio itu Tiga hari sebelum lo ngedrop!Jangan_jangan yang bikin lo ngedrop gara_gara Vidio itu lagi?" Lanjut Doni menebak kondisi Aryo saat itu


" Yah mungkin itu salah satunya." Aryo menghela nafas panjangnya.


" Tapi, yang penting sekarang, kita udah bersama Satu hati sampai mati ya Bang?" Ucap Zee lembut penuh perasaan. Aryo pun menarik tubuh Zee ke dalam pelukanya.


" Kita juga ya Beb?" Ucap Indira manja pada Suaminya. " Tentu sayang?" Jawab Doni sambil mencium perut indira yang masih rata.


Ke Dua pasangan ini pun larut dalam kemesraanya masing_masing.


.


.


.


.


.


.


*Bersambung...


Jangan lupa Like dan Komenya...🙏🙏🙏*

__ADS_1


__ADS_2