
Kemarin bulan berganti bulan, sekarang tahun pun telah berganti tahun, hubungan Aryo dan Zee tidak terasa sudah berjalan dua tahun lebih dengan tenang dan damai tanpa konflik yang berarti.
Zee dan sahabatnya kini tengah mempersiapkan diri menghadapi ujian Nasional dua bulan mendatang. Lain hal dengan Aryo yang kini sudah Lulus dengan gelar Sarjana Ekonomi, tengah disibukkan pula dengan pekerjaan barunya sebagai Staf Accounting di salah satu Bank swasta yang cukup ternama.
Intensitas mereka bertemu pun semakin jarang, berkomunikasi lewat pesan atau telfon pun juga jarang. Karena kesibukanlah yang menjadi jarak diantara mereka, namun tak sedikitpun rasa Cinta mereka berkurang satu sama lain. Ini hanya masalah waktu saja!
Rasa rindupun sering menghinggapi mereka ditengah kesibukan yg semakin memadat, tapi apalah daya hanya bisa bersabar dan bersabar.
Zee yg tengah disibukkan dengan Ujian Prakteknya membuat Busana Pesta malam yang sering kali membuatnya harus kerja lembur diruang Praktek menjahit sekolahnya bersama para sahabatnya.
Begitu pula dengan Aryo yang bekerja sebagai Staf Accounting yang mengharuskanya selalu pulang malam, jadi dia pulang sudah dalam keadaan lelah, dan tidur dengan nyenyak selalu jadi Prioritas utamanya setelah pulang bekerja.
Kali ini si Duren Mateng juga tidak mau kalah sibuk, bukan sibuk dengan Profesinya sebagai Guru dan Dosen, melainkan Doni menyibukkan diri mendekati siswinya yang sudah diincarnya dua tahun terakhir, mengingat masa Aktif gadis impianya sudah hampir habis sebagai siswi ditempatnya mengajar saat ini.
Mulai dari memberikan les tambahan dan sesekali Doni menemani Zee yang tengah lembur diruang Praktek. Awalnya Zee dan sahabat2nya sempat merasa jengah dengan
tingkah guru matpel Matematika mereka satu ini, tapi lama_kelamaan mereka terbiasa.
Dari Awal_awal masuk kelas XII, Pak Doni mulai sering menunjukkan perhatianya terhadap Zee, namun Zee tidak begitu merespon dengan apa yg dilakukan gurunya itu, kan taulah ya dengan sifat Zee yang cuek dengan yang namanya kaum laki_laki kecuali kepada si Babang Gemez pujaan hatinya.
"*Zee lo ngerasa gak sih, kalo Pak Doni tuh naksir ama lo?"Indira. dan mereka berlima kini berada di ruang Praktek menjahit
"Gak tau gw, lagian biyarin aja si itu hak dia mo naksir siapa? "Zee
"Heh... Oneng lo tuh jadi orang cueknya jan kebangetan napa?" Luna
"Terus gw harus gimana dan ngapain coba? "Zee
"Ya seenggaknya lo itu kasih kepastian ke dia, kalo kaya gini sama aja lo PHPin Pak Doni dong? "Via*
"*Kepastian apa sih Markonah? yang pasti itu gw Pacarnya Bang Aryo! "
"Emang Pak Doni gak pernah nanya gitu, lo udah punya pacar ato belum? "Santi
"Kagak pernah"Zee
"Nah itu dia, mungkin dia ngiranya lo gak punya pacar secara lo kan cueknya kebangetan ma cowok" indira
"Sabod~....Ucapan Zee terpotong ketika ada seseorang masuk dan menyapa mereka berlima
"Hai Anak_anak ini bapak bawakan makanan buat kalian"ujar Pak Doni sembari duduk di sebelah Zee yang tengah sibuk memasang payet baju pesta karyanya.
"Panjang umur juga nih orang" gumam lirih Luna
"Iya kenapa Lun? "Luna mengerjap kaget, ternyata Pak Doni mendengar gumam Luna ntah itu jelas didengarnya atau tidak
__ADS_1
"Eeh.. gak papa Pak, kebetulan bapak bawa makanan, Pas banget kita laper"Luna mencoba mengalihkan perhatian
"Yasudah ayo dimakan"Pak Doni mempersilahkan para siswinya tepatnya kelima siswinya
"MAKASIH PAK DUREN? "Koor mereka berlima yg dibalas anggukan oleh Pak Doni.
Bahkan kini kelima siswinya itu sudah tidak sungkan lagi menyebutnya Pak Duren! ingat hanya kelima serangkai itu yg menjuluki guru matpel Matematikanya seperti itu, karena seringnya Pak Doni berinteraksi dengan mereka dalam rangka mendekati Zee diluar jam pelajaran.
💃💃💃💃💃
Siang itu Zee terlihat buru_buru tidak seperti biasanya, selesai jam pelajaran terakhir dengan begitu cekatan dia memasukkan semua peralatan sekolahnya kedalam tas ransel miliknya.
"Vi, gw cabut duluan ya? soalnya Bang Aryo udah nungguin di depan" pamit Zee ke Via sembari beranjak berdiri dari bangkunya.
"Iya, tumben Bang Aryo ada waktu? "Jawaban Via yg disertai pertanyaan heran
"Mumpung libur katanya, trus dikantornya jg gak begitu banyak pekerjaan! "jawab Zee yg sudah mendapat penjelasan sebelumnya dari Aryo.
"Ya udah hati_hati" dan di jawab dengan acungan jempol oleh Zee
Setelah tadi sempat pulang ke kost untuk mengganti pakaian dengan di antar Aryo, kini Aryo dan Zee melanjutkan perjalanan ke tujuan mereka selanjutnya.
satu jam kemudian
"Ya ampuun Bang tambah bagus ya tempatnya? "kini mereka berada dimana pertama kali mereka jadian
"Ada si kurang lebih dua tahunan gitu Bang!"
"Tambah cantik, sama seperti kamu yg makin cantik"😍
"Ngerayu ato ngegombal nih? "😏
"Memuji Dek! "
"Makasih Abang akyu? "😘
"Dek, aku kangen sama kamu"
"Iya Bang sama, aku kadang bingung sampe kapan kita kaya gini, jangankan untuk ketemu berbalas pesan pun kita udah jarang"
"Aku minta maaf Dek! "
"Untuk... "
"Semuanya"
__ADS_1
"Abang ini semua bukan salah Abang kok kenapa harus minta maaf? kalo gitu, aku ikutan salah dong? "ujar Zee sembari menenangkan Aryo yg sedari tadi hanya menunduk
"Kamu gak salah kok Dek? "jawab aryo yang mulai mendongakkan kepalanya sembari menatap Zee dg tatapan sendunya
"Udah ah jangan sedih_sedihan gini, kita kesini kan buat senen_seneng lihat pemandangan? "Zee yang berusaha mencairkan suasana "Bang, wajah Abang kok pucat gitu? "lanjut Zee sambil menatap kekasihnya itu
"Ya wajarlah Dek, aku akhir_akhir ini kurang sekali istirahat"
"Tau gitu, mending kita gak usah kesini bang! mending abang istirahat aja dirumah, yuk pulang aja yuk? "ajak Zee karena dia merasa kasihan dengan sang pacar yang mungkin dalam kondisi kurang baik
"Enggak Dek, aku masih pengen bareng kamu, aku gak tau lagi,kapan kita bisa kesini lagi! "
"Ya Kapan_kapan Bang, kalo aku dan Abang ada waktu! "
"Dek, apa boleh Abang minta satu hal dari kamu? "
"Apa Bang? "
"Boleh, Abang mencium kening kamu? "tanpa menjawab, Zee pun mengangguk dan menghadap sang kekasih yg sedari tadi berdiri di sampingnya, tanpa aba_aba Zee pun memejamkan matanya
Cup
Cukup lama, lalu Aryo melepaskan kecupanya dari kening Zee, ditangkupnya wajah manis Zee dengan kedua telapak tanganya yg besar dan Zee melihat ada bulir air mata yg jatuh di pipi kekasihnya itu.
"Abang nangis? "
" Enggak kok, Ini air mata bahagia..makasih ya Dek..? "Zee pun ikut tersenyum bahagia.
***Aryo; "Eeh... thor gw itu minta konflik, bukan minta di buat nangis? "
Author; "lo yang nangis kenapa lo protes ke gw sih? itu air mata... air mata sapa? "
Aryo ; "Air mata gw"
Author; "Terus yang salah sapa? "
Aryo; "Ya mana gw tau!"
Author; "Yawdah sono lo cari tau sapa yg salah! ntar kalo udah ketemu lo lapor ke gw"
Aryo; "Nyari kemana thor? "
Author; "Emang gw pikirin! "
Nb: Percakapan Author dan Aryo bukan iklan seperti novel sebelah lo ya? anggap aja Author ini temen curhat si Aryo.
__ADS_1
Jangan lupa Like dan Komenya para ReadersQu***...