
Tidak terasa usia pernikahan Zee dan Aryo sudah berjalan hampir Satu bulan, sama seperti pasangan pengantin baru lainya, yang masih dalam masa hangat_hangatnya.
Jika pasangan lain selalu terlihat romantis, berbeda dengan Zee dan Aryo yang mengungkapkan keromantisannya dengan saling menjahili satu sama lain.
Ada kalanya mereka berdua terlihat seperti Kakak dan Adik, sebagai sahabat, dan menjadi pasangan suami istri jika berada di dalam kamar.
Aryo kini sudah kembali beraktifitas sebagai Kepala Bagian di salah satu Bank dikantor cabang tempatnya bekerja, dan Zee masih bekerja paruh waktu di kafe tempat bekerjanya terdahulu.
Menurut Zee akan sangat membosankan, jika ia harus stay di rumah, ketika ditinggal suaminya bekerja. Meskipun dia bekerja tidak mengurangi perhatianya terhadap sang suami, karena Jam kerja Zee yg tidak begitu mengekang.
Ada saja kehebohan yang dilakukan Zee dan Aryo setiap harinya, seperti kejadian yg tak disengaja pagi ini.
Doorr... Doorr... Door...
"Dek, Tolong !!" Teriak Aryo, menggedor pintu kamar mandi.
Zee yang sedang berada di dapur pun segera berlari menghampiri sang suami.
Ceklek...
Zee membuka pintu kamar mandi, dimana suaminya berada! "
"Aaaaa... Abang, apaan tuh? "
" Ck.. Gak usah Alay, ini bukan kuis jaman baheula! Udah liat tiap hari masih pake nanya!" Decak Aryo." Udah nih cepetan bantuin Abang, mata Abang pedih, airnya mati! "Titah Aryo, dengan rambut yg masih berbusa.
"Kan aku Shock Bang? " Jawab Zee, sembari tengak_tengok ke sekeliling sudut kamar mandi.
Byuuuuurrrr...
" Udah Bang? "Tanya Zee setelah membantu suaminya mengguyurkan air.
Aryo mengendus_endus..."Tunggu Dek, ini airnya kok bau apek dan kecut gini ya? "Ujar Aryo sambil mencium sisa air yg membasahi tubuhnya.
"Eh.. Hehehe.. Sorry Bang, itu air bekas rendeman Kaos kaki dan CD kamu? "Jawab Zee sambil nyengir, mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.
Aryo hanya menahan geram dengan kelakuan istrinya. Zee yg melihat expresi suaminya yg berubah seperti Banteng yang siap nyeruduk, langsung ngacir keluar dengan menahan tawanya.
__ADS_1
Dari luar pintu kamar mandi, Zee meminta izin ke suaminya untuk keluar rumah.
"Bang tungguin bentar kata petugas PDAM nya, habis ini airnya udah nyala! "Ujar Zee setelah meminta konfirmasi tentang air yg tiba_tiba mati tanpa pemberitahuan dari petugas PDAM.
"Hhmmm.." Aryo hanya berdehem dari dalam kamar mandi, sembari meratapi nasibnya.
"Bang, aku mau izin sebentar mau ke mini market di ujung komplek situ! "
"Iya, jangan lama-lama !" Sahut Aryo masih dengan nada kesal.
Zee pun melajukan motor suaminya menuju ke mini market yang dituju, namun niatnya berubah ketika melewati rumah kakak iparnya, hanya ingin mampir sebentar.
" KEBAKARAN... KEBAKARAN...KEBAKARAN...!!! "
Doni dan Indira yang mendengar teriakan seseorang dari luar, segera berhambur keluar.
Saat Doni dan Indira akan berlari ke luar rumah, tiba_tiba ada yang menghentikan langkahnya...
" Woyy... Mau kemana? "Teriak Zee yang tengah duduk santai di ruang TV, sembari mengunyah cemilan yang ada dipangkuanya.
"Ada kebakaran, Ayo cepatan lari !"Ucap Doni panik.
Doni dan Indira kemudian saling tatap satu sama lain, melihat kondisi mereka. Zee pun lalu tergelak melihat Doni yang hanya berlilitkan handuk di pinggangnya dengan tubuh dan rambut yang masih berbusa. Dan Indira yg hanya berlilitkan selimut tebalnya menutupi sekujur tubuhnya.
"Terus kebakaranya dimana?" Tanya Indira dengan wajah plongonya.
"Di sono, Pak RW yang kebakaran Jenggot! "Jawab Zee asal, dan merasa puas mengerjai kedua kakak iparnya.
"Kok kamu bisa masuk kesini? "Tanya Doni heran.
"Makanya punya pintu itu dikunci Pak Dosen, untung aku yang masuk, coba kalo pelakor ato pebinor yg masuk?" Jawab Zee santai.
Doni dan Indira nampak kesal dengan kelakuan jahil Zee. Indira menoleh kearah sang suami yang sedang berdiri disampingnya. Indira mengisyaratkan kepada suaminya untuk membalas keusilan Zee, dengan tanggap Doni mengerti maksud sang Istri.
Doni pun melangkah ke arah Zee dengan senyuman Devil dari bibir Doni, Zee pun dibuat salah tingkah ketika Doni berpura_pura akan membuka lilitan handuknya.
"Aaaaaa.. Toloooonggg!! "Pekik Zee sembari berlari melewati Doni dan Indira dengan menutup matanya, gantian Doni dan Indira terbahak_bahak merasa puas melihat Zee berlari kalang kabut.
__ADS_1
🏍🏍🏍🏍🏍
Setelah selesai dengan tujuanya pergi ke mini market, Zee kembali pulang namun kembali berhenti ketika melihat tukang sayur yang tidak jauh dari rumahnya.
"Assalamualaikum ibu_ibu?" Sapa Zee kepada beberapa ibu_ibu yang tengah berkerumun membeli sayur.
"Waalaikum Salam..."Jawab si ibu_ibu.
"Eh neng Zee, mau beli Apa? "Tanya ibu penjual sayur.
"Oh, ini Istrinya Mas Aryo yg adiknya Pak Dosen itu ya? "Sela ibu yang berambut keriting sebahu, Zee hanya mengangguk dan tersenyum sopan.
"Sayang sekali, padahal dulu anak saya mau saya jodohin tuh sama Mas Aryo, gak taunya udah keduluan! "lanjut ibu itu dengan nada juteknya, Zee terhenyak dg ucapan ibu itu.
"Iya, padahal kalo sama anaknya jeng, serasi lho! "Timpal ibu yg satunya mendukung ucapan ibu berambut keriting.
Zee hanya diam sembari memilih sayuran, dengan menahan geram dengan ucapan ibu_ibu yang menurut Zee sangat tidak pantas untuk disampaikan.
"Hush...ibu_ibu jangan ngomong gitu, ini ada istrinya Mas Aryo lho? "lerai ibu penjual sayur, Kedua ibu_ibu itu hanya mlengos.
"Buk, ini jadi berapa? "Tanya Zee kepada tukang sayur dengan menyodorkan dua bungkus tempe dan seikat sayur kangkung. Zee ingin segera beranjak dari tempat itu, sebelum telinganya semakin panas mendengar ucapan emak2 rempong.
Setelah selesai membayar belanjaanya, kemudian Zee berpamitan dan kembali pulang ke rumah dengan suasana hati yang mendadak menjadi buruk.
Seperti ketiban karma, Zee sekarang merasa dibuat kesal oleh kedua ibu_ibu yang tak ia kenal. Setelah membuat kesal suaminya, dan kedua kakak iparnya akibat keusilanya.
"Sayang pakein dasi aku dong? "Pinta Aryo melihat Istrinya yang sudah ada di dapur.
Tanpa menjawab Zee lalu menghampiri suaminya yg tengah berdiri disamping meja makan.
"Kenapa pagi_pagi kok udah cemberut gitu? "Tanya Aryo melihat istrinya yg sedang cemberut sembari tangan Zee memasangkan dasi di lehernya.
"Kenapa, kurang jatahnya yang tadi malem? "Tanya Aryo usil. "Uhuk.. uhuk.. uhuk.. " Zee sengaja mengencangkan ikatan dasi suaminya, ketika mendengar ucapan suaminya yang semakin membuatnya kesal.
Zee kemudian berbalik ke dapur, tanpa berkata_kata, setelah memasangkan dasi sang Suami, tanpa mengendorkanya kembali.
Karena tidak mendapat penjelasan dari Istrinya, Aryo pun hanya menghela napas panjangnya, dan Aryo memilih diam, karena itu lebih baik dari pada harus membangunkan Macan betina yang lagi Menstruasi.
__ADS_1
Aryo sudah mengerti dengan sifat sang istri yang lebih banyak diam ketika sedang merasa kesal atau marah. Mungkin akan menanyakanya kembali jika suasana hati Istrinya sudah membaik.
Jangan lupa Like dan Komenya ya.. 🙏🙏🙏