
Tidak ada batasan usia untuk mencintai dan di cintai, karena cinta tidak dapat diprediksi kapan dia harus datang dan pergi. Dan anggapan kalau cinta itu buta memang benar adanya.
Buta usia, Buta rupa, Buta kasta, bahkan Buta warna, warna kulit maksudnya... hehehe
Sama halnya dengan Pak Guru tampan yang Satu ini, dia tidak pernah memandang berapa selisih usianya dengan gadis pujaanya.
"Bukankah aku masih terlihat tamvan dan awet muda?"begitulah mungkin yang ada didalam benak Pak Guru satu ini saat melihat dirinya dari pantulan cermin.
Setelah selesai jam sekolah nanti Pak Doni berencana ingin mengajak Zee entah kemana, yang terpenting saat ini dia ingin Quality Time bersama Zee. Pak Doni tidak ingin membuang_buang waktu lagi untuk mendapatkan hati siswi pujaan hatinya.
"Zee nanti tolong temani saya membeli kado untuk keponakan saya"pernyataan Pak Doni saat menyamakan langkahnya dengan Zee dikoridor sekeloh
"Hah"Zee menoleh ke asal suara dengan wajah cengo,karena terkejut tiba2 ada seseorang berbicara padanya,
"Saya tunggu nanti kamu di parkiran"tanpa menunggu jawaban dari Zee, Pak Doni pun segera berlalu meninggalkan Zee.
"Apa'an coba maksudnya Pak Doni? mbok ya tanya dulu, ato gimana jan asal ngajak2 seenak udelnya sendiri!"gerutu Zee sepanjang jalan menyusuri koridor menuju kelasnya.
Zee terkadang merasa risih dengan perhatian dan perlakuan yang diberikan Pak Doni untuknya, tapi bukan Zee namanya jika terlalu mempermasalahkan semua itu, dan yang menjadi masalah saat ini untuk Zee adalah hubunganya dengan sang Pacar yang makin tidak jelas.
Semenjak pertemuan mereka yang terakhir satu bulan yang lalu, kini sang pacar makin susah untuk dihubungi, lagi_lagi Zee selalu berfikiran positif tentang pacarnya itu.
"Ah mungkin akhir_akhir ini dia sangat sibuk, tapi ya sudahlah mungkin dia tidak mau diganggu untuk sementara waktu"batin Zee
Zee berfikir mungkin nanti jika ada waktu dia akan mencari tahu, sebenarnya apa yang terjadi dengan kekasihnya itu.
"Zee,kenapa pagi2 tuh muka udah ditekuk aja! "tanya Indira ketika mendapati sahabatnya masuk ke dalam kelas dengan raut masamnya.
"Mood gw lagi kacau"jawab Zee malas sambil duduk diatas bangkunya lalu di telungkupkan wajahnya diatas meja, bertumpu pada kedua lenganya
"Via kemana? gak masuk tuh anak? tanya Santi yg menyadari ketidak hadiran Via
"Kemarin dia di jemput ayahnya, katanya bundanya Via lagi sakit! "jawab Zee sambil mendongakkan kepalanya sembari beralih posisi menopang dagunya.
Luna sedari tadi hanya diam, dan menyimak obrolan teman2nya, diantara sahabat2 Zee mungkin hanya Luna yang sedikit peka akan kegalauan sahabatnya itu.
"Gak usah terlalu kepikiran yang macem2 dulu Zee, lo fokus aja UN udah di depan mata dan yakin semua akan baik_baik saja!"Ujar Luna tiba2, seakan dia tahu apa yang ada di dalam hati Zee,sahabatnya. Zee pun menoleh sekilas kearah Luna dan mengiyakan apa yg dikatakan Luna.
Apa mungkin Luna mengetahui sesuatu, yang gw gak tahu?
Jam sekolah pun telah usai, namun Zee nampaknya lupa dengan ajakan Pak Doni yang belum disetujuinya tadi pagi. Dengan santainya Zee melenggang menyusuri jalan yang sudah dia hafal hampir tiga tahun ini.
Drudu...dugdugdu...dugdug...
Anggap saja suara motor Pak Doni seperti itu. Zee menoleh ketika merasa ada suara motor datang menghampirinya dan berada tepat disampingnya, Zee pun menghentikan langkahnya ketika sang pemilik motor membuka kaca helm yang dipakainya.
"Apa kamu lupa, tadi saya minta kamu, mengantar saya untuk membeli kado!"tanya Pak Doni yang masih setia diatas motornya
"Maaf Pak saya lupa, kalau begitu saya pulang dulu ke kosan sekalian ganti baju
"Baiklah kalau begitu,cepat Naik! saya antar kamu ke kostan!"tanpa ba.. bi... bu.. lagi Zee pun langsung naik keboncengan sang Guru dengan posisi duduk menyamping karena Zee tengah memakai Rok.
"Dan bayangkan posisi duduk menyamping ketika naik motor Sport"🤔😅*
"Ayo Pak, saya sudah siap!"Ujar Zee ketika sudah berada disamping Pak Doni yg sedari tadi nangkring diatas motornya
__ADS_1
"Ayo naik!"titah Pak Doni kepada Zee, dan Segera Zee naik keboncengan motor Pak Gurunya itu "Pegangan Zee, kalau kamu jatuh siapa yg mau tanggung jawab!"lanjut Pak Doni dengan senyum liciknya yang tidak dapat dilihat oleh Zee. berharap Zee akan melingkarkan tanganya ke perutnya... hahaha... Itu tidak mungkin!
"Eeh.. ii.. iya Pak!" jawab Zee tergagap sembari memegang bahu pak Gurunya itu.tapi apalah daya Pak Doni hanya bisa menghela nafas pendeknya.
Hah... siapa yang mau tanggung jawab,katanya?Ya jelas Bapaklah, masa iya tukang Somay!
Kini Zee dan Pak Doni sudah berada dipusat perbelanjaan yang terletak di pusat Kota, hanya diam tidak ada yang membuka suara sepanjang masuk kedalam Mall.
"Sebanarnya apa yang ingin bapak cari? "tanya Zee penasaran, karena sedari tadi mereka berdua hanya berputar2 tidak jelas
"Saya juga tidak tahu!"menjawab sambil menoleh sekilas ke arah Zee
Kenapa gw mendadak grogi begini, tidak seperti biasanya
"Lho bukanya tadi bapak bilang ingin mencari kado untuk keponakan Bapak?"mencoba bertanya lagi sesuai tujuan utama Pak Doni mengajaknya
"Iya tapi saya bingung mau mencari kado apa yang pas untuk keponakan saya!"
"Keponakan Bapak cowok atau cewek? "
"Cewek"
"Umur"
"Kira2 seumuran dengan kamu, menurut kamu kado apa yang cocok untuknya?"mencoba meminta pendapat
"Sebenarnya saya kurang paham jg sih Pak, tapi biasanya cewek itu indentik dengan Tas, Baju, Sepatu, Make Up pokoknya gitu_gitu deh Pak! "Zee mencoba menjelaskan sambil terus berjalan beriringan mencari tempat yang akan dituju
"Ya sudah, kita beli aja semuanya!"perlahan suasana sudah mulai mencair,sesekali diiringi canda tawa dari mereka berdua
Mau dong jadi keponakan Pak Doni?
Mereka berdua pun Hunthing barang_barang yang telah disebutkan Zee tadi, satu persatu barang pun telah didapatkan dan kini tinggal satu barang yang belum mereka beli yaitu Make Up.
"Menurut kamu Make Up apa yang bagus?"tanya Pak Doni ketika mereka berada di dalam outlet khusus kosmetik
"Kalau untuk yang satu ini, saya benar_benar tidak mengerti Pak!" ya memang benar Zee tidak mengenal beberapa jenis Produk kosmetik, kecuali Pelembab dan bedak tabur itu pun Bedak khusus Bayi yang Zee gunakan sehari_hari
"Ya sudah kita tanya ke SPG nya saja!"setidaknya itu lebih baik, bertanya kepada yg sudah berpengalaman.
Akhirnya semua barang sudah mereka dapatkan, dan kini Pak Doni berada dikasir untuk membayar barang terakhir yg mereka pilih.
"Haii... Mas ngapain kamu disini?" sapa seseorang wanita yang tiba2 sudah berdiri di samping pak Doni, Pak Doni hanya meliriknya sekilas,mungkin wanita itu juga akan membayar barang yg dibelinya
"Menurut kamu?"bukanya menjawab, namun Pak Doni malah balik bertanya tanpa melihat ke arah wanita itu, sedangkan Zee berada dibelakang Pak Doni dengan beberapa Paper Bag ditanganya sambil menyimak percakapan yang tengah berlangsung antara Pak Doni dan Wanita yg Zee belum kenal.
"Siapa gadis ini Mas? "tanya wanita itu sambil melirik sinis ke arah Zee, dan Zee pun memasang tampang Masa bodohnya
"Bukan urusan kamu!"jawab Pak Doni sembari menggandeng tangan Zee. Zee merasa terkejut dengan apa ya dilakukan Pak Gurunya itu "Ayo sayang kita Pergi"lanjut Pak Doni sembari menarik tangan Zee dan berlalu pergi meninggalkan wanita itu, Zee masih terlihat shock dengan kalimat terakhir yg di ucapkan Pak Guru Tamvanya tersebut.
"Pak.. Pak... tunggu jangan ditarik_tarik gini dong tangan saya, emang saya kambing?"Pak Doni pun tersadar jika dia masih menggandeng tangan Zee, lalu Pak Doni pun melepaskanya
"Oh... Maaf Zee, saya tidak sengaja dan maafkan jg ucapan saya yang tadi! Ya sudah ayo kita cari makan dulu"Zee pun mengangguk lalu mengikuti langkah Pak Gurunya itu tanpa banyak bertanya.
Mereka pun masuk kadalam kafe yang ada di tengah pusat perbelanjaan itu, mereka memilih duduk di salah satu sudut ruangan yg cukup strategis letaknya, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang tengah memperhatikan mereka dari jarak yang tak begitu jauh.
__ADS_1
"Silahkan pesan apa yang kamu mau Zee!"
"Saya mah ngikut Bapak aja!"
"Nanti kamu tidak cocok dengan menu pilihan saya"
"Saya mah orangnya gak pilih_pilih makanan Pak,yang penting perut saya kenyang!"kalau sudah menyangkut urusan perut Zee tidak mengenal yg namanya *JAIM
"Omnivora* dong kamu?"kelakar Pak Doni yg sudah merasa tidak canggung lagi, dan begitu juga dg Zee
"Betul itu Pak... hahaha...Pak Doni pun ikut tertawa dengan tingkah lucu siswinya yg satu ini.
Setelah memesan beberapa makanan, mereka dengan sabar menunggu pesananya datang. Dan bukan Zee namanya jika tidak Kepo dengan wanita yang menyapa Pak Gurunya tadi.
"Pak siapa sih Wanita cantik tadi? "tanya Zee penasaran, menurutnya wanita itu tadi sangat Perfect di mata Zee, penampilanya yang anggun, dengan menggunakan stelan baju kerja yg fasionable, polesan make Up yg natural menambah wanita itu semakin menawan. Tapi kenapa Pak Doni terlihat Acuh gitu ya?batin Zee
"Oh itu mantan istri saya!"jawab Pak Doni santai
"WHAT!!" Zee terkejut dan tidak Percaya wanita cantik itu mantan istri Pak Gurunya.
"Kenapa kamu terkejut seperti itu Zee?"merasa heran dengan expresi lebay yg ditunjukan oleh Zee
"Beeeuuuhhh... Itu mantan istri bapak cantiknya kaya bidadari Pak!Sayang banget Bapak udah cerai padahal bapak itu serasi banget lho Pak"
"Buat apa punya istri cantik, hanya bikin sakit hati !"ujar Pak Doni tanpa ada rasa penyesalan
"Tapi lebih parah lagi Pak, udah jelek nyakitin lagi, gimana itu pak? "Kelakar Zee menggoda Pak Doni sambil mengedip_ngedipkan matanya, sejenak kegalauan di hati Zee sedikit terobati.
"Hahahaha...Buang ke laut aja kalau gitu Zee?"
"Eeh.. jangan Pak! Laut udah penuh cewek matre Pak!"😅😅
"Kamu ternyata lucu juga anaknya ya? Ya sudah kamu makan dulu keburu dingin makananya"
Mereka langsung menyantap makanan yang mereka pesan tadi, setelah selesai dengan semua urusan akhirnya mereka memutuskan untuk pulang karena hari sudah mulai senja, terlebih dahulu Pak Doni mengantar Zee pulang ke kosanya.
***Aryo; " itu kenapa cewek gw jalan ama abang gw si thor? "
Author; "Ya salah lo sendiri, kenapa lo gak ada kabar? "
Aryo; "Prasaan dari kemarin gw salah mulu deh?Emang lagi jaman ye Author maha Benar? "🤔
Author; "Yaiyalah... Nasib lo itu ada ditangan gw, jadi siap2 aja lo yee? "😏
Aryo; "Siap_siap apa'an? "🤔
Author; "Gw depak lo dari cerita gw! "🙅
Aryo; "Coba aja kalo berani!! "
Authot; "Okeh***!! "
*Terima kasih buat para Readers yang sudah ngasih Like dan Supportnya
Ikuti terus jalan cerita Zee, Aryo dan Pak Guru Duren, jangan Lupa tinggalin terus jejaknya ya*?
__ADS_1