Experience Love "si Gadis Tomboy"

Experience Love "si Gadis Tomboy"
Membongkar Rahasia 2


__ADS_3

" Oh, Ya mbak Andara saya turut berduka cita atas keguguran yang anda alami!" Ujar dokter itu kembali.


Jeeddeerrr...


Bagai tersambar petir di siang bolong, Zee mendengar kata_kata keramat dari sang dokter.


Mata Zee membulat sempurna, reflek tangan Zee memegang perutnya kemudian menundukan wajahnya melihat perutnya yang masih rata.


Air mata Zee luruh seketika, mengetahui kenyataan jika ia telah kehilangan calon janin yang bahkan Zee sendiri belum menyadari keberadaanya.


Aryo sang suami yang selalu setia berada di sampingnya pun berusaha menenangkan sang Istri, di rengkuhnya tubuh Zee ke dalam dekapanya, sambil terus mengecup puncak kepala istrinya, kali ini Zee melepas hijabnya karena balutan perban mengitari kepalanya.


" Saya minta maaf atas kelancangan saya!" Ucap Dokter itu yang merasakan suasana mendadak mencekam, kemudian dokter itu berlalu pergi. Tanpa mendapat jawaban dari siapa pun.


Semua keluarga telah sepakat untuk tidak menceritakan perihal keguguran yang Zee alami. Karena tidak ingin menambah beban mental untuk Zee, namun yang terjadi di luar dugaan, harusnya mereka meminta sang dokter untuk merahasiakanya juga.


Semua orang di ruangan itu mendadak menjadi panik. Zee tak henti_hentinya menangis histeris, belum pernah Aryo bahkan orang tua Zee sendiri melihat Zee sehancur ini.


Zee merutuki kelalaian pengendara yang ada di depanya waktu itu, sehingga mengakibatkan ia kecelakaan dan kehilangan calon bayinya.


Saat itu Zee fokus pada lampu sein sebelah kiri yang di hidupkan oleh pengendara yang ada di depanya, namun tak disangka pengendara itu justru ambil posisi sebelah kanan, ketika Zee berusaha menyalip dari posisi yang sama.


Stang kemudi Zee oleng dan menabrak mobil Box yang datang dari arah berlawanan, kecelakaan pun tak terelakan. Naas hanya kondisi Zee yang parah akibat menghantam body belakang mobil Box itu.


Untuk menghindari urusan yang berkepanjangan dari pihak kepolisian, mobil Box itu pun memilih kabur sebelum pihak kepolisian laka lantas datang ke TKP.


Dan Pengendara yang menyebabkan terjadinya kecelakaan yang menimpa Zee dengan tenang melenggang tanpa dosa. Siapa lagi kalo bukan gender yang mendapat julukan " The Power of Emak_emak".


" Sudah sayang, jangan nangis lagi, anak kita nanti sedih lihat bundanya seperti ini!" Ucap Aryo yang masih terus berusaha menenangkan Istrinya.


Ternyata kalimat Aryo kali ini manjur untuk meredam tangisan Zee.


" Hiks...hiks... Gitu ya Bang?" Zee mendongakan wajahnya yang masih dalam dekapan suaminya, menatap Aryo di atas kepalanya.


Mendengar respon dari Zee, Aryo melonggarkan pelukanya kemudian duduk ditepi brangkar Istrinya merangkul Zee untuk bersandar di dadanya.


" Iya sayang kamu masih bisa hamil lagi nanti!" Ujar sang Ibu mertua sambil mengusap_usap punggung Zee.


" Anak lo, udah di tempatin di tempat terbaik di sisi Alloh SWT Zee." Luna ikut menenangkan Zee.


" Anggap saja ini belum rezeki buat kalian." Indira menimpali.


" Iya Zee dimulai dari awal lagi yah?" Imbuh dari Ibu Zee Ambigu.

__ADS_1


" Berarti harus ngadon dari awal lagi dong Bang?" Tanya Zee balik pada Aryo dengan menegakan wajahnya menghadap sang Suami yang ada di sampingnya.


"Eh~"


Mau ngakak tapi takut dosa! Aryo ngebatin.


" Iya dong sayang? Makanya kita harus rajin_rajin deh tuh tiap malem bikin adonan!" Ucap Aryo sambil nyengir yang di paksakan menanggapi ke absurdtan Istri dan mertuanya.


Ya udah sih ya? Udah terlanjur malu ini !


***


Mumpung di dalam ruangan masih ada Keluarga dan juga Luna, Aryo menitipkan Istrinya pada mereka. Aryo izin keluar sebentar dari ruangan untuk sekedar menghirup udara segar setelah segala rasa di rasakan Aryo, dari rasa cemas, tegang bahkan rasa malu yang ia tahan. Apa lagi kalau bukan akibat ulah kekonyolan Istrinya.


Dilihatnya Doni, Rendra dan Erda sedang duduk santai sambil menikmati secangkir kopi di kantin. Aryo pun menghampiri mereka bertiga untuk ikut bergabung.


" Dari tadi ngilang ternyata disini lo Bang?" Tanya Aryo pada Doni sembari mendaratkan pantatnya di satu kursi yang masih kosong di sebelah Erda dengan membawa satu kaleng minuman soda.


" Gak tahan gw di dalem, pengen ngakak liat muka lo yang kaya maling jemuran ketangkep!" Jawab Doni meledek Aryo. Aryo hanya mlengos, menenggak minuman soda yang ada ditanganya.


" Beeuuhh...Sumpah ya Yo, Istri lo itu biyar kondisinya kaya gitu, kalo ngomong udah kaya jalan Tol, mulus dan lancar!" Imbuh Rendra sambil menggelengkan kepalanya.


" Lo kaya gak tau Zee aja Bang Rend?" Timpal Erda pada Rendra.


Setelah cukup lama mereka mengobrol, akhirnya mereka memutuskan kembali ke ruang perawatan Zee.


Setelah masuk, ternyata Zee sudah tertidur. Aryo menghampiri Istrinya kemudian mencium lembut kening sang Istri.


Kedua orang tua dan mertuanya pun pamit pulang, untuk sekedar beristirahat kemudian nanti mereka akan datang kembali.


Begitu juga dengan Doni dan Indira serta Luna, Rendra dan Erda mereka semua juga pamit pulang.


Kemana Santi dan Via kok tidak ikut menjenguk Zee? Mereka berdua sudah kembali ke luar kota mempersiapkan acara wisuda yang tinggal beberapa hari lagi.


Namun mereka sudah melihat keadaan Zee melalui panggilan Vidio call yang di sambungkan oleh Indira.


***


Malam hari


Zee terbangun dan di lihatnya sang suami juga tertidur di sampingnya dengan posisi duduk, wajah Aryo ditelungkupkan diatas brankar Zee.


Di elus lembut rambut sang suami, merasa ada yang bergerak_gerak di atas kepalanya, Aryo pun perlahan mengangkat wajahnya. Dilihatnya sang Istri tengah tersenyum melihatnya.

__ADS_1


" Sayang udah bangun?" Tanya Aryo, membalas senyuman sang Istri.


" Iya,..Mmpphhh..."


Aryo secara tiba_tiba mendaratkan ciumanya di bibir pucat Istrinya.


" Maaf Dek, Abang cuma kangen sama kamu!" Ucap Aryo, setelah melepas ciumannya, dengan lengkungan dibibirnya yang tak pernah pudar. Zee mengangguk senang.


" Abang, aku pengen di peluk sama kamu?" Rengek Zee pada suaminya.


Aryo pun mengerti maksud dari Istrinya itu, kemudian Aryo naik ke atas brankar Zee, dan membaringkan tubuhnya di samping Istrinya.


Aryo melingkarkan tanganya ke tubuh Istrinya, dengan posisi miring menghadap sang Istri, namun Zee hanya bisa terlentang, tak bisa banyak bergerak.


" Cepet sembuh ya Dek? Biyar bisa kek gini lagi di rumah!" Ucap Aryo dengan nada nakal.


" Gak usah dirumah, disini Abang juga kan masih bisa peluk kaya gini?"


" Di sini tuh gak enak Dek, tempat nya sempit, gak bisa minta lebih!"


Zee hanya mendengkus kesal, tidak habis fikir dengan otak mesum sang Suami yang tidak tahu situasi dan kondisi.


" Dasar Abang mah otaknya lari ke sela**kangan mulu, Udah tau Istrinya lagi bonyok gini, sempet_sempetnya mikir ke situ!" Bibir Zee mencebik.


" Kamu sih, pake nyuruh Abang peluk_peluk gini, kan jadi mode Turn on Abang, Dek?" Aryo terus berusaha menggoda Istrinya.


" Ya udah sana turun...turun...!"


" Gak mau! Udah kadung *Posisi Wenak !


.


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa Like dan Komenya...🙏🙏🙏*


__ADS_2