
PRAANKK.....
"Yaelah Zee, masih kurang Tiga hari, masa udah grogi si? "Ucap Erda, membantu Zee memungut pecahan gelas dilantai.
"Apaan si Mas Erda, orang tangan aku licin kok! "jawab Zee yg sudah berdiri hendak membuang pecahan gelas yg ia jatuhkan.
"Oh ya, rencana lo habis nikah, apa masih kerja disini? "Tanya Erda, yg tengah bersiap dengan peralatan perangnya.
"Kejauhan mikirnya Pak, dilamar aja belum udah bahas nikah! "jawab Zee, sambil meletakan sapu dan skrop di balik pintu, dan kembali duduk di kursi sebrang meja pantry. "Aku si apa kata suami aja ntar, kalo masih ngebolehin aku kerja, ya aku kerja disini, udah kadung nyaman soalnya.. hehehe."Sambung Zee.
Ditengah obrolan Zee dan Erda di pagi hari, tiba_tiba datang seseorang dengan expresi wajah yg berseri_seri.
"Cie.. cie Mas Rendra, pagi_pagi udah senyum_senyum kaya orang kurang waras? "Goda Zee yg dibalas kibasan tangan ke udara oleh Rendra.
Erda menoleh ke arah Rendra, penasaran dengan celetukan Zee "Kok, tumben lo Bang, dateng_dateng muka udah merona gitu, abis di cium orang gila lo ya? "Yg langsung mendapat tonyoran dari Rendra. Zee tertawa mendengar ucapan Erda.
"Heran gw ma lo berdua, gw cemberut di komen, nah ini gw senyum dibilang kurang waras, mau lo berdua apa sih? "Gerutu Rendra sambil memasang apronya.
"Mau kita tu lo cepet nikah Bang, keburu kadaluarsa tuh cebong."jawab Erda
"Betul itu! "Sambung Zee mengacungkan dua jempolnya.
Rendra berbalik badan, menyandar di meja Pantry menghadap ke arah Zee dan Erda. "Lo berdua tenang aja, jodoh gw udah OTW kok, jadi kalian berdua gak usah bawel, tunggu undangan dari gw."
"Sok iya lo Mas! Prasaan dari penjajahan Menir_menir Belanda lo gitu mulu ngomongnya! "Timpal Zee
"Tapi ngomong_ngomong siapa calon lo Bang, kok tumben gw gak tau? "tanya Erda penasaran.
"Ada deh, seurprise buat kalian berdua."Rendra bersedekap, melirik Zee.
Seakan tahu arti lirikan dari Rendra Zee curiga dengan satu nama. "Jan bilang lo dan Luna~.."tatapan intimidasi dari Zee.
"Maybe" Rendra mengendikan bahunya.
__ADS_1
"Siapa Luna Bang? "tanya Erda penasaran mendengar nama Luna.
"Lo tanya Zee. "jawab Rendra santai, masih stay posisi bersedekap.
Alih_alih menanggapi pertanyaan Erda, Zee beranjak berdiri menatap Rendra dan ikut bersedekap. "Awas Mas, lo macem_macemin sahabat gw!"ancam Zee ke Rendra, karena Zee tau Rendra seorang Playboy.
"Lo tenang aja, cuma satu macam kok! Gw pengen seriusin sahabat lo! "Jawab Rendra mantap.
"Okeh, Gw pegang ucapan lo Mas! "Zee mengulurkan tanganya, meminta persetujuan Rendra.
"Siapa takut!Gw pastiin dia bahagia sama gw!" Redra menerima uluran tangan Zee.
Permisi...
Suara seseorang tiba_tiba masuk ke dalam Pantry.
"LUNA " Koor Zee, Rendra, Erda.
Zee dan Rendra seketika menoleh ke arah Erda yang ikut menyebut nama Luna.
"Kalian saling kenal? "tanya Zee sambil menunjuk Luna dan Erda bergantian.
"Iya Zee, kak Erda ini dulu kakak kelas plus Ketua OSIS gw dulu zaman SMP."jelas Luna yang diangguki Erda.
"Iya ada apa Honey? "Sela Rendra.
"What!! Honey? "Belum Luna manjawab, Zee terkejut mendengar kata Honey. Pipi Luna bersemu merah. "Jan Bilang, kalian kenalan kurang dari seminggu, terus sekarang udah jadian? "tanya Zee dengan tatapan menyelidik ke arah Luna dan Rendra bergantian.
"Udah B aja gak usah sok terkenyut gitu! "Rendra menjentikan jarinya ke dahi Zee.
"Auuuwwww..."Kira_kira dong lo Mas, udah jari segede Kingkong main selepet jidat orang seenaknya! "Keluh Zee, sembari mengusap_usap keningnya yg sakit. Luna, Rendra, dan Erda tertawa melihat expresi Zee
"Jadi Kak Erda kerja di sini juga bareng Mas Rendra? "Lupa dengan pertanyaan Rendra, Luna mengalihkan pertanyaan ke Erda.
__ADS_1
"Iya, Bang Rendra senior gw, gw Asistenya! "jelas Erda, Luna manggut_manggut paham.
"Oh ya..Mas aku kelupaan, nih handphone kamu ketinggalan di tas aku! "Luna ingat akan tujuanya, dan mengulurkan benda ke arah seseorang yg memanggilnya Honey.
Zee menghampiri Luna, kemudian menarik tangan Luna "Ayo lo ikut gw, lo hutang penjelasan ke gw! "Luna hanya melongo mengikuti tarikan tangan Zee.
"Heyy.. Zee mau lo apain Cewek gw? "teriak Rendra, melihat pacarnya ditarik paksa oleh Zee.
"Mau gw buntingin! lo tenang aja Mas, baek_baek disitu, gak usah ikutan! "Zee berbalik sekilas sebelum akhirnya keluar dari pantry bersama Luna.
_____________
"Kemaren aja lo bilang, gak bisa lupain Oh Sehun, terus sekarang ujug_ujug udah jadian aja lo sama Mas Rendra? "ujar Zee ke luna yg sudah saling duduk berhadapan di meja kasir Zee.
"Lain kemarin, lain sekarang Zee! Lagian siapa si yg bisa nolak pesona Mas Renda yg cakepnya 11_12 dengan Lee Jong Suk? "ujar Luna pasang tampang imut ala Cherrybelle.
"Ah..lo semua Cowok lo mirip_miripin Oppa_Oppa Korea! "Zee memasang wajah malas.
"Biarin, yang penting gw Cinta sama Mas Rendra, Dia pelipur lara di saat gw terluka Zee! "Zee pasang tampang pengen muntah, mendengar kalimat sok puitis dari mulut Luna.
"Iye.. iye serah lo dah! Tapi beneran lo udah yakin nih ngejalanin sama Mas Rendra? Awas aja lo nangis bombay di labrak Fans2 nya Mas Rendra! "Luna mengangguk semangat.
"Woyy.. Suster ngesot, kagak usah lo racunin otak cewek gw! "Zee mendongak melihat orang yg tiba_tiba nongol di antara dia dan Luna.
"Hallah...Sekalian aja noh satu kampung lo akuin cewek lo! "Sindir Zee ke Rendra.
"Ya udah Honey, mending sekarang kamu pulang, Bobok cantik, habis itu dandan yang cantik ntar malem Mas jemput kita Dinner. "Alih_alih menanggapi sindiran Zee, Rendra justru memanas_manasi Zee, sambil mengelus pipi Luna yg sedari tadi sudah bersemu merah.
*Tbc
Author disini berusaha menampilkan para tokoh figuran sebagai pelengkap biar tidak terkesan hanya numpang lewat. Tetapi tetap terfokus dengan kisah cinta Zee dan Aryo.
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan Like dan komen di setiap Part nya.😘😘😘
__ADS_1
Author juga berterima kasih kepada para Readers yang sudah bersedia meluangkan waktu untuk membaca karya amatiran Author ini. Terima kasih juga untuk yang sudah memberikan Vote, Support serta masukanya. 🙏🙏🙏🤗😘*