Experience Love "si Gadis Tomboy"

Experience Love "si Gadis Tomboy"
Pulang


__ADS_3

"Aauuu... Sakit... rintih Zee saat dia hendak bangun untuk menunaikan sholat subuhnya.


Dengan kepala yg terasa agak pusing Zee lalu beranjak dari ranjangnya.


Zee saat ini tengah berada di kediaman orang tua Aryo, setelah dua hari yang lalu Aryo sudah diperbolehkan untuk pulang, karena kondisi Aryo yang sudah benar_benar membaik.


Karena saat ini Zee berada dirumah orang, sangat tidak etis jika Zee harus kembali tidur seusai menunaikan kewajibanya. Mungkin kalau sedang berada dirumahnya Zee akan melakukanya apalagi saat ini Zee merasa kurang enak badan.


Zee pun melangkah keluar dari kamar tamu yang ditempatinya menuju arah dapur yang sudah ada ibu Aryo yg tengah berkutat dengan alat tempurnya.


"Selamat pagi tante, ada yang bisa Zee bantu? "


"Eeh nak Zee sudah bangun toh, gak usah lagian ini tante sudah hampir selesai kok"


"Gak papa tan, sini Zee bantu"


"Ya sudah tolong bawakan ini saja ke meja makan, setelah ini kita sarapan"


Zee lalu membawa makanan yang ditunjuk oleh ibu aryo menuju meja makan, lalu menata piring diatas meja makan.


"Waahhh.. Dedek gemez Abang pagi_pagi udah rajin aja? "Zee menoleh ke asal suara yg mengagetkanya


"iiihh... Babang gemez pagi_pagi udah ngagetin aja!"ujar Zee yg kembali sibuk menuangkan air putih ke masing2 gelas diatas meja makan.


Satu persatu anggota keluarga Aryo pun berkumpul di ruang makan dan bersiap untuk sarapan.


"Zee kok kamu kelihatan pucet gitu?"tanya Doni yang duduk berhadapan dengan Zee, Aryo pun ikut menoleh ke arah Zee yg duduk disebelah kekasihnya itu.


"Iya lho dek, kamu sakit? " sela Aryo membenarkan ucapan sang Abang, Ayah dan ibu Aryo pun ikut menatap Zee.


Belum sempat menjawab pertanyaan dua kakak beradik itu tiba2 "Huueekkk... "Zee seketika membekap mulutnya, tanpa permisi lalu Zee beranjak ke kamar mandi.


Tak lama berselang Zee kembali dengan mata yg memerah, dan terlihat agak sembab mungkin efek ketika dia muntah. Aryo kemudian beranjak berdiri ketika sang kekasih sudah hendak kembali duduk disampingnya.


"Maaf semuanya Zee~.."


"Kamu Hamil ya Dek? "celetuk Aryo yang memotong ucapan Zee, dengan posisi menghadap Zee dan seketika semua orang menatap ke arah Zee dan Aryo yg duduk bersandingan dengan tatapan penuh intimidasi.


Zee memelototkan matanya ke arah sang kekasih dan reflek tangan Zee memukul lengan Aryo "*Sembarangan!! "


"Auuwww*...sakit Dek? "keluh Aryo sambil mengusap_usap lenganya


"Benar itu nak Zee? "tanya Ayah Aryo kepada Zee

__ADS_1


"Ee.. enggak om! "jawab Zee sambil menggelengkan kepalaya dg cepat, Doni dan sang Ibu pun masih diam menyimak


"Udah, iyain aja napa sih Dek, biyar kita cepet dinikahin! "ujar Aryo santai sambil menyuapkan nasi goreng ke dalam mulutnya, Aryo kembali mendapat pelotototan dari semua orang "Kenapa pada melotot sih? "lanjut Aryo tanpa dosa


"Mulut lo itu, sembaranga kalo ngomong!"timpal Doni kepada sang adik


"Dikira enak apa menikah, emang mau kamu kasih makan apa anak orang? "ujar sang ibu


"Ya nasi lah bu, masa dedak! "jawab Aryo sambil nyengir ke arah Zee, tampak Zee masih kesal dg ulah Aryo


"Abang kamu saja, yang sudah mapan ditinggalin istrinya! "sang ayah memflasback masalalu Doni


"Doni Yah yang ninggalin bukan dia! "Doni mengkoreksi ucapan sang Ayah


"Ditinggal selingkuh, maksudnya? hahaha.. Kelakar Aryo yg membuat semua orang tersenyum kecuali Doni yang tampak kesal.


"Kaya lo, enggak aja!"balas Doni


"Sudah... sudah... Ayo lanjut sarapan dan kamu nak Zee setelah ini kamu tante antar ke Dokter! "Ucap sang ibu menyudahi perdebatan kedua putranya


"Tidak usah tante, Zee hanya masuk angin biyasa kok, cukup di buat istirahat saja nanti juga sudah baikan"


"Ya udah habis ini, Abang kerokin ya Dek? "


"ARYO...!!! "koor sang Ayah, Ibu dan Doni, Zee menengok sekilas dg memutar bola matanya malas.


Kini Zee berada diruang keluarga sendiri, Ayah Aryo sudah berangkat kerja, sang ibu pergi Arisan, Aryo dan Doni kembali ke kamarnya masing_masing,entah apa yg mereka lakukan di dalam kamar hanya mereka dan Tuhan yang tahu!


Zee mengambil sebuah album foto yang berada di bawah meja, Zee pun iseng membuka_buka Album itu, lembar demi lembar di buka oleh Zee tak lama Zee mulai tersenyum tak jelas, sesekali Zee terkikik geli.


Aryo yang keluar dari kamar melihat sang pacar tengah senyum_senyum sendiri menjadi penasaran lalu menghampiri Zee.


"Liat apa'an sih Dek, dari tadi senyum_senyum gak jelas gitu? "tanya Aryo sambil mencondongkan kepalanya ke benda yg berada dipangkuan Zee.


Aryo membelalakan matanya ketika melihat fotonya bersama sang Abang tengah bertelanjang bulat waktu usia mereka 5-8 tahunan mandi di got, seketika Aryo ingin merebut, dg sigap Zee menyembunyikan Album foto itu dibelakang badanya.


"Balikin gak Dek! "


"Apa'an sih Bang, gak mau! "masih berusaha menghalangi tangan Aryo yg akan mengambil dari balik tangan Zee


"Sini'in! "Aryo berhasil memegang tangan Zee, namun album itu masih berada dibalik badan Zee


"Hey... kalian sedang ngapain! "Suara Doni, baru keluar dari kamarnya melihat dua orang yg saling berebut

__ADS_1


"Ambil itu bang, dibelakang Zee? "titah Aryo kepada sang Abang, Zee masih berusaha melepaskan tanganya dari genggaman Aryo


"Apa'an sih? "tanya Doni penasaran lalu menghampiri Aryo dan Zee


"Harga diri kita itu Bang, udah cepetan Ambil!"Doni pun berhasil mengambil Album itu, Aryo pun melepaskan tangan Zee


"Yah... kalian curang main keroyokan! "Protes Zee


"Emang Zee lihat Apa'an si Yo? "tanya Doni ke sang adik sambil membuka album foto ditanganya


"Itu foto kita lagi ***** Bang, kan Pornograpy itu namanya? "jawab Aryo


"Tapi lucu lho Bang foto kamu masih kecil dengan Mas Doni? "


"Lucu apa lucu? "tanya Doni Ambigu


"Iya, hayo ngaku!kamu liat ***** aku ma Bang Doni kan? "desak Aryo menggoda Zee


"Suka ngeres deh pada Otaknya! "jawab Zee sewot


"Udah, gak usah penasaran gitu, ntar kalo kita udah nikah Abang kasih liat kamu Spesial for you, pokoknya di jamin lebih ngegemezin deh dari yg di foto! "Aryo semakin gencar menggoda Zee yang pipinya sudah memerah


"Aaabaaang..!!!"teriak Zee sambil melempar bantal sofa ke muka sang pacar


"Tapi sayang~.."sela Doni yang menjeda kalimatnya


"Kenapa Bang? "tanya Aryo menoleh ke Doni


"Zee gak bisa lihat punya aku! "jawab Doni yang langsung mendapat lemparan dua bantal sekaligus dari Aryo dan Zee dan Doni pun hanya terbahak menanggapinya.


"Hey... mau kemana kamu Dek? "tanya Aryo ketika Zee sudah beranjak pergi


"Mau ke Kamar! "jawab Zee Cuek


"Ngapain? "tanya Aryo lagi


"Na_ena, mau ikut? "jawab Zee sedikit menoleh kebelakang


"Ikut doong! "Zee yg melihat Aryo beranjak dari tempat duduknya langsung berlari ke kamarnya


BLAAAMMM... 😭😭😭


Walhasil Jidat Aryo membentur pintu, Doni yang melihat kembali tertawa ngakak

__ADS_1


"*Bwahahahahaha... Rasain Lo!!! "😂😂😂


Jangan lupa Like dan Komenya*...


__ADS_2