
Memang terlalu dini bagi Aryo untuk menyimpulkan, apakah Zee hamil?
Karena tidak ada tanda_tanda yang signifikan tentang hal yang mengarah pada kehamilan.
Terlebih Zee tidak pernah merasakan mual, hal yang umum terjadi pada kebanyakan ibu diawal masa kehamilan.
" Bang, kenapa sih aku perhatiin semenjak pulang dari luar kota, Abang kebanyakan melamun, mikirin apa sih Bang? "
" Ah, enggak sayang, Abang cuma lagi banyak kerjaan aja! " Kilah Aryo. mengusap_usap pipi Istrinya.
" Masalah pekerjaan jangan dibawa pulang dong Bang? Kan aku merasa di cuekin? "
" Ya udah sini peluk Abang. " Zee menggeser tubuhnya agar lebih dekat dengan suaminya. Aryo memeluk istrinya dari belakang sesekali menciumi tengkuk Zee yang sudah menjadi hoby baru Aryo setelah menikah.
" Dek, kayanya ada yang kebangun deh?" Ucapan Ambigu Aryo. Berbisik di telinga Zee.
" Lah, kita kan belum tidur? Terus siapa yg bangun? " Ujar Zee sedikit menengok ke belakang.
" Siapa lagi kalo bukan dedek kecil? "
" Ya udah, suruh tidur lagi aja, bilang sudah malem besok kerja! "
" Dia maunya kerja sekarang, boleh ya? "
" Tumben minta izin? Biasanya juga langsung lucut sana, lucut sini, tancap gas! "
" Jadi, boleh? "
" Hhhmmm... "
Obrolan sebelum tidur pasangan Aryo dan Zee, yang dilanjutkan mereka berdua dengan melakukan olah raga malam penuh keromantisan sebelum akhirnya jatuh terlelap di alam mimpinya masing_masing.
***
Pagi Hari
Setelah menyiapkan sarapan untuk sang Suami, Zee kembali ke kamar untuk memanggil suaminya untuk sarapan.
Di lihatnya suaminya baru keluar dari kamar mandi, setelah mengulangi aktifitas "Olah Raga" paginya setelah sholat subuh.
" Sini Bang, duduk! "Zee menyuruh Aryo duduk di meja rias, tanganya mengambil alih handuk yang di pegang suaminya. kemudian Zee membantu sang suami mengeringkan rambutnya.
" Bang, kamu pake shampo apa sih? Kok gak enak gini bau~....Huuuuwwweeeekkk.... "
Zee langsung berlari ke kamar mandi, Aryo pun langsung mengikuti istrinya, membantu memijit_mijit tengkuk istrinya.
" Kamu kenapa sayang? " Tanya Aryo panik.
" Masuk angin mungkin. " Jawab Zee setelah mengeluarkan isi perutnya yang hanya berisi air, karena memang Zee belum sarapan.
Aryo memapah Istrinya menuju ranjangnya. Kemudian Aryo pergi ke dapur untuk membuatkan Teh hangat untuk Istrinya.
"Ini Dek, minum dulu? "Aryo menyodorkan teh hangat ke mulut Istrinya, dan Zee meminumnya hingga setengah gelas.
" Bang, pengen makan sambel pete buatan ibu deh? "Rengek Zee pada Suaminya.
" Pagi ini Abang berangkat kerja dulu, baru nanti siang Abang antar pulang ke rumah ibu, gimana? "
" Janji ya, Awaz kalo sampe boong! "
" Iya, Abang janji...Ya udah Istri Abang, istirahat aja dulu. "
__ADS_1
Kemudian Aryo bersiap_siap untuk berangkat kerja.
"Abang..? "
Aryo menoleh sebelum membuka pintu kamar, mendengar istrinya memanggil.
" Ada apa Dek? " Tanya Aryo. Lalu Zee turun dari ranjangnya menghampiri sang suami yg masih berdiri di depan pintu.
Tangan Zee menyambar sesuatu yang tergantung di dalam lemari pakaian.
" Dasinya lupa. " Zee langsung memakaikan ke leher suaminya, dan Aryo pun tersenyum melihat istrinya yang selalu perhatian padanya, walaupun dalam keadaan sakit sekalipun.
" Makasih sayang? " Ucap Aryo kemudian mencium lembut kening Istrinya.
" Hati_hati ya Bang? Maaf aku gak bisa nemenin Abang sarapan! " Zee mencium punggung tangan Aryo.
" Iya, gak papa kamu istirahat saja disini, Abang berangkat dulu ya? Assalamualaikum.." Ucap Aryo sebelum keluar dari kamarnya.
" Waalaikum Salam... "
***
"Assalamualaikum... "
Ceklek.
"Waalaikum Salam... "
"Ibuuuuukkk...Anakmu kangen! " Zee langsung memeluk sang ibu ketika pintu sudah terbuka.
"Tapi ibu gak tuh? " Goda sang ibu melonggarkan pelukanya, Zee mencebikan bibirnya. " Udah yuk, masuk dulu? "Lanjut sang ibu, lalu Aryo mencium tangan ibu mertuanya.
" Bapak mana Bu? "Tanya Zee yang bergelayut di lengan sang Ibu.
" Ya kerja lah?"
" Ibu gak ngajar? "
" Baru aja datang, soalnya jam terakhir kosong! Lho, jam segini kesini nak Aryo gak kerja?" Tanya ibu mertua pada menantunya.
" Tadi Aryo izin Bu, tapi habis ini Aryo balik kantor lagi! "
" Kalian gak nginep? "
" Kita nginep ya Bang? " Aryo tersenyum, mengangguk. "Ntar setelah pulang ngantor, sekalian bawain baju ganti ya? "
" Iya, Ya udah Abang mau balik lagi ke kantor, jam istirahat udah mau habis! Bu, Aryo izin mau berangkat ke kantor lagi. " Pamit Aryo ke Zee dan ibu mertuanya, sambil mencium tangan ibu mertuanya dan Zee mencium tangan suaminya.
" Ya, sudah hati_hati ya nak?
_ _ _ _
Setelah makan malam, Bapak, ibu, Zee dan Aryo berkumpul santai diruang keluarga kediaman Orang tua Zee.
" Gimana udah lega, habis makan sambel petenya? " Tanya Aryo pada Istrinya yang sedari tadi terus menempel pada ibunya.
" Udah Bang, enak banget! "Jawab Zee dengan senyum sumringah.
" Perasaan sambel pete dari dulu juga gitu_gitu aja rasanya! "Timpal sang Bapak.
" Gak tau itu Pak, Zee akhir_akhir ini kalau minta apa_apa harus selalu di turuti. " Adu Aryo pada Bapak mertua.
__ADS_1
" Kamu ngidam ya Zee? "Timpal sang Ibu, menengok ke Zee yang bersandar di bahunya.
Zee menegakan kepalanya." Gak tau Zee buk, emang ngidam itu gimana sih? "tanya Zee menatap orang yang ada diruangan itu bergantian.
" Ya kaya kamu itu, pengen apa_apa harus selalu dituruti !"Jawab sang Bapak.
" Kamu sudah cek belum? "Tanya sang ibu pada Zee.
" Apanya? " Zee menautkan kedua alisnya.
" Ya cek kehamilan, terakhir kamu mens kapan? " Tanya sang ibu antusias.
" Kalo gak salah Dua bulan yang lalu deh Buk? Iya gak Bang? " Zee beralih tanya pada suaminya.
" Ya mana abang ngerti Dek, kan yang tau tanggalnya kamu? "
"Ah, kamu mah gitu? Yang di hafalin malam jumat mulu? "Aryo melebarkan matanya mendengar ucapan istrinya, sang Bapak dan Ibu hanya senyum_senyum melihat anak dan menantunya saling berdebat.
" Sudah_sudah, Ayo sana Zee lihat kalender." Lerai sang Ibu.
Zee beranjak berdiri untuk melihat kalender yang terpasang di ruang tamu.
" Iya Buk, terakhir Dua bulan yang lalu. " Ujar Zee beralih duduk di samping suaminya.
" Fix ini Pak, kita bakal punya cucu! "Seru sang Ibu pada suaminya.
" Belum di cek Buk? " Sang Bapak mengingatkan. Zee dan Aryo saling tatap mendengar ucapan sang Ibu.
" Orang melahirkan itu sakit gak sih Buk?" Tanya Zee penasaran.
" Sakitan di sunat kayanya sih Zee? " Jawab Ibu.
" Kok bisa gitu Buk ? "
" Buktinya, banyak ibu2 yg bolak_balik melahirkan, tapi gak ada tuh laki_laki yang bolak_balik di sunat! "Jawab Ibu dengan logika.
" Ya kali bolak_balik di sunat bisa habis aset negara Buk? " Celetuk sang Bapak, jengah dengan logika istrinya.
Aryo hanya bisa menahan senyumnya, dan Zee menyimak dengan wajah cengonya.
Setelah obrolan kesana kemari, Aryo dan Zee pamit masuk ke kamar, karena esok hari Aryo harus bekerja.
" Zee, Aryo? " Panggil sang ibu sebelum keduanya masuk kamar, mereka pun menengok ke arah sang Ibu.
" Kalau mau Smackdown di bawah aja ya, kasian Bapak kamu capek betulinya! " Lanjut sang ibu kemudian masuk ke dalam kamarnya. Aryo dan Zee saling berpandangan, lalu tertawa mengingat malam itu.
Sedikit flashback, pas dulu baru menikah mereka berdua menginap, tiba_tiba tengah malam ada suara keributan dari kamar Zee teryata ranjang dipan Zee ambruk tidak kuat menahan guncangan.😜😜
.
.
.
.
*Sabar ya readers, Zee masih mau ngecek, jadi belum tau trek dung tralala atau enggak!
Pantengin aja terus keseruan tiap partnya... 😎🤗
Jangan lupa Like dan Komenya... 🙏🙏🙏*
__ADS_1