
Pov Author
Sudah Sepuluh menit Zee menunggu kedatangan Aryo di depan pintu gerbang kampusnya, yang sudah berjanji akan menjemputnya.
Saat Zee hendak beranjak meninggalkan kampus, dan memutuskan ingin pulang karena menurut Zee dia sudah cukup lama menunggu Aryo datang, tiba_tiba ada motor mengerem mendadak tepat dihadapan Zee
Ciiiitttt...
"Sorry Dek, Abang Telat! "Ujar Aryo, membuka kaca helmnya.
"Makanya jangan janji_janji, kalo ngaret!"jawab Zee, memalingkan wajahnya
"Maafin Abang Dek, tadi ada rapat mendadak di kantor! "Aryo memasang tampang memelasnya. Aryo memang sudah kembali diterima bekerja di kantor Bank yang dulu sebelum Aryo sakit, karena kinerja Aryo yang bagus maka dia diterima bekerja kembali dengan posisi barunya sebagai Teller.
"Ya udah, jan di ulangi lagi! "Zee memaafkan Aryo, yang terhalang urusan pekerjaan. Zee pun naik keboncengan motor Aryo. Aryo tersenyum lalu mengangguk, dan melajukan motornya kembali.
Seperti biasa Aryo mengajak Zee ke kafe Favorit mereka, karena Aryo tahu cara meluluhkan hati Zee yang sedang ngambek.
"Ayo Dek masuk, tapi senyum dulu dong? "Zee tersenyum, Aryo segera menggamit jemari Zee diajaknya masuk kedalam.
Setelah mereka duduk, satu pelayan menghampiri lalu Zee dan Aryo memesan makanan. Sambil menunggu pesanan datang Aryo kembali membuka suara.
"Dek, sekali lagi maafin semua kesalahan_kesalahan Abang selama ini ke kamu? "ucap Aryo tulus.
"Iya Bang, maafin aku juga yang selama ini selalu nyusahin kamu dengan sikap kekanakanku! "
"Enggak Dek, Abang lah yang selama ini banyak nyusahin dan ngerepotin kamu! "
"Ya udah, dari pada kita berebut kesalahan, mending kita saling mengkoreksi kesalahan masing_masing, dan berusaha tidak mengulanginya ke depan! "
"Ini yang Abang suka dari kamu Dek, kamu selalu bisa bersikap dewasa dan bijaksana, jadi makin cinta Abang sama kamu Dek? "
__ADS_1
"Iya udah aku percaya"
"Dek"
"Hhmmm"
"Abang mau ngomong"
"Kan dari tadi udah ngomong"
"Yang ini beda Dek"
"Ya udah ngomong"
"Abang ingin lebih serius sama kamu Dek?" Aryo mengeluarkan kotak warna merah dari saku jaketnya, yg berisi cincin di dalamnya, Aryo pun membukanya.
"Maksud Abang, Abang melamar aku? "Zee terkejut
Zee masih tidak percaya, mulutnya masih menganga, diangkat jari manisnya ke depan wajahnya sambil membolak balikan telapak tangan kananya.
"Main pasang_pasang aja, emang Abang yakin udah pasti Aku terima? "Zee menggoda Aryo
"Abang yakin 1000 persen! "
"Kalau Abang yakin, aku sih yes? "Aryo pun tersenyum lebar mendengar ucapan sang kekasih.
"Jadi kita resmi tunangan ya? "
"Ya gak bisa gitu dong, kan Abang belum melamar aku secara resmi ke orang tuaku! "
"Oh iya.. ya"Aryo menggaruk rambutnya yang mendadak terasa gatal."Ya udah kalo gitu, ntar Abang ngomong sama Ayah, dan ibu agar melamar kamu secara resmi untuk Abang"
__ADS_1
"Ya udah sekarang mending kita makan, udah laper ni aku, gara_gara nunggu Abang kelamaan! "ujar Zee saat pelayan datang membawa pesanan makanan mereka berdua.
Sudah tidak ada kekesalan lagi dihati Zee, setelah Aryo memberikan kejutan yang mungkin selama ini sudah di nantikan oleh Zee. Rasa kesal itu seketika tergantikan dengan rasa bahagia.
💃💃💃💃💃
Ditempat lain, diruanganya, Doni sedang berciuman mesra dengan kekasihnya Indira. Mereka acap kali melakukanya setiap membuka acara pertemuanya.
Indira yang hoby sekali menggoda Doni, dan Doni yang selalu bergairah ketika bersama sang kekasih.
Doni pun melepaskan pagutanya dari bibir Indira yg hampir kehabisan napas, lalu menatap sang kekasih lebih dalam.
"Kamu sudah siap, jika aku datang melamarmu sayang? "Ucap Doni yg menangkupkan kedua tanganya ke wajah Indira. Indira pun tersenyum dan mengangguk pelan.
"Benarkah Beb, kapan? "Indira memeluk Doni dengan erat.
"Kapanpun kamu mau, Aku sudah siap"mendengar jawaban Doni, Indira sedikit mendongakan wajahnya, yang disambut ciuman mesra dari Doni.
Selesai dengan aktifitasnya, Doni menggiring Indira duduk di sofa yang ada diruanganya, sambil merangkul pinggang sang kekasih.
"Beb, kira_kira Zee masih marah gak ya sama kita? "
"Aku juga gak tau yank, tadi aja waktu dikelas aku sapa, sikapnya masih dingin! "
" Aku jadi merasa bersalah banget sama Zee, Beb!"
"Ya sudah, nanti kita coba ketemu lagi sama Zee, sementara biyarkan Zee menenangkan dirinya dulu".
*Sorry imajinasi Author lagi mampet, jadi part ini agak singkat! Tolong kasih masukan buat Author
Jangan lupa Like dan komenya
__ADS_1
Author juga berterima kasih bagi para Readers yang sudah memberikan vote nya 🙏🙏🙏😘😘😘*