
Setelah kemarin gw dijemput sama si tuyul, dan diantar balik ke kosan, hari ini gw mulai beraktifitas kembali seperti biasa. Kerja paruh waktu di siang hari, dan pergi ke kampus di sore hari. Sorry nih gw masih manggil cowok gw dengan sebutan Tuyul, bukanya gw belum maafin dia, tapi otak sama hati masih belum sinkron.
Sore ini gw kembali melangkah ke kampus tercinta gw, setelah seminggu lamanya gw bolos. Ada rasa menyesal di hati gw, karena tertinggal banyak materi.
Untuk kali ini, gw sama sekali gak berniat masuk ke ruangan si Gendruwo, sembari menunggu jam kelas masuk gw langkahin kaki gw menuju Mushollah, dimana tempat inilah menurut gw tempat paling damai.
Karena gw sudah melaksanakan kewajiban gw saat dikosan, jadi di Mushollah ini gw hanya duduk berselonjor di emper mushollah sambil membaca buku.
"Zee, tumben lo menyendiri disini? "gw sedikit mendongak mengalihkan pandangan gw ternyata Luna datang menghampiri gw.
"Oh iya Lun, lagi pengen ngadem disini "jawab gw sambil tersenyum ke Luna. Yang dimaksud ngadem disini, bukan ngadem karena kepanasan lho ya?
"Gimana udah kelar masalah lo?"Tanya Luna sambil menyenggol lengan gw. Tapi kok dia tahu?Apa Wewe gombel yang cerita?
"Masalah apaan? "tanya gw balik, pura_pura tidak paham, karena gw gak mau terpancing dengan pertanyaan yang belum jelas apa maksudnya. Kalau sampai gw keceplosan, itu sama aja gw buka Aib seseorang, dan itu bukan gw banget!
"Masalah lo dengan Bang Aryo, Pak Doni dan Indira? "tanya Luna sedikit berbisik
"Tau dari siapa lo? "jawab gw heran
"Indira udah cerita semuanya ke gw." Nah loh, bener dugaan gw, si Wewe gombel yang sudah cerita ke Luna, tapi masa iya sih, dia buka Aib nya sendiri?
"Udah cerita apa aja tuh si Wewe gombel ups Indira maksud gw! "
"Hahahaha.... "seketika gw bekap mulut Luna, karena gw takut suara Luna mengganggu orang yg sedang sholat "Apa lo tadi nyebut Indira, Wewe gombel? "Luna kembali bersuara ketika tangan gw udah gw turunin dari mulut dia.
"Iya, tapi lo gak usah kenceng_kenceng kalo ketawa! "Gw langsung menarik tangan Luna lalu beranjak pergi dari mushollah, karena gak baik tempat suci dibuat untuk ngomongin orang!
Gw ajak Luna duduk dibangku yang ada didepan kelas, karena kebetulan jam masuk sudah hampir tiba.
"Udah kita duduk sini aja!"ujar gw ke Luna sambil melepaskan genggaman tangan gw dari tangan Luna."Jadi udah cerita apa aja dia sama lo? "Tanya gw ulang
"Semuanya! "gw mengernyitkan kening gw. Luna menceritakan semua apa yg didengar dari mulut si Wewe gombel, dari Bismillah sampai Sodaqollohuladzim.
Emang dasar sekali kaleng rombeng tetep aja kaleng rombeng, kalau ngomeng enggak pake di filter. Aish.. aish.. aish.. Tak patut!
Ditengah obrolan gw dan Luna, gw melihat dari arah yang berlawanan, orang yang saat ini masih gw hindari berjalan menuju arah kami.
"Udah ayo buruan masuk Lun, tuh si Gendruwo udah datang! "gw angkat dagu gw menunjuk ke arah orang yang gw maksud sambil berlalu masuk ke kelas.
"Bwahahahaha.. "Tawa Luna semakin pecah, mengerti dengan apa yang gw maksud, sembari mengekor di belakang gw.
Selama kelas berlangsung, gw berusaha berlaku Profesional, antara mahasiswa dan Dosenya. Karena materi yang disampaikan si Gendruwo diluar masalah yg terjadi diantara kami. Gw bertanya tanpa canggung, jika ada materi yang belum gw pahami, Begitupun sebaliknya.
Diluar dugaan, ternyata si Gendruwo alias Dosen gw memberikan tugas khusus buat gw, dia menyuruh gw mencari referensi materi yg ia sampaikan saat ini, kemudian mempresentasikan untuk pertemuan minggu depan, katanya sebagai ganti karena minggu lalu gw bolos masuk kelas.
Bukan masalah juga buat gw, namun sepertinya materi yang disampaikan saat ini, akan cukup menguras otak gw saat mencari referensi dan mempresentasikanya. Secara gw melakukanya sendiri, bukan tugas berkelompok.
"Zee setelah ini, bisa ke ruangan Mas sebentar? "Suara si Gendruwo saat gw berlalu lewat didepanya.
"Maaf saya sibuk! "jawab gw datar sembari melanjutkan langkah gw keluar dari kelas menuju kembali ke Mushollah karena jam untuk sholat Magrib sudah hampir habis.
__ADS_1
Setelah menunaikan kewajiban, gw beranjak kembali menuju ruang perpustakaan untuk mencari referesi tugas gw sembari menunggu jam kelas selanjutnya.
Gw melihat Luna jg berada di dalam ruang perpus ini, lalu gw menghampiri Luna yang tengah memilih buku dijajaran rak buku yang tertata rapi.
"Teryata disini jg lo, udah sholat tadi? "Luna menengok ke arah gw, tersenyum diikuti gelengan kepala
"Gw lagi PMS, Zee! "
"Owh"gw hanya ber oh ria, dan kembali gw mencari buku untuk bahan materi.
Setelah memilih, lalu gw mengambil beberapa buku yg gw rasa cukup untuk bahan referensi, gw memutuskan untuk duduk sejenak diruang baca karena kaki gw terasa pegal, lama berdiri dan berkeliling diantara rak_rak buku.
"Udah dapet bukunya" gw menengok ke empu suara yg sudah duduk manis disebelah gw. Siapa lagi kalau bukan Luna.
"Udah"jawab gw sambil mengangguk
Sesaat tengah membaca buku_buku buruan gw tadi, tiba_tiba ponsel gw di atas meja yang sebelumnya sudah gw pindah ke mode Silent, bergetar. Gw tengok nama pemanggil sejenak lalu gw biarkan lagi ponsel gw berfibrasi tanpa mengangkatnya.
Sudah tiga kali ponsel gw bergetar, yg tadinya Luna hanya cuek, ntah merasa terganggu atau tidak, dengan bunyi dreert.. dreert...ponsel gw diatas meja, dengan kepo Luna melihat nama yg terpampang di layar ponsel gw.
" Tuyul? "gumam Luna, mengernyitkan keningnya. "Zee ini siapa lagi, yang lo kasih nama Tuyul? sejak kapan lo temenan ama mahluk halus? "tanya Luna ngelantur
"Sssttt.. "gw mengangkat jari telunjuk, yg mengarah ke bibir gw, karena gw hendak mengangkat panggilan dari ponsel gw.
" Assalamualaikum, ya ada apa? "
"(.......)"
"(........)
"Hhmmm... "
"(.......)
"Waalaikum Salam"
Tut..
"Siapa Zee? "tanya Luna saat gw meletakkan kembali ponsel gw diatas meja.
"Tuyul "jawab gw cuek.
"Iya gw tau, tapi siapa itu Tuyul? "tanya Luna, sambil mencebikan bibirnya
"Abang lo !"
"Wah...Parah lo Zee, nih Bang Aryo lo kasih nama Tuyul, terus tadi Pak Doni kata lo Gendruwo, belum lagi Indira kata lo juga Wewe gombel? gw jadi curiga jangan_jangan lo kasih julukan ke gw mbak Kunti, lagi! "
"Kecuali lo, tapi kalo lo cari masalah ma gw kayanya nama itu bakal berlaku buat lo!"Sebenarnya gw udah pengen ketawa dengan ucapan Luna yg nyebutin satu persatu keluarga mahluk halus itu, tapi gw tahan dengan memberi nada ancaman ke Luna.
"Siallan lo!!" Luna menonyor pipi kanan gw.
__ADS_1
👻👻👻👻👻
Pov Aryo
Setelah kemarin gw berhasil meminta maaf ke cewek gw, kini hati gw sudah cukup merasa lega, ya meski dia masih kelihatan dingin ke gw.
Gw bener_bener merasa menyesal dengan kalimat candaan yg gw lontarkan, tp gw benar_benar hanya ingin menggodanya saja. Tapi yang terjadi diluar dugaan gw.
Selama hampir enam tahun gw mengenal dia, gw tidak pernah melihat dia semarah ini. Dan baru kali ini gw di buat kalang kabut oleh seorang perempuan.
Boleh gak gw nyalahin Abang gw? ya meski kalimat yg menyinggung hati cewek gw berasal dari mulut sialan gw, tapi sumber masalah nya kan dari Abang gw? Emang Abang gw siallan!!
Berawal dari pengakuan Abang gw yg berbuat kesalahan sangat fatal yang menjadikan mood cewek gw hancur, belum mood itu kembali membaik cewek gw dikejutkan dengan pemandangan yang kalau menurut gw sih biasa, tapi masih begitu awam dimata cewek gw, dilanjutkan dengan kalimat candaan dari mulut gw, mungkin itu yang membuat cewek gw marah.
*Flashback on
"Ini gara_gara lo Bang! "Aryo
"Enak aja, kan lo yang ngomong! "Doni
"Kalo lo gak berbuat senekad ini gak bakal kaya gini jadinya Bang! "Aryo
"Lagian kenapa sih Beb, kamu cerita sama Zee, udah tau Zee itu anaknya masih polos sepolos pantat baby! "indira
"Ya maaf sayang, aku bingung, aku kacau!aku berfikir mungkin dengan aku bercerita dengan Zee, dia bisa membantu kita, ya kan kita tahu Zee selalu bisa berfikir tenang dan dewasa!" Doni*
"*Ya udah, mending kita pikirin, gimana caranya meminta maaf pada Zee, soalnya selama aku temenan sama Zee,aku gak pernah liat dia semarah ini, mana sekali marah horor lagi! "Indira
"Gw setuju!"Aryo
"Bahkan pas lo tinggalin, dia gak marah sama sekali sama lo Yo, meski hatinya hancur tapi dia masih bisa bersikap tenang! "Doni
"Mungkin disini letak sensitif seorang Zee! Zee pacar terlama gw, tapi selama itu pula gw gak pernah nyentuh bibirnya, pernah gw cium pipi dan keningnya itupun dulu waktu belum mantap berhijab, kalau sekarang tau sendiri, jangankan di peluk, mau dipegang tanganya aja udah untung! "Aryo
"Kalo sama kamu gimana Beb, pernah gak kamu nyium Zee? "Indira
"Aryo yang dicintai Zee aja gak pernah nyentuh, apalagi aku yg statusnya cinta bertepuk sebelah tangan, yang ada itu anak selalu bikin aku kelimpungan, mati gaya ditarik ulur sama gombalanya."Doni
"Wakakakaka... "Aryo dan Indira
flashback of*
Gw sangat beruntung memiliki pacar seorang Zee, dia gadis yang begitu menjaga prinsip dan kehormatanya sebagai seorang perempuan. meskipun di desanya mayoritas temenya cowok, tapi Zee bisa menjaga batasan_batasanya.
Gw berjanji pada diri gw sendiri, gw akan selalu menjaga dan mencintai Zee selama gw mampu. Rasanya gw gak sabar buat cepet_cepet ngehalalin cewek uniq gw.
Malam ini, gw bakal kasih berita bagus untuk cewek gw, setelah tadi gw memberi tahu, bakal menjemputnya sepulang kuliah.
***Bersambung...
Jangan lupa Like dan komenya ya? dikasih vote juga gak papa...hehehe.. Ngarep.com***
__ADS_1