
Meskipun segala persiapan sudah diserahkan kepada pihak WO, tidak lantas membuat Dua pasang kekasih ini santai dan berleha_leha, namun terkadang mereka harus bolak_balik mengecek segala persiapannya, mengingat waktu tinggal Satu minggu lagi.
Dari menyebar undangan, Fitting baju, Catering, memilih Suvenir, Venue serta hal_hal kecil lainya.
Sampai_sampai membuat Zee merasa jengah akan kesibukan barunya ini. Bukan karena Zee tidak senang dengan semua ini, namun menurut Zee semua ini hanya membuang_buang waktu demi untuk acara yang kurang dari Satu hari.
"Kenapa Dek, kamu capek ya? "Tanya Aryo, ketika keduanya sudah duduk diruang tamu rumah Doni.
"Banget Bang! "Jawab Zee, duduk bersandar setengah merosot di sofa.
"Dek tau gak bedanya kamu sama kuliah? "Aryo berusaha menggoda Zee, memberikan sedikit hiburan untuk kekasihnya itu.
"Kalau Kuliah, bikin aku pusing mikirin Skripsi, tapi kalau aku dibikin pusing karena Resepsi."Ternyata Zee bisa menjawab joke receh dari Aryo.
"Kok kamu tau sih Dek? "Aryo tersenyum, meski dia gagal ngejokes Zee, tapi seenggaknya dia bisa melihat Zee tersenyum kembali.
"Abang tadi malem habis nonton OVJ ya?"Tebak Zee, mengacungkan jari telunjuknya di depan wajah Aryo. "Itu kan gombalan recehnya Bang Deni Cagur..hahaha..? "lanjut Zee sambil tertawa.
"Yah, AMBYAR deh?!"Jawab Aryo pura_pura malas.
"Mas Doni sama Indira kemana si Bang?Kok lama banget, aku gak enak lho berduaan begini sama kamu! "
"Gak tau tuh, mampir ke Hotel kali !"Jawab Aryo asal."Ah pake gak enak segala, biasanya juga begini, gak papa tuh? "Sambung Aryo.
"Bukan begitu Bang, harusnya kita sementara menjaga jarak dulu, karena orang yang mau menikah itu banyak banget godaanya! "Jelas Zee.
"Tenang aja Dek, Abang masih kuat iman kok!"
Tak lama berselang, Zee meminta izin pergi ke toilet yg berada disebelah dapur, dan diangguki oleh Aryo.
Aryo pun ikut beranjak ke arah dapur untuk mengambil minum untuknya dan Zee.
Ceklek..
Suara pintu terbuka, Aryo mengalihkan pandanganya dari dalam kulkas lalu menutupnya kembali. Aryo melihat Zee yang baru keluar dari kamar mandi, dengan wajah yg sedikit basah. Membuat wajah Zee tampak berseri dari sebelumnya.
Aryo menghampiri Zee yang masih berdiri didepan pintu toilet sambil tersenyum.
Semakin mendekat, namun Zee masih belum beranjak dari tempatnya, Zee melihat tatapan yang tak biasa dari mata Aryo.
__ADS_1
Ketika Zee hendak beranjak, namun kalah cepat dengan tangan Aryo yang sudah menahanya. Kedua tangan Aryo berada di kedua bahu Zee.
"Bang, kamu mau ngapain? "Tanya Zee, yang masih bingung dengan sikap Aryo saat ini.
Tanpa menghiraukan ucapan Zee, Aryo perlahan mendorong tubuh Zee kebelakang.
Dug
Tubuh Zee membentur pintu toilet yang sudah tertutup, perlahan Aryo mendekatkan wajahnya ke wajah Zee, tampak tatapan kebingungan dari wajah Zee.
Semakin dekat, hembusan nafas keduanya terasa hangat menyapa kulit kedua wajah insan yang saling mencintai itu.
Aryo menutup matanya dan Zee pun ikut menutup mata seakan terbuai akan keromantisan saat ini.
PLAK...!!!
Tamparan keras mendarat di pipi mulus Aryo, tanpa ada kata, Zee berlari menerobos dari kungkungan lengan kokoh Aryo.
Seakan tercekat, Aryo masih berdiri ditampatnya tanpa bisa mencegah Zee yang sudah berlalu pergi dari hadapanya, Aryo masih berusaha mengingat_ingat apa yang sudah ia lakukan terhadap kekasihnya itu.
Zee terus berlari sambil menutup mulutnya, dengan derai air mata yang terus mengalir di pipinya.
BRUK..!
"Hey...Zee lo kenapa? "Tanya Indira yang berusaha menangkap tubuh Zee.
Tak ada jawaban dari Zee, Zee hanya menggelengkan kepalanya.
"Anterin gw pulang ndi? "Indira menoleh ke arah Doni, dan Doni masih bertanya_tanya namun tak terucap. Ada apa dengan Zee?
Tidak mungkin untuk Doni dan Indira akan banyak bertanya kepada Zee, dalam keadaan yg sangat kacau, mungkin mereka akan meminta penjelasan dari Aryo setelah mengantar pulan Zee.
Doni pun mengangguk, dilihatnya kunci motor Aryo yg ada diatas meja ruang tamu, Indira dengan cepat menyambar kunci motor Aryo. lalu mengantar Zee pulang ke kosanya, dengan diikuti Doni yang melajukan motornya dibelakang Indira dan Zee.
Sepanjang perjalanan tak ada satu patah kata yg keluar dari mulut Zee, sesekali hanya terdengar sayup_sayup isakan Zee yg tertiup angin.
Sesampainya dikosan, Zee langsung turun tanpa mengucapkan basa_basi kepada Indira, di lihatnya Zee langsung masuk ke dalam rumah kostnya. Indira dan Doni berbalik arah untuk pulang dengan menaiki kendaraan masing_masing.
Sesampainya dirumah, dilihatnya Aryo yang tengah mondar_mandir kebingungan diruang tamu, sesekali Aryo mengusap wajahnya dengan kasar.
__ADS_1
"Yo, lo kenapa?"Tanya Doni yg tengah berdiri dihadapan Aryo.
"Zee mana Bang? "Tanpa menjawab pertanyaan dari Doni, Aryo meminta penjelasan dari sang Abang.
"Zee udah gw anterin pulang kok Bang?"Jawab Indira.
Doni menggiring Aryo untuk duduk, dan menyuruh Indira untuk mengambilkan minum untuknya dan Aryo.
"Nih Bang minum dulu. "Ujar Indira meletakan Air putih ke atas meja. Aryo lalu meminumnya hingga tandas.
"Sebenarnya lo dan Zee kenapa Yo? apa kalian bertengkar? tanya Doni.
Aryo menggeleng "Gw juga bingung, apa yang sudah gw lakukan ke Zee" jelas Aryo.
"Gw gak tau, apa Zee bisa maafin gw atau nggak! "Doni dan Indira masih menyimak ucapan Aryo.
"Emang apa yang sudah lo lakuin ke Zee? "Tanya Doni penasaran.
"Gw hampir mencium Zee, Bang ? "Ucap Aryo yang masih terus menunduk menyesal.
"Kan masih hampir kan Yo, belum nempel?"Tanya Doni lagi.
"Gw jg gak tau Bang, yang gw rasakan Zee udah menampar gw dengan keras!"Doni meringis,reflek memegang pipinya yg pernah menjadi landasan tamparan dari Zee.
"Gw takut Bang, Zee gak bisa maafin Gw!"Butiran bening tampak mengalir dari sudut mata Aryo.
"Ya sudah, biarkan Zee tenang dulu Bang, nanti kamu minta maaf ke Zee! "Ujar Indira.
"Tapi masalahnya pernikahan kita sudah tinggal satu minggu lagi, tapi gw malah mencari masalah, gw emang ****!! "Aryo merutuki dirinya sendiri sambil memukul kepalanya sendiri.
Tangan Doni dengan sigap menahan tangan Aryo yg semakin brutal memukul kepalanya.
"Jangan kaya gini Yo! Tenangin diri lo juga, apa dengan lo nyakitin diri lo kaya gini terus akan nyelesein masalah lo?" Suara Doni sedikit meninggi.
"Kalian tau kan gimana sensitifnya Zee, gw takut dengan kejadian ini, Zee ninggalin gw Bang, Ndi! "
"Insyaalloh, Zee tidak akan tega ninggalin kamu Bang, nanti aku akan coba buat bantu ngomong ke Zee, mending kamu sekarang Istirahat sekarang tenangin pikiran kamu Bang! "Ujar Indira berusaha menenangkan Aryo.
***Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa Like dan Komenya ya..🙏🙏🙏***
Komen dari kalian para Readers, membuat Author semangat untuk Up.. 💪🤗