Experience Love "si Gadis Tomboy"

Experience Love "si Gadis Tomboy"
Jawaban Kegelisahan Aryo


__ADS_3

Aryo dan Zee memutuskan untuk pulang pagi_pagi sekali dari rumah orang tuanya.


Karena Aryo harus kembali bekerja, dan sialnya Aryo lupa membawa baju ganti untuk bekerja, yang mengharuskanya kembali pulang terlebih dahulu.


Sebelum Aryo dan Zee pulang sang ibu berpesan agar mampir sebentar ke Apotek untuk membeli alat test kehamilan.


" Abang tunggu sini atau ikut masuk?" Tawar Zee saat akan masuk ke Apotek.


" Abang tunggu sini aja sayang?"Zee mengangguk, lalu kemudian turun dari mobil.


Tak lama, Zee pun kembali dan langsung masuk kembali ke dalam mobil.


" Bang, langsung aja ke toko bangunan, atau ke toko alat_alat listrik katanya disana ada." Ujar Zee pada sang suami.


" Maksudnya?" Aryo tidak mengerti dengan arahan Istrinya.


" Iya, kata mbaknya yang di dalam, alatnya di sini itu tidak ada!" Jawab Zee polos.


Otak Aryo seketika bekerja, sepertinya ada yang tidak beres. Tanpa menanggapi ucapan Zee Aryo pun memutuskan untuk mengeceknya sendiri ke dalam Apotek.


Sejak kapan Toko bangunan jual Testpack?


" Mbak, Maaf kata Istri saya tadi di sini gak jual Testpack ya? " Tanya Aryo pada Mbak penjaga Apotek.


" Maaf Pak, istri bapak yang mana ya?" Tanya Mbak itu, karena banyak ibu_ibu yang keluar masuk ke Apotek.


" Itu tadi yang pakai kerudung warna coklat."


Mbak itu tampak berfikir, mengingat_ingat.


" Ow Mbak yang tadi itu? Maaf Pak di sini itu tidak menjualTestpen ?


Firasat Aryo tepat. "Maaf mbak, Maksud Istri saya itu tadi Testpeck!" Ucap Aryo mengkoreksi Ucapan Zee.


Mbak penjaga Apotek tampak menahan senyum, kemudian masuk ke dalam mengambil barang yg dimaksud Aryo.


" Ini Pak, mau pilih yang mana, ada Lima macam!"


" Bungkus semua Mbak!" Jawab Aryo terburu_buru karena jam sudah mepet, kalo tidak ia bisa terlambat masuk kerja.


Setelah membayar di kasir, Aryo segera keluar dengan berlari kecil Aryo menghampiri mobilnya.


" Kata siapa gak ada, ini nyatanya aku beli ada?" Ujar Aryo saat sudah duduk dibelakang kemudinya.


" Wah...kayanya Mbak_mbak itu lagi sensi sama aku Bang?" Jawab Zee dengan nada sinisnya.


" Bukan Mbaknya yang sensi, tapi kamu yang salah kasih informasi!" Jawab Aryo yang sudah bersiap melajukan mobilnya sambil melirik ke arah spion .


" Salah apanya? Orang aku bilang sesuai yang di kasih tau ibu kok, Testpen kan?


" Testpeck Dek?" Aryo membenarkan


" Salah dikit doang?"

__ADS_1


" Biar sedikit, tapi maknanya sudah beda, Udah baca dulu itu panduanya gimana?" Titah Aryo.


Zee lalu membuka kantong kresek yang di berikan suaminya, lalu membaca satu persatu panduan yang ada pada Lima macam Tespeck yang di beli Aryo.


" Semua sama?" Gumam Zee. " Ini tuh semua sama Bang, cuma merknya aja yang beda?" Zee memberi tahu suaminya.


" Ya gak papa, buat cadangan aja! Terus itu gimana panduanya?" Tanya Aryo.


" Di sini itu tertulis, kalo Satu garis tandanya Negatif, kalo Dua garis tandanya Positif, terus kalo garisnya Tiga, tandanya apa Bang?"


" Tanda Logo merk Adidas!" Jawab Aryo asal, karena Aryo tau istrinya lagi dalam mode iseng.


" Kalo garisnya Banyak?"


" Zebra Cross!" Sahut Aryo, sambil membelokan mobilnya masuk ke garasi rumahnya.


Aryo dan Zee pun kemudian masuk ke dalam rumah, langsung masuk menuju kamar.


Zee langsung menyiapkan segala keperluan Suaminya.


" Dek, bantuin dong?" Ucap Aryo, sudah di buru oleh waktu.


Zee kemudian membantu mengkancingkan kemeja suaminya, dan Aryo fokus pada kancing manset lenganya.


Terakhir, Zee memasangkan dasi pada kerah leher Aryo.


" Jangan lupa nanti itu alatnya di coba, pas Abang pulang jadi langsung tahu hasilnya!" Aryo mengingatkan istrinya saat sudah berada di depan pintu bersiap berangkat kerja.


" Iya, Bang?" Jawab Zee, sambil mencium tangan sang Suami.


Karena Aryo tidak sempat mengantarkanya, Zee memutuskan untuk naik motor sang suami, untuk mengantarkanya ke tempat kerja.


***


"DUUUUAAAAARRRR....!!!"


Suara benturan yang sangat keras memecah kepadatan jalan raya pagi ini, nampak banyak orang yang berkerumun menyaksikan yang sedang terjadi.


Suara sirine ambulan memenuhi jalan raya, menghalau para pengguna jalan agar minggir karena kondisi sangat darurat.


Tampak seorang Laki_laki menunggu di luar ruang UGD, dengan kondisi kacau, mondar_mandir sambil mengacak rambutnya, menunggu kepastian Dokter yang masih berusaha menangani korban tabrak lari.


Seseorang Datang langsung memeluk Laki_laki itu dengan maksud menenangkan.


" Bagaimana kondisi Zee Yo?" Tanya Doni saat melepaskan rangkulanya pada sang Adik.


" Belum tau Bang, Dokter masih di dalam!" Jawab Aryo lesu dengan meneteskan air matanya.


" Kamu yang sabar, mending kita sekarang berdoa, agar Zee baik_baik saja!" Ucap Indira, sambil mengusap_usap lengan adik iparnya.


Aryo mendapat kabar dari pihak kepolisian Laka lantas yang menangani tabrak lari yang di alami oleh Zee, Istrinya.


Setelah Polisi memeriksa kartu identitas dan mengecek ponsel yang kebetulan tidak pernah di Pasword oleh Zee. Sehingga memudahkan Polisi untuk menghubungi keluarga korban.

__ADS_1


Aryo mengusap wajahnya kasar. Aryo menyesal kenapa ia membiarkan istrinya berangkat kerja sendiri.


Biasanya dengan setia Aryo sendiri yang selalu antar jemput Zee.


Sudah Dua jam berlalu, namun Dokter masih belum keluar dari ruang UGD.


Aryo semakin gusar dan cemas akan kondisi Istrinya saat ini, matanya tampak sembab karena tidak mampu menahan air mata yang terus mengalir.


" Keluarga Ibu Andara Fauzia!" Seru Dokter yang baru keluar dari ruangan.


Aryo, Doni dan Indira segera beranjak menghampiri Dokter yang berdiri di depan pintu.


" Iya Dok, saya suaminya!" Ucap Aryo dengan wajah cemas.


" Maaf Pak, kami sudah berusaha semaximal mungkin menyelamatkan janin yang ada di kandungan istri anda, kini istri anda masih dalam kondisi kritis, jika dalam waktu Lima jam Istri anda belum siuman bisa di pastikan Istri anda mengalami koma. Mari kita berdoa bersama agar ibu Andara Fauzia bisa melewati masa kritisnya!" Jelas Seorang Dokter, kemudian berlalu menuju ruanganya.


Seakan di hujam ribuan pisau, seketika jantung Aryo berhenti berdetak mendengar kenyataan jika ia telah kehilangan calon bayinya, dan mendapati Istrinya masih dalam kondisi kritis.


Tubuh Aryo luruh ke lantai, kakinya lemas tidak kuat menopang berat tubuhnya. Kondisinya semakin kacau.


Doni menjadi bingung dengan kondisi Aryo dan Indira, istrinya.


Indira seketika pingsan setelah mendengar pernyataan dari Dokter mengenai kondisi Zee.


Doni segera meminta pertolongan perawat yang sedang melintas. Kemudian perawat itu membawa Indira ke ruang pemeriksaan.


Sejenak Doni berfikir, jika ia meninggalkan Aryo dalam keadaan seperti itu, hatinya sungguh tidak tega, tapi jika ia membiarkan Istrinya sendirian itu lebih menyiksa.


Belum sampai Doni menemukan jawaban atas kebimbanganya, Kedua orang tua Zee sudah datang dengan langkah terburu_buru.


Sejenak Doni menjelaskan perihal kondisi Zee, kemudian dia menitipkan Aryo pada kedua mertuanya. Kemudian Doni pergi menemui Istrinya.


.


.


.


.


.


.


*Bersambung...


Dikasih konflik dikit gak papa lah ya? biar ceritanya gak lempeng_lempeng aja...Maaf jika ada Readers yang merasa kecewa. Tapi ingat " Habis gelap terbitlah Terang!"


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa Like dan Komenya...🙏🙏🙏*


__ADS_2