
Setelah selesai dengan Prosesi Akad nikah, mereka berempat segera bergegas menuju gedung acara resepsi.
Karena tema Bollywood yang dipilih Indira, maka mengharuskan Zee dan Indira melakukan prosesi yang agak sedikit memakan waktu, seperti melukiskan henna ditangan dan kaki mereka.
Aryo yang sedari tadi tidak mau lepas dari sang Istri, dengan setia selalu menunggu sang Istri di rias oleh para MUA Profesional.
"Bang, kamu gak laper? "Tanya Zee kepada suaminya.
Aryo menoleh, mengalihkan pandanganya dari layar ponselnya ."Kenapa, Istri abang laper ya? "Tanya Aryo balik, karena Aryo sudah hafal dengan tingkah Zee, istrinya.
"He~um, Bang? "jawab Zee, mengangguk pelan karena Zee tengah dirias. "Gak papa kan mbak, kalo aku sambil makan? "Tanya Zee pada penata rias, melihat dari pantulan cermin besar yang ada didepanya.
"Iya gak papa. "Jawab penata rias sambil tersenyum.
"Ya udah, Abang ambil sebentar ya? "jawab Aryo segera beranjak pergi.
"ABANG... Yang banyak ya? "Aryo kembali menoleh, mengacungkan jempolnya sebelum menghilang dari balik pintu.
Tak lama berselang Aryo datang, membawa sepiring penuh makanan untuk istrinya.
"Mau makan sekarang? "Tanya Aryo
"Entar Bang habis lebaran! Ya sekarang lah Bang? "Aryo terkekeh melihat expresi Zee yg cemberut.
"Abang suapin ya? Tapi senyum dulu dong? "Zee pun tersenyum kembali dan para penata rias merasa jengah dengan porsi makan Zee yg tak sesuai dengan proporsi tubuh Zee yang kurus ideal.
____________
Diruangan yg terpisah, terlihat Doni juga tengah menemani sang Istri di rias.
"Yank, kamu gak makan dulu? "Tanya Doni kepada sang istri, yang katanya sedari pagi belum sempat makan.
"Gak ah Beb, aku masih kenyang! "jawab Indira, melirik ke arah sang suami.
"Bukanya tadi kamu bilang, tadi pagi kamu gak sempet sarapan? "
"Aku mah, lihat kamu aja udah kenyang kok! Hehehe... " Para perias ikut tersenyum mendengar Indira menggombali suaminya.
Doni hanya geleng_geleng kepala. "Ya udah aku mau keluar dulu, mau minta makan sama Rendra! "Ujar Doni sembari beranjak berdiri dari tempat duduknya.
"Beb, jangan lama_lama ya? Nanti aku kangen? "Ucap Indira manja, sebelum sang suami berlalu.
Cup
Doni pun mecium bibir istrinya sekilas, setelah itu berlalu pergi keluar. Perlakuan Doni membuat para perias sedikit terkejut.
"iihh... So sweet banget sih suaminya, mbak?" Celetuk salah satu perias yang memasangkan henna ditangan Indira.
_____________
Hampir Lima jam berlalu, kini para pengantin hampir selesai dengan tatananya.
Aryo dan Doni terlihat semakin tampan menawan dengan balutan Sharwani , baju pengantin khas Pria India.
Begitupun dengan Zee dan Indira yang semakin mempesona dengan Balutan Lehenga, baju pengantin wanita khas India yang di padukan dengan hijabnya.
Zee yang memakai Lehenga warna maroon membuat aura cantiknya semakin terpancar. Begitu juga dengan Indira yang memakai Lehenga warna gold, terlihat pas dikulit kuning langsatnya.
Kini kedua pasang pengantin, berjalan beriringan menuju pelaminan yang di desain sesuai tema Bollywood yang diinginkan Indira.
Semua mata tertuju pada kedua pasang pengantin. Semua tamu undangan merasa terpukau dengan penampakan kedua pasang Raja dan Ratu sehari ini.
Setalah naik di atas pelaminan mereka melakukan sesi foto bersama keluarga dan para sahabat.
__ADS_1
Satu persatu para tamu undangan naik keatas pelaminan, untuk memberikan selamat serta doa restu untuk kedua pasang pengantin.
Mata Zee dan Indira terbelalak ketika mendapati kedua sahabatnya yang beberapa hari yang lalu meminta maaf, tidak bisa hadir di acara pernikahan mereka.
Kini kedua sahabatnya itu tepat berada dihadapan Zee dan Indira tak lupa ada Luna yang mengekor dibelakang Via dan Santi.
"Cie... cie Dedek gemez udah nikah ni yee?" Koor Via, Santi dan Luna menggoda Zee, setelah sebelumnya mereka berpelukan melepas rindu. Dan Zee hanya tersipu malu.
"Jangan Lupa kirimin gw Voice chat lo belah duren ya? "Ucap Luna berbisik pada Zee.
"Entar kalo sakit, bilang aja jangan ditahan?" lanjut Via ikut berbisik.
"Jangan lupa Zee pemanasan dulu, biyar gak tegang! "gantian Santi ikut_ikutan.
Kelakar ketiga sahabatnya itu membuat Zee terkejut, dengan reflek Zee menonyor dahi mereka satu persatu.
"Anak perawan, kok pikiranya mesum semua ya? Udah sono lo pada, dah ditungguin tu ma Indira sama Pak Duren guru idola kalian! "Ujar Zee, mengusir ketiga sahabatnya untuk segera berlalu sebelum semakin menjadi jadi menggoda dirinya.
"Woyy, Jangan pulang dulu ya, tungguin gw!" Cegah Zee kepada ketiga sahabatnya, ketika sudah turun dari pelaminan.
___________
Tamu undangan sudah mulai tampak sepi, setelah beberapa saat ratusan orang memenuhi ruangan gedung yang cukup besar ini.
Tampak pula Kedua pasang Pengantin yang sudah mulai kelelahan karena sedari acara resepsi berlangsung, mereka tak ada kesempatan untuk duduk barang sejenak.
"Dek, kamu duduk gih, mumpung tamu agak sepi! "Titah Aryo pada sang Istri, karena melihat Zee sudah mringis_mringis akibat kakinya sudah terasa pegal.
"Dari tadi kek Bang? kan sayang juga nih kursi empuk disewa tapi gak diduduki! "Jawaban tak terduga dari mulut Zee, yang membuat Aryo geleng2 geli mendengar ucapan sang Istri.
"Kakinya sakit gak? "Tanya Aryo setelah ikut duduk di sebelah Zee. Tanpa menjawab, Zee mengangguk dengan wajah imutnya.
"Yaudah, ntar abang pijitin ya? "Zee pun tersenyum, tanda setuju.
_____________
Lalu kemana Zee dan Aryo pulang? 🤔
"Bang kita mau kemana sih? Udah malem lho ini Bang? "Tanya Zee heran, karena setelah menurunkan Doni dan Indira serta Orang Tua suaminya, tetapi suaminya tetap melajukan mobil ayahnya melewati rumah Doni.
"Nanti kamu juga tau! "Aryo menoleh sekilas pada istrinya lalu fokus kembali pada kemudinya.
Tak lama Aryo membelokan mobilnya kepekarangan rumah yang Zee tidak tahu rumah siapa. Aryo turun memutar lalu membukakan pintu untuk istrinya.
Zee masih bertanya_tanya, tidak mengerti dengan maksud Aryo yang hampir tengah malam ingin bertamu ke rumah orang.
"Bang rumah, siapa sih ini? gak sopan lho tengah malam gini bertamu? "
"Udah Ayo ikut Abang masuk! "Zee pun menurut, mengikuti sang suami.
"Eh.. Kok Abang langsung masuk? "Tanya Zee heran, Aryo tak menghiraukan pertanyaan Zee, namun Aryo langsung menggandeng tangan Zee untuk masuk.
"Assalamualaikum "Zee mengucap salam ketika masuk ke dalam rumah itu, mata Zee sambil clingak_clinguk." Sepi Bang, gak ada orangnya! "Lanjut Zee
"Kata siapa? Ini Orang nya! "Jawab Aryo menghadap sang Istri.
"Hah~.."
"Iya, kita orang nya? "Aryo terus mengulas senyumnya.
"Maksudnya, ini rumah Abang, gitu?"
"Bukan sayang, tapi rumah kita! "Koreksi Aryo, meyakinkan istrinya.
__ADS_1
Masih dalam keadaan bengong tak percaya, Aryo kemudian menarik tangan Zee menuju sebuah ruangan.
"Tarrraaa... "Aryo memberi kejutan.
"Apa ini Bang? "Zee semakin tidak mengerti.
"Mobil."
"Mobil siapa? "
"Mobil buat Istri Abang tersayang!"
"Maksudnya? "
"Ini hadiah pernikahan kita, dari Abang buat kamu? " Seketika Zee terduduk lemas ke lantai dengan Expresi tak percaya dengan apa yang ia dengar dan ia lihat.
"Sayang kamu kenapa? "tanya Aryo, sembari membantu Zee untuk berdiri. Dilihatnya Zee yg sudah berderai air mata.
"Kok kamu nangis? kamu gak suka ya, sama hadiahnya? " Tanpa menjawab, Zee langsung memeluk sang Suami dengan erat.
"Kamu gak perlu lakuin semua ini untuk aku, dengan kamu berada disisi aku, aku sudah merasa bahagia Bang! "
Aryo melepas pelukanya, dan menggenggam kedua tangan istrinya "Kamu pantas mendapat semua ini sayang! "Ucap Aryo menatap lekat kedua mata istrinya lalu mencium kening Zee dengan lembut.
"Tapi, Maaf ya mobilnya gak sebagus punya Rama, tapi yang penting ini gak kredit lho Dek? "Canda Aryo mencairkan suasana.
"Apaan sih Bang, kaya aku cewek matre aja! " Jawab Zee sambil mengerucutkan bibirnya.
"Gak usah dimonyong_monyongin gitu ah, bikin Abang tambah nafsu aja! "Goda Aryo, sambil berlari menghindari amukan sang Istri.
"ABAAAAANGG.. "Zee berlari mengejar sang Suami.
____________
"Nah ini kamar kita."Tunjuk Aryo setelah selesai dengan aksi kejar_kejaranya.
"Kok ini barang_barang aku sudah ada disini Bang? "
"Iya, tadi abang minta tolong Nindi, buat ambilin koper kamu dari rumah Bang Doni. "
"Bang rumah ini kamu beli sendiri? "Tanya Zee penasaran.
"Iya Dek, tapi lebih tepatnya masih kredit.. hehehe..Kan rumah Abang yg dulu udah di jual buat biaya pengobatan Abang dulu. "
"Iya udah gak papa, biar ntar aku bantu bayar cicilanya! "
"Gak, Abang gak mau! Dengar ya sayang, Uang aku itu uang kamu juga, tapi uang kamu itu hak kamu sendiri, semua udah menjadi tanggung jawab Abang! Dan satu lagi, ada kabar gembira buat kamu."
"Apa Bang? "
"Satu minggu yang lalu Abang diangkat menjadi kepala bagian di salah satu kantor cabang! "Reflek Zee memeluk Aryo saking girangnya.
"Gini terus sampe pagi, Abang juga betah Dek? "Sindir Aryo, Zee pun melepas pelukanya.
"Yee itu sih maunya Abang! "
"Gak papa dong, udah Halal ini! "
Cup
Aryo mencuri ciuman di bibir Zee, sembari berlari menuju kamar mandi.
"AWAS KAMU BANG ! "Teriak Zee, namun sesaat ia menyentuh bibirnya lalu tersenyum.
__ADS_1
Huwaaaaaa....Sebenernya Author mau kasih Visual untuk tokoh_tokohnya, udah nyari dan ketemu yang pas, Eh malah gagal terus mengunggah... Maaf author curhat. 😭😭😭
Jangan lupa Like dan Komenya ya? "🙏🙏🙏