Experience Love "si Gadis Tomboy"

Experience Love "si Gadis Tomboy"
Jujur


__ADS_3

Setelah tadi pagi dijemput Luna dari rumah Aryo, Zee pun langsung diantar pulang ke kost. seperti minggu_minggu sebelumnya aktifitas di hari libur masih sama seperti biasa.


"Ada acara apa'an sih lo ke rumah Luna, tumben_tumbenan juga lo nginep?"tanya Via sambil merapikan buku diatas meja


Sebenarnya di hati Zee masih dirundung rasa bersalah karena secara tidak langsung Zee berbohong pada Via. Sekali berbohong pasti akan ada kebohongan kedua, ketiga dan seterusnya, itulah Prinsip Zee.


"Vi? "bukanya menjawab, tapi mencoba memanggil Via dengan ragu_ragu


"Hhmm..."


"Sebenernya gw gak nginep dirumahnya Luna! "mencoba jujur, setidaknya itu adalah pilihan yang tepat


"Maksud lo? "masih tidak mengerti dengan ucapan sahabatnya itu


"Iya, semalem gw nginep di rumahnya Bang Aryo? "


"WHAT!! "Via terkejut, sambil menoleh ke arah Zee dengan tatapan tak percaya


"Ssstttt...! Jangan kenceng_kenceng dong Vi!"sembari berusaha menutup mulut Via dengan telapak tanganya, Zee takut kalau ibu kost mendengarnya. Via saja tidak percaya terus bagaimana nanti pemikiran ibu kost tentangnya


"Bentar_bentar lo lagi gak mabokkan Zee?"tanya Via masih tak percaya,karena Via tahu sahabatnya tidak mungkin akan seberani itu.


"Ya enggaklah, gw masih dalam keadaan sadar Vi!sebenarnya udah 2 hari bang Aryo sakit, dan dia minta gw temenin, karena ayah ibunya tinggal diluar kota!"Zee mencoba menjelaskan agar Via tidak salah faham


"Owh... tapi lo gak ngapa_ngapain kan Zee ma Bang Aryo?"Tanya Via, setengah menggoda pada sahabatnya itu, meskipun dia tahu sahabatnya itu tidak akan melebihi batas


"Pikiran lo tuh kejauhan Markonah!gimana mo ngapa_ngapain Orang bang Aryo berdiri aja harus gw bantuin"Ujar Zee kepada Via sambil melempar buku ke arah Via

__ADS_1


"Kan sambil berbaring lebih enak Zee?"Via semakin gencar menggoda sahabatnya itu


"Iya Enak, enak banget malah! Puas lo!! "sembari beranjak berdiri, hendak keluar dari pada harus nanggepin omesnya Via


"Wakakakakaka...."


💃💃💃💃💃


Ditempat lain, meskipun sudah diperbolehkan pulang, tetapi Aryo harus tetap Badrest. Setelah kepulanganya dari Rumah sakit kini Ibunya lah yang akan merawat sang Anak. Sedangkan sang Ayah harus kembali ke luar kota karena segudang kesibukan telah menunggu karena terbengkalai selama mengurus anaknya di rumah sakit.


"*Assalamualaikum Bu"sapa seseorang yang baru masuk ke dalam rumah, lalu mencium punggung tangan sang Ibu.


"Waalaikum Salam Don,gimana Seminar kamu lancar? "Tanya sang ibu kepada anaknya yg tengah duduk bersamanya diruang tengah, ya.. dia Doni si Duren Mateng kakak dari Aryo


"Alhamdulillah lancar Bu, Oya gimana keadaan Aryo sekarang?"tanya Doni memastikan kondisi sang adik, walaupun tidak bisa mendampingi,selama adiknya sakit, tetapi dia selalu memantau dari kejauhan


"Maafin Doni Bu, Doni belum bisa menjaga Aryo dengan baik!"tampak sekali raut penyesalan dari wajah Doni.


Selama ini interaksi kakak_beradik satu ini memang sangat jarang, selain tempat tinggal mereka yang terpisah, kesibukan dari masing_masing merekalah yang membuat keduanya jarang bertemu. kecuali kebetulan mereka memiliki waktu senggang. Terlebih dengan Doni yang berprofesi sebagai Guru sekaligus Dosen.


"Apa'an sih bang harus di jagain segala, udah segede ini juga!"suara Aryo yg tiba_tiba keluar dari kamarnya, karena memang kamar Aryo tidak jauh dari ruang tengah rumah itu*


"*Makanya dibilangin itu yang nurut, dibilang gak boleh kecapean juga kamu itu!"Doni berusaha mengingatkan sang adik, namun sang adik hanya mencebikan bibirnya, karena dia menganggap dia bukan lagi anak kecil yang harus di atur_atur.


"Oh ya, emang pacar kamu gak kesini lagi? siapa si itu kemarin namanya Bu?"tanya Doni yg sudah berganti topik sembari mengingat_ingat nama pacar sang adik dengan menanyakan kepada ibunya yg tengah sibuk membuka_buka majalah ditanganya.


"Dara"jawab singkat sang Ibu yg tengah konsen dengan majalahnya

__ADS_1


"Iya, Dara! "ulang Doni*


"*Enggak dia lagi sibuk!"Aryo sengaja tidak membenarkan nama panggilan baru untuk kekasihnya, karena dia memang masih merahasiakan identitas asli sang pacar.


Walaupun Zee tidak lagi datang menjenguk Aryo karena memang sudah ada sang ibu yang merawatnya, tetapi setiap waktu Zee selalu menguhubungi kekasihnya entah itu lewat pesan chart, sambungan telfon, bahkan VC, meski hanya sekedar menanyakan makan, minum obat, lagi ngapain dan bla... bla... bla...


Terkadang Aryo merasa hubunganya dengan Zee terlalu Flat, jarang sekali terjadi konflik diantara mereka selain Zee orangnya yg terkesan tenang dan santai, lalu apa yang mau di ributin coba?


Manusia terkadang susah ditebak apa maunya, diberi ketenangan malah minta konflik, diberi masalah "Kapan cobaan ini berakhir Tuhan!"ya begitulah manusia, tak terkecuali dengan Author.


Bukankah sebuah hubungan juga butuh bumbu_bumbu konflik agar terasa semakin sedap? tetapi kebanyakan konflik pun akan membuat kita semakin **Muak.


Aryo; Bikinin konflik dong thor?


Author; nah loh... lo yang ngejalanin napa gw yg disuruh bikin konflik?


Aryo; Kan lo yang nulis? "


Author; Oh iya..ya? yawdah si, lo selingkuh aja, ato buntingin aja anak orang, gampangkan? "


Aryo; Gw si gimana authornya aja, kan gw tinggal meranin doang! "


Author; Sok Artis lo! "


Jangan lupa tinggalin jejak ya para Readersku...


Mohon Support dan masukanya dengan Like dan komenya***

__ADS_1


__ADS_2