
Dua hari sudah, Zee dan Aryo tidak saling bertemu. Bukan berarti juga keduanya tidak saling rindu, namun semua ini dilakukan demi kebaikan mereka bersama.
Hari ini suasana hati Zee sudah mulai membaik, setelah hubunganya dengan sang tunangan kembali normal. Kali ini tidak butuh waktu lama untuk Zee memendam rasa kesalnya terhadap Aryo, karena Zee sadar, mungkin ini salah satu ujian untuknya menjelang hari pernikahanya.
Zee merasa bersyukur, masih di beri kesadaran untuk tidak berbuat hal yang lebih jauh. Mungkin dengan tidak saling bertemu untuk sementara waktu adalah keputusan terbaik meski sedikit menyiksa, namun akan berakhir indah pada waktunya. Begitulah kira_kira pemikiran Zee.
Hari ini Zee masih beraktifitas seperti biasa, datang ke kampus untuk bertemu Dosen pembimbingnya. sebelum dia mengambil cuti untuk beberapa hari kedepan.
Zee berjalan menyusuri koridor kampus menuju ruangan sang Dosen Pembimbing. Zee mengedarkan pandanganya, tampak ada yang berbeda di ruang terbuka tepatnya seperti lapangan tak berumput yang posisinya ada ditengah kampusnya. ""
Sambil terus berjalan, Zee berhenti sejenak untuk sekedar menjawab rasa penasaranya.
"Hay.. Rafka?"Kebetulan Zee bertemu Rafka yang berada di tepi lapangan.
Rafka pun menoleh, ketika ada yg menyapanya "Hay juga kak Zee"
"Mau ada acara apa sih ka, kok tumben banyak ornamen_ornamen kaya gitu? Bukanya hari Valentine udah lewat ya? "Pertanyaan beruntun yg dilontarkan Zee.
"Gak tau jg sih kak, aku denger_denger ada yg mau nembak cewek gitu? "Jawab Rafka
"Oh" Zee hanya ber oh ria. "Ya udah kalau gitu, gw duluan ya?"Pamit Zee kepada Rafka setelah rasa penasaranya terjawab.
"Oke kak"Jawab Rafka mengacungkan jempolnya.
_____________
Masih di lokasi yang sama, ternyata Aryo datang juga ke kampus, bukan untuk menemui Zee namun ada janji bertemu dengan sang Abang.
Tetapi Aryo berharap bisa bertemu dengan Zee secara tidak sengaja, atau sekedar melihatnya dari jauh pun sudah bisa mengobati rasa rindunya.
"Ada apaan sih itu di luar Bang, emang mau ada acara ya? "Tanya Aryo penasaran ketika sudah masuk ke ruangan Doni.
"Katanya sih si Anak Sultan mau nembak cewek gitu? "Jawab Doni asal
______________
Di tengah lapangan terlihat seorang Laki_laki berperawakan tinggi, tubuh sedikit kekar, kulit sawo matang, dan memiliki paras tampan, tengah berdiri diatas podium kecil.
Di pinggir lapangan terdengar teriakan_teriakan histeris dari para mahasiswi yg begitu mengidolakanya. Semua mahasiswi di buat terpesona dan berharap dari salah satu mereka yg akan di tembak oleh Laki_laki itu.
Ekhem..
"Okey kenalin nama gw RAMA ANGKASA PUTRA, gw rasa kalian sudah tau siapa gw, dan tujuan gw disini. Disini gw akan mengungkapkan perasaan yang selama ini gw pendam untuk cewek yang selama ini gw kagumi, dan rasa kagum itu berubah menjadi CINTA."
Suasana berubah menjadi hening, ketika Rama membuka suaranya.
"Tanpa perlu banyak basa_basi, detik ini dan ditempat ini kalian semua akan menjadi saksi siapa Wanita yang akan gw tembak. Gw harap dalam hitungan ke Lima, yang merasa namanya gw sebutin, datang ke hadapan gw!
__ADS_1
"ANDARA FAUZIA Will You marry Me...? "
_____________
Saat hendak masuk keruang Dosen pembimbing, kaki Zee terhenti mendengar begitu jelas namanya disebut, seketika Zee berbalik badan dengan Expresi terkejut sekaligus tak percaya, dia melihat seorang Laki_laki yg tidak begitu ia kenal, hanya sekedar tahu tepatnya, tengah tersenyum menghadapnya dari jarak 200 meter.
______________
Diruangan Doni, yang saat ini jg sudah ada Indira,Luna dan Aryo. Aryo terlonjak ketika mendengar nama sang Tunangan di sebutkan oleh seorang Laki_laki. Seketika mereka yg ada diruangan Doni berhambur keluar menuju asal suara.
______________
1
2
3
Saat hitungan ketiga, kaki Zee sudah selangkah akan maju, namun kembali terhenti...
Prok... Prok... Prok... 👏👏👏
Zee di buat lebih terkejut lagi mendengar tepukan tangan dari seorang Laki_laki yang sangat ia kenal.
"Abang? "😱😲 Gumam Zee
Aryo terus melangkah maju menghampiri Rama.
"Siapa lo, berani_beraninya nembak Tunangan gw?! "Tanya Aryo menekankan kata Tunangan, sambil berkacak pinggang dihadapan Rama.
Zee masih belum beranjak dari tempatnya dan memilih memperhatikan Aryo dan Rama dari jauh.
"Oh.. jadi lo tunangan Zee? Sorry Bung, sebelum ada kata SAH dari saksi itu artinya Zee masih bukan milik siapa_siapa!"Jawab Rama dengan lirikan sinisnya.
Aryo sudah mengeratkan rahangnya, namun Aryo berusaha meredam emosinya yg siap untuk meledak jika Rama melewati batasanya.
"Asal lo tau, Tiga hari lagi kita akan menikah! "
"Dan masih ada waktu Tiga hari buat gw ngerebut Zee dari tangan lo! "
Kali ini Aryo sudah hilang kesabaranya, mendengar pernyataan Rama yang begitu terang_terangan akan merebut calon istrinya.
Ketika Aryo akan mendekat menghampiri Rama, tiba_tiba Zee sudah ada disamping Aryo dengan melingkarkan tanganya di lengan Aryo. Aryo sedikit kaget lalu menoleh kesamping ternyata sudah ada sang calon istri tengah menggandengnya.
"Maaf ya Rama, sampai kapan pun gw gak bisa nerima lo, karena ada dia dihati gw! "Jawab Zee sambil menunjuk Aryo. Terlihat senyum penuh kemenangan dari bibir Aryo.
Zee dan Aryo pun berlalu melewati Rama yang masih berdiri, tak lama Rama berbalik badan menghadap arah Aryo dan Zee.
__ADS_1
"INGAT ZEE, GW BAKAL NUNGGU JANDA LO!! "
Sekali lagi Aryo merasa geram dengan ucapan Rama yang sudah keterlaluan. Saat Aryo ingin berbalik, namun dengan sigap Zee mencegah lengan Aryo.
"Udah Bang, gak usah ladeni si Rama! "Cegah Zee dengan menampilkan senyum manisnya, Aryo pun memilih menuruti ucapan Zee. Dan Aryo mengangguk lalu kembali keruangan Doni.
______________
"Wah parah Zee! Gw gak nyangka kalo ternyata lo yang ditembak oleh Beruang Kutub itu! "Ujar Luna heboh.
"Siapa Beruang Kutub? "Tanya Indira penasaran.
"Yaitu si Rama, dia itu cowok paling dingin dikampus ini, mana ada cewek yg berani ngedeketin dia, lirikanya aja bikin nyali ciut, makanya gw begitu Seurprise pas tau Rama nembak Zee. "Jelas Luna
"Jadi si Rama itu Bang, yang lo bilang Anak Sultan, ? "Sela Aryo mengingat ucapan sang Abang beberapa saat yg lalu.
"Iya, dia itu anak Donatur terbesar di yayasan ini."Jawab Doni.
"Pantes aja tuh anak mobilnya mentereng gitu, coba aja gw jadi lo Zee, pasti udah gw terima tuh si Rama! "Ucap Luna yang mendapat tonyoran dari Aryo.
"Wah, harus hati_hati lo Bang, saingan lo gak main_main kali ini! "Ujar Indira yg membuat Aryo panas.
"Udah_udah jangan dengerin mereka Bang, Insyaalloh hati aku tetep buat kamu, aku bukan cewek matre, biyarpun si Rama punya Jet pribadi, aku tetep pilih kamu! "Pernyataan Zee, yang sedari tadi melihat wajah cemberut Aryo.
"Ngomong dari Fakultas apa sih dia? Kalo satu fakultas sama Zee kan bahaya makin sering deh tuh ketemu! "Indira
"Kalo gak salah dia anak Fakultas Tehnik, tapi kita satu angkatan." Luna.
"Dek, kok kamu jadi senyum_senyum gitu? "Tanya Aryo yg sedari tadi memperhatikan tingakah aneh Zee " Apa jangan_jangan kamu mulai suka sama si Rama?!"
"Jangan sok jadi peramal deh?!aku senyum_senyum tuh bukan aku seneng sama Rama, tapi aku tuh merasa aneh aja? Kok ada orang yg ngungkapin cinta, tapi gak saling kenal, jangankan ngobrol, tegur sapa aja aku gak pernah!"Zee
"Itu namanya Cinta dalam Diam Zee. "Doni
Tekad untuk tidak saling bertemu pun akhirnya gagal, karena ada insident kecil, yang mungkin merupakan bentuk ujian bagi Aryo dan Zee menjelang pernikahan mereka.
"Bang selesai kuliah ini, aku pulang ke Rumah, karena mulai besok aku udah ambil cuti dua minggu. "
"Abang anter pulang ya? "
" Gak usah Bang, ada Bapak nanti yang jemput. "
"Ya sudah, kamu hati_hati ya, sampaikan salam aku buat Ibu dan Bapak.
"Abang juga hati_hati, jangan sampe telat makan! "
"Siap calon Istriku. "
__ADS_1
💖💖💖💖💖🕊🕊🕊🕊🕊
Jangan lupa Like dan komenya ya... 🙏🙏😘