
" Bang habis ini, anterin ke Mini Market yuk? " Ajak Zee pada suaminya.
" Ngapain? "
" Entar siang, katanya anak_anak pada mau ngumpul disini? "
" Anak_anak siapa? Anak tuyul? "
Reflek tangan Zee meremas mulut suaminya, yg sedang tidur di pangkuanya. "Ck! Sembarangan aja kalo ngomong! Ya temen_temen aku lah, Via, Santi, Luna dan Mbak Indira! " Jelas Zee
" Kalo ngeremes tu jan pake tangan, pake bibir kan enak? " Jawab Aryo, gak nyambung dengan penjelasan Zee. Aryo bangun, dan merangkul bahu Istrinya sambil menaik turunkan alisnya.
" Jangan deket_deket ah Bang, kamu Bau! " Ucap Zee, beranjak berdiri sambil memencet hidungnya.
Aryo pun mengendus ketiaknya secara bergantian kekanan dan ke kiri. " Gak bau! "Gumam Aryo.
***
Selama perjalanan ke Mini Market ada saja yang diminta Zee pada suaminya.
" Bang, ntar deket perempatan depan situ berenti bentar ya? "
" Ngapain? " Tanya Aryo, yang fokus pada kemudinya.
" Mau beli cilok Cha Eun Woo." Aryo mengangguk setuju.
Sejak kapan Cha Eun Woo jualan cilok? Batin Aryo.
Aryo menepikan mobilnya, di tempat yang di maksud oleh Zee, istrinya.
Zee kemudian turun dari mobilnya, yang lalu di ikuti oleh Aryo. Karena tidak terlalu banyak yang mengantri, tak lama kemudian Zee dan Aryo kembali ke dalam mobilnya dengan membawa Dua bungkus plastik cilok.
Sebenarnya maksud Aryo ikut turun, bukan untuk membeli cilok, namun Aryo penasaran dengan penjual cilok yang di bilang sang Istri mirip dengan Oppa Korea.
" Gimana Bang, penjual ciloknya mirip Cha Eun Woo kan? "
"Ck! Mirip Cha Eun Woo apanya, mirip kang Sule mah iya! "
"Bilang aja sirik! "Zee tak terima, lalu menonyor pipi sebelah kiri sang suami.
Setelah selesai membeli segala sesuatu yang di butuhkan, Aryo dan Zee pun memutuskan untuk segera pulang.
Aryo membawa masuk satu kantung kresek besar hasil buruan istrinya di Mini Market tadi.
Tok... Tok... Tok...
" Assalamualaikum... " Suara seruan dari luar rumah Aryo.
" Waalaikum Salam..." Jawab Zee sambil membuka pintu.
" Aaaaaaaa... Via, Luna." Teriakan Zee melihat kedua sahabatnya datang, dan langsung berpelukan.
" Ayo, para Teletubies masuk, jan berpelukan di depan pintu! " Celetuk Aryo yang datang dari dalam rumahnya.
" Hay... Bang, tambah ngegemezin aja sekarang? " Goda Via ke Aryo.
" Sa ae lho Vi, mana Santi? "Tanya Aryo setelah Via dan Luna duduk di ruang tamu, sedangkan Zee pergi ke dapur untuk mengambilkan suguhan untuk para sahabatnya.
" Katanya sih tadi masih nunggu cowoknya gitu? "Sahut Luna, yang sebelumnya sempat berkomunikasi dengan santi.
" Assalamualaikum semua... " Suara cempreng Indira yang baru masuk, dan di ikuti Doni di belakangnya.
__ADS_1
Via, Luna, Indira kembali berpelukan melepas rindu. Dan Zee keluar dari arah dapur membawa berbagai macam suguhan.
Zee, Via, Luna dan Indira sekarang sudah saling duduk bersisihan.
Doni kemudian ikut duduk disamping Aryo, Adiknya.
"Hey... Guys, inget gak dulu waktu gw bilang kalo Pak Doni tuh mukanya Familiar banget?" Ucap Luna memflashback ucapanya sambil melihat Doni dan Aryo duduk bersisihan.
"Iya, inget gw! Yang waktu kita ngeghibah di taman itu kan? " Jawab Via
" Liat noh, gak nyangka gw, ternyata mereka Abang_Adek!" Tunjuk Luna pada Aryo dan Doni. Mata mereka berempat pun mengarah pada objek yang di tuju.
" Ya masih ganteng Laki gw lah! "Celetuk Indira
" Dimana_mana itu ya, yang ganteng itu masih kalah ama yang ngegemezin, liat tuh Babang gemez gw masih unyu_unyu kan? "Timpal Zee.
" Iya deh, yang lagi banggain suaminya sendiri_sendiri?" Ucap Via
" Terus lo Apa kabar sama Kak Raka Vi?" Tanya Luna.
" Udar Bubaran gw! "Jawab Via melas.
" Bukanya kalian udah tunangan Vi? " Zee penasaran.
" Ya mau gimana lagi, belum jodoh kali ? Kak Raka ada main di belakang gw, dengan teman kantornya! "Jelas Via mengangkat bahunya.
" Bwahahahaha... Akhirnya si Play Girl kena batunya!" Sahut Indira di iringi gelak tawa.
Aryo dan Doni hanya senyum_senyum menanggapi celotehan keempat sahabat yang sedang bernostalgia.
" Assalamualaikum.. " Suara seseorang yang baru muncul dari balik pintu.
"Waalaikum salam " Jawab mereka serempak.
" Hay...Sayang? " Luna langsung bercipika_cipiki dengan kekasihnya yg baru datang.
"Duduk Bang Ren! "Sambut Aryo sebagai tuan Rumah.
"Kita ke ruang tengah aja Yo, Ren, biar emak_emak rempong disini!" Ajak Doni sambil berdiri, dan di setujui oleh Aryo dan Rendra.
Kembali ke empat sahabat ini mengenang masalalu mereka, saling bertukar cerita selama berpisah dan berceloteh Unfaedah lainya sambil menunggu kedatangan Santi.
"Assalamualaikum.." Akhirnya yg ditunggu datang.
" Waalaikum salam.." Jawab mereka kompak.
" Aaaaaa.. Santii?" Seru Zee,Via, Luna dan Indira berdiri, kembali mereka berpelukan. kini formasi mereka utuh menjadi Lima serangkai.
" Sama siapa ke sini? "Tanya Zee.
" Itu sama tunangan gw! " Jawab Santi sambil nengok kebelakang.
" Mas Erda/ Kak Erda " Seru Zee dan Luna terkejut.
" Zee, Luna." Erda sama terkejutnya karena memang mereka tidak mengetahui hubungan satu sama lain.
" Jadi kalian udah saling kenal? "tanya Santi menautkan kedua alisnya.
" Mas Erda mah, temen kerja aku San!" Jawab Zee.
" Kak Erda itu dulu Ketos di SMP aku, dan kebetulan sekarang dia asistenya Mas Rendra! " Lanjut Luna menjawab.
__ADS_1
" Ternyata dunia yang di buat Author sempit banget ya? "Sela Indira.
" Terus gw apa kabar, Woy? " Sahut Via . yang disambut gelak tawa para sahabatnya.
" Mas Erda gabung aja sama yang lain, tuh lagi ngumpul di ruang tengah ada Mas Rendra juga. " Zee memberi tahu, dan di angguki oleh Erda.
***
" Boleh Gabung? " Ucap Erda yang baru datang.
" Iya, silahkan Duduk Mas! " Sambut Aryo.
Doni hanya tersenyum, karena ia belum mengenal Erda.
" Di sini juga lo Er, sama siapa? "Tanya Rendra yg sedikit terkejut dengan kedatangan asistenya.
" Iya Bang, itu sama tunangan gw! "
" Siapa Mas? "Tanya Aryo penasaran.
" Santi. "
Semua larut dengan obrolan masing_masing, hingga sore menjelang.
Acara mereka akhiri dengan makan bersama, tentunya Zee tidak akan menyia_nyiakan kedatangan Rendra dan Erda. Sebagai juru masak dadakan di rumah Zee.
Satu persatu dari mereka pamit undur diri terkecuali Doni dan Indira yang masih stay dirumah Aryo dan Zee.
" Mas, Mbak gak ikutan pulang? "Tanya Zee ceplas_ceplos.
" Ow... jadi kita di usir nih? "Jawab Doni yang tidur di pangkuan Istriny.
"Iya! "Zee mengangguk mantap, sambil berlalu ke arah dapur membawa sisa_sisa makanan.
" Wah.. Bener_bener dari kemarin tu, istri lo ini ngeselin banget Yo! "Celetuk Doni pada aryo.
" Iya Bang, gw juga heran! Akhir_akhir nih dia tuh aneh banget, tambah Absurd tau gak, kelakuanya! "Jelas Aryo.
" Jangan_jangan Zee Hamil? "Prediksi Indira.
" Masa sih Mbak? "Aryo mengernyitkan keningnya.
" Pada ngeghibahin aku ya? " Suara Zee yang tiba2 muncul.
" Sok artis banget sih? " Ucap Doni
"Abaang... Mas Doni nakal? " Adu Zee pada Aryo dengan nada manja.
" Benerkan yang gw bilang! "Ujar Indira ambigu.
Karena merasa jengah dengan tingkah Zee yang semakin aneh akhirnya Doni dan Indira memutuskan untuk pulang.
.
.
.
.
*Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa Like dan komenya*...