
Dua hari kemudian...
Tok... Tok... Tok...
"Zee ayo bangun, kebiasaan kamu itu, habis sholat subuh tidur lagi !"Emang ya emak gw tuh, kalo gw dirumah selalu berisik tiap pagi, paling anti kalo ada orang tidur lagi usai sholat subuh.
Segera gw lompat dari kasur yang gak terlalu empuk, tapi nyaman buat gw.
Ceklek..
"Hooaaammm...ada apa sih buk? kan Zee masih ngantuk, tadi malam Zee baru tidur jam satu pagi!"Jawab gw setelah membuka pintu kamar sembari ngucek_ngecek mata gw yg masih terasa sepet kaya salak mentah!
"Kamu itu ya, anak gadis jam segini baru bangun, ayo cepet mandi!tuh tukang riasnya udah dateng!"Omel emak gw sambil berkacak pinggang kaya lampu ajaibnya Aladin.
"Hah... emang buat apa si buk, manggil tukang rias segala?" Kenapa panggil tukang rias gak pake konfirmasi gw dulu si nih emak gw?
"Ibu itu gak mau ya, nanti penampilan kamu kaya Ondel_Ondel, gara_gara dandanan kamu yang acakadul! "jawab emak gw, yg udah berlalu tanpa jejak.
Oh iya...ya hari ini tuh Keluwarga Bang Aryo kan bakal datang untuk ngelamar gw?
Segera gw ambil langkah seribu, menuju kamar mandi yang ada dibelakang rumah. Sebelum emak gw kembali ngeluarin ajian Rengka Gunung, yang bisa memporak porandakan kamar gw!
Setelah selesai dg ritual mandi, gw kembali ke kamar.
"Ayo cin, buruan ye duduk disindang!"Gw ngeryitin jidat gw,"Nih mahluk jadi_jadian dari mana, kok udah ngejogrok aja dikamar gw? batin gw"
"Eh, maaf Mas, Om ini siapa ya? "Tanya gw sembari duduk di depan meja rias yg ada dikamar gw.
"Panggil eike Mbak Sis, eike yg bakal Make over yey."Jawab orang yg ingin di panggil Mbak Sis, sembari mengeluarkan perlengkapan Make Up dari dalam tas nya. Gw hanya mengangguk paham.
"Mbak Sis, jangan tebel_tebel bedaknya ya? trus ini alis gw gak usah di cukur! "Ucap gw sebelum Mbak Sis mempoles wajah gw.
"Tenang Cin, eike bikin natural aja Make Up nya! "
Hampir Tiga puluh menit gw di Make over, gw melirik jam yang ada diatas dinding kamar gw, ternyata sudah menunjukkan tepat jam Sepuluh pagi. Dan itu artinya tinggal Satu jam lagi rombongan keluarga Bang Aryo datang.
"Udah Cin, sekarang yey buka mata! "Titah Mbak Sis, selesai dengan kuas blush on nya.
Perlahan gw membuka mata, ternyata hasilnya gak kalah dengan riasan MUA yang disewa Indira beberapa hari yang lalu.
Setelah itu gw ganti baju, yang sudah gw siapkan untuk hari spesial gw, kemudian Mbak Sis membantu gw memakai hijab yang di tata rapi dengan style kekinian.
__ADS_1
"Iiiiihhh... Cucok meong deh yey?"Puji Mbak Sis ke gw, setelah puas dengan hasil karyanya.
"Makasih ya Mbak Sis, udah bantuin gw, jadi cantik gini? " Ucap gw, nowel hidungnya yg disuntik silikon.
Lengkungan di bibir gw pun selalu terukir, melihat penampilan gw hari ini. Simple, natural namun tetap elegant.
Karena acara pertunangan gw ini tidak memakai jasa Wedding Planner seperti Indira dan Mas Doni, jadi hanya ada kesan sederhana yang ada dirumah gw, tidak ada tema dekorasi, yang ada hanya karpet permadani yang tergelar diruang tamu gw.
Jumlah tamu pun kami batasi, hanya keluarga inti dari kedua belah pihak saja yang akan hadir. Mungkin Indira, Luna dan Mas Rendra yg ikut hadir.
Namun dari segi hidangan, sepertinya sedikit istimewa, karena disokong langsung oleh Chef Rendra selaku koki yang berperan langsung menyiapkan semua masakan yg akan disajikan. Katanya sebagai bentuk terima kasih ke gw, karena sudah membawa Bidadari ke dalam hidupnya yaitu Luna sahabat gw.
Tok... Tok... Tok...
"Zee ayo keluar itu rombongan keluarga Aryo sudah datang!"
"Iya Buk, sebentar! "
Gw pun keluar dari kamar, menyambut rombongan keluarga dari Bang Aryo. Terlihat kedua orang tua Bang Aryo, Mas Doni dan Indira, tiga pasang orang paruh baya yang belum gw kenal, dan ada Dua orang remaja putri yang begitu asing, tidak lupa yg terakhir Luna dan Mas Rendra sahabat gw.
Dari semua Orang yg hadir, hanya satu orang yang selalu bisa mencuri perhatian gw, siapa lagi kalau bukan calon tunangan gw Aryo Anggara. Tampak selalu menawan di mata gw. Yang sekarang tengah tersenyum ke arah gw.
Setelah semua duduk di karpet permadani yg ada diruang tamu keluarga gw, Ayah Bang Aryo membuka salam, lalu memperkenalkan satu persatu keluarga yang ikut serta dalam acara hari ini.
"Hay Kak, aku Fadia adik sepupu dari Kak Aryo? "Ujar gadis cantik yg duduk disebelah gw.
"Kalau aku, Nindi adik dari Kak Fadia? "Imut banget gadis ini, kira_kira masih umur 14 tahunan. dan gw tersenyum menyambut sapaan dari dua gadis cantik itu.
Seperti biasa diawali dengan sambutan_sambutan dari kedua belah pihak, dan yg terakhir Ayah Bang Aryo mengungkapkan maksud kedatanganya kemari kepada Bapak gw.
"Jadi maksud kedatangan kami kemari, selain menyambung tali silahturrahmi, Saya selaku Wali dari putra kami yg bernama Aryo Anggara ingin mempersunting Putri anda Andara Fauzia untuk Putra kami, jadi bagaimana apakah Bapak menerima pinangan kami? "Ucap Ayah Bang Aryo.
"Saya selaku Wali dari Putri kami Andara Fauzia, memberikan sepenuhnya keputusan ditangan Putri kami. Jadi bagaimana apa kamu menerima pinangan ini Nak? "Jawab Bapak gw yg mengembalikan pertanyaan untuk gw jawab.
"Dengan Mengucap "Bismillahirrohmanirrohim" Saya Andara Fauzia menerima Pinangan ini! "Jawab gw mantap, yg sedari tadi gw menunduk dan perlahan menegakan wajah gw kesemua orang yg hadir.
"Alhamdulillah" Jawaban serempak dari semua orang yg hadir saat ini, tak terkecuali Orang yg sudah resmi menjadi tunangan gw, tampak Bang Aryo mengusap wajahnya dengan kedua telapak tanganya, tanda wujud rasa syukurnya.
Ibu Bang Aryo pun bergeser kedepan dari tempat duduknya, menghampiriku untuk menyematkan Cincin dijari manis kiriku, sebagai tanda pengikat. lalu beliau mencium pipi kanan dan kiriku.
Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan Tanggal, Bulan, dan Tahun untuk pernikahan kami. Dan tidak gw sangka ternyata Pernikahan gw dan Bang Aryo akan dilangsungkan Satu Bulan lagi, dan itu disepakati kedua belah pihak keluarga.
__ADS_1
Bukanya, Tanggal, Bulan dan Tahunya sama dengan pernikahan Mas Doni dan Indira?
Dan ternyata benar, penikahan kami akan digelar secara bersamaan.
"Maaf apa tidak terlalu buru_buru? "Ujar gw membuka suara, gw lihat Bang Aryo yg tadinya tersenyum bahagia, berubah dengan tatapan penuh tanya ke arah gw.
"Memangnya kenapa nak Zee, kamu tidak setuju? "Tanya Ayah Bang Aryo.
"Bukan begitu Om, tapi saya masih belum lulus kuliah, masih tinggal Satu semester lagi! "jawab gw ragu_ragu.
"Itu artinya kamu tinggal menyusun skripsi kan? bukankah lebih mudah jika nanti ada suami kamu yg akan membantu? "gw menatap ke arah Bang Aryo, Gw lihat dia mengangguk dan tersenyum.
"Baiklah saya setuju."
Rangkaian acara semua telah selesai dan berjalan dengan lancar, tiba saatnya rombongan keluarga dari Bang Aryo pamit undur diri, kecuali Bang Aryo, Mas Doni, Indira, Luna dan Mas Rendra karena mereka membawa kendaraan masing_masing. Jadi masih ingin tetap tinggal dirumah gw sekedar untuk melepas ketegangan yg terjadi beberapa saat yg lalu.
"Jadi kapan nih Ren, lo nyusul kita_kita!" Tanya Mas Doni ke Mas Rendra.
"Gw sih terserah gimana Luna aja! jadi kapan honey kamu siapnya? "Mas Rendra tanya balij ke Luna.
"Nunggu lulus dulu deh, biyar ntar pas ehem_ehem kagak kpikiran skripsi gw!"Jawab Luna yg langsung dapet lemparan tissu bekas dari Indira.
Bener jg sih, apa kata Luna! Terus apa kabar dengan gw? "
"Tenang aja Zee, ntar Mas bantu, biar nanti Mas Doni aja yg jadi Dosen pembimbing kamu! " Ucap Mas Doni, sembari mengelus_elus kepala Indira.
"Enggak ah Mas! itu namanya Nepotisme tau!"jawab gw, dan di acungi jempol oleh calon suami gw tentunya.
"Ya udah sih Beb, kalo Zee mah gak usah diraguin lagi, secara diakan Asdos kamu, jadi bukan hal sulit jg buat Zee nyusun skripsinya! "Ucap Indira, Mas Doni pun mengangguk.
"Ya gak boleh Over Confidence juga sih ndi?Gw tuh cuma gak mau banyak orang yg Suudzon sama gw!"Timpal gw ke indira
"Betul itu, Abang jg dulu gak mau di bantuin Bang Doni!"Bang Aryo ikut menimpali sembari memasukan kacang ke mulutnya.
"Kalo gitu jadi Dosen pembimbing saya aja Pak, ntar kalo skripsi saya cepat selesai biar gak sampe wisuda, kan bisa nyusul kalian, Iya gak yank? "Ujar Luna sambil menoleh ke Mas Rendra.
"Itu sih masalah gampang, asal Rendra yang menyokong bagian Catering di pernikahan saya dan Aryo nanti! "Jawab Mas Doni santai sembari melirik jahil ke arah Mas Rendra.
"SETUJU" seru gw, Bang Aryo dan Indira.
💖💖💖💖💖
__ADS_1
Jangan lupa Like dan Komenya ya 🙏🙏🙏