
Menjelang Akhir pekan seperti biasa Zee and the Gank, menyempatkan untuk sekedar melepas penat dengan berjalan_jalan se usai pulang sekolah.
"Kuy, kemana kita guys?"tanya Luna yg sudah stand by diatas motor maticnya
"Kemana saja, Bawa daku kemana Dirimu pergi! "jawab Indira dg nada sok Puitis
"Heh.. Anjuuy! Serius nih gw!"seru Luna
"Serah lo dah, yang penting banyak Cogans terpampang nyata"jawab indira
"Kalo gitu gw bonceng ama lo ya Lun? "tanya Zee yg diacungi jempol oleh Luna, Via dibonceng Indira, dan santi sendiri dg motor matic putih kesayanganya.
Luna pun melajukan motornya menuju taman kota, selain letaknya tidak terlalu jauh dan yang pasti jika menjelang sore hari banyak Cogans Jogging bertebaran." Kan jadi makin Sedep pemandangan jadinya, ye gak pemirsah? "
Mereka pun sampai diarea parkir lalu mereka pun masuk ke area taman,sesekali mata mereka menjelajah kesegala arah, siapa tau ada Cogans nyasar yg membutuhkan bantuan."Lo kata mereka Tim Rescue? "
Tapi lain hal dengan Zee yg sedari tadi hanya diam dengan tatapan kosong, seperti ada yg sedang dia fikirkan.
"*Lo kenapa Zee, gw perhatiin dari tadi Lo kaya gak fokus gitu? "tanya Luna sembari menyenggol Zee yg duduk disebelahnya.dan Via, Indira, Santi lagi jalan2 keliling taman sambil Te_pe~Te_pe
"Gw lagi mikirin bang Aryo nih Lun?"keluh Zee
"Emang kenapa Bang Aryo?" seperti nya Luna memang orang yg tepat untuk ditanya soal bang Aryo, karena Luna memang sangat dekat dengan Aryo dalam konteks Sahabat
"Gw jg bingung, gak biasanya dia kaya gini, udah dua hari ini dia gak ada ngabarin gw, dichart cuma di read doang, ditelfon gak diangkat! "Zee merasa khawatir dengan Aryo
"Jadi, Lo gak tau kalo dua hari ini dia sakit? "Luna terkejut dengan pernyataan Zee yg statusnya sebagai pacar, malah tidak mengetahui kondisi pacarnya sendiri!
"Sumpah gw gak tau Lun, Bang Aryo ada ngabarin Lo? "jawab Zee tidak kalah terkejutnya dengan Luna
"Gw tau dari Bang Ivan, katanya Bang Aryo udah dua hari ini gak masuk! dia mah emang gitu orangnya, gak mau nyusahin orang Lain!" Jelas Luna*
"Lun, gw minta tolong anterin gw ke rumah Bang Aryo boleh? Pinta Zee ke luna
"Yawdah ayo, tapi gak usah bilang ma yg lain, ntar mereka ikut takutnya malah ganggu bang Aryo"
πππππ
Sampai di kediaman Aryo, mereka pun mencoba mengetuk pintu, tapi tidak ada jawaban dari empu nya rumah, akhirnya Luna mencoba mendorong handle pintu, ternyata pintu pun tidak di kunci.
"Assalamualaikum, Bang? "
"Bang Aryo..."
"Gimana ini Lun, gak ada orang kayanya? "
"Ayo, kita cek ke kamarnya dulu! "perlahan luna membuka pintu sembari mengintip di balik pintu, setelah di pastikan ada orang Luna pun membuka pintu itu, dan menyuruh Zee masuk!
"Aaaaabaaaangg...!"Zee berhambur memeluk Aryo yg sedang terkulai lemas ditempat tidurnya
"Eengh... "Aryo melenguh sembari membuka matanya, karena terusik ada orang yg memeluk tubuhnya. "Dek..?"setelah tau siapa orang yg sedang memeluknya, dia pun berusaha bangun dari tidurnya lalu menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidurnya. dan Luna pergi ke dapur mengambilkan minum untuk Aryo
Zee duduk ditepi ranjang menghadap sang pacar dengan berlinang air mata, aryo pun tersenyum sembari mengusap air mata Zee dengan ibu jarinya
"Kenapa Abang gak bilang kalo abang sakit! "
"Iya, maaf dek, abang gak mau ngerepotin kamu, lagian abang cuma kecapean aja kok?"
"tapi, seenggaknya balas chart dari aku bang, aku kawatir banget kamu gak ada kabar! "
"Iya deh, yawdah sekarang tolong ambilin handphone abang,itu diatas meja belajar! "
"Buat apa? "
"Buat balas chart kamu? "
__ADS_1
"TELAT"
"Hahahahahaha... berhubung kamu sudah, tau, abang mohon temenin abang di sini ya dek? "
"Minum dulu bang! "sela Luna diantara obrolan Zee dan Aryo "Iya Zee, mending lo temenin dulu bang Aryo, kasian di kan lagi sakit? "lanjut Luna menyarankan Zee
"Tapi, gimana entar gw pamitnya sama Via dan ibu kost?"Zee meminta saran Luna, karena di dalam hatinya sebenarnya dia sedang merasa dilema.
Zee takut akan pandangan negatif orang, apalagi selama ini dia tidak pernah menginap di tempat orang yg bukan mahromnya, bahkan dirumah Luna pun tidak pernah.
"Yawdah, biar gw ntar yg pamitin Lo ke bu kost, kalo lo nginep dirumah gw, lagian jg kita kan besok libur dan kalo lo takut ntar gw ma bang Ivan kesini lagi buat temeni lo!"
Hati Zee pun sedikit merasa lega, dia bisa merawat sang pacar yg lagi sakit tp di sisi lain dia merasa bersalah karena sudah berbohong kepada Via dan bu kost karena situasi ini.
"Makasih ya Lun? "Luna pun mengangguk dan tersenyum
"Kalo gitu gw pamit dulu ya Bang, Zee? ntar malem gw kesini lagi. Okey? "Pamit Luna kemudian berlalu dan menghilang di balik pintu.
Setelah itu karena Zee tidak membawa baju ganti, dg terpaksa Zee meminjam kaos Aryo tapi tetap dengan Rok sekolah yg dipakainya tadi siang. selesai mengganti bajunya Zee pun bergegas kedapur memasak bubur untuk sang pacar.
Tok... tok... tok...
"Bang aku masuk ya? "
"Masuk aja" Aryo pun tersenyum melihat sang pacar membawa nampan yg berisi semangkuk bubur dan segelas Teh hangat. Zee meletakkan nampan itu diatas meja sebelah ranjang Aryo "Ayo bang, makan dulu" titah Zee yg diangguki Aryo
"Tapi suapin ya Dek? "
"Hhmmm... Dasar Manja! "
Zee pun menyuapi Aryo bak balita, tapi hanya tiga suapan Aryo sudah mengibaskan tanganya tanda ingin menghentikan suapan berikutnya. "Udah dek, cukup... Perut abang mual! "dan Zee pun mengiyakan lalu menyodorkan teh hangat ke mulut aryo.
Setelah selesai membawa sisa bubur kembali kedapur, Zee pun kembali ke kamar Aryo lalu duduk dikursi yang dia geser mendekati ranjang Aryo
"Tau.. tapi Kakak abang lagi ada kerjaan di luar kota untuk beberapa hari kedepan"
"Owh... Bang,aku antar ke Dokter ya? "
"Gak usah dek, Abang gak papa cuma pusing aja! "
"Tapi, badan kamu panas dan wajah kamu pucat bang? "
"Gak papa entar juga sembuh, cuma butuh istirahat aja apa lagi ada kamu yg temenin abang"
"Ya udah istirahat sekarang, entar aja dilanjutin ngegombalnya kalo udah sembuh"
Aryo pun tersenyum dan Zee berusaha membantu membaringkan tubuh lunglai Aryo agar bisa berbaring sempurna.
ππ"*Anggap saja orang_orang di ceritaku ini Hobby nya pada Ke Luar Kota"ππ
Petang menjelang, di lihatnya sang pacar masih tertidur lelap, Zee menatap nanar wajah pucat itu, rasanya dia tak tega melihat kondisi sang pacar saat ini, lalu Zee pun berdiri dan mencondongkan wajahnya kearah wajah sang kekasih yg masih tertidur, dan sekilas dikecup kening sang kekasih.
Setelah menunaikan sholat magrib di kamar Aryo menggunakan mukenah ibu sang pacar, Zee langsung bergegas ke dapur untuk memasak apa saja yg bisa di masaknya, karena mulai tadi siang dia belum makan. tentunya setelah meminta izin ke empunya rumah.
Hanya ada mie instan dan telur yg ada di dapur Aryo, karena memang Aryo tinggal sendiri dan jarang sekali memasak. Menurut Zee dengan adanya Mie dan Telur itu sudah lebih dari cukup dari pada perutnya tidak terisi sama sekali.
Ditengah acara makan malamnya yang hanya
ditemani Mie rebus dengan Telur ceplok tiba2 dering ponsel Zee pun berbunyi
"(π΅Cintamu senyaman mentari pagi, seperti pelangii slalu kunanti... π΅)"
Β
Luna Callingπ³*
__ADS_1
Β
Zee; "Assalamualaikum Lun? "
Luna; "Waalaikum Salam Zee.. Zee gw minta maaf gw gak bisa temenin lo, soalnya gw musti kerumah sakit, sepupu gw kecelakaan,lo gak papa kan?
Zee:"Owh ya udah Lun gak papa, insyaalloh gw baik2 aja kok
Luna:"makasih ya Zee? Assalamualaikum.. "
Zee:"Iya sama2, Waalaikum Salam..."
Β
*Calling and*
Β
Hati Zee kembali gelisah,setelah mendapat kabar dari Luna, mau izin pulang pun rasanya dia tidak tega kalau harus meninggalkan sang pacar yg sedang sakit, di sisi lain dia takut berada dalam satu ruangan dg sang pacar, tapi bagaimana kalau Aryo membutuhkan bantuanya? cukup lama Zee bergumal dg pikiranya sendiri sembari mondar_mandir di depan kamar Aryo, akhirnya dia memutuskan untuk berfikir positif "Semoga tidak terjadi apa2, toh sang Pacar pun dalam keadaan sakit, jangankan macam2 untuk berdiri saja dia harus dibantu"
"*Bismillahirrohmanirrohim... Selalu lindungi hamba Ya ALLOH..?"gumam Zee sembari membuka pintu kamar Aryo.
"Abang sudah bangun*? "
"Iya dek, abang mau ke kamar mandi! "Zee segera menghampiri Aryo lalu memapahnya menuju kamar mandi yg ada di dalam kamar itu. "Hati2 bang! "setelah itu Zee melepaskan rangkulan di lengan Aryo, namun Zee masih berdiri ditempatnya sembari bersandar di kusen pintu
"Dek, kamu gak keluar? "Aryo menengok ke belakang ternyata Zee masih berada di belakangnya.
"Eeh... ii... iya Bang, Maaf aku lupa! "Zee segera keluar dg semburat merah dipipinya sambil merutuki kebodohanya "Ya ALLOH Bodohnya gw, kenapa gw tadi gak langsung keluar! ntar dikiranya gw pengen Liat punyanya bang Aryo lagi!! "Zee menepuk_nepuk kepalanya sambil mondar_mandir di depan pintu sembari menunggu Aryo keluar dari kamar mandi.
Jam sudah menandakan pukul sembilan malam, lalu Zee bergegas menunaikan sholat isya' yg tertunda gara2 menemani sang pacar mengobrol kesana kemari sembari memijit_mijit kaki kekasihnya itu.
Selesai sholat, Zee pun kembali merapikan sejadah dan mukenah yg dipakainya tadi. dilihatnya Aryo yg sedang tersenyum memandangnya.
"Kenapa Bang kok senyum_senyum?"
"Abang lagi memandang betapa indah ciptaan Alloh yg ada dihadapan Abang saat ini"
"Mending sekarang Abang tidur, disimpen dulu Gombalanya buat besok, Okey? "
"Okey!"kalau kamu mau, disebelah ada dua kamar kosong, kamu bisa pakai"
"Enggak deh bang,aku mau tidur disini aja temenin abang, takut kalo abang nanti malem butuh apa_apa!"
"Ya sudah, tidur sini disebelah abang"ujar Aryo sembari menepuk_nepuk kasur disebelahnya
"Gak boleh bang? "
"Terus kamu mau tidur dimana? dikamar Abang kan gak ada Sofa empuk seperti di cerita novel"
Zee pun keluar dari kamar, tidak lama dia masuk lagi membawa kasur lantai yg ada di ruang TV lalu menggelarnya di sebelah ranjang Aryo
"Dek, kamu serius mau tidur di situ? "
"Yaiyalah Bang? masa mau di kamar mandi? "
"Gak... gak... gak boleh! nanti kamu masuk Angin Dek? "
"Yaelah Bang, timbang masuk angin doang kagak masuk Bui kan? Udah diem! gak usah berisik cepet bobok Cakep!
Apalah daya Aryo yg hanya bisa mencegah, tanpa bisa berbuat apa_apa dg keputusan Zee, Aryo pun hanya bisa memandang kekasihnya itu dari atas ranjangnya, di pandangnya wajah damai Zee yg mulai terlelap, sampai dia pun ikut terlelap masuk alam mimpinya.
Bersambung...
Jangan lupa Like dan komenya...
__ADS_1