
"Woyy..."Zee sedikit terjingkat ketika ada yang menepuk bahunya
"Yaelah... Mas bisa gak, kalo mau ngagetin tuh kasih aba_aba dulu, tepuk pramuka dulu kek, jan main tepuk pundak gw sembarangan, kan jadi kaget sayanya! "cerocos Zee kepada orang yg sudah duduk dihadapanya.
"Hahahaha... lagi tausiah buuk? "
"Ambyar! "Zee mencebik
"Iya deh maaf, lagian lo dari tadi senyum senyum sendiri, kan gw takut kalo lo kesurupan! "
"Sembarangan! Gw tuh seneng gara2 ini Mas Rendra" ujar Zee sambil menunjukan cincin yg ada dijari manisnya.
"Wow...Telat dong gw? "goda Rendra
"Belum sih, kalo mau nikung masih ada waktu kok! "Zee tau jika Rendra hanya sedang menggodanya, karena Zee tau, seorang Rendra memiliki banyak perempuan.
"Ya udah kalo gitu, lepas aja itu cincin ntar gw ganti berlian! "
"Asal tau ya mas, biarpun sekarang yang nempel di jari gw ini besi karatan, gak bakalan gw lepas! "
"Lho katanya tadi masih bisa ditikung? "
"Terus, apa kabar tu cewek_cewek Mas Rendra yang tiap hari gonta_ganti nyamperin kesini! "
"Gampang tinggal gw putusin aja semuanya, pacar boleh banyak, calon istri tetep satu" Rendra menaik turunkan alisnya
"Kalo gitu gw batalin deh acara tikung menikungnya! "Zee bergidik ngeri
"Emang lo udah bener_bener yakin ama cowok lo? "
"Insyaalloh gw yakin Mas, dia akan menjadi laki_laki pertama dan terakhir dalam hidup gw, Amin" Zee mengusap kedua telapak tanganya, ke wajahnya.
"Seriusan? itu cowok pertama lo, emang dari kapan sih kalian pacaranya? "tanya Rendra penasaran.
"Seinget gw sih, waktu gw masih kelas X SMK"
"Wah.. awet juga ternyata, pasti mulus_mulus aja dong hubungan kalian selama ini, nyatanya bertahan sampe sekarang "
"Ya gak juga sih Mas, gw pernah ditinggalin kok ama cowok gw! "
"Kok lo mau diajak balikan? "
"Gimana kita balikan, orang kita dulu gak ada kata putus, lagian dia ninggalin gw semua ada alasanya Mas! "Wajah Zee berubah menjadi sendu ketika mengingat kejadian beberapa tahun silam.
"Maafin gw Zee, udah ungkit_ungkit masalalu lo? "Sesal Rendra
__ADS_1
"Gak papa Mas, justru karena kejadian itu, gw jadi makin sayang sama cowok gw! "Zee kembali tersenyum.
"Mbak Zee ada nyari didepan" Suara Maya mengakhiri obrolan Zee dan Rendra.
"Siapa May"tanya Zee pada gadis usia 20 tahun itu.
"Gak tau sih mbak, cowok, cewek gitu? "
"Owh, ya udah bilang tunggu sebentar! "Masa sih Bang Aryo jam segini udah kesini? batin Zee, karena tidak mungkin Aryo datang di jam kerja.
"Ya udah mas gw kedepan dulu" Zee pamit, beranjak dari pantry, dibalas anggukan oleh Rendra.
####
"Assalamualaikum Mas, Indira? "Sapa Zee sembari duduk dihadapan Doni dan Indira
"Waalaikum Salam"jawab Doni dan Indira bersamaan.
"Ada apa, kok tumben nyamperin kesini? "tanya Zee datar
"Zee lo masih marah ya sama kita berdua?"tangan indira terulur menggenggam tangan Zee yg berada diatas meja
"Udah enggak kok! "Zee merasa iba melihat tatapan sendu dari sahabatnya itu.
"Jadi kamu udah maafin kita? "Zee menoleh kearah Doni sambil tersenyum.
"Makasih Zee, gw takut kalo lo masih marah!"Indira memeluk Zee dan Zee membalas pelukan Indira.
Saking senangnya Doni hendak meraih tangan Zee "Weitss... gak boleh pegang_pegang ya Mas, aku punya Wudhu! "Cegah Zee, membuka telapak tanganya didepan wajah Doni.
"Yaelah, gini amat punya calon adik ipar!" Doni melengos.
"Lagian kamu sih Beb, udah ada aku masih aja mau pegang_pegang cewek lain!"Indira memberengut ke arah Doni.
"Hahahaha..."Doni dan Indira menatap Zee heran, kenapa Zee tiba2 tertawa.
"Kenapa? "tanya Doni
"Gak papa Mas " jawab Zee yg masih menahan senyumnya. Zee selalu merasa geli ketika Indira menyebut kata Beb /Bebeb.
" Doni? "sapa seseorang kepada Doni.
"Rendra?" Doni berdiri memastikan orang yg mengenalnya.
"Gak nyangka kita bisa ketemu disini" ujar Doni sambil bersalaman khas para pria.
__ADS_1
"Jadi kalian saling kenal? "tanya Zee pada kedua orang pria yang masih berdiri di sampingnya.
"Dulu kita teman satu kost, waktu kuliah!"Jawab Rendra sembari menarik kursi di samping Zee, Doni pun kembali duduk dikursinya."Jadi Doni, yang jadi tunangan kamu Zee? "tebak Rendra asal ketika sudah duduk diantara Zee dan Doni
"Bukan gw Ren, tapi adek gw! "jawab Doni memperjelas.
"Aryo? "Rendra pun sudah mengenal Aryo dari zaman Aryo masik SMA, karena Aryo kerap datang ke kosan sang Abang ketika ngambek sama orang tuanya."Wah.. sayang banget Don, padahal gw punya niatan nikung Zee, ternyata punya si Aryo! "canda Rendra.
"Jangan macem_macem lo Ren, tapi coba aja kalo lo bisa, tuh cewek udah cinta mati ma adek gw" jawab Doni menanggapi candaan Rendra.
"Jadi Mas Rendra kenal Bang Aryo juga?" Sela Zee masih penasaran.
"Ya kenal lah?"Jawab Rendra "Ini satu lagi siapa Don? kenalin gw dong? "Rendra baru menyadari ada Indira ditengah_tengah mereka
"Enak aja, kenalin dia calon istri gw, Indira! gak usah pake salam_salaman!"ucap Doni posesif
"Hah~...bukanya lo udah nikah? jangan bilang lo mau poligami? "Rendra tidak mengetahui status Doni yg sudah menduda.
"Sembarangan lo! gw udah duda, pernikahan gw yg dulu hanya bertahan satu tahun! "jelas Doni memflasback
"Salut gw Bro sama lo, bisa dapet daun muda, bagi dong rahasianya? "celetuk Rendra berbisik ditelinga Doni namun masih terdengar oleh Zee dan Indira.
Plak.. Doni membalas dengan keplakan di bahu Rendra.
"Hay... Dedek gemeznya Abang? "Spontan empat pasang mata menoleh ke asal suara yg tiba_tiba mengagetkan mereka berempat.
"Waalaikum Salam Abang? "Sindir Zee kepada Aryo yg sudah berdiri disampingnya
"Oh ya lupa, Assalamualaikum? "jawab Aryo cengengesan.
"Ada apa ini, kok tumben pada ngumpul disini?"tanya Aryo ketika menyadari ada Doni dan Indira.
"Ini Indira ngotot ingin ketemu Zee, katanya kangen sama cewek lo! "jelas Doni
"Gimana kabar lo Ar? "sapa Rendra sambil berdiri menghadap Aryo.
"Bang Rendra? "tunjuk Aryo yg disambut salaman khas para pria oleh Rendra
"Kok bisa disini, ngapain Bang? "Aryo pun menyambut salaman dari Rendra
"Gw mau nikung cewek lo, gw kerja disini jg bareng cewek lo! "Rendra menggoda Aryo.
"Dek, besok kamu gak usah kerja lagi, disini udah gak aman buat hubungan kita, mulai ada penyusup masuk! "ujar Aryo yg disambut gelak tawa dari mereka berempat.
"Udah sini duduk" Rendra menarik lengan Aryo untuk duduk dikursi yg dipakainya tadi. "Kalian tunggu disini dulu, gw buatin makanan buat kalian, gw koki di sini" ujar Rendra sambil berlalu meninggalkan Aryo, Doni, Zee dan Indira.
__ADS_1
*Terkadang imajinasi lagi mampet, tapi ini jempol gatel pengen ngetik, Walhasil ceritanya agak maksa, gak nyambung di sambung_sambungin aja ya...
Jangan lupa Like dan komenya*