Experience Love "si Gadis Tomboy"

Experience Love "si Gadis Tomboy"
Kacau


__ADS_3

Zee terus menangis di dalam kamar kosnya, sesekali Zee menyentuh bibirnya, meski mereka belum sempat berciuman, namun Zee tidak menyangka jika Aryo hampir saja melakukanya.


Zee membayangkan jika saja dia tidak segera menyadari ketika hidungnya hampir bersentuhan dengan hidung sang tunangan, maka tidak bisa dibayangkan lagi apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Tidak mungkin! "Gumam Zee, menggeleng gelengkan kepalanya cepat, dengan deraian air mata yang terus mengalir.


Tak terasa tangisan Zee berhenti, Zee akhirnya terlelap dalam tidurnya dengan suara isakan yang masih tersisa keluar dari mulutnya.


______________


Ditempat lain, di dalam kamarnya, Aryo masih terus merutuki kebodohanya, dihamburkanya semua barang yang ada didalam kamarnya.


Kondisi kamar yang hampir mirip dengan kapal pecah, kaca yang ada di dalam kamar mandinya pun tidak luput dari tinjuan tangan Aryo.


Aryo membayangkan kondisi tunanganya saat ini, jika dirinya sudah sekacau ini, bagaimana dengan kondisi Zee?


Aryo tidak tahu lagi akan kelanjutan hubunganya nanti dengan sang tunangan. Mengingat Zee yang begitu sensitif dengan hal_hal yang masih dianggap tabu oleh Zee.


Hampir semalaman Aryo terjaga, kondisinya pun sangat kacau, dengan rambut yang acak_acakan. Aryo terduduk lemas ditepi ranjangnya dengan kedua lutut yang tertekuk keatas dan menangkupkan wajahnya diantara kedua lututnya, ditopang kedua lenganya.


Doni yang merasa curiga, karena sang adik masih belum keluar dari kamarnya, Doni pun berniat melihat kondisi Aryo.


Alangkah terkejutnya Doni dengan apa yang dilihatnya ketika membuka pintu kamar sang Adik. Keadaan kamar yang terlihat begitu kacau, dan melihat sang Adik berada di bawah tepi ranjangnya dengan kondisi jauh dari kata baik_baik saja.


Seumur hidupnya Doni belum pernah melihat Aryo sekacau ini. Doni menghampiri Aryo yang masih setia dengan posisinya.


"Yo, ayo bangun, lo gak boleh kaya gini! "Doni memegang bahu Aryo, Aryo mengangkat wajahnya dan melihat sang Abang yg sudah ikut berjongkok di hadapanya.


"Bang, gw takut semua akan berakhir sia_sia!"Aryo menatap sang Abang dengan tatapan sendu.


"Enggak Yo, semua akan baik_baik saja!"Doni berusaha menenangkan sang Adik.


Menurut Doni, adiknya tidak melakukan tindakan yang fatal, seperti halnya yang ia lakukan bersama sang kekasih. jadi semua masih bisa di bicarakan baik_baik dengan cara meminta maaf. Toh Aryo dan Zee bukanlah anak ABG yang masih labil, hanya saja butuh kesabaran Extra untuk bisa meminta maaf kepada seorang Zee.


Kali ini nampaknya Doni, harus ikut campur tangan, mengingat tanggal pernikahan mereka sudah hampir di depan mata, jangan sampai hal yang menurut Doni sepele itu akan menggagalkan semua rencana pernikahan yang sudah 80 persen hampir selesai.


Siang ini Doni dan Indira berniat untuk menemui Zee tanpa sepengetahuan Aryo.


"Zee lo gak papa kan? "Tangan Indira menggenggam tangan Zee. Terlihat mata sembab Zee dengan tatapan kosong.


"Gw gak papa! "Jawab Zee datar.

__ADS_1


"Gw tau, lo masih marah bahkan hati lo masih gak terima dengan perlakuan Bang Aryo kan, Zee? "Indira memeluk Zee, ketika bulir bening terlihat dari sudut mata Zee.


"Mas mohon maafin Aryo, Zee? "Doni mulai membuka suara.


"(...)"Zee masih terdiam, didalam hatinya sebenarnya sudah memaafkan Aryo, hanya saja Zee masih merasa kesal dengan tunanganya itu.


"Iya Zee, maafin Bang Aryo ya? kasihan dia semalaman dia gak tidur, kamarnya udah kaya kapal pecah, dari pagi dia gak mau keluar kamar dan gak mau makan sama sekali, terus hari ini dia bolos kerja!"indira mendramatisir ceritanya. Tetapi memanglah benar adanya kondisi Aryo saat ini.


"Apa kamu ingin, rencana pernikahan kalian berakhir begitu saja, ini sudah H-5 lho Zee?!"Zee sedikit terkejut dengan pernyataan Doni, padahal tidak ada sedikitpun terbesit di pikiran Zee untuk mengakhiri hubunganya dengan Aryo. Apa lagi membatalkan pernikahan yang selama ini Zee impikan bersama orang yang di cintainya.


"Ayolah Zee jangan marah lagi ya?maafin Bang Aryo!"Bujuk Indira, yang melihat Zee masih diam. "Lagian kan masih belum nempel kan Zee yang tadi malam itu?" Zee seketika melebarkan matanya ke arah Indira.


Doni hanya bisa menepuk jidatnya, mendengar pertanyaan konyol dari Indira, Doni pun menyenggol kaki Indira. " Apaan sih yank nanya itu segala!"Gumam Doni sedikit berbisik.


"Eh sorry!"Ucap Indira tanpa suara menoleh ke arah Doni.


"Sorry, Zee bukan maksud gw~.."


"Ya udah lupain! "Zee memotong ucapan Indira. "Bilang ke Bang Aryo, untuk beberapa hari ini, jangan temuin gw sampai waktu tanggal pernikahan tiba!"Pernyataan Zee dengan nada sedikit ketus. Bukan maksud Zee untuk menghindari Aryo, namun lebih tepatnya Zee hanya ingin menghindari hal_hal yang tak diinginkan.


Doni dan Indira bisa tersenyum lega mendengar pernyataan dari Zee.


"Dan satu lagi, suruh Bang Aryo minta maaf sendiri ke gw tanpa nemuin gw? "Indira dan Doni sedikit bingung dengan permintaan dari Zee, bagaimana caranya Aryo meminta maaf padanya tanpa harus menemuinya, sedangkan kebiasaan Zee jika sedang marah, ponsel selalu di nonaktifkan.


"Ya terserah dia lah, emang Bang Aryo gak punya Handphone?!"


"Masalahnya dari semalam dia ngehubungin lo, tapi Handphone lo gak aktif! "Zee sedikit terhenyak, dia lupa jika mematikan ponselnya.


"Batre gw low, belum sempat gw Charger! "Dusta Zee.


_____________


Bayang_bayang akan kondisi Aryo selalu menghinggapi fikiran Zee, namun rasa kesal pada tunanganya itu saat ini masih mendominasi.


Zee terus mondar_mandir dikamarnya, hati Zee meronta ingin sekali menghubungi Aryo, ingin sekali Zee mengetahui kondisi tunanganya itu. Apalagi setelah mendengar cerita dari Indira.


"Telfon gak ya... Telfon gak ya...? "gumam Zee sembari menggigit kuku di jari telunjuknya.


(🎢Cintamu senyaman mentari pagi, seindah pel~..)


Zee sedikit terlonjak mendengar dering ponselnya berbunyi, di lihat nama pemanggil yg tertera di layar ponselnya, sudut bibir Zee terangkat ketika mendapati nama pemilik kontak, segera Zee menggeser panel hijau kebawah.

__ADS_1


"Halo, Assalamualaikum.. "Sapa orang diseberang sana.


"Waalaikum Salam" Jawab Zee dengan nada datar.


"Dek? "


"Hhhmmm"


"Masih marah? "


"Iya! "


"Maafin Abang ya? Abang khilaf! "


"(....)"Zee diam, namun terukir senyum dibibirnya, dia senang bisa mendengar suara Aryo meski masih ada rasa kesal di hatinya.


"Kok diam? "


"Males ngomong! "


"Jadi, gimana? Abang dimaafin gak? "


"Iya! Tapi jangan diulangi lagi! "


"Iya, Abang Janji. "


"Satu lagi, mending kita gak usah ketemu dulu sampai hari H! "


"Kok gitu sih Dek, tapi kan Abang kang~.."


"Gak ada tapi_tapian! Atau kita ba~..."


"Iya... ya Abang ngerti! "


"Ya udah, jangan lupa makan! Assalamualaikum.. "


"Waala~.."


Tut..


Tanpa menunggu jawaban salam dari Aryo, Zee terlebih dahulu memutuskan sambungan telfonya. Zee tertawa membayangkan bagaimana wajah gusar Aryo ketika mendapat jawaban_jawaban ketus dari mulutnya.

__ADS_1


Setidaknya kini Zee sudah merasa sedikit lega mendengar suara Aryo yg nampak masih baik_baik saja. *Ya begitulah lain di mulut lain di hati.


Jangan lupa tinggalkan Like dan komenya ya.. πŸ™πŸ™πŸ™*


__ADS_2