
"Assalamualaikum Dek"
"Waalaikum Salam, ada apa lagi Bang?
"Gak papa, cuma pengen tau aja, calon istri Abang ini sekarang lagi ngapain? "
"Ohw.. Ini aku lagi siap_siap!"
"Siap_siap buat besok malam ya Dek? "
"Jangan mulai, aku matiin ya? "
"Ya...ya jangan dong, kan Abang masih kangen? "
"Bang, ini udah ke Lima kalinya lho, Abang ngomong kangen dalam Satu hari ini. "
"Habisnya gimana dong, lama banget nunggu besok! "
Satu hari serasa setahun menurut Aryo. Meskipun akhirnya besok mereka akan dipersatukan oleh ikatan suci pernikahan di hadapan Tuhan.
Dikediaman Zee, Zee tengah bersiap_siap membawa barang_barang yang akan ia bawa, sebelum di boyong oleh sang Suami.
Ada rasa senang, haru dan sedih yang meliputi hati Zee saat ini. Zee senang sekaligus terharu, bahwa Zee akan melepas masa lajangnya dengan orang yg begitu ia cintai dan ia sayangi, begitupun sebaliknya dengan sang calon Suami.
Namun Zee juga meras sedih, dia harus meninggalkan kedua orang tua yang sangat ia sayangi, demi mengabdi kepada seorang suami.
"Zee, sudah beres_beresnya?"Tanya sang Ibu ketika masuk ke kamar Zee.
"Sudah hampir selesai buk? "Zee menoleh, dengan wajah lesu.
"Kok, calon pengantin mukanya surem gitu? "tanya sang Ibu, ikut marapikan baju Zee ke dalam koper.
Zee langsung merangkul sang Ibu, begitu erat. "Zee sedih buk, Hiks.. Besok Zee harus ninggalin Ibu sama Bapak hiks.. hiks.. "
"Bukanya sudah terbiasa kamu ninggalin Ibu sama Bapak? "Sang Ibu melepas rangkulan Zee, mengusap lembut air mata Zee dengan jemari kasar sang ibu.
"Tapi kali ini beda buk, Zee gak akan bebas lagi seperti dulu jika ingin bertemu dengan Ibu dan Bapak! "
Sang ibu tersenyum."Ibu rasa suami kamu, Orang yang baik, dia gak akan melarang kamu untuk bertemu Ibu dan Bapak, yang penting kamu harus nurut kepada suami, jangan melawan suami, jadilah istri yang baik untuk suami kamu, lakukan kuwajiban kamu sebagai seorang istri, dan satu lagi jangan suka usil sama suami. "Petuah sang Ibu sambil mencubit hidung Zee.
"Auww.. sakit buk?" Rintih Zee, memegang hidungnya yg sedikit merah.
"Gitu aja bilang sakit! Besok malam masih ada yang lebih sakit! "Celetuk sang Ibu dengan senyuman jahilnya lalu beranjak keluar dari kamar Zee.
__ADS_1
"Apanya yang sakit? "Gumam Zee, bergidik ngeri.
_______________
"Sudah beres Yo, kejutan buat Zee? "Tanya Doni, melihat sang Adik yang baru datang entah dari mana.
"Sudah beres dong, tinggal menunggu eksekusinya doang.. hehehe." Jawab Aryo, dengan menaik turunkan alisnya.
"Wah, calon pengantin wajahnya pada seger_seger?"Suara seseorang yg baru datang dari arah dapur.
Aryo dan Doni menoleh, dan tersenyum. "Iya dong Bu, masa calon pengantin cemberut? Yang ada ntar calon istri kita kabur lagi?"Jawab Doni.
"Iya deh, Ibu ngerti yang lagi pada happy?" Ujar sang ibu, ikut duduk sambil merangkul Putra bungsunya.
"Jadi Aryo aja ni, yang dipeluk? Doni nggak?" Doni pura_pura cemberut melihat sang Adik merangkul sang Ibu dengan manja.
"Sirik aja lo Bang, inget umur! "Sela Aryo
"Udah.. Sini_sini Abang duduk juga sebelah Ibu, biyar Ibu peluk kedua Putra Ibu! "Ujar sang ibu, sambil menepuk tempat kosong yang ada disebelahnya.
Begitulah kedekatan sang Ibu terhadap kedua Putranya. Meskipun Aryo dan Doni sudah dewasa namun mereka tetap berlaku manja bila di hadapan sang Ibu.
"Pokok nya Ibu gak mau tau, kalian harus cepet2 kasih cucu buat ibu!" Ujar sang Ibu tiba2, membuat Aryo dan Doni menegakan kepalanya yg sebelumnya bersandar di bahu kanan kiri sang Ibu.
"Yee... Lo mah enak, udah ngadon duluan!" Jawab Aryo sedikit kesal dengan sindiran Doni.
"Udah_udah bisa gak sih kalian itu rukun barang sebentar saja!" Lerai sang Ibu, sebelum adu mulut berlanjut antar kedua Putranya. Sang Ibu sudah tidak heran lagi dengan ucapan Aryo, karena sang Ibu dan Ayah sudah mengetahui perihal kecelakaan Doni dan Indira, maka dari itu alasan pernikahan dipercepat.
_______________
Keesokan harinya...
"DONI, ARYO... Ayo buruan, keburu telat ini, ditinggal Penghulu tau rasa kalian! "Teriak sang Ibu dari ruang tamu, yang sedikit merasa kesal terhadap kedua Putranya yang masih belum muncul dari kamar.
"Iya bu, ini Aryo juga udah selesai! "Jawab Aryo, sambil mengkancingkan lengan kemejanya.
"Udah Ayo berangkat! "Ucap Doni yang sudah muncul dari kamar.
"Ayah mana Bu? "Tanya Aryo, clingak_clinguk mencari sang Ayah.
"Ayah kalian sudah lumutan, nunggu kalian di mobil, dari tadi pagi! "Jawab sang Ibu sambil berlalu keluar.
_______________
__ADS_1
Pagi ini Aryo dan Doni akan melaksanakan prosesi Ijab Qobul di sebuah masjid besar yang letaknya tidak jauh dari gedung resepsi mereka menggelar acara.
Rasa tegang menyelimuti perasaan Doni dan Aryo. Meskipun ini bukan pengalaman pertama untuk Doni, namun tetap saja Doni merasa tegang. Berbeda dengan Aryo karena ini pengalaman pertama untuknya, jadi wajar ia merasakan ketegangan yang luar biasa.
Semenjak Aryo dan Doni memasuki ruang dalam Masjid, mereka tidak menemukan sosok Bidadari yang mereka rindukan, hanya dari masing_masing keluarga besar yang terlihat berjajar rapi ditempatnya menunggu prosesi Ijab Qabul berlangsung.
"Calon istri kita pada kemana Bang? "Tanya Aryo setengah berbisik ke telinga Doni.
"Mungkin mereka ada diruang khusus jamaah perempuan, nanti kalau suda sah, mereka akan diajak kemari." Jelas Doni, sesuai pengalamanya terdahulu.
"Oh gitu ya, gak sekalian aja main peta umpet? "Kelakar Aryo mengusir ketegangan.
Ekhem... Ekhem...
Deheman dari Pak Penghulu, menghentikan perbincangan Aryo dan Doni, seketika ketegangan kembali menyeruak.
"Jadi bagaimana? Mas Aryo dan Mas Doni Sudah siap? "Tanya Pak penghulu.
"Siap Pak! "Aryo
"Sudah Pak! "Doni
Dimulai dari Doni sebagai saudara tertua yang terlebih dahulu mengucapkan ikrar Ijab Qabul, Dengan satu tarikan nafas, Doni lancar mengucapkanya.
"SAH... SAH... SAH..! "Seruan dari saksi yg diikuti suara dari semua keluarga.
Kali ini giliran Aryo menjabat tangan Bapak Zee selaku Wali untuk Putrinya, karena Bapak Zee ingin menikahkan anak satu_satunya itu tanpa perwakilan dari Wali hakim.
Hentakan tangan dari tangan mertuanya, Membuat Aryo sedikit terkejut dan membuat Aryo begitu lancar mengucapkan Ijab Qabul dengan satu tarikan nafas.
"SAH...SAH... SAH...! "Seruan kedua kembali terdengar dari saksi dan diikuti semua keluarga.
Zee dan Indira pun keluar dari sudut ruangan masjid, dengan diikuti beberapa pengiring dan ibu dari masing_masing mereka.
Aryo dan Doni mengarahkan pandanganya ke arah perempuan yang kini telah sah menjadi istri mereka. Dengan tatapan takjub akan keindahan, yang Tuhan ciptakan untuk mereka.
Zee dan Indira berjalan menghampiri para Lelaki yang telah sah menjadi suami. Zee dan Indira duduk bersimpuh di hadapan masing2 suami mereka. Lalu mencium tangan para suami dan para suami mencium kening para Istri dihadapan semua keluarga.
Dan ditutup Doa oleh Pak Penghulu. Kemudian dilanjutkan dengan acara sungkem meminta Doa restu kepada masing_masing keluarga. Tangis haru bercampur Bahagia tengah menyelimuti semua orang yang hadir. Khususnya untuk para keluarga mempelai.
*Begitulah kira_kira pendeskripsian Author untuk prosesi Akad nikah Aryo dan Doni. Author mohon maaf jika ada hal yang terlewatkan.
Jangan lupa Like dan komenya.. 🙏🙏🙏*
__ADS_1