FOREVER HATE YOU

FOREVER HATE YOU
60. Pria asing


__ADS_3

Arthur cukup sibuk hari ini, dia belum sempat untuk mengunjungi Brianna dan Chico lagi. Ada banyak email yang dia dapatkan dari Canada terkait pekerjaannya. Dia harus menyelesaikan itu dulu karena sudah terlalu lama menunda untuk memeriksanya.


Dikarenakan hal itu pula, Arthur memilih untuk memberi perhatian pada Brianna lewat kiriman paket yang sengaja dia beli lewat online.


Setelah melihat keseharian wanita itu kemarin, Arthur pikir Brianna suka merawat tanaman. Alhasil, dia pun berinisiatif membelikan Brianna tanaman yang memiliki filosofi baik seperti bunga baby breath. Bunga berwarna putih kecil-kecil itu melambangkan cinta abadi, dan itu yang Arthur harap dari hubungannya bersama Brianna.


Akan tetapi, saat dia menelepon Brianna, dia justru mendapat jawaban yang membuatnya jantungnya mencelos. Brianna bilang dia membuang paketnya, juga menginjaknya. Rasa-rasanya Arthur kehabisan kata. Ingin marah, tapi dia juga sadar jika begitulah sikap yang dulu kerap kali dia lakukan dihadapan wanita itu setiap Brianna memberikannya paket kiriman.


"Tapi, itu kan bukan darinya. Jika paket itu darinya mungkin aku tidak akan membuangnya seperti itu," sesal Arthur merenungi kesalahannya di masa lalu.


Arthur jadi kehilangan mood baiknya karena hal ini, dia tidak fokus lagi untuk memeriksa pekerjaannya. Akhirnya dia keluar dari hotel tempatnya menginap selama di New York, kemudian menuju Apartmen Brianna. Dia tidak bisa membiarkan wanita itu terus seperti ini kepadanya, dia tidak mau Brianna membalas perbuatan yang sama dengan yang dia lakukan dulu sebab dia sudah menyesalinya sekarang.


Arthur menekan bel dikediaman Brianna tapi tidak ada sahutan apapun. Dia bertanya pada orang yang lewat di koridor Apartmen, menanyakan dimana keberadaan Brianna.


"Oh, mungkin mereka sedang mengikuti acara perkumpulan tetangga di rooftop Apartmen. Kau bisa mencari mereka disana," jawab seorang anak remaja yang ditanyai Arthur.


"Oke, thanks."


Arthur naik ke atap gedung untuk melihat acara apa yang diikuti oleh Brianna. Mungkin Chico juga dibawa kesana.


Sesampainya Arthur di rooftop gedung Apartmen itu, dia melihat banyak orang yang berkumpul. Ada yang bermain musik, menari bahkan menikmati panganan yang disediakan.


Mata Arthur menyelusuri seluruh penjuru tempat itu yang cukup luas, dia mencari keberadaan Brianna diantara ramainya orang. Dan dia menemukannya. Brianna sedang bersama Zach dan Flo, mereka tampak mengobrol dan bersenda gurau sebab beberapa kali tampak tertawa.


Arthur mencari-cari keberadaan putranya, ternyata Chico sedang bermain bersama anak-anak seusianya, tapi juga ada seorang pria yang tidak Arthur kenali, pria itu tampak paling akrab dengan Chico dibandingkan dengan anak yang lain, mereka bahkan terlihat layaknya ayah dan anak.


Atau ini hanya perasaan Arthur saja? Entah kenapa Arthur tidak menyukai hal itu, dia merasa cemburu karena sejak awal dia selalu sulit untuk membayangkan jika posisinya sebagai ayah kandung Chico akan digantikan oleh pria lain.


Arthur berderap, hendak mendekat pada Chico yang bermain mobil-mobilan di sebuah rumput sintesis disana. Namun sebelum Arthur benar-benar tiba didekat Chico, bocah itu lebih dulu menyadari kehadirannya.


"Dad? Kau disini?" panggil Chico dengan suara girang. Bocah itu sampai berdiri dan menyongsong kedatangan Arthur disana.


Hal yang dilakukan Chico lantas membuat Brianna dan yang lainnya turut menyadari kedatangan Arthur ditengah-tengah mereka. Zach langsung mendengkus tak suka, sementara Flo menyentuh tangan suaminya untuk menenangkan sikap pria itu.

__ADS_1


Brianna sendiri hanya bisa diam ditempatnya, dia tak mungkin melarang pertemuan Arthur dan Chico lagi, sebab diapun sudah mulai menerima pria itu dihidupnya. Satu-satunya alasan Brianna bisa mencegah kedatangan Arthur mungkin hanya karena menghargai Zach yang belum menyukai pria itu.


"Oh ... anak Daddy," kata Arthur yang langsung membawa Chico dalam gendongannya. Dia hirup aroma khas bocah itu, yang membuatnya semakin merasa dekat dengan sang putra, juga merindukannya.


"Dad, ayo ikut bermain. Bersama teman-temanku!" ajak Chico antusias.


"Boleh?"


"Of course!" jawab Chico bersemangat.


Arthur membawa Chico ke tempatnya semula dimana banyak mainan anak-anak tergeletak. Ada perosotan mini juga ayunan kecil yang sengaja dipasang disana sebagai pelengkap arena bermain anak-anak seusia Chico.


"Mereka semua teman-temanku. Ini Natalie, ini Sienna, dan ini Stuart," kata Chico memperkenalkan semua teman-temannya.


"Hallo all!" sapa Arthur berlagak ramah. Dia tidak terlalu menyukai anak kecil sebenarnya, tapi Chico mampu membuatnya bisa untuk bersosialisasi dengan para bocah-bocah ini.


"Hai, paman!" jawab mereka serentak.


"Paman, apa kau Daddy nya Chico?" tanya gadis kecil yang Chico perkenalkan dengan nama Natalie.


"Yah, aku Daddy nya!" jawab Arthur penuh rasa bangga.


"Wah, ternyata Chico benar-benar punya Daddy!" kata Sienna yang sepertinya lebih tua beberapa tahun dari Chico, sepertinya dia sudah 6 atau 7 tahun.


"Apa aku bilang," kata Chico cekikikan. Sepertinya bocah itu sudah menceritakan bahkan membanggakan diri didepan teman-temannya bahwa dia memiliki seorang Daddy.


Arthur hanya tersenyum menanggapi percakapan polos bocah-bocah tersebut, meski begitu dia sadar jika sejak tadi pria yang bermain dengan para bocah disana tengah memperhatikannya.


Arthur menatap pria itu yang direspon oleh sang pria dengan senyuman tipis.


"Dia adalah David, Dad. Dia juga temanku," ujar Chico yang melihat arah pandangan Arthur.


"Aku David, tetangga mereka." Pria itu mengulurkan tangan ke arah Arthur yang disambut Arthur dengan kaku.

__ADS_1


"Arthur."


"Kau Daddy-nya?"


Arthur mengangguk.


David terkekeh sekilas. "Benar-benar Daddy-nya atau hanya kekasih Brianna?" tanyanya kemudian.


"Dua-duanya," jawab Arthur jumawa. Dia melihat kilat aneh dimata David, seperti sebuah kecemburuan akan statusnya.


"Ah, aku pikir---"


"Arthur!" Tiba-tiba Brianna datang dan menyela percakapan kedua pria dewasa itu. Otomatis Arthur pun menoleh pada wanita yang sudah menjadi istrinya tersebut.


"Kenapa kau disini?" tanya Brianna, dia mengabaikan David disana.


"Aku hanya ingin melihat kalian."


"Kau bilang kau sibuk."


"Aku tidak bisa konsentrasi karena kau membuang paket dariku dan menginjaknya," bisik Arthur pada Brianna.


Brianna terkekeh, namun dia tak sengaja melihat wajah merah David diujung sana.


"Uhm, kita bicara di Apartmen saja." Brianna jelas-jelas berniat menjauhkan Arthur dari David, dan entah kenapa Arthur seakan bisa membaca gelagat itu. Yang tentu saja membuat Arthur semakin merasa penasaran dengan semua ini. Apa ada sesuatu yang terlewatkan olehnya? Begitulah pemikiran pria itu.


"Oke. Chico bagaimana? Kita ajak untuk ikut pulang?"


Brianna menggeleng. "Tidak, ada yang mau ku bicarakan denganmu. Chico tidak akan mau pulang sekarang karena dia masih asyik bermain disini, ada Flo dan Zach yang akan menjaga dan mengawasinya."


Arthur tersenyum. "Baiklah," katanya.


Arthur menatap David kembali, tapi yang Arthur dapati adalah David tengah menatap Brianna dengan intens serta tatapan sendu yang sulit untuk diartikan.

__ADS_1


"Ayo, Arthur!" Brianna bahkan menarik lengan Arthur agar cepat beranjak dan tidak terus berada disana.


...To be continue......


__ADS_2