
"Dad, menikah itu apa?" tanya Chico polos pada Arthur yang berdiri disebelahnya.
Arthur dan Brianna saling bertatapan satu sama lain, kemudian Brianna yang mengambil alih untuk memberikan penjelasan pada Chico.
"Menikah itu adalah kepentingan orang dewasa, yang sepatutnya belum boleh Chico ketahui, sebab kau masih kecil, Sayang," ujarnya memberi pengertian.
Chico berkedip dengan pancaran rasa ingin tau di kedua binar matanya. Jika sudah begini, Brianna tau pasti kalau, akan ada pertanyaan lain yang bakal dilontarkan lagi oleh bocah itu.
"Sudah, jangan menanyakan hal-hal yang belum bisa kau mengerti, Sayang," ujar Brianna lagi, yang kali ini menghampiri Chico sembari mengelus puncak kepala bocah itu.
"Tapi aku ingin tau apa itu menikah, Mom."
Kembali Arthur dan Brianna saling menatap. Sementara Jane yang juga ada disana terkekeh menyadari sifat kritis yang dimiliki bocah kecil itu.
"Menikah itu dilakukan orang dewasa, untuk saling mengasihi dan menyayangi." Jane pun menimpali.
"Kalau begitu, apa saat aku dewasa nanti aku harus menikahi Momma ku agar bisa terus mengasihi dan menyayanginya?" tanya Chico yang semakin membuat ketiga orang dewasa itu bingung harus menjawab apa.
Arthur menekuk kakinya dihadapan Chico agar bisa menyetarakan tinggi tubuh bocah itu. "Chico, menikah itu akan dilakukan bersama pasangan. Kalau kau dewasa nanti, kau akan menikah dengan pasanganmu, bukan dengan Momma-mu," terangnya, berharap Chico dapat menangkap maksud dari ala yang dia sampaikan meski diapun tak yakin. Jujur, kadang Arthur tak bisa menebak isi pikiran bocah itu yang terkadang diluar prediksinya.
Arthur tak habis pikir bagaimana selama ini Brianna merawat dan mengasuh Chico, juga menjawab segala pertanyaan-pertanyaan sang anak yang kadang sulit sekali untuk dijawab sesuai dengan pengertian yang dapat dimengerti sang anak.
"Kalau begitu, Momma harus punya pasangan untuk menikah, kan, Dad?" tanya Chico kemudian.
Arthur tersenyum simpul. "Ya," jawabnya singkat.
"Lalu, siapa pasangan Mom dan siapa yang akan menikah dengannya?" Chico kembali bertanya karena belum merasa puas dengan jawaban mereka semua terkait pertanyaannya.
Brianna menghela nafas panjang. Dia yang hendak menjawab kali ini, namun Arthur lebih dulu membuka suara untuk merespon pertanyaan bocah itu.
"Kau tau pasangan seorang ibu adalah seorang ayah, kan?" ujar Arthur pada Chico dan Chico pun mengangguk.
"Kalau begitu, pasangan Mom adalah Daddy. Maka dari itu, Daddy yang akan menikah dengannya."
Chico menatap Brianna sekarang. Tatapannya itu seolah mengandung banyak pertanyaan.
"Benarkah, Mom? Jadi Dad yang akan menjadi pasanganmu? Lalu menikah denganmu?"
Brianna tampak menggosok leher belakangnya sekilas. "Y-yah," jawabnya gugup.
Arthur terkekeh kemudian. "Begitulah yang seharusnya, Daddy berpasangan dengan Momma, kau setuju?" tanyanya menatap Chico.
"Tentu saja, Dad!" jawab Chico bersemangat dan antusias.
Jane tertawa kembali. Dia senang Chico sudah memahami meski harus mendapat penjelasan yang sangat hati-hati dari mereka bertiga.
__ADS_1
"Jadi, kapan Daddy dan Momma akan menikah?" tanya Chico yang tidak henti-hentinya melemparkan pertanyaan polosnya.
...***...
Chico tertidur setelah menonton serial kartun yang diputar Arthur di ruang tv rumah Jane. Karena itu, Jane mengusulkan untuk memindahkan bocah itu ke kamar tamu yang ada di rumahnya.
"Jangan bangunkan dia, pindahkan saja ke kamar tamu." Jane berujar pada Arthur yang hendak mengajak Chico pulang sebelum akhirnya menyadari jika bocah itu telah tertidur pulas.
"Tapi, Nyonya... kami harus pulang," ujar Brianna sungkan. Menolak dengan halus tawaran mertuanya itu.
Jane menatap Brianna sekarang. "Bukankah kau sudah sepakat untuk memanggilku Mommy, tadi?" tanyanya.
"Ah." Brianna menggaruk pelipisnya yang tak gatal. "Maaf, aku hanya belum terbiasa," jawabnya.
Jane menipiskan senyum. "It's oke, lama kelamaan kau akan terbiasa, Bri," ujarnya.
Arthur mengangkat Chico menuju kamar tamu yang ada dikediaman ibunya tersebut. Meninggalkan Brianna dan Jane berdua diruang tv.
"Aku jadi kepikiran untuk merenovasi rumah agar Chico memiliki kamar sendiri disini nantinya," kata Jane mengagetkan Brianna.
"Uhm, apa itu tidak berlebihan?" tanya wanita itu.
"Tak apa, lagipula ini rumah neneknya sendiri. Kelak, saat dia sudah sekolah nanti, dia bisa menghabiskan akhir pekan disini, juga saat liburan musim panas."
Brianna mengangguk-anggukkan kepalanya dengan keki, jujur saja dia merasa Jane amat baik menerima putranya. Tapi bukankah itu wajar sebab Chico memanglah cucu kandungnya?
"Ya, itu benar. Menginap saja disini. Arthur belum pernah kembali menginap sejak kepulangannya ke New York. Padahal rumah ini adalah rumahnya juga. Mom sangat senang jika kalian mau bermalam disini. Suasana akan menjadi ramai."
Lagi-lagi Brianna bingung, hendak menolak tapi dia sungkan dengan kebaikan Jane yang sudah menerima kehadirannya malam ini.
"Baiklah. Kita tunggu sampai Chico bangun. Jika dia terbangun baru aku akan mengajaknya pulang," ujar Brianna.
Sebenarnya Brianna tak yakin jika Chico akan kembali terbangun lagi, sebab kebiasaan bocah itu jika sudah tertidur di jam ini maka akan bangun di keesokan harinya. Apalagi ini memang sudah memasuki jam tidur Chico.
Dan benar saja, sampai pukul 10 malam Chico tidak terbangun dari tidurnya. Bocah itu tampak lelap saat Brianna menghampirinya ke kamar tamu.
"Baiklah, aku akan menginap disini." Brianna mengatakan itu dengan raut keki.
Arthur tersenyum, dia menarik lengan Brianna menjauh dari ranjang yang Chico tempati.
"Ada apa?" tanya Brianna bingung.
"Kita tidur di kamarku yang ada dirumah ini."
Mata Brianna membola mendengarnya.
__ADS_1
"A-aku tidur disini saja bersama Chico." Brianna jelas gugup sekarang.
Arthur terkekeh pelan. "Mom tau kita sudah menikah, dia tidak akan melarang kita, dia tau ini privasi kita dan hubungan rumah tangga kita."
"Privasi? Rumah tangga?" Brianna semakin kebingungan. Dia menggosok lengannya sendiri dengan salah tingkah.
"Ya, kau lupa kita sudah menikah?"
"Tapi, Arthur ..." Brianna hendak menolak ajakan Arthur menginap satu kamar dengannya, tapi status mereka yang sudah menikah membuat Brianna mati kutu.
"Ayo, kamar ku ada di sayap kanan," ujar pria itu tak menerima penolakan Brianna apapun alasannya.
"Chico ... bagaimana? Aku tidak mungkin membiarkannya tidur di kamar ini sendirian. Aku disini saja agar bisa menemaninya."
"Sayang, di Apartmen-mu Chico sudah terbiasa tidur dikamar sendiri, kan? Ku pikir tidak masalah jika malam ini dia juga tidur sendiri disini."
"Aku takut penyakit Chico kambuh ditengah malam tapi tidak ada yang mengawasinya, letak kamar ini ke kamarmu pasti jauh, tidak seperti di Apartmenku yang bisa mendengar apa yang terjadi pada Chico sebab kamar kami bersebelahan," kata Brianna mencari-cari alasan.
Arthur mengangguk. "Yah, kau benar juga. Kalau begitu kita tidur disini saja bersamanya."
"Kita?"
Arthur mengiyakan. "Iya. Kita. Apa ada masalah? Kita keluarga, bukan?" ujarnya membungkam bibir Brianna yang tadinya ingin kembali memberi alasan klise.
"Ba-baiklah." Brianna tak bisa menolak apapun lagi sekarang, seolah Arthur memiliki kartu As yang tidak bisa dia kalahkan.
"Mau ganti baju?" tawar Arthur kemudian.
Brianna melirik gaun yang dia kenakan malam ini untuk perjamuan makan malam bersama Jane tadi, dia tau ini takkan nyaman untuk dia kenakan saat tidur.
"Aku tidak membawa baju ganti untuk tidur."
"Itu soal mudah. Kau bisa mengenakan bajuku seperti waktu itu."
Wajah Brianna merona. Dia ingat bagaimana saat di Milan dia terpaksa mengenakan kaos milik Arthur.
"Okey." Brianna mengangguk malu-malu. Padahal ini bukan pertama kalinya untuk dia tidur bersama dengan Arthur, tapi entah kenapa ada yang berbeda dari perasannya kali ini.
"Aku akan mengambilkan bajunya untukmu. Tunggu sebentar," tutur Arthur lembut.
Sekali lagi Brianna tak bisa berkata-kata, bahkan pria itu mau mengambil sendiri baju untuk dia kenakan.
"Aku akan segera kembali." Arthur menutup pintu kamar dan disitulah Brianna baru bisa meraup oksigen sebanyak-banyaknya.
"Hhhh... ada apa denganku? Kenapa aku mendadak gugup begini?" gumam Brianna memegang dadanya sendiri yang terasa berdegup begitu kencang.
__ADS_1
...To be continue......