Forever Young

Forever Young
BAB XII Pekan Olahraga


__ADS_3


Satu per satu siswa maju membawakan lagu dengan suling mereka. Praktek berjalan lancar dan Guru Seni Budaya merasa bahagia membuatnya mengakhiri pelajaran tanpa memberi pekerjaan rumah. Para siswa XI MIA I pun bersorak atas berkurangnya satu pekerjaan rumah mereka untuk hari ini.


Elang, Ketua Kelas XI MIA I baru saja masuk ke dalam kelas. Pagi tadi dia meminta dispensasi karena harus menghadiri rapat sebagai anggota OSIS.


Mereka telah selesai membahas tentang rencana Pekan Olahraga yang akan diadakan minggu depan sehingga saat ini Elang bertugas untuk mengumumkannya di depan kelas.


Elang menempelkan dua kertas di papan tulis. "Perhatian - perhatian. Gue mau ngumumin sesuatu."


Para siswa menghentikan aktivitasnya dan menatap penasaran pada ketua kelas mereka.


"Ehem. Jadi guys, minggu depan kita ada Pekan Olahraga yang akan dilaksanakan selama 5 hari. Kali ini sangat istimewa. Karena dalam beberapa perlombaan, pesertanya terdiri dari gabungan SD, SMP dan SMA sekolah kita."


"Yang bener aja lo, Lang? Kita disuruh ngelawan bocil?" celetuk Joshua.


Sekolah tempat mereka belajar disebut Sekolah Harapan Tinggi (Hati) atau lebih dikenal oleh masyarakat sebagai Liver School. Sesuai dengan namanya, visi dan misi dari sekolah ini memiliki harapan tinggi pada para siswanya dalam menuntut ilmu sehingga bisa menjadi orang - orang yang akan berguna bagi kesejahteraan masyarakat.


Liver School memiliki luas sekitar 30 hektar. Ada 116 ruang kelas yang terdiri dari 8 kelas jenjang pendidikan Taman Kanak - Kanak (TK), 12 kelas jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD), 48 kelas jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 48 kelas jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA).


Liver School dilengkapi dengan 4 lapangan yang digunakan untuk sepak bola maupun basket, 2 gedung olahraga untuk kegiatan indoor, 7 laboratorium sains, 1 gedung perpustakaan dengan lima lantai, 1 gedung konser dengan kapasitas 800 orang, 1 lapangan tembak, 1 tempat pacuan kuda yang memiliki 15 kuda, 1 lapangan golf, 3 kolam renang outdoor, 2 kolam renang indoor, 2 lapangan bulu tangkis, dan 4 gedung serbaguna.


"Uhuk. Karena beberapa lomba kekurangan sumber daya manusia, contohnya basket jadi pertandingan akan dilakukan antara perwakilan tim SMA dengan tim SMP," jawab Elang.


Wajah Joshua menjadi jelek. Elang berkata benar, hanya ada 10 orang di tim basket mereka sehingga mereka hanya bisa bersaing dengan adek kelas yang masih SMP.


"Oke, gue lanjutkan. Pekan Olahraga ini mengadakan lomba untuk 11 cabang olahraga yaitu basket, futsal, tae kwon do, karate, tenis meja, bulu tangkis, renang, anggar, balap kuda, menembak, dan memanah."


"Wow, lebih banyak dari tahun lalu." Salah satu siswa berkomentar.


"Ya, lebih banyak. Karena itu setiap kelas wajib mengirimkan minimal 5 orang untuk berpartisipasi. Gue akan data sekarang yang ingin berpartisipasi."


Para siswa dengan antusias mendaftarkan namanya. Elang memandang puas pada teman - teman sekelasnya yang sangat aktif. Dari 11 cabang olahraga, kelas mereka mengirimkan perwakilan di 9 cabang olahraga dan ada 2 yang tersisa yaitu tae kwon do dan memanah.


"Oh iya, selain itu akan ada pameran lukisan selama tiga hari pertama, ada bazar makanan juga dari Senin sampai Kamis. Untuk pameran lukisan kalian bebas mengirimkan karya kalian ke panitia. Dan buat bazar wajib diikuti oleh gabungan 2 kelas per stand bazarnya. Terus di malam penghargaan para juara lomba di hari Jumat nanti, akan ada pentas seni dari anak - anak ekstrakurikuler teater dan orkestra. Karena keterbatasan kursi jadi hanya para pemenang beserta orangtua mereka yang bisa ikut."


"Yaaahh.. " beberapa siswa kecewa.

__ADS_1


Elang terkekeh, "Tapi tenang, kita ada siaran langsung. Jadi jangan lupa buat nonton di akun medsos Osis kita."


"Mantap, Lang."


"Oke guys. Sekian dari gue. Karena masih ada waktu lima menit istirahat, kalian bebas mau ngapain aja. Gue mau kumpul daftar nama ini ke panitia. Thanks guys atas partisipasinya," ucap Elang berpamitan.


"Thank you, Lang."


"Makasih, Lang."


"Oke, Lang."


Rigel mengamati Nuna yang masih saja membaca buku. "Oe. Kok lo kagak ikutan?" Dia menusuk lengan Nuna.


Tidak ada jawaban.


"Oe, budek ya? Nuna, lo kagak tiba - tiba budek kan?"


"Tidak ada waktu."


"Kagak ada waktu gimana? Kan selama seminggu kita dibebasin dari belajar buat ikut Pekan Olahraga?" tanya Rigel bingung.


"Terus pas temen - temen lo jadi supporter, lo mau diem di kelas gitu?"


"Ya."


Rigel menatap tak percaya. Betapa hidup membosankan!


"Perintah selanjutnya, lo harus nemenin gue dukung temen- temen kita di lomba," ucap Rigel. Dia sangat senang belajar, kan? Maka dia akan menghalanginya belajar, hmph!


Pokoknya misi membuat Nuna merasa menyesal harus sukses. Jadi Rigel akan menaikkan level kemarahan Nuna sehingga Nuna akan menyesal telah membuat masalah dengannya.


"Baik," ucap Nuna singkat.


"Woi Nuna." Joshua menepuk meja Nuna hingga bergetar. "Kok lo enggak ikut lagi sih, tahun kemarin lo juga skip, semua teman sekelas kita kecuali lima orang pada join demi kelas kita. Itu pun Elang ama dua orang lain panitia, Rigel cacat, dan satunya lo."


"Sapa yang lo bilang cacat, hah?" tanya Rigel yang tidak terima.

__ADS_1


Joshua melambaikan tangannya dan terus berbicara dengan Nuna. "Lo sama sekali enggak ada solidaritas antar temen, lho Nuna. Gue tahu lo jago dalam memanah. Lo tahu enggak? Gegara mama gue yang mantan atlet olimpiade panahan ngeliat lo latihan dengan skor sempurna, lo tiba - tiba jadi anak tetangga gaib yang sering dibandingin ama gue, tahu enggak!"


Bimo menepuk bahu Joshua dengan keras. "Kok lo jadi marahin Nuna sih, Jo?"


"Sorry, sorry. Gue kebawa emosi." Joshua meringis mengusap bahunya yang panas. "Intinya gue cuma mau bilang ke lo, tunjukin kalo lo bagian dari XI MIA I."


Joshua kemudian pergi keluar kelas bersama Bimo. Rigel yang merasa aneh dengan sikap Joshua menyusul mereka berdua.


"Ngapain lo ngikutin kita?" tanya Joshua pada Rigel.


Ketiganya berada di belakang gedung perpustakaan.


"Gue ngerasa sikap lo ke Nuna kayag ada udang di balik batu. Jelasin ke gue, kenapa lo tiba - tiba minta Nuna berpartisipasi?" tanya Rigel curiga.


Joshua tertawa, "Udang apaan? Omongan gue tadi bermaksud dalam arti secara harfiah kok. Gue bener - bener pengen Nuna enggak sia - sia in bakatnya. Dan yang terpenting, ketika satu kelas dapat 7 bintang, mereka bisa dapat liburan gratis ke Bali sekelas."


Rigel mendengus. "Itu udangnya! Btw bintang apaan dah? Si Elang kagak ngomongin bintang tadi."


Bimo menjawab, "Di Pekan Olahraga ada grand prize, yaitu liburan ke Bali untuk kelas yang berhasil dapat 7 bintang. Bintang ini didapat saat lo bisa jadi juara tiga besar dalam lomba. Dimana kalau ada perwakilan mendapat 2 bintang atau lebih di satu cabang olahraga, maka yang dihitung cuma satu. Intinya harus menang di 7 cabang olahraga."


"Sangat sulit," komentar Rigel. "Tahun lalu ada kelas yang berhasil?"


"Kagak. Juara umum tahun lalu cuma bisa kumpul 5 bintang," jawab Joshua.


Rigel menepuk bahu Joshua. "Tenang. Gue punya cara biar Nuna mau ikut lomba."



◾◾◾


Cerita sampingan


Tanio : (melihat Nonanya berlatih memanah di lapangan) Nona, mengapa anda memanah di luar jadwal?


Nuna : Hanya ingin (mengambil tiga panah dan menembak berturut - turut di titik yang sama, menyebabkan panah pertama dan kedua terbelah menjadi dua bagian) Ini kurang menantang..


Tanio : ...

__ADS_1


Nuna : Tanio, berdiri di sana dan taruh buah leci itu di kepala kamu.


Tanio : !!!


__ADS_2