Forever Young

Forever Young
BAB XXVI Jangan Keluar Malam Sendirian


__ADS_3


Nuna telah selesai makan malam dan keluar dari hotel untuk menghirup udara segar. Sangat jarang baginya untuk bisa berjalan di luar sendirian tanpa ditemani oleh Tanio. Nuna melihat jalanan yang ramai mayoritas dipenuhi oleh wisatawan asing yang berjalan kaki.


Rigel mengikuti Nuna dari jauh sehingga gadis itu tidak menyadarinya. Rigel berpikir gadis ini terlalu ceroboh untuk keluar di malam hari sendirian, apakah dia tidak sadar bahwa wajahnya dapat mengundang kejahatan?


Benar saja, Rigel melihat beberapa orang menghalangi langkah Nuna.


"Lo Nuna Callista?" tanya salah seorang dari dua remaja laki - laki yang mencegat Nuna.


"Ya, saya," jawab Nuna dengan jujur.


"Lo ikut gue," perintahnya.


Nuna menarik langkah mundur saat tangan remaja itu ingin meraihnya. Tetapi tubuhnya tiba - tiba diseret ke belakang untuk bersembunyi di balik tubuh seseorang.


"Rigel?" Nuna menatap bingung pada punggung yang menutupi tubuhnya.


Rigel menatap kedua orang itu, "Ngapain lo, Felix, Ipul ke sini?"


Felix terkekeh, "Bos pengen ketemu lo."


"Oh?" Rigel mencemooh. "Terus gue harus nurut gitu?"


"Lo bisa milih, ikut dengan rela atau kita paksa," ucap Ipul.


Rigel tertawa, "Nantangin gue lo? Sini maju lo berdua!" Rigel mendorong Nuna ke samping. "Lo balik hotel sekarang."


"Oh enggak semudah itu." Felix mengulurkan tangan ke Nuna yang dicegah oleh Rigel. Ketiganya lalu terlibat perkelahian.


Nuna tidak ingin mencampuri urusan mereka sehingga dia hanya berdiri menonton.


Beberapa orang memperhatikan perkelahian itu dan mengarahkan kamera ponsel mereka. Segera video viral di tiktok dengan judul Perkelahian Cinta Segiempat. Netizen mencibir tingkah remaja zaman sekarang yang tidak masuk akal, namun ibu jari mereka berhenti mengetik ketika fokus video beralih pada Nuna.


Wajah tanpa ekspresi Nuna yang polos tanpa make up, gaun bermotif bunga selutut yang dipadukan dengan sandal jepit, dan rambut panjangnya yang tertiup angin malam, membuat Netizen menatap takjub.


Salah satu netizen berkomentar, "Sepertinya wajar saja jika mereka berkelahi demi gadis itu."


Komentar itu pun mendapat banyak like dan menjadi top comment.


Netizen lain menambahkan, "Kalo gue di sana, juga gue bakal ikut kelahi."


Namun ada juga banyak komentar negatif yang beredar di kolom komentar mencela tindakan mereka.


Perkelahian masih berlangsung hingga Rigel berhasil menjatuhkan Felix dan Ipul.


Rigel menatap tajam pada Felix yang membantu Ipul berdiri, "Bilang ke Bos lo, kalau punya nyali, dateng sendiri hadepin gue!"


Felix mendengus dan pergi bersama Ipul.


Rigel menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, dia kemudian menyadari kerumunan orang yang menonton dan segera menarik tangan Nuna untuk pergi bersamanya.


Nuna ingin menarik tangannya, namun cengkraman Rigel begitu kuat sehingga dia hanya bisa mengimbangi langkah kaki Rigel yang sangat cepat.


Rigel baru melepaskan tangan Nuna ketika mereka masuk ke lobby hotel. "Kalo lo mau pergi ngomong dong, lo paham enggak sih, cewek, malem - malem pergi sendirian, itu bahaya! Lo bisa dicegat orang enggak jelas kayag tadi."


"Saya bisa menjaga diri saya sendiri," ucap Nuna sambil mengusap kulit tangannya yang memerah. "Dan dua orang tadi juga jelas mengenal kamu." Dia mengerutkan kening menatap Rigel curiga.


Rigel melirik tangan Nuna dan merasa menyesal, tetapi kekesalannya menghapus perasaan itu. "Gue emang kenal mereka dan gue ada di sana waktu mereka mau bawa lo pergi. Lo enggak takut hah? Banyak kasus kejahatan di luar sana, gue harus ngomong apa ke Kakek lo kalau lo kenapa - napa?"


Alis Nuna mengendur ketika Kakeknya disebut. "Saya tahu. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan saya."


"Siapa yang khawatir sama lo?" tanya Rigel tidak setuju.


"Maka itu lebih baik," ucap Nuna lalu bersiap pergi.

__ADS_1


Tetapi Rigel menahan langkahnya dengan bertanya, "Mau kemana lo? Lo belum bilang makasih ke gue."


"Mengapa saya berterima kasih? Kamu mengenal mereka dan mereka mencari saya, itu artinya kamu yang menyebabkan mereka mengganggu saya," ucap Nuna membuat Rigel tersedak.


"Lo- lo bisa - bisanya lo.. " Rigel tidak bisa membalas pernyataan Nuna yang memang benar. Rigel berpikir bahwa Mark itu pasti mencari Nuna untuk memprovokasinya. Tapi dia bingung, mengapa Mark menargetkan Nuna? Gadis itu tidak ada hubungannya dengan dia, oke!


Keduanya saling bertatapan dalam diam.


Rigel akhirnya menyerah, "Oke, lo bener. Tapi tindakan lo yang keluar malem sendirian tetep salah."


Ketegangan diantara mereka perlahan mencair.


Nuna yang mengantuk tidak ingin melanjutkan perdebatan sehingga dia hanya menjawab, "Baik."


Rigel menepuk kepala Nuna, "Istirahat sana."


Pupil Nuna bergetar. Dia bertanya dalam hatinya, mengapa remaja laki - laki ini suka seenaknya menepuk kepalanya? Tetapi.. Nuna tidak membenci kontak fisik ini.


Nuna pun memutar tubuhnya dan berjalan ke lift untuk menuju kamarnya.


Rigel menatap punggung kecil Nuna yang menghilang di balik pintu lift sebelum berjalan ke taman hotelnya. Rigel mengeluarkan sebatang rokok dan menyelipkannya di antara bibirnya. Dia lalu menyalakan rokok itu dan membuka aplikasi chat di ponselnya.


...Grup Chat...


...Eternal Squad...


^^^Rigel : Gaes^^^


Fajar : Hey Bos.


Cakra : Asik yang liburan akhirnya muncul 🌝


Bram : Ada apa, Bos?


^^^Rigel : Balapan mobil kalian menang kan?^^^


Rafa : Menang, tapi mereka tetep aja pakek cara kotor 😏


^^^Rigel : Apa lagi yang mereka lakuin?^^^


Delon : Rem gue di modif zzz


^^^Rigel : Kok bisa?^^^


Cakra : Sorry, Bos, pelayan rumah gue dibeli


Cakra : Tapi gue udah urus tuh pelayan


^^^Rigel : Mark emang kagak pernah bisa jujur^^^


Rafa : Dia ngasih 'lelucon' peledak lagi


^^^Rigel : Kayagnya harus dibikin jera^^^


Rafa : Setuju tapi susah, lo tahu gimana licinnya Mark kayag belut


Fajar : Hahaha bener woi


Bram : Untung si Fajar pinter sekarang


Fajar : Apa maksud lo dengan 'sekarang'?


Adit : Tenang, Bos.


Adit : Fajar telpon damkar sebelum hutan kebakar

__ADS_1


^^^Rigel : Ya, kalian harus berhati - hati.^^^


^^^Btw, Dia tanya lokasi gue?^^^


Cakra : Iya, Bos, tapi kita kagak jawab


^^^Rigel : Dia di Bali sekarang.^^^


Fajar : !!!


Delon : Mark nyusulin lo Bos?


Adit : Aih tuh orang terobsesi banget ama lo, Bos.


Cakra : Mark masih normal kan?


Bram : Jangan ngada - ngada lo, Cakra


Rafa : Normal, dia punya cewek


^^^Rigel : Oh? Siapa ceweknya? Kok gue kagak tahu?^^^


Rafa : Gue juga baru tahu, dia pacarannya udah lama


Rafa : Tapi ceweknya baru balik dari luar negeri


Fajar : Cowok gila itu bisa punya cewek?


Cakra : Kasihan pacarnya :(


Rafa : Katanya sih di dijodohin


Adit : Oh pantes ada yang mau


Bram : Itupun kepaksa, gue jadi penasaran


Delon : Raf, lo tahu identitasnya?


Rafa : Kagak


^^^Rigel : Thanks, Rafa. Info lo sangat membantu. Gue akan hubungin Dimas nanti.^^^


Rafa : Sama - sama


^^^Rigel : Kalian di sana tetap waspada,^^^


^^^walaupun kagak ada Mark,^^^


^^^squad mereka suka nyari perkara.^^^


Fajar : Siap, Bos.


Rafa : Lo juga hati - hati di sana.


^^^Rigel : Siap.^^^


Rigel lalu menutup aplikasi chat dan mengunci layar ponselnya. Setelah setengah jam merenung, dia akhirnya mematikan rokoknya dan membuangnya ke tempat sampah.



◼️◼️◼️


Cerita sampingan


Dimas : Tuan, Tuan Muda viral di internet (menunjukkan video di ponselnya pada Haykal)

__ADS_1


Haykal : Anak itu suka sekali mencari masalah, kamu segera hapus video ini dari internet


Dimas : Baik, Tuan.


__ADS_2