Forever Young

Forever Young
BAB IX Anggota Baru Tim Basket


__ADS_3


Setelah pertemuan orangtua di ruang konseling berakhir, Jasmine pergi ke rumah sakit dengan segara. Dia sangat khawatir dengan kondisi putranya.


Jasmine membuka pintu kamar tempat Rigel dirawat. Lalu dia menangkap pemandangan putranya yang sedang tidur terlentang memainkan ponselnya dengan tangan kanannya. Tunggu, tangan kanan? Bukankah tangan kanannya patah lagi?


Rigel menoleh saat pintu kamar terbuka dan menemukan mamanya berjalan cepat menghampirinya. Dia dengan panik membuang ponselnya namun dia tahu sudah terlambat. Dengan gugup Rigel menyapa, "Halo, Ma."


Jasmine mendengus dan menarik telinga Rigel dengan kencang.


"Aaaaa ampun, Ma, sakit!!" Rigel berusaha melepaskan telinganya tetapi mamanya memutar lebih erat.


"Kamu berani membohongi Mama, hm? Mama lari - lari ke sini, tapi kamu dengan santai menipu Mama! Kamu enggak tahu jantung Mama seakan mau lepas ketika tahu kamu masuk rumah sakit lagi!" Setelah memarahi Rigel, Jasmine akhirnya membebaskan telinga putranya.


Rigel mengusap telinganya yang merah. "Maaf, Ma. Rigel enggak bermaksud untuk bohong." Dia lalu menjelaskan rencananya pada Jasmine tanpa menyembunyikan apapun.


Setelah mendengarkan penjelasan Rigel, Jasmine tidak melarang tindakan putranya, dia bahkan mendukungnya penuh. Bagaimana bisa gadis secantik itu tidak menyesal melukai putranya yang tampan?? Tapi gadis itu sangat cantik, ah! "Papa kamu tahu hal ini?"


Rigel menatap takut Mamanya, diam - diam dalam hati meminta maaf pada Papanya karena telah mengkhianati rahasia mereka. "Iya, Papa tahu."


"Jadi kalian berkomplot menyembunyikan ini dari Mama?" Jasmine merasa kesal, Haykal awas saja saat pulang nanti. Biarkan dia tidur di ruang tamu, hmph!


Haykal yang tengah memimpin rapat dengan para Direktur tiba - tiba merasakan hawa dingin di punggungnya. Perasaan ini sangat familiar..


Sekretaris Haykal melihat bosnya menggigil sehingga dia menawarkan, "Tuan, anda ingin menambah kopi?"


Haykal menggeleng, "Tidak. Terima kasih. Kita lanjutkan, silakan Direktur Pemasaran memulai presentasi."


◾◾◾


Rigel sedang berbaring malas. Mamanya telah kembali bekerja dan dia dengan bosan menunggu kedatangan Nuna. Tiba - tiba ponselnya berbunyi.


...Grup Chat...


...LAKIK!! 💪...


...Bimo added you to Group Chat...


Bimo : Welcome, new member!!


Joshua : 🎉🎉🎉


Kevin : 🎉🎉🎉


Ray : 🎉🎉🎉


Hans : Selamat datang di Tim Basket kami.


Leo : Halo, bro


Jaka : Wah kakak kelas


^^^Rigel : Thanks, guys.^^^


Bimo : Mana si Dian ama Sean?


Kevin : Dian lagi nugas


Bimo : Sean?


Joshua : Jaka, coba lo cek Sean di kelasnya


Jaka : Jauh bro, malas jalan gue


Joshua : Sean, keluar lo, kita harus kompak


Bimo : Udah, udah. Kenalin guys, anggota baru kita, Rigel


^^^Rigel : Halo semua^^^


Ray : Murid baru ya bang?


^^^Rigel : Yoi^^^


Hans : Di sekolah lama main basket juga lo?


^^^Rigel : Ya^^^


Sean : Welcome..


Joshua : Nah ini anaknya, oke lengkap


Sean : Sorry, bokap telepon tadi


Hans : Perasaan bokap lo telepon hampir tiap hari dah


Kevin : Uhuy, anak bokap


Sean : Iri bilang, bos


Bimo : Lo dulu basket bagian apa, Bro?


^^^Rigel : Shooting Guard^^^

__ADS_1


Kevin : Wii keren, sama kayag lo tuh Jak.


Jaka : Wkwkwk


Ray : Pernah menang tanding enggak bang?


^^^Rigel : Pernah lah, runner up kejuaraan tingkat nasional^^^


Leo : !!!


Sean : !!!


^^^Rigel : Tim ini udah pernah menang ampe mana?"^^^


Rigel memandang layar ponsel yang masih memiliki tampilan chat yang sama sejak sepuluh menit lalu. Mengapa tidak ada yang menjawab? Rigel merasa ada yang tidak beres. Jangan bilang mereka belum pernah menang satu kali pun!


Di sisi lain, Bimo dan Joshua menatap layar ponsel mereka dengan hampa.


"Gimana nih? kalau kita jujur bilang belum pernah.." Bimo sebagai kapten tim basket bingung.


"Gue yakin sih, si Rigel bakal langsung out. Tim kita terlalu hopeless buat dia yang overpower," ucap Joshua.


Bimo menghela nafas sedih, "Lebih baik mengatakan kejujuran walaupun pahit." Bimo akhirnya mulai mengetik.


...Grup Chat...


...LAKIK!! 💪...


^^^Bimo : Belum pernah...^^^


Rigel : Luar biasa. Lawan antar sekolah?


Joshua : Kalah teros...


Rigel : Berapa kali kalian latihan?


Hans : Tiga kali seminggu


Rigel : Hah?


Joshua : Kenapa bro?


Rigel : Cuma tiga kali?


Ray : Iya, bang


Rigel : Jelas ini penyebab kalian kagak pernah menang


Rigel : Bim, lo sebagai kapten harus memutuskan


Rigel : Kita harus latihan setiap pulang sekolah


^^^Bimo : Ini...^^^


Sean : Sorry, gue enggak bisa kalo tiap hari


Ray : Gue juga enggak, ada les bang


Jaka : Iya, sama


Rigel : Oke kalo gitu lima kali seminggu


Rigel : Sabtu Minggu pagi kita latihan


Leo : !!!


Kevin : !!!


Rigel : Gimana menurut lo, Bim?


Ray : Kan hari libur, bang, mager banget ke sekolah :(


^^^Bimo : Ayo voting.. pilih ❌ enggak setuju, ✔️ setuju^^^


Joshua : ✔️


Rigel : ✔️


Jaka : ❌


Sean : ❌


Ray : ❌


Kevin : ✔️


Hans : ✔️


^^^Bimo : ✔️^^^


^^^Bimo : Oke, yang setuju udah lima orang.^^^


Dian : ❌

__ADS_1


Leo : ... Kenapa gue jadi penentu


Joshua : Buruan!


Ray : Yok Bang segera pilih


Kevin : Udah lima menit. Kemana lo?


Hans : Lo dimana oe? Kok gue kagak lihat lo di kelas?


Hans : Udah bel masuk btw.


Hans : Mampus, Guru Sejarah udah masuk


Hans : Leo lo dimana dah? Ini lagi di absen


Hans : WKWKWK lo ditulis ALPA


Leo : Sabar woy


Leo : **** lo, Hans.


Leo : Lo kan bisa bilang gue di kamar mandi


Hans : Ogah. Ketahuan gue yang kena nanti


Leo : Gue abis makan bakso masih macet di jalan


Jaka : Ngapain dah lo jauh - jauh beli bakso?


Jaka : Kafetaria dah nyediain makan siang


Leo : Bosen gue masakan barat mulu :(


Dian : Parah lo enggak jajan bakso enggak ngajak


Dian : Kalo tahu kan, gue bisa nitip


Leo : Gue udah mau nyampe :)


Joshua : Woi. Nih anak malah ngobrol, vote dulu!


Leo : Hehe


Leo : ✔️


^^^Bimo : Oke.^^^


^^^Bimo : Enam orang setuju^^^


^^^Bimo : Kita mulai latihan lima kali seminggu bulan depan^^^


Kevin : 👍🏻


◾◾◾


Suherman sedang duduk di dalam mobil dengan Nuna di kursi belakang dan Tanio di kursi pengemudi. Dia menemukan telapak tangan cucu perempuannya yang dibalut perban.


"Kenapa tanganmu diperban? Apakah sakit?" Suherman meraih tangan cucunya dan menghela nafas lega tidak mencium bau darah yang kuat.


"Rigel menggigitnya."


"Apa?" Suherman marah. "Dasar anak bau itu, beraninya dia menggigit tangan cucuku tersayang! Katakan, mengapa dia menggigitmu?"


"Dia meminta saya untuk bertanggung jawab atas lukanya dengan membantunya mencatat pelajaran. Dia beralasan tangan kanannya sakit, jadi saya menyarankannya untuk berlatih menulis menggunakan tangan kirinya. Kemudian dia meraih tangan kanan saya dan menggigitnya," jelas Nuna dengan rinci.


Suherman tanpa di sengaja bertukar tatapan dengan Tanio. Mereka dalam pemahaman yang sama.


Cucunya berbicara banyak hari ini!


Nonanya akhirnya mengatakan satu paragraf dalam satu nafas!


Mereka bersuka cita tanpa mengetahui Nuna telah berbicara banyak saat bertengkar dengan Rigel.


Nuna memandang ragu kakeknya yang diam, "Apakah saya salah, Kakek?"


"Tidak. Kamu sudah melakukan hal yang benar, bocah bau itu yang salah, oke?"


Nuna mengangguk.


"Kakek akan ikut denganmu ke rumah sakit nanti." Suherman penasaran dengan bocah yang berhasil mempengaruhi emosi cucu perempuannya. Walaupun hanya sedikit, setidaknya dia yakin bocah ini bisa meningkatkan EQ Nuna. "Sekarang kamu kembali ke kelas. Kakek akan menjemputmu tepat waktu."


"Baik," ucap Nuna.



◾◾◾


Cerita sampingan


Jasmine : (memberikan bantal pada suaminya) Jangan masuk ke kamar!


Haykal : Sayang... :( (menatap sedih istrinya)

__ADS_1


Brak. Pintu kamar tidur ditutup dengan keras.


__ADS_2