Gadis Bar-Bar Pemikat Hati Duda

Gadis Bar-Bar Pemikat Hati Duda
Dikerjain


__ADS_3

Keesokan Harinya Davina dengan pakaian rapih sudah menelusuri jalan untuk berangkat bekerja, jarak antara rumah dan perusahaan tidak begitu jauh hingga membuat nya hanya perlu berjalan kaki untuk sampai.


Pippp


Pippp


Suara klakson mobil yang sangat nyaring beberapa kali membuat nya berhenti dan menatap ke arah mobil.


“Nih orang sinting apa,?” gumam Davina.


Kaca mobil terbuka membuat Davina menunduk dan melihat Day yang ada di atas mobil.


“pantesan, ternyata memang orang sinting,” ucap Davina langsung melanjutkan langkahnya.


Day terus mengganggunya mengelakson mobilnya di samping Davina yang sedang berjalan membuat Davina sungguh dibuat kesal pagi-pagi.


“Hei, aku tau kamu punya mobil, mobilmu tidak berjalan di trotoar kan, jadi sana pergi,” ucap Davina kesal.


“Ini sudah jam berapa, larilah ke perusahaan agar tidak terlambat,” ucap Day membuat Davina melihat jam tangannya.


“Ini masih jam 7, jadi kamu tidak perlu mengatur ku, bahkan aku akan sampai sebelum jam 7:10, sana pergi, aku sungguh nek melihat mu pagi-pagi,” ucap Davina membuat Day yang melihat genangan air didepan sana memberhentikan mobilnya menunggu Davina ada di samping genangan itu dan dia akan melajukan mobilnya dengan kencang.


“Mampus kau, aku sungguh sudah nek juga dengan tingkah mu,” gumam Day.


Saat melihat Davina sudah dekat dengan genangan air, Day dengan penuh senyuman melajukan mobilnya ke arah genangan air tersebut.


Byurr


Davina terpenganga melihat bajunya yang sudah basah semua, dia menatap mobil yang baru saja lewat dengan sangat menyebalkan, dan terlihat seseorang melambaikan tangannya di jendela mobil.

__ADS_1


“AHHGGGG, DAYYY CEOO BRENGSEKKKK..! teriak Davina sungguh sangat kesal.


“Cepatlah, nanti terlambat,” teriak Day langsung melajukan mobilnya.


“AHHG, KAMU SUNGGUH SANGAT MENYEBALKAN, AKU INGIN MEMBUNUHMU, SIALANNN, DUDA SIALANNNN,” teriak Davina sudah tidak tau malu lagi berteriak di pinggir jalan.


Davina dengan terpaksa kembali lagi ke rumah nya, di setiap langkah nya dia selalu memaki-maki Day.


“Bodoh amat aku terlambat, tunggu saja kau sialan,” ucap Davina sungguh kesal.


Davina kembali berjalan ke arah perusahaan dengan buru-buru, dia melihat ada bengkel yang sudah buka disana, dengan senyuman liciknya dia melangkah kesana.


“Pak, pinjam kunci-kunci buat lepas ban mobil dong,” ucap Davina.


“Maaf Nona, kami...,” ucapannya terpotong oleh uang selembar berwarna merah.


“Kalau boleh tau mobil seperti apa Nona,?” tanya tukang bengkel tersebut dan dengan kebetulan ada mobil yang persis di bengkel tersebut sama seperti mobil Day.


“Berikan juga dongkraknya yang lebih ringan,” ucap Davina lagi.


Davina dengan sangat kesal melangkah ke arah parkiran, mencari-cari mobil Day di parkir, senyuman nya sumringah saat melihat mobil Day terparkir di bawa pohon.


Davina dengan keahliannya mulai membongkar membongkar ban mobil Day, Davina dengan sangat hati-hati membongkarnya takut jika ketahuan oleh satpam.


“Sungguh menyebalkan, mampus kau,” ucap Davina kesal.


Davina kembali ke bengkel mengembalikan peralatan yang ia gunakan tadi.


“Nona dongkranya mana,?” tanya tukang bengkel.

__ADS_1


“Nanti aku kembalikan, masih terpasang di mobil,” ucap Davina.


“Tapi..,” ucapannya kembali terpotong oleh Davina.


“Nanti pak, aku akan mengembalikan nya sumpah,” ucap Davina dan dengan pasrah tukang bengkel tersebut menganggukan kepalanya.


Davina membersihkan tangannya lebih dulu sebelum masuk ke kantor walaupun jam sudah menunjukkan pukul 9 lewat.


Saat dia ingin masuk Day sudah menunggu di kursinya, dengan tangan yang menyilang di dadanya.


“Ini sudah jam berapa,?” tanya Day.


“Jam 9,” saut Davina.


“Jam kerja masuknya jam berapa paling lama,?” tanya Day.


“Stengah 8,” saut Davina lagi.


“Kenapa kamu terlambat, kamu niat bekerja atau tidak, kamu karyawan baru disini, kamu jangan seenaknya ya,” ucap Day menahan tawanya melihat wajah Davina yang begitu kesal mantapnya.


“Maaf ya pak, tapi tadi ada orang yang tidak punya akhlak lewat mengendarai mobilnya, hingga saya yang jalan kaki terkena semprotan di genangan air pak, orangnya itu mungkin sungguh sangat tidak punya rasa kemanusiaan sama sekali,” ucap Davina membuat Day tersenyum sinis.


“Tidak ada alasan, dan saya tidak menerima alasan apapun,” ucap Day tegas.


“Kemari,” ucap Day memanggil OB yang bertugas.


“Kalian boleh istirahat hari ini, berikan padanya, dia akan menggantikan kalian, dan buat kalian semua, jika ada yang ketahuan terlambat seperti karyawan baru ini, maka bersiaplah untuk membersihkan semua ruangan perusahaan ini,” ucap Day membuat Davina membulatkan matanya sempurna.


“Tidak ada penolakan, saya CEO disini,” ucap Day langsung melangkah pergi.

__ADS_1


 


 


__ADS_2