
Day dengan sangat Auntusias memesan sebanyak mungkin makanan yang sangat mahal begitu pun dengan minuman, Davina juga tak kalah dari Day, Aila sungguh tidak tau kenapa dirinya tidak yakin dengan semua ini, membuatnya hanya memesan makanan biasa dan minuman biasa-biasa saja.
“Mbak, ganti minumannya dia, minuman yang paling mahal dan makanan paling mahal 3 porsi,” ucap Davina membuat Aila membulatkan matanya.
“Davina, bagaimana kamu bisa membayarnya nanti,” ucap Aila panik.
“Tenang serahkan padaku,” ucap Davina.
Day dengan sangat lahap mulai makan begitupun dengan Davina hanya Aila yang masih ragu untuk makan, dia hanya menatap kedua orang tersebut makan dengan lahap.
“Mampus, aku akan langsung menyuruh bos disini mempekerjakan mu untuk melunasi semua ini,” gumam Day.
Day dengan sangat Auntusias memesan sebanyak mungkin makanan yang sangat mahal begitu pun dengan minuman, Davina juga tak kalah dari Day, Aila sungguh tidak tau kenapa dirinya tidak yakin dengan semua ini, membuatnya hanya memesan makanan biasa dan minuman biasa-biasa saja.
“Mbak, ganti minumannya dia, minuman yang paling mahal dan makanan paling mahal 3 porsi,” ucap Davina membuat Aila membulatkan matanya.
“Davina, bagaimana kamu bisa membayarnya nanti,” ucap Aila panik.
“Tenang serahkan padaku,” ucap Davina.
Day dengan sangat lahap mulai makan begitupun dengan Davina hanya Aila yang masih ragu untuk makan, dia hanya menatap kedua orang tersebut makan dengan lahap.
“Mampus, aku akan langsung menyuruh bos disini mempekerjakan mu untuk melunasi semua ini,” gumam Day.
“YANG ADA DISINI LANGSUNG PESAN MAKANAN SEBANYAK YANG KALIAN SANGGUP DAN YANG PALING MAHAL, KALIAN TIDAK PERLU MEMBAYAR NYA,” Teriak Davina membuat para pelanggan disana bersorak gembira dengan tepuk tangan yang meriah.
“Apa dia orang sultan kali ya,” gumam Day.
Aila semakin tidak percaya dengan ini semua, dia tau jika Davina baru satu Minggu bekerja tidak mungkin untuk dia mendapatkan gaji, sedangkan dirinya saja belum mendapatkan gaji, hanya ada uang yang terus disisipkan Ayyan dengan diam diam ke tasnya.
__ADS_1
“Bodoh amatlah, intinya aku kenyang tanpa pengeluaran,” gumam Day melanjutkan makannya.
“PARA PELAYAN JUGA SILAHKAN MAKAN JIKA MAU,” teriak lagi Davina membuat para pelayan sangat senang.
Saat mereka sedang makan Davina meminta izin untuk ke toilet pada Aila.
“Aila, aku ke toilet bentar ya,” ucap Davina dan hanya di angguki oleh Aila.
Davina berjalan ke arah kamar mandi, dan memanggil pelayan yang tadi melayani mereka disana.
“Mbak, nanti pacar saya itu yang bayar ya,” ucap Davina menunjuk ke arah Day, dan tentu saja para pelayan tau siapa Day, orang pemilik perusahaan depan kafe mereka.
“Siap mbak,” ucap pelayan tersebut manganggukkan kepalanya tanda mengerti.
“Mampus, siapa suruh bikin tensi ku naik, darah tinggi ku naik,” gumam Davina.
“Cepat banget,?” tanya Aila.
“Cuma pipis, sekalian bayar pesanan tadi,” saut Davina santai.
“Ahg aku percuma memesan banyak makanan mahal, ternyata dia sungguh mempunyai uang,” gumam Day.
“Kamu serius kan,?” tanya Aila merasa tidak percaya.
Davina pun dengan santainya mengacungkan jempolnya ke arah pelayan dan di angguki dengan senyuman ramah dari sana.
“Dari mana kamu dapat uang sebanyak ini,?” tanya Aila berbisik.
“Kamu sungguh meremehkan ku,” ucap Davina dengan santainya.
__ADS_1
“Bodoh amat lah, intinya aku dah kenyang, pelayannya juga sudah memberikan respon jika dia sudah bayar,” gumam Day.
“Ayo kita pulang,” ucap Davina.
“Hei jam kerja masih berlanjut,” ucap Day.
“Apa bapak tidak mempunyai rasa balas Budi, telah mengisi perutmu sebanyak ini,?” tanya Davina.
“Terserah mu saja, pergi sana,” ucap Day sudah tidak pikir panjang lagi.
Day bersandar di kursi mengelus perutnya yang sangat kenyang, seseorang pelayan datang padanya membawa total bayaran disana, membuat Day sangat kebingungan.
“Ini pak total bayarannya,” ucap pelayan sopan.
“Hah? Ucap Day kebingungan.
“Tadi pacar bapak bilang jika bapak yang akan membayarnya dan totalnya disini 10 juta 200 ribu,” ucap pelayan tersebut membuat Day tak bisa berkata apa-apa lagi.
Day hanya duduk mematung menatap pelayan tersebut dengan sangat lemas, dia kehilangan uangnya lagi.
“Apa semahal itu,?” tanya Day.
“Lihat pelanggan disini pak, mereka sangat banyak dan memesan sangat banyak dan makanan yang mereka pesan aadalah menu istimewa disini, bahkan kami pelayan juga memakan masakan istimewa disini, tapi kami hanya menyimpannya dulu, dan saya mewakili teman kerja saya untuk berterima kasih pada bapak,” ucap pelayan tersebut membuat Day kembali memijat keningnya.
“Ahhgggg... jika aku bertemu denganmu, aku akan membunuhmu,” gumam kesal Day.
Day dengan terpaksa mengeluarkan dompetnya dan memberikan kartu pada karyawan tersebut.
“Terimakasih pak,” ucap lagi pelayan tersebut dan hanya di angguki oleh Day.
__ADS_1