
Hari ini adalah hari Day dan kedua orangtuanya berangkat ke rumah Davina untuk menyampaikan niat Day menikahi Davina, dan tak lupa juga dengan Gavin yang berwajah kusam menjadi supir lagi, harus menempuh jarak yang jauh lagi.
"Apa kamu tidak ikhlas Gavin,?" tanya Mami Karla.
"Aku sangat ikhlas, sangat-sangat ikhlas mengantar kalian, sangattttt ikhlas," ucap Gavin dengan suara tidak ikhlas sama sekali.
"Kenapa suaramu seperti itu, jika kamu ikhlas?" saut Mami Karla dengan suara ketus.
Hampir sore hari mereka tiba didepan rumah Davina, mereka langsung turun sedangkan Day memegang dadanya, jantungnya berdetak sangat kencang walaupun dirinya sudah tau bahwa dirinya akan diterima dan di sambut baik oleh Ibu Davina.
"Hai turunlah.!" ucap Mami Karla menatap Day yang masih duduk.
"Apa kita lebih baik balik saja,?" tanya Gavin sangat kesal, dirinya dibohongi jika mereka akan ganti-gantian menyetir mobil.
"Cepatlah! Gavin keluarkan bawaan kita di garasi.!" pinta Mami Karla.
"Sangat menyebalkan." gerutu Gavin sangat kesal menatap mereka.
"Papi bantu Gavin,!" pinta Mami Karla pada Suaminya dan di angguki olehnya.
Terlihat pintu sudah terbuka dan terlihat Ibu Davina dan Paman Davina sudah berdiri menyambut kedatangan mereka.
Mami Karla melangkah lebih dulu diikuti oleh Day dan Papi serta Gavin yang sangat kerepotan membawa kue.
"Selamat datang di gubuk kami," ucap Ibu Davina sopan bersalaman kepada Mami Karla serta Suaminya.
"Silahkan masuk," ucap Paman Davina.
__ADS_1
"Terimakasih," ucap Mami Karla sopan dengan senyuman ramahnya.
Mereka duduk sedangkan Gavin masih sibuk sendiri menyusun bawaan mereka, Day duduk cengengesan menatap Ibu Davina, sedangkan Ibu Davina pura-pura menghiraukannya agar Day bisa lebih tegang.
"Yah nih Tante, saya sudah bawakan jadi saya mohon jangan terima bocah ini," ucap Gavin membuat Mami Karla menatapnya tajam.
"Gavin duduklah dengan sopan.
"Mami Ada Ayyan," ucap Gavin menunjuk keluar, namun Mami Karla hanya menatapnya tajam dengan tatapan tidak percaya sama sekali.
"Duduklah Gavin, jangan banyak tingkah," ucap Papi Andhra.
"Assalamualaikum," ucap Aila masuk menggendong Zean dan Dean diikuti oleh Ayyan yang menggendong Dylan, Mami Karla dan Suaminya serta Day sangat kaget dengan kedatangan mereka.
"Wah Aila, apa kabar Nak,?" tanya Ibu Davina berdiri memeluk Aila.
"Cucu Ibu sudah besar," ucapnya lagi mencium kedua anak kembar tersebut.
"Kenapa kalian datang tiba-tiba? bukankah kalian mengatakan jika sedang sibuk,?" tanya Mami Karla.
"Aila meminta untuk ikut, tapi mobil kalian lebih dulu pergi tadi, dan aku yang melihatnya sangat kasihan, sudah berpakaian rapih." ucap Ayyan.
"Aduh maaf nih, Sofanya tidak muat," ucap Paman Davina.
"Tidak paman, Kami duduk di sini saja, sudah nyaman," ucap Aila.
"Ayah," sapa Dylan tersenyum ke arah Ayahnya yang berwajah gugup.
__ADS_1
"Santai saja brader," ucap Gavin berdiri dan memilih ikut duduk di karpet bersama si kembar.
"Anak kamu Day,?" tanya Ibu Davina dan di angguki oleh Day.
"Wah sangat tampan seperti Ayahnya," ucap Ibu Davina.
"Jangan besar kepala kau," ucap Gavin menyenggol Dylan.
"Davina dimana Bu,?" tanya Aila.
"Owh astaga, Ibu sampai lupa," ucap Ibu Davina melangkah ke arah kamar Davina, namun Davina lebih dulu membuka pintu dan keluar dengan wajah yang sudah memerah.
"AUNTYYYY...!" teriak si kembar berlari ke arah Davina.
"Ponakan Aunty sangat tampan," ucap Davina menggendong mereka berdua dan beberapa kali menciumnya.
"Kemarilah Davina," ucap Pamannya berdiri dan menunjuk tempat duduknya di sofa agar dia duduk disana.
"Davina duduk sama Dylan dan kembar saja paman," ucap Davina gugup.
"Cepatlah,!" ucap pamannya membuat Davina hanya bisa pasrah.
"Itu adiknya Day, dan suami Aila," ucap Mami Karla menunjuk Ayyan yang hanya diam. Ayyan berdiri dan bersalaman dengan Paman dan Ibu Davina.
"Suamimu ternyata sangat tampan Nak," ucap Ibu Davina menatap Aila.
"Istri kamu mana uncle,?" tanya Dylan cengengesan.
__ADS_1
"Sini kau," ucap Gavin menarik Dylan DNA menggendong nya.
Diam, dan jangan oloki uncle, dari pada kamu gagal punya ibu," bisik Gavin dan di angguki dengan cepat oleh Dylan.