Gadis Bar-Bar Pemikat Hati Duda

Gadis Bar-Bar Pemikat Hati Duda
MENOLAK


__ADS_3

Semua orang dalam keadaan serius, Day hanya diam dengan raut wajah sedikit gugup dan takut.


"Baiklah, langsung saja saya pada intinya, Niat kami untuk datang ke rumah Bu Vivin ingin menyampaikan niat putra kami kepada putri Ibu yang ada disamping Ibu sekarang, putra kami sudah pernah berkeluarga namun naas sekali keluarganya gagal, saya mengatakan ini agar Bu Vivin bisa mengetahui walaupun kemungkinan putra saya sudah menceritakannya, tetapi alangkah baiknya saya juga mengatakannya karena memang itu kenyataannya, jadi bagaimana pendapat Bu Vivin mengenai lamaran putra saya," ucap Pak Andhra, jantung Day berdegup cukup kencang menatap Ibu Davina.


"Sebelum ke Ibunya sebaiknya tanyakan dulu pada putri saya yang akan menikah," ucap Ibu Davina menatap putrinya yang hanya diam menunduk.


"Bagaimana Nak, apa kamu bersedia menjadi istri Putra kami? bersedia menjadi Ibu dari anak putra saya,?" tanya Pak Andhra.


Davina menatap sedikit mengangkat kepalanya menatap Day yang mengedip-ngedipkan matanya memohon agar menerimanya, Davina ingin sekali tertawa keras ditelinga Day saat melihat nya, Davina menoleh ke arah Dylan yang berada di pangkuan Gavin. Davina mengangguk pelan merona merah, dirinya sungguh malu namun juga sangat senang.


"Hahahaha kan aku akan menikah," ucap Day dengan nada sombongnya, wajah paniknya seketika hilang begitu saja setelah melihat Davina mengangguk.


"Maaf saya menolak," ucap Ibu Davina membuat Day melototkan matanya sempurna, mulutnya tidak bisa berkata-kata lagi, jantungnya terasa tidak berdegup lagi.

__ADS_1


"Hummmppss...!" Gavin menahan tawanya.


"Ibu..!" ucap Davina juga ikut kaget mendengar ucapan Ibunya, dirinya selama ini mengira jika Ibunya mendukungnya bahkan sangat-sangat mendukungnya.


Semua orang terdiam mendengar ucapan Ibu Davina hanya Gavin yang pura-pura menoleh ke arah lain menahan tawanya, Day menatap Davina dengan sendu, dia tidak bisa percaya dengan semua ini, dirinya akan benar-benar gagal menikah.


"Kak apa yang kamu maksud,?" ucap Paman Davina.


"Saya sudah katakan jika saya menolak, itu keputusan ku," ucap Ibu Davina membuat Davina meneteskan air matanya menatap Ibunya, Day hanya bisa menunduk diam tak berdaya, Gavin yang tadi menahan tawanya menatap serius Ibu Davina mengira jika itu hanya candaan semata dari Ibu Davina, Gavin tau jika Ibu Davina suka bercanda sama sepertinya.


"Bukankah Ibu selalu mendukung Davina bersama Kak Day? dan Ibu sudah menyuruh Kak Day untuk datang tapi Ibu kenapa bisa berubah pikiran secepat ini,?" tanya Davina sudah tidak tahan mengeluarkan unek-uneknya.


"DAVINA...! ucap Ibunya tegas menatap putrinya.

__ADS_1


"Maaf telah membuat keadaan seperti ini, mungkin putra kami memang tidak pantas dengan Nak Davina, dan terimakasih telah menerimanya kami bertamu sekaligus bersilaturahmi." ucap Pak Andhra.


"Papi...! Day ingin menikah!" ucap Day.


"Sabar Nak," ucap Papi Andhra menepuk punggung Day pelan, Day menunduk dengan wajah sangat menyedihkan, sedangkan Davina menutup wajahnya dengan kedua tangannya tidak ingin memperlihatkan wajah menyedihkannya.


"Kenapa kalian selalu memotong pembicaraan ku, Ibu katakan jika Ibu MENOLAK UNTUK TIDAK MENERIMA DAY! jadi ibu menerima Nak Day jadi suami Putriku, Ibu percaya padanya, bagaimana mungkin Ibu menolak laki-laki yang selalu ketahuan sama Ibu ketika salting sama Anak Ibu," ucap Ibu Davina membuat Day menatap Ibu Davina dengan serius begitupun dengan Davina.


"Jadi Ibu terimakan,?" tanya Day dan mendapat gelengan kepala dari Ibu Davina.


"Kenapa harus Ibu yang menerimamu? apa kamu mau menikah dengan Ibu hahaha, tanyakan pertanyaan itu pada Davina, ibu mah terserah Putri ibu saja," ucap Ibu Davina membuat mereka semua lega, Davina dengan air mata yang kembali menetes memeluk Ibunya.


"Hahaha aku hampir mati jantungan," ucap Mami Karla.

__ADS_1


"Maaf besan, tadi hanya menjahili Nak Day sedikit, tadi dia sangat percaya diri sampai mengedip-ngedipkan matanya padaku, ingin menyogok dengan kedipan mata," ucap Ibu Davina membuat mereka tertawa renyah.


__ADS_2