
"Memangnya kenapa kamu panik seperti itu, kan kamu yang tidak mau sama dia,?" ucap Ibunya ketus.
"Siapa yang tidak mau, aku juga mau Ibu," ucap kesal Davina. Davina terkejut bukan main saat suara laki-laki berteriak di sertai Ibunya.
"YEYYYY....! HUAAAHHHH..! teriak Day keluar dari kamar Ibunya, serta Ibu Davina yang sangat senang, mereka berdua berpelukan lompat-lompat kesenangan.
Davina duduk lemas melihat Day dan Ibunya yang sangat akrab tersebut, dia tidak menyangka jika Ibunya bisa membohonginya.
"Hentikan Day, ibu tidak sanggup lagi, punggung ibu sakit," ucap Ibu Davina, sedangkan Day langsung melangkah dan menggendong Davina, refleks Davina berteriak saat Day menggendong nya dan memutar-mutar badannya.
"Hahahaha kamu sungguh bodoh! bagaimana mungkin aku langsung hilang dalam hitungan menit," ucap Day menurunkan Davina yang sangat malu.
"Jadi kalian..? ucapan Davina tak sanggup dia lanjutkan, Ibunya dan Day menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Dah Davina tidak mau, kalian saja yang nikah sama sama Duda dan Janda," ucap kesal Davina membuat Ibunya membulatkan matanya.
"DAVINAAAAA...! ANAK DURHAKA....!" teriak Ibunya kesal menarik telinga putrinya.
"Aaaa..ma...maaf Bu, khilaf.. ibu SAKITTTT....!" pekik Davina.
"Ibu hentikan lah, nanti telinganya putus, gak lucu kalau istriku gak punya telinga," ucap Day membuat Ibu Davina menatapnya kesal.
"Kalian sungguh keterlaluan," ucap Ibunya kesal membuat Day hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Aku sungguh tidak percaya akan menikah dengan laki-laki tak berbatang itu," ucap Day, mata Day terbalalak saat melihat jalan yang tidak pernah ia lewati, dengan cepat ia membuka ponsel untuk melihat Google maps namun sayang sekali tidak ada jaringan.
"Aduh aku lupa kalau dulu aku kesini sama Gavin, aku hanya sibuk tidur," gumam Day kesal.
__ADS_1
"Davina kamu yang salah? kenapa kamu terus membuatku gak fokus," gumam lagi Day dengan kesal memutar balik mobilnya.
saat menemukan jalan raya lagi, dia menghembuskan nafas nya lega, melajukan mobilnya ke kota namun ditengah jalan, dirinya lelah membawa mobil rasa kantuk membuat nya sangat tidak fokus, seekor kucing tiba-tiba menyebrang jalan, Day refleks membanting setir sangat kaget, mobilnya sudah keluar dari jalan raya, beruntung ada batang pohon yang ditabrak oleh mobilnya jika tidak sudah pasti mobilnya dan Day akan melakukan antaraksi ke jurang.
Dahi Day terbentur di setirnya membuatnya langsung kehilangan kesadaran, darah segar kembali mengalir di kepalanya, mobilnya mengeluarkan asap dengan sangat cepat beruntung orang yang sedang lalu lintas segera memberhentikan kendaraannya dan menolong Day.
Suara ambulance melaju di jalanan dengan sangat cepat, ada pengendara motor yang berhati baik membukakan jalan untuk ambulance. sesampainya dirumah sakit Day langsung di sambut oleh ranjang berjalan yang di sediakan rumah sakit, di masukkan kedalam IGD.
Davina merasa perasaannya tidak enak, terus mengkhawatirkan Day, dia memegang ponselnya ingin menghubungi Day namun rasa gengsinya membuat dirinya hanya bisa menatap nomor dan nama Day di layar ponselnya.
"Hei kamu kenapa? baru ditinggal berapa jam saja sudah kaya apa ayam sakit," ucap Ibunya menepuk pundaknya.
"Ahg..! Ibu diamlah, aku mau tidur saja," ucap Davina kaget dan langsung pergi meninggalkan ibunya sendiri.
__ADS_1
"Beginilah anak mudah jaman sekarang, kangen kan ada ponsel, Ibu dulu tidak punya ponsel tapi surat surat pacar ibu selalu lancar, tapi bukan jodohku sama dia, aku malah nikah sama yang lain hahahaha, sungguh takdir dan jodoh memang tidak ada yang tau," gumam Ibu Davina.
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA BAGI YANG MENJALANKAN.