
Davina membulatkan matanya saat Ceonya ada disana, apalagi Day berjalan ke arahnya membuat nya dengan segera mengambil surat kabar dan menutupi wajahnya.
Saat merasa aman Davina membuka matanya dan kaget melihat Day yang berdiri di sampingnya dengan tangan yang disilangkan di dada.
“Anda siapa ya,?” tanya Davina panik.
“Apa kamu ingin saya pecat,?” tanya Day dengan suara pelan namun penuh dengan penekanan.
“Tidak mau, kan bapak sendiri yang bilang jika kita ketemu kita sudah tidak kenal lagi, dan sudah di anggap kita tidak pernah bertemu sebelumnya, dan saya sudah melakukannya tapi bapak sendiri yang lupa,” ucap Davina membuat Day langsung duduk didepannya dengan wajah kesalnya.
“Kamu tau ini jam berapa,?” tanya Day menunjuk jam tangannya.
“Jam 12 pak,” saut Davina.
“Ini baru jam 11.55 masih ada 5 menit waktu kerjamu, waktu itu adalah uang, aku tidak membayar mu untuk bekerja seenaknya,” ucap Day.
“Ya elah pak, segitu amat, kalau saya kenapa-kenapa bagaimana pak, kalau misalkan saya mati kelaparan di perusahaan kan bapak sendiri yang malu,” ucap Davina.
“Pak, sana pergi, nanti temanku datang,” ucap Davina membuat Day membulatkan matanya, baru kali ini dia di pinta oleh karyawan nya dengan seenaknya.
Day yang ingin berdiri menghentikan niatnya saat mendengar suara perempuan yang memanggil Davina.
“Davina..!” ucap Aila sedikit berteriak membuat Davina spontan berdiri, mereka berpelukan tanpa memperdulikan Day disana.
Day membulatkan matanya saat melihat perempuan yang datang, dia sudah sangat panik.
Aila melepaskan pelukannya ingin duduk tapi dia mematung saat melihat laki-laki yang sedang menutupi wajahnya dengan surat kabar.
“Pacarmu,?” tanya Aila.
“Tidak, mana mungkin dia pacarku, lihatlah tanganku, dia rela membuatku mengiris tanganku sendiri,” ucap Davina membuat Day semakin panik.
“Kenapa bisa seperti itu,?” tanya Aila.
__ADS_1
“Entahlah, dia bilang kalau kami bertemu lagi, kami sudah tidak kenal tapi malah dia yang datang sok kenal,” ucap Davina membuat Day benar-benar geram pada Davina.
Aila terus menatap laki-laki tersebut, merasa tidak asing dengan gaya rambutnya dan bentuk badannya.
“Pak, ini ibu dari anak kembar yang kamu foto diam-diam,” ucap Davina membuat Aila membulatkan matanya.
“Dia bertanya-tanya padaku, siapa namamu dan siapa nama anakmu, dia juga melibatkan foto ponakan gantengku di hpnya,” ucap Davina duduk di ikuti oleh Aila.
“Maaf pak, bisa kah anda menjelaskan dimana anda mendapatkan foto anak saya, dan jika boleh tau kenapa anda bertanya seperti itu,?” tanya Aila.
“Pak, yang sopan lah pak, sini surat kabarku, aku sudah capek-capek bersembunyi tapi kamu malah menemukanku,” ucap Davina langsung mengambil surat kabar tersebut, seketika Aila membulatkan matanya sangat kaget dengan orang didepannya.
“Kak Day,?” ucap Aila kaget, Day hanya bisa menganggukan kepalanya cengengesan didepan Aila.
“Kamu kenal dia? Apa dia simpanan mu Aila? Kenapa kamu dapat kenal laki-laki tampan semua? Berikan aku satu,” ucap Davina.
“Dia kakak Ayyan,” ucap Aila.
“Kakak nya si ganteng Daddy ponakan imutku,?” tanya Davina dan di angguki oleh Aila.
“Kalau dia kakak calon suamimu kan, biasalah,” ucap Davina mengedipkan mata nya.
“Day apa benar kamu menyuruhnya mengiris tangan sendiri,?” tanya Aila dan dengan cepat Day menggeleng kan kepalanya.
“Dia saja yang gila, bagaimana mungkin aku menyuruh orang melakukan hal bodoh, dia mengancam ku dengan mengiris tangannya agar aku bisa mempekerjakan dia di perusahaan ku,” ucap Day.
“Tapi bapak sendiri yang sangat menyebalkan,” ucap Davina.
“Kamu sungguh ingin ku picek-picek, kamu bahkan mengatai ku, kamu menganggap atasanmu seperti seorang teman,” ucap Day kesal.
“Karena bapak sendiri yang buat aku hampir kehilangan pekerjaan ku,” ucap Davina membuat Day bersandar memijat keningnya sangat pusing, dia tidak tau jalan pikiran Davin, bagaimana mungkin dia menyalahkan Ceonya sendiri.
“Aku pusing berdebat seperti manusia seperti mu, bahkan aku masih ingat kamu beberapa kali merayuku seperti wanita murahan, menawarkan diri untuk bisa bekerja,” ucap Day membuat Davina membulatkan matanya.
__ADS_1
“Aila, jangan percaya, sumpah aku tidak berniat, aku hanya bercanda,” ucap Davina panik.
“Hei pak, pergilah sana, kamu membuat hari pertemuanku dengan sahabatku rusak saja, pengganggu suasana,” ucap Davina.
“Siapa juga yang mau disini bersama orang seperti mu,” ucap Day ingin berdiri tapi ditahan oleh Aila.
“Duduklah kak, kita makan sama-sama saja, anggap saja aku tidak ada, lanjutkan keromantisan kalian hahaha,” ucap Aila.
“Aila, kenapa kamu menahannya, aku sungguh sangat stres berhadapan dengannya, aku sudah bersumpah saat terakhir kali kami bertemu agar aku tidak lagi bertemu dengan dia,” ucap Davina.
“Apa kamu tau Aila, dia bahkan hampir membunuhku, dia hampir menabrakku saat itu,” ucap Davina.
“Kau saja yang nyebrang tidak menggunakan mata, makanya mata ditaruh pada tempatnya, jangan di taruh di telapak kaki,” ucap Day.
“Apa kamu sudah tidak waras, mataku bahkan menempel disini, jika kamu ingin membuat lelucon, buatlah semenarik mungkin,” ucap Davina.
“Yah, lanjutkan saja, aku mendengarkan semua kok,” ucap Aila saat Day dan Davina bersamaan menatap Aila Yang hanya diam.
“Intinya mulai sekarang jangan pernah bicara padaku pak,” ucap Davina tegas.
“Dari mana kamu mendapatkan teman seperti dia, dia sungguh tidak tau malu, aku akan langsung memecatmu sehabis ini,” ucap Day tegas.
“hahahaha ini baru lelucon yang menarik pak, perutku sakit tertawa hahaha,” ucap Davina membuat Aila hanya bisa menggelengkan kepalanya.
“Liat kan temanmu Adik ipar, dia bahkan seperti tidak punya etika,” ucap Day.
“Sudahlah, nanti saja lanjutnya, aku sungguh sudah lapar,” ucap Aila.
“Aku pindah meja saja,” ucap Day tapi ditahan lagi oleh Davina.
“Pak CEO ku yang sangat baik, duduklah dan makan bersama kami, pesan sepuas kalian,” ucap Davina membuat Day tersenyum kecut.
“Baiklah dengan senang hati,” ucap Day langsung memanggil pelayan disana.
__ADS_1
“Kamu juga pesanlah Aila sebanyak mungkin dan yang paling mahal,” ucap Davina membuat Aila sedikit ragu-ragu melihat wajah Davina yang kurang meyakinkan.
JIKA ADA YANG BELUM BACA KESALAHAN SATU MALAM, SILAHKAN BACA DULU AGAR KALIAN BISA LEBIH PAHAM DENGAN ALURNYA.