
Sudah berhari-hari terlewati semenjak Davina di pecat, Day sungguh tidak pernah melakukan pekerjaan nya dengan benar, dia hanya sibuk merenung di ruangannya.
"Dimana dia sekarang bekerja, sungguh sepi tanpa dia buat onar," ucap Day tanpa sadar.
"*ahhhhhgg...! kenapa aku malah memikirkan yang tidak-tidak," ucap Day kesal sendiri.
"Apa Davina sekarang bekerja di tempat Ayyan, tapi Aila tidak pernah membahas hal itu," ucap Day.
"Aku telfon aja kali ya," gumam Day tanpa banyak pikir langsung menghubungi Aila*.
"Ya assalamualaikum kak,"
"Walaikum salam,"
"Ada apa ya kak,?" tanya Aila.
"Apa Davina bekerja disana,?" tanya Day.
"Tidak, bukan kah Davina bekerja di tempat mu kak,?" tanya balik Aila.
"Apa dia tidak pernah mengajarimu,?" tanya Day.
"Tidak, terkahir kami telfonan saat dua hari yang lalu," saut Aila.
"Memangnya Davina kemana, apa dia tidak masuk kerja,?" tanya Aila lagi.
"Aku sudah memecat nya," saut Day membuat Aila berteriak kaget.
"APAAA...! kenapa kak Day memecat nya? apa dia membuat Kesalahan,?" tanya Aila.
"Tidak, hanya saja aku sudah sangat kesal padanya, dia setiap hari mengerjaiku," ucap Day.
"Ahhg..! aku matikan kak." ucap Aila langsung mematikan ponselnya membuat Day sungguh sangat kesal.
__ADS_1
"Kenapa malah serumit ini," gumam Day.
Aila beberapa kali menelfon Davina namun tidak ada tanggapan membuatnya sungguh sangat khawatir.
"Gavin, bisakah kamu membantuku,?" tanya Aila.
"Iya, apa yang saya bisa bantu,?" tanya Gavin.
"Antar aku ke kontrakan Davina sebentar," ucap Aila dan di angguki oleh Gavin.
Ayyan masuk ke ruangan istrinya tidak melihat siapa-siapa didalam, dia langsung bergegas keluar mencarinya, dan melihat Aila dan Gavin bersamaan masuk kedalam lift.
""Woi tunggguuu..!" teriak Ayyan namun pintu lift keburu tertutup.
"GAVINNN.! istrikuuuu..! kembalikannnn..!" teriak Ayyan namun sudah sia-sia.
Tak lama mereka sudah sampai di kontrakan Davina, Aila segera mengetuk pintu beberapa kali, namun tidak ada sautan dari dalam yang semakin membuat Aila sangat khawatir.
"Maaf Nona, anda lagi mencari siapa,?" tanya ibu-ibu tersebut.
"Kemarin saya lihat, seperti nya sudah pindah deh Bu, soalnya bawa koper," ucap ibu-ibu tersebut membuat Aila sungguh sangat panik.
"Makasih ya Bu," ucap Aila dan di angguki oleh Ibu-ibu tersebut.
"Apa yang sebenarnya terjadi,?" tanya Gavin yang masih belum tau apa-apa.
"Davina dipecat oleh Kak Day, dan tidak ada kabar darinya sampai sekarang," ucap Aila membuat Gavin ikut kaget mendengarnya.
"Duh Day Duda bodoh, kenapa kamu tidak pikir panjang sebelum memecatnya, apa kamu tidak tau jika Mami yang memasukkan Davina secara diam-diam kedalam perusahaan mu, apa kata Mami nanti jika ia mengetahuinya," gumam Gavin.
"Gavin, antar aku ke perusahaan kak Day," ucap Aila.
"Okay,"
__ADS_1
"Duda mati kau," gumam Gavin.
Aila masuk kedalam di ikuti oleh Gavin, mereka tidak tau siapa perempuan yang bersama asisten dari perusahaan utama, mereka hanya menunduk menghormatinya karena disana ada Gavin yang terlihat berjalan dibelakangnya.
"Dimana ruangannya,?" tanya Aila karena dirinya baru pertama kali datang ke sini.
"Di atas," ucap Gavin.
"Kamu tunjukkan makanya, duluan," ucap Aila dan di angguki oleh Gavin.
"Duda, nasibmu sedang tidak baik-baik saja," gumam Gavin.
Aila mengetuk pintu Day beberapa kali, hingga terdengar suara dari dalam memperbolehkan masuk.
Aila langsung masuk saat sudah di perbolehkan.
"KAK DAYY...!" ucap Aila tegas langsung duduk didepan nya dengan wajah yang sudah sangat menakutkan.
Day hanya bisa menelan salivnya kasar, tidak tau harus bagaimana lagi, dia menatap Gavin meminta pertolongan tapi Gavin hanya cuek padanya.
"Jelaskan padaku, apa yang dia perbuat hingga kamu memecatnya,?" tanya Aila.
"Apa kamu tau, dia sudah jauh-jauh datang kemari, dan jangan bilang kamu tidak memberikannya gaji sama sekali,?" tanya Aila dan mendapat gelengan kepala dari Day.
"Kamu sungguh seperti iblis, bagaimana keadaannya sekarang, bahkan kamu tidak memberikannya uang, dia bukan orang yang berada seperti mu," ucap Aila membuat Day hanya mengangguk dengan wajah panik.
"Dimana dia,?" tanya Day.
"Dia sudah pergi percuma bertanya pada kami, kami tidak tau kemana dia pergi sekarang, yang lebih membuat ku khawatir, dia pertama kali datang ke kota ini, dia pasti bakal tidak tau jalan," ucap Aila yang membuat Day semakin merasa bersalah.
"Sekarang kak Day cari, persoalan pecat itu terakhiran, itu terserah mu, aku mau kamu menemukannya, aku takut terjadi apa-apa padanya, jangan pikir Mami bakal membuat mu bisa bernafas jika mengetahui Davina hilang," ucap Aila membuat Day sungguh dibuat panik.
"Duda, makanya kalau berbuat sesuatu mikir dulu, padahal kamu suka padanya, tapi kamu sok gengsi," gumam Gavin.
__ADS_1
"Ayo Gavin," ucap Aila langsung melangkah pergi.
"Duda nikmati hidup mu yang penuh kesuraman, jangan lupa mencarinya ya, kalau kamu tidak mau sama dia, aku bakal maju, lumayan dia cantik, badannya bohai, balonnya lumayan lah hahahahahahha," ucap Gavin dan melangkah pergi.