Gadis Bar-Bar Pemikat Hati Duda

Gadis Bar-Bar Pemikat Hati Duda
Kerumah bos


__ADS_3

Day bersandar di kursi mengelus perutnya yang sangat kenyang, seseorang pelayan datang padanya membawa total bayaran disana, membuat Day sangat kebingungan.


“Ini pak total bayarannya,” ucap pelayan sopan.


“Hah? Ucap Day kebingungan.


“Tadi pacar bapak bilang jika bapak yang akan membayarnya dan totalnya disini 10 juta 200 ribu,” ucap pelayan tersebut membuat Day tak bisa berkata apa-apa lagi.


Day hanya duduk mematung menatap pelayan tersebut dengan sangat lemas, dia kehilangan uangnya lagi.


“Apa semahal itu,?” tanya Day.


“Lihat pelanggan disini pak, mereka sangat banyak dan memesan sangat banyak dan makanan yang mereka pesan aadalah menu istimewa disini, bahkan kami pelayan juga memakan masakan istimewa disini, tapi kami hanya menyimpannya dulu, dan saya mewakili teman kerja saya untuk berterima kasih pada bapak,” ucap pelayan tersebut membuat Day kembali memijat keningnya.


“Ahhgggg... jika aku bertemu denganmu, aku akan membunuhmu,” gumam kesal Day.


Day dengan terpaksa mengeluarkan dompetnya dan memberikan kartu pada karyawan tersebut.


“Terimakasih pak,” ucap lagi pelayan tersebut dan hanya di angguki oleh Day.


“*Aku akan memecatmu, akan melepas kukumu satu-satu, akan mencabut gigimu, aku akan membunuhmu Davinaaaaaaa....!” gumam Day sangat kesal.


“Kenapa dia sangat berani pada atasannya, apa otaknya sungguh tidak dirawat dengan baik olehnya, dia orang pertama yang bisa membodohiku hingga aku kehilangan uangku sebanyak ini dalam hitungan menit saja,” gumam Day.


“Dimana prestasi yang kamu katakan itu sialannnnnn....! kejujuran apa yang kamu maksud ahhgggggg.....!” gumam Day lagi sangat kesal*.


Davina dan Naya sudah berada didalam tadi, Davina tak henti-hentinya tertawa lepas membayangkan wajah Day saat ini, Aila yang melihatnya sangat bingung ditambah lagi rasa penasaran kenapa Davina bisa membayar makanan mahal sebanyak itu.


“Hahahaha aduh, perutku sakit ketawa,” ucap Davina terus membayangkan wajah Day saat pelayan akan datang padanya menagih makanan.


“Kenapa kamu tertawa gak jelas begitu sih,?” tanya Aila bingung.


“Hahaha aku sungguh sangat puas, tensi dan dara tinggi ku pasti sudah normal lagi sekarang hahahahaha,” ucap Davina.


“Dan dari mana kamu mendapatkan uang membayar semua makanan tadi,?” tanya Aila.


“Aku tidak mengeluarkan uang sama sekali,” ucap Davina santai membuat Aila membulatkan matanya.

__ADS_1


“Trus,?” tanya Aila sudah merasa tidak enak.


“Aku sungguh kesal padanya, dia pasti marah-marah saat ini memakiku, dia yang membayar semuanya wahahahaha,” ucap Davina membuat Aila membulatkan matanya tidak percaya dengan keberanian Davina.


“Apa kamu sadar yang kamu lakukan Vina,?” tanya Aila.


“Bagaimana aku tidak sadar, aku sungguh sangat kesal padanya, dan aku sudah merasa puas sekarang,” ucap Davina.


“Dia bisa memecatmu loh,” ucap Aila membuat Davina membulatkan matanya.


“Astaga, aku lupa jika dia CEO,” ucap Davina menepuk jidatnya pelan.


“Aila bisakah kamu menolong ku,?” rengek Davina.


“nolong apaan,?” tanya Aila balik.


“Dia kan calon kakak ipar mu, jadi bujuk dia ya biar aku gak di pecat,” ucap Davina.


“Kenapa harus melibatkan aku, aku tidak tau apa-apa soal ini,” saut Aila menahan tawanya melihat wajah panik Davina.


“Kak Day itu Duda, jadi kamu hanya perlu menggodanya sedikit agar tertarik denganmu, dan menikah dengannya hahahahaha,” ucap Aila membuat Davina membulatkan matanya.


“Dia duda,?” tanya Davina dan di angguki oleh Aila.


“Tidak, pasti istrinya tidak tahan dengannya hingga pergi,” ucap Davina.


“Jangan katakan itu, lupakan saja yang ku katakan,” ucap Aila takut jika Davina keceplosan.


“Ceritakan padaku,” ucap Davina.


“Kata Mami istrinya hanya ingin uang, dan saat mereka hampir bangkrut istrinya pergi meninggalkan mereka dengan anaknya yang masih berumur beberapa hari,” ucap Aila.


“Jangan katakan ini ke siapapun, ini private orang,” ucap Aila mengingat kan dan di angguki lelah Davina.


Day pulang dengan wajah sangat kesal, dia tak henti-hentinya memaki Davina yang sangat berani mengerjainya.


Day masuk kedalam rumah dengan wajah sangat kesal, ia langsung duduk di sofa samping Maminya.

__ADS_1


“Kamu kenapa,?” tanya Mami Karla.


“Tadi siang uangku habis 10 juta lebih,” saut Day.


“Kenapa, apa kamu main judi,?” tanya Mami Karla.


“Teman Aila mengerjai ku Mami ahhgg, aku sungguh kesal padanya,” ucap Day memukul-mukul bantal sofa.


“Teman Aila,?” tanya Mami Karla.


“Iya, aku tidak tau banyak, intinya dia selalu menentangku, dia baru bekerja di perusahaan ku 1 Minggu dan dia bahkan tidak memandangku sebagai seorang atasan melainkan seorang teman saja,” ucap Day.


“Dia perempuan yang sangat aneh dan sangat menyebalkan,” ucap Day.


“Uncleeee....!” teriak si kembar berlari ke arah Day, wajah Day yang tadinya kesal berubah menjadi senyuman hangat.


“Uncle, ayo main kuda-kuda lagi,” ajak Zean.


“Uncle capek sayang,” ucap Day lembut mengelus rambut mereka.


Day mencium pipi mereka berdua beberapa kali, dan mendapat protes dari Zean.


“Uncle Cuma minta cium glatic,. Tidak mau main juga cama kami,” ucap Zean membuat Day tertawa renyah.


“Nanti saja ya, Uncle baru pulang kerja,” ucap Day dan di angguki oleh mereka dengan semangat.


“Kak Dylan dimana,?” tanya Day.


“Kata kak Dylan, halus belajal dan kami tidak boleh ganggu,” ucap Zean lagi membuat Day merasa tidak percaya anaknya ingin belajar.


“Mami,?” tanya Day meminta penjelasan.


“Aila memberikannya soal yang di ajarkan olehnya jika datang, kamu tidak melihatnya karena kamu kerja, dia sangat auntusias belajar jika bersama Aila,” ucap Mami Karla membuat Day hanya bisa tersenyum merasa bahagia, adiknya bisa menemukan wanita yang baik, tidak seperti dirinya yang salah dalam memilih wanita.


Pandangan Day dan Mami Karla teralih pada seseorang yang membuat si kembar berteriak dan berlari ke arah pintu. Day membulatkan matanya sempurna saat melihat wanita yang membuatnya sangat kesal.


“Auntyyyyy..! Mommyyyyy..! teriak lagi mereka sangat senang, mereka langsung memeluk Davina.

__ADS_1


__ADS_2