Gadis Bar-Bar Pemikat Hati Duda

Gadis Bar-Bar Pemikat Hati Duda
Kenyataan


__ADS_3

Gavin semakin menatap Perempuan Tua yang duduk berdurai air mata, Ibu Davina baru saja sadar dan langsung berteriak memanggil nama Gavin, semua orang tentunya sangat kaget, apalagi saat Ibu Davina memeluk Gavin dengan tangisan yang pecah.


"Ibu, Apa yang sebenarnya terjadi,?" ucap Davina menenangkan Ibunya.


"Kemari Nak," ucap Paman Davina menunjuk samping Bu Vivin, Gavin yang merasa bingung dan penasaran langsung mengikuti perintah dari paman Davina.


"Tante tidak berniat menjahili ku kan? ini sudah sangat kelewatan, sumpah aku nyerah udah merinding," ucap Gavin.


"Jangan panggil Tante, maafkan Ibu hiks..hiks..," ucap Ibu Davina kembali memeluk Gavin, Gavin menatap Davina meminta untuk dijauhkan dari Ibunya.


"Ayolah, sumpah dah, kali ini Aku benar-benar ngalah, jangan bercanda seperti ini" ucap Gavin lagi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kakak! katakan dengan jelas! Kenapa kamu seperti ini? menangis tanpa sebab,?" tanya Paman Davina.


"Dia anakku Davit hiks..hiks.. anak kakakmu Davin dan juga anakku, saudara kembar Davina hiks..hiks...," ucap Bu Vivin pelan memeluk Gavin erat, Semua terkejut, hening hanya ada suara tangisannya Bu Vivin tak henti-hentinya memeluk Gavin.

__ADS_1


Paman Davina yang mendengarnya meneteskan air matanya, dia sudah merasa aneh sejak pertama kali bertemu dengan Gavin, ada hal yang membuatnya teringat oleh Kakaknya di wajah Gavin. Paman Davit langsung ikut memeluk Gavin dengan tangisan yang pecah, semua orang terdiam begitupun dengan Mami Karla yang hanya bisa meneteskan air matanya, hati Mami Karla campur aduk saat ini, dia seperti senang melihat Gavin bertemu keluarganya, namun juga sedikit tidak ikhlas jika Gavin pergi darinya.


Davina menatap wajah Gavin yang terlihat tidak seperti biasanya, wajah Gavin tanpa ekspresi air matanya menetes begitu saja, namun dirinya tidak membalas pelukan mereka.


Gavin melepaskan Bu Vivin dan Paman Davit dengan pelan, Gavin berdiri dari sana dan berbalik ingin melangkah pergi namun setelah melangkah dia berkata.


"Aku bukan anak yang kalian maksud! orangtuaku sudah meninggal," ucap Gavin datar tanpa menoleh lagi pada mereka, Gavin langsung pergi meninggalkan mereka semua.


"Gavinnnn...Maafkan Ibu Nak..hiks...hiks...Ibu yang salah Nak hiks.." ucap Ibu Davina duduk lemas di lantai.


"Ayyan kejar Gavin!" pinta Mami Karla membuat Ayyan langsung berdiri dari duduknya.


"Adek ikut,!" ucap Dean.


"Tidak boleh sayang, Daddy harus kejar Uncle Gavin," ucap Ayyan panik, karena sudah tidak melihat Gavin lagi.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi sayang,?" bisik Aila.


"Gavin saudara kembarnya Davina," saut Gavin membuat Aila sangat kaget.


"Benarkah,?" tanya lagi Aila merasa tidak percaya.


"Mana mungkin aku bohong, kamu juga sudah lihat tadi Ibu Davina bagaimana, bahkan tangisannya masih kedengaran jelas sampai disini," ucap Ayyan membuat Aila terdiam.


"Iya sih, Saat Aila masih disini dulu, Aila pernah lihat foto Ibu Davina dan Ayah Davina, lalu difoto itu mereka masing-masing menggendong bayi, tapi aku sedikit malu bertanya saat itu," ucap Aila.


"Tapi bagaimana mungkin Gavin jadi saudara Davina, aku bahkan tidak bisa percaya," ucap Ayyan.


"Hei apa kamu tau sayang? foto mereka sama sumpah demi apapun, dirumah banyak sekali foto kalian saat kecilkan, saat aku sudah jadi istrimu aku melihat foto-foto itu, dan sempat berfikir jika anak yang didalam sana itu kamu, Kak Day, sama Davina, tapi aku mikir-mikir lagi dari mana juga mereka kenalan, karena penasaran aku balik dan baca nama kalian disitu yang ternyata yang ku maksud Davina itu adalah Kak Gavin, soalnya Davina dulu sering memperlihatkan fotonya saat dia tomboi, sangat mirip dengan Kak Gavin sumpah dah, aku juga baru konek," ucap Aila.


"Ini suami istri satu, disuruh ngejar tuh bocah, malah disini ngegosip," ucap Day yang baru datang.

__ADS_1


"Dia ilang," saut Ayyan.


"Gimana gak hilang kalau kamu malah ngobrol disini, Mami suruh nyari sampai ketemu, tuh bocah gak bakal pulang rumah dalam waktu lama jika sudah seperti ini," ucap Day, dirinya sudah hafal tentang Gavin, bahkan saat SD dulu Gavin pernah menghilang selama 2 Minggu lamanya, beruntung bawahan Pak Andhra saat itu bisa menemukannya, Gavin dulu selalu kabur dan menyendiri jika mendapat perkataan yang menyakitkan dari orang lain, walupun begitu Gavin selalu menyembunyikan kesedihannya sendiri, tidak mau menceritakan hal-hal sedih hanya akan menceritakan kisah yang di anggapnya seruh dan menyenangkan, wajah Gavin selalu dipenuhi senyuman namun tidak dengan hatinya, hatinya selalu menangis mendengar perkataan menyengat namun dirinya hanya bisa memperlihatkan senyumannya.


__ADS_2