Gadis Bar-Bar Pemikat Hati Duda

Gadis Bar-Bar Pemikat Hati Duda
Pulang


__ADS_3

Singkat cerita Gavin dan Day kini sudah balik ke kota, Day tak henti-hentinya senyum-senyum sendiri, sedangkan Gavin tak henti-hentinya mengoceh sangat kesal dengan Day.


"Hentikanlah ocehanmu itu, mulutmu nanti berbusa, aku juga tidak mendengarkan apa yang kamu ucapkan," ucap Day.


"Duda sialan, kenapa kamu gak sekalian tidak usah bangun-bangun lagi dari pingsanmu,?" ucap kesal Gavin.


"Hah! coba ulangi lagi? Duda? maaf ya bos sebentar lagi masa itu akan terlewati hahaha, Duda sepertiku sangat laku, dibandingkan jomblo seperti mu," ucap Day tertawa renyah.


"Davina hanya terpaksa menikah denganmu, dia kasihan melihatmu yang seperti orang mati ditinggal," ucap kesal Gavin.


"Omong kosong macam apa itu, bahkan Davina sendiri mengaku mencintaiku tanpa ku paksa, aku bukannya mau sombong padamu yang berstatus jomblo, tapi sejak kami bertemu Davina sudah jatuh hati padaku, jangan di ambil hati ucapanku yah jomblo, aku tidak bermaksud sama sekali untuk sombong," ucap Day membuat Gavin menancap gasnya sangat kencang dia sangat kesal dengan Day.


"Turunkan gasmu, aku bahkan masih ingin malam pertama dengan Davina hahahaha," ucap Gavin.


"Apa kamu tau Gavin rasanya membuat bayi? sungguh sangat menyenangkan," ucap Day.


"Menyenangkan apanya, bahkan istrimu dulu selalu di setubuhi oleh orang lain tanpa sepengetahuan mu," ucap Gavin kesal.

__ADS_1


"Sudahlah sialan, aku tidak ingin mengingatnya," ucap Day.


Perjalanan mereka sangat panjang hingga mereka berdua sampai didepan rumah Mami Karla dan Pak Andhra.


Day dengan wajah sumringah nya masuk kedalam terlihat seorang perempuan berlari ke arahnya dengan wajah penuh kekhawatiran.


"Apa kamu baik-baik saja sekarang,?" tanya Maminya memeluknya dengan erat.


"Ahg! Mami lepaskan lah aku bukan lagi anak kecil, bahkan aku sebentar lagi bukan Duda hahahaha," ucap Day membuat Maminya melepaskan pelukannya dan memukul pelan lengannya.


"Apa maksudmu,?" tanya Mami Karla.


"Kamu tidak bercanda,?" tanya Mami Karla dan di angguki oleh Day.


"Wuaaaah...! Kabar bahagia terus berdatangan," ucap Mami Karla kembali memeluk Day.


"Lanjutkan, tidak usah anggap aku yang penuh perjuangan demi Duda," ucap Gavin melangkah melewatinya.

__ADS_1


"Hei anak durhaka, peluk Mami juga," ucap Mami Karla.


"Aku tidak bawa berita bahagia, aku hanya membawa derita," ucap kesal Gavin membuat Mami Karla melangkah ke arahnya dan memeluknya.


"Kamu tidak perlu risau dengan jodohmu, Mami siap memberikanmu ponakan Mami," ucap Mami Karla.


Uhuk..uhuk..uhuk Naya yang sedang minum menyaksikan mereka batuk mendengar ucapan Mami Karla, pandangan Mami Karla dan Gavin secara bersamaan menoleh ke arahnya.


"Nah kan dia batuk gara-gara kamu Gavin, kamu selalu memaksa Mami untuk mendekatkannya mu dengan ponakan Mami, bahkan sampai sujud memohon, tapi Mami menyarankan kamu untuk usaha sendiri ya," ucap Mami Karla dengan nada suara menasehatinya, Gavin membulatkan matanya sempurna mendengar ucapan Mami Karla, bahkan dirinya sama sekali tidak pernah bertanya-tanya tentang Naya padanya.


"Ma..mm...ami" ucap Gavin panik sedangkan Mami Karla langsung meninggalkan nya dengan matanya yang dikedipkan ke arah Gavin.


"Semangat jomblo," ucap Day memukul bahunya pelan dan melangkah pergi, hanya Gavin dan Naya yang berdiri saling pandang memandang dengan sangat canggung.


"Ehh! lupakan kata Mami, dia hanya bercanda," ucap Gavin dengan wajah panik, Naya hanya menganggukan kepalanya. Gavin segera melangkah pergi dengan wajah yang sudah dibebani oleh rasa malunya.


"Kak,!" panggil Naya membuat Gavin dengan wajah gugupnya menoleh ke arahnya.

__ADS_1


"Mau kedapur,?" tanya Naya membuat Gavin semakin salah tingkah.


"Ehh tidak, aku salah jalan," ucap Gavin melangkah pergi dengan cepat, sedangkan Naya yang melihatnya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


__ADS_2