Gadis Idiot Dokter Rangga

Gadis Idiot Dokter Rangga
GIDR 21


__ADS_3

Aku bahkan tidak paham kenapa permasalahanmu lebih completed dari pada diriku. Aku merasa iba merasa kasihan merasa jiwaku terganggu oleh keadaan. Sebenarnya apa yang sedang kamu alami idiot. Kenapa jadi seperti ini? Aku ini sedang ingin marah padamu. Karena keberadaanmu membuat putriku di tinggal ibunya. Batin Rangga sambil dlosor si ruangan kerjanya. Seakan-akan dirinya sudah tak memiliki kekuatan untuk menopang tubuhnya sendiri.


Rangga merasa dunianya seperti tidak karuan. Tapi beberapa hari ini dia tak menyambangi putrinya. Hatinya sakit saat melihat tangisan bayi itu. Dia membutuhkan kasih sayang ibunya. Seorang ayah bisa apa? Batin anak dan ibu tak mungkin bisa terbantahkan. Rangga kemudian keluar dari ruangannya menuju ruang anak. Suster jaga mempersilahkan rangga masuk.


" Bagaimana 2 hari ini keadaannya sus?" tanya rangga menatap putrinya.


" Semakin menunjukkan peningkatan yang baik dok. Dia putri yang kuat dokter," puji suster jaga.


" Terima kasih. Tinggalkan kami sendiri sus!" pinta Rangga.


" baik dok," jawabnya.


Rangga kini menatap lekat putrinya. Dia membelai kaca yang memberikan jarak di antara mereka. Rangga mengelus inkubatornya.


" Putriku sayang ... Bisakah kamu mendengar ayahnya nak?"tanyanya seperti orang gila. Tapi itulah naluri seorang ayah untuk mengajak ngobrol putri kecilnya. Gadis kecil itu meresponnya dengan gerakan kaki dan tangan. Dia sedikit tersenyum rangga pun ikut tersenyum sambil menitikkan air mata yang sudah mengembun sejak tadi.


" Sayang ... Cepatlah sehat. Kita akan bermain bersama. Tidakkah putri kecil ayah ini merindukan rumah. Segeralah stabil nak kita akan menikmati ruangan yang telah di siapkan oleh bundamu," pinta Rangga sambil menyemangati putrinya. " Love you sayang. Ibumu pasti saat ini sedang bahagia karena ayah datang menjengukmu," monolog reyhan sedari tadi.


Bebebarapa hari kemudian ...


Pernikahan antara Rangga dan Nasya di gelar di rumah sakit tempat nasya di rawat. Gadis itu pasrah selain dia ingin sembuh dia juga ingin membantu rangga merawat putrinya. Karena rangga merasa dirinyalah yang menyebabkan semua ini. Anggap saja saat ini nasya sedang membalas budi baik rangga mulai dulu hingga saat ini.

__ADS_1


" Bisa kita mulai pak Rangga!" seru pak wali nikah yang mewakili kakak nasya yang tidak bisa menikahkan adiknya hatinya sakit saat harus melepas adiknya dalam keadaan seperti ini.


" Sudah pak," jawab rangga mantap tanpa tersenyum.


" Bapak azzam bisa keluar ruangan sekarang," ucap pak mudin. Azzam keluar dan dia menutup wajahnya dengan mata yang merah.


" Maafkan kakak dek. Tapi kakak tidak bisa melihatmu terus pada kondisi ini. Aku hanya berharap kebaikan pada dokter itu," lirih azzam mencoba percaya pada rangga.


Di dalam ruangan ...


" Silahkan jabat tangan saya pak rangga!" seru pak mudin. Rangga mengangguk dan menjabatnya.


" Sah!"


" Sah!"


" Sah!"


" Alhamdulillah .... Bârakallâhu laka wa bâraka ‘alaika wa jama‘a bainakumâ fî khairin," ucap sang wali nikah dengan khidmad.


" Silahkan tanda tangan di sini!" seru pak mudin. Rangga pun menanda tangani buku nikah untuk yang kedua kalinya.

__ADS_1


Pernikahan ini berlangsung bukan karena dasar cinta atau apapun yang berhubungan dengan sebuah kebahagiaan. Pernikahan ini hanya untuk menyembuhkan si perempuan dan membantu merawat bayi rangga. Lebih tepatnya hubungan yang terjadi di antara mereka adalah simbiosis mutualisme jadi saling menguntungkan satu sama lain. Tidak ada yang di rugikan oleh pernikahan ini hanya saja akan menguras emosi karena tak berlandaskan cinta.


Rangga mendekat ke arah istrinya dan


memegang ubun-ubunnya sambil berdoa.


Allahumma inni as-aluka khaira-ha wa khaira ma jabaltaha ‘alaihi wa a-‘udzu bika min syarriha wa min syarri ma jabaltaha ‘alaih.


Artinya: Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiat yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa.


Rangga kemudian mengecupnya dan Nasya mencium tangan rangga dengan Khidmad.


" Masuklah mas Azzam!" seru pak mudin padanya.


Azzam menatap adiknya dengan tersenyum semua harus baik-baik saja. Positif thinking dengan keputusan yang dibuat. Fatimah pun tersenyum semoga dengan pernikahan ini rangga bisa mengetahui sisi baik Nasya.


.


.


Alhamdulillah bisa up 1 bab lagi. Like ya maksihhh vote-nya jangan lupa.

__ADS_1


__ADS_2