
Saat semuanya ramai zafindra yang tadi menutup wajahnya dengan buku kini membukanya dan meletakkannya dengan anggun. Eaaakkk. Zafindra berjalan menuju ke arah mereka yang ramai sekali memperbincangkan sesuatu.
" Ada apa?" tanyanya dengan santai. Sontak saja mata bulat Flo menatap tajam padanya. Rangga tersenyum pada zafindra.
" Flo dapat medali lagi fin," jawab rangga dengan mode santai. Zafin tersenyum aneh. Senyum gak senyum cemberut juga gak jadi jatuhnya sangatlah aneh.
" Selamat ya!" hanya dua kata itu yang keluar dari mulut zafin pada flo. Gadis itu berasa ingin melemparkan vas bunga bunga di sampingnya itu. Hanya 2 kata saja. Benar-benar irit ngeseli amat.
Kehangatan nampak terlihat di kedua keluarga sahabat itu. Meskipun alur kisah cinta di antara mereka berjalan tak mulus hingga sampai pada titik ini. Tapi nyatanya persahabatan tetap terjaga dengan baik hingga mereka memiliki anak.
" Bi ... Kemarikan aku gendong si cantik!" seru zafindra pada bayi mungil yang cantik itu. Dia menggendongnya dengan lues sekali. Nasya memberikan si baby pada zafindra.
" Ini sayang ... Hati-hati ya!" seru bibi padanya. Zafindra mengangguk paham apa yang di katakan padanya.
Zafindra membawa baby itu ke taman tanpa mempedulikan mereka semua yang ada di sanaa. Flo memicingkan matanya pada pemuda tampan itu. Di hatinya menggemakan sesuatu di hatinya.
Dasar pedofil.
Dengan langkah yang lebar flo meninggalkan ruang keluarga itu untuk pergi beristirahat. Dia rasanya kesal setelah seharian berpacu dan di rumah di hadapkan dengan orang modelan dia. Bikin kesal tambah parah.
Sesampainya di kamar flo keluar ke balkon untuk menghirup udara segar. Dia memejamkan mata sambil meraup semua oksigen yang berasal dari taman dengan banyaknya tanaman.
Ini sangat menyegarkan. Ya Allah ... Kadang aku takut melangkah lebih jauh. Aku sangat menyayangi mami. Meskipun aku menemukan sebuah rahasia besar seharusnya bukan masalah bagiku tapi nyatanya buku itu memberiku sebuah sensasi yang namanya perubahan sikap. Aku takut setelah mengetahui bahwa mami kandungku bukan mami nasya. Aku takut aku adalah anak yang tak di harapkan. Tapi jika melihat kasih sayang papi dan mami rasanya tak mungkin anak yang di buang. Maafkan aku ya Allah aku masih belum ingin mengetahui terlalu jauh.
Air mata itu mengalir di wajah putih susu Flo. Air mata itu nampak jelas. Flo yang sudah berusia 15 tahun itu nampak memikirkan sesuatu yang bukan seusianya. Nampak dari bawah seorang pemuda tampan Zafindra sedang memperhatikan wajah cantik itu di balik tanaman agak lebat. Sehingga flo tak dapat melihatnya. Zafindra nampak mengamati air mata flo yang mengalir. Ya, gadis itu menangis sekaligus tersenyum. Zafindra sedikit lama memandang hingga puas.
Cantik. Sayang sekali butuh polesan dalam berbusana. Kenapa dia nampak bersedih??? Bukankah keluarga ini begitu menyanyanginya. Menarik sekali hidupnya.
Zafindra masuk ke rumah kembali untuk mengembalikan si baby. Zafindra yang kini berusia 12 tahun memiliki karakter yang dewasa alias ogah banyak omong.
" ini bi ...!" serunya pada nasya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sudah 3 hari mereka berkunjung. Izdi mulai berbicara pada rangga untuk kembali ke kampung halaman. Mereka berdua dudu di teras depan sekedar untuk berbincang dini hari.
" Ngga ... Selesaikan semua baik-baik jangan menyakiti dia meskipun dia terlihat sangat agresif. Kemudian bicaralah pada istrimu bahwa ada seseorang yang sedang mengincarmu. Meminta ijinlah untuk menyelesaikan biar tidak ada salah paham," ujar izdi mengingatkan sahabatnya.
__ADS_1
" Iya iz ... Aku pun ingin segera menikmati hidupku bersama istri dan anak-anakku," jawab rangga dengan menyeruput hot coffe yang di siapkan di meja untuk mereka berdua. " Bagaimana dengan kehidupanmu di sana?" tanya rangga melanjutkan percakapan sebelumnya.
" Ehmm ... Kami baik-baik saja. Mungkin sudah banyak yang kami alami sehingga membuat kami lebih menjadi dewasa menghadapi permasalahan saat ini. Sekarang spek masalahnya lebih condong ke anak-anak sih ngga. Kalau pamorku mah udah turun hahahahah," jawab izdi sambil tertawa bahagia. Rangga jadi ikut tertawa san berdecak.
" Ck. Tentu saja kau sudah harus pensiun. Gara-gara dirimu semua laki-laki hampir tak laku. Ketampananmu kala itu benar-benar mutakhir. Spek dokter spesialis pun kamu raup dengan rakus. Hahahaha," jawabnya dengan tertawa nyaring. Bahkan mereka berdua menikmatinya.
Saat mereka menikmati perbincangan nampak Zafin keluar dengan membawa Kitab di tangannya.
Dia berjalan menyelonong lurus tanpa menoleh lagi. Ternyata tujuannya adalah kursi taman di dekat lampu - lampu yang indah. Arah Mata rangga mengikuti si empunya dengan kagum. Laki-laki muda itu menggunakan dresscode taqwa putih dan sarung monokrom dan peci kain putih.
Paripurna. Ketampanan dan auranya melebihi ayahnya.
Putra izdi itu ternyata sedang ingin tartila di taman dengan menikmati suasana dini hari yang masih sepi ini. Dinginnya yang menembus pori-pori tak ia hiraukan.
. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ
Latin: al-ḥamdu lillāhillażī anzala 'alā 'abdihil-kitāba wa lam yaj'al lahụ 'iwajā
Latin: Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok;
Latin: qayyimal liyunżira ba`san syadīdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-mu`minīnallażīna ya'malụnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā
Artinya: sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik,
مَّاكِثِيْنَ فِيْهِ اَبَدًاۙ
Latin: mākiṡīna fīhi abadā
Artinya: mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.
__ADS_1
وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۖ
Latin: wa yunżirallażīna qāluttakhażallāhu waladā
Artinya: Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, "Allah mengambil seorang anak."
مَّا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ وَّلَا لِاٰبَاۤىِٕهِمْۗ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۗ اِنْ يَّقُوْلُوْنَ اِلَّا كَذِبًا
Latin: mā lahum bihī min 'ilmiw wa lā li`ābā`ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqụlụna illā każibā
Artinya: Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka.
فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا
Latin: fa la'allaka bākhi'un nafsaka 'alā āṡārihim il lam yu`minụ bihāżal-ḥadīṡi asafā
Artinya: Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an)
Rangga yang mendengarkan lantunan suara Zafin benar-benar di buat terpukau kali ini. Sontak saja dia memegang tangan izdi.
" Apakah dia selalu seperti ini?" tanya rangga. Izdi mengangguk mengiyakan.
" Setiap jumat dia selalu melafalkan surat al kahfi pada dini hari. Aku sudah kalah pamor dengan anak kecil itu ngga hahah. Dia sangat agamis bahkan cenderung membawa aura pikat yang melebihi ayahnya. Entahlah dia pun juga selalu belajar menghafal setiap hari. Semoga saja Allah ridho akan kebaikan yang dia lakukan karena ummi-nya sudah ridho akan putra putrinya," jawaban izdi membuat hatinya adem sekali. Putrinya memang pandai pada bidang umum dan banyak medali emas yang dia dapatkan dan banyak hadiah sehingga atm-nya terisi olehnya sendiri. Bahkan rangga jarang memberi uang jajan.
Namun ketika melihat putra rangga ada hati yang berdoa di dalam sana.
__ADS_1
Semoga Flo mendapatkan suami sebaik putra rangga. Setidaknya dia memiliki imam yang baik kelak ketika sudah berumah tangga.
Jangan lupa likeeeeee ya! Biar episode-nya nambah. Author butuh asupan semangat donggggg. Komennnnnin juga untuk kelangsungannya heheheh mksih.