
" Ya ... Allah Nasya. Kamu selalu membuatku gelagapan," lirih rangga sambil memegang dadanya.
Nasya yang sudah memasuki kamar mandi. Membuat rangga juga segera bergegas keluar dari ruangan untuk ke kamar mandi luar. Hatinya merasa ingin keluar dari tempatnya. Gadis itu bisa membuatnya gila jika terus menerus seperti ini.
Beberapa menit kemudian ....
" Kemana Papan Flo? Bukankah tadi masih tidur," lirihnya. Nasya pun segera berganti baju. Karena sebentar lagi harus memasak.
Saat nasya sudah selesai. Dia bergegas keluar karena waktunya sedikit. Saat di pintu kamar dia menarik dengan kencang pintunya karena terburu-buru. Rangga yang memgang handle pintu langsung terjerembab ke dalam dengan memeluk Nasya yang terdorong beberapa langkah ke belakang. rangga seketika membulat sempurna. Bukan tidak tapi kali ini rangga memeluk gadis itu dengan erat. Rangga segera melepas pelukannya.
" Maaf ... Tidak sengaja ayahnya Flo," ucap Nasya segera berlari keluar.
Sedangkan rangga lagi-lagi mematung. Dia dengan sengaja memeluk nasya erat. Dia merasakan sesuatu yang membuat gairahnya yang terpendam bergejolak lagi karena menyentuh sesuatu yang ehmmm.
" Wah ... Sudah ndak bener otakku sekarang. Kenapa hari ini berasa beda, aneh dan jadi salting begini. Harus banyak asupan kayaknya," gerutu rangga sambil menjitak dahinya sendiri.
Sedangkan nasya di dapur segera memasak singkat. Bahan-bahannya sudah dia siapkan di kulkas. Nasya yang dadanya berasa bergemuruh ulah dari pelukan rangga karena dirinya yang terburu-buru membuat malu sekali.
" Ya ... Allah hatiku rasanya aneh sekali. Perasaan itu tak pernah terkikis dari hatiku. Maafkan aku," lirihnya sambil memasak.
Di kamar ...
" Tadi dia seperti memanggil ayahnya Flo. Kenapa nama panggilanku selalu di ganti-ganti olehnya? Tidak konsisten," cibir rangga sambil menggunakan parfum. Rangga yang sudah selesai segera ke dapur untu menyiapkan roti lapis seperti biasa. Namun pemandangan pagi ini membuat matanya takjub.
Rangga melihat nasya menggelung rambutnya ke atas ala-ala gadis korea. Tengkuknya yang putih terekpos sempurna. Dia menggunakan kaos oblong putih dan celana putih. Dia menggunakan celemek. Wajah itu kian cantik terkena paparan sinar matahari lewat jendela dapur.
" Ayahnya Flo sarapanlah! Ini aku buatkan Gurami Asam manis sama salad buah," ucap nasya tanpa menatap ke arah suaminya yang sedang terheran-heran. Nasya juga mengambilkan segelas susu untuk suaminya.
" Cepatlah duduk! Keburu siang. Jangan berdiri saja," ucapnya sambil menarik Rangga untuk duduk.
Saat nasya ingin beranjak dari sana rangga menarik tangannya. Nasya pun mau tidak mau harus menatap suaminya.
" Ada apa?" tanya nasya.
" Makanlah bersamaku di sini," jawab rangga.
" Tapi ... Aku belum selesai merapikan dapurnya ayahnya Flo," ucap nasya menunjuk dapur tempatnya memasak.
" Biarkan saja ... Temanilah aku makan di sini!" serunya yang membuat nasya mengangguk mengiyakan ucapan rangga. Mereka berdua pun makan bersama.
__ADS_1
Rangga mulai memaklumi sikap nasya. Mungkin dia ingin memerankan tugasnya sebagai istri. Rangga tak mempermasalahkan itu. Selagi gadis itu tak berada dalam zona traumanya rangga tak pernah melarang itu.
Seusai makan ...
" Ayahnya Flo?" tanya nasya agak meremang karena khawatir.
" Ada apa?" tanyanya balik.
" Bolehkah nanti aku berkunjung ke rumah mbak wardah?" tanya nasya sambil menunduk. Rangga menatap istrinya dengan intens.
" Kenapa harus nanti?" tanya rangga menatapnya lagi.
" Jika tidak boleh aku tidak pergi," jawabnya apa pertanyaannya apa. Rangga menggeleng.
" Ayo bersiaplah aku tunggu. Aku antar ke rumahnya sekarang sekalian aku berangkat," ajak Rangga. Nasya langsung menatap suaminya.
" Tapi mas Flo?" tanyanya jika harus berangkat pagi.
" Jika keperluanmu itu sangat penting mari aku antar nanti pulangnya naiklah taxi," jawab rangga akhirnya.
" Baiklah ayahnya Flo. Aku bersiap dalam 5 menit," jawab nasya langsung berdiri.
" gak kok ... Tadi karena emang mau masak," jawab nasya.
" lain kali masak pun jangan menggunakan baju itu. Nanti jika ada orang lain bertamu bagaimana?" tanya rangga tanpa ada rasa malu. Nasya mengangguk saja karena khawatir suaminya yang bawel itu terlambat.
" Oke ... Ayahnya Flo," jawab nasya dengan berlalu ke kamarnya.
Rangga menghampiri si mbak dan si mbok yang biasa membersihkan apartemennya.
" Saya dan Nasya keluar dulu ya kalian mbak sama mbok bisa istirahat dulu. Biar si kecil di bawa maminya jalan-jalan.
" Baik Tuan ... Makasih," ucap mereka berdua. Rangga sengaja membawakan putrinya di rumah agar membuatnya tidak boring.
Rangga dan Nasya keluar dengan membawa putrinya. Nasya merasa seperti menjadi istri sesungguhnya jika hanya berdua seperti ini. Dia diam seribu bahasa putrinya juga memainkan hidung maminya.
Sesampainya di depan rumah izdi.
" Loh ... Ngapain pagi-pagi ke rumah dokter gadungan!" ledek Izdi pada sahabatnya.
__ADS_1
" Istri gue mau ketemu bini loh," jawabnya tak kalah sadisnya. Izdi tertawa bahagia. Akhirmya setelah sekian lama mereka kembali bertemu. Izdi dan wardah sempat berpisah ( baca kisah cinta dalam sujudku). Namun jodoh adalah rahasia Allah. Mereka kembali di persatukan dengan takdirnya yang indah.
" Masuklah! Sayang ada nasya turunlah," Panggil izdi. wardah turun dengan bahagia saat mendengar nama nasya.
" Sudah datang sya? Kok di antar dokter rangga?" tanya mbak wardah dengan senyuman menggoda pada nasya.
" Emangnya kenapa aku kalau ikut Ny. Iz? Yang benar saja izdi juga sahabatku, aku juga rindu kali sama dia," protes rangga tak terima.
" Dasar jeruk makan jeruk," goda wardah pada dia sahabat itu.
" Manis ... " jawab izdi menjawab istrinya. Wardah hanya menggeleng. " Eh .. Aku ada jadwal di kampus. Gue berangkat ya" pamit izdi. Namun rangga ikut berdiri.
" Gue ... Antar deh iz. Nanti pulang ku jemput," jawabnya dengan bersiap pergi juga.
" Berarti hari ini full di rumahku ya?" tanya izdi dengan senyum.
" Iyes ... Biar bini gue berasa punya temen. Yuk berangkat! Oh ya sya ... Jangan lupa Flo," pamit rangga pada nasya.
Izdi memicingkan pandangannya ...
" Eh ... Dokrer berpamitanlah dengan benar pada istri. Bukan begitu cara berpamitan," ucap rangga.
" harus seperti apa? Jangan ngadi-ngadi ente, ayuk ah!" ajak rangga. Namun izdi menggeleng.
" Lihatlah caraku berpamitan!" seru izdi.
Rangga menatap sahabatnya dengan intens dan terstruktur. Rangga mulai memperhatikan cara berpamitan sahaabatnya itu. izdi bersallam dengan wardah dengan satu kecupan di kening dan satu lagi kecupan di bibir.
" Tetaplah menungguku pulang ya," pamit izdi sambil memeluk pinggul istrinya. Rangga pura- Pura tak lihat.
" Eh ... Dokter oneng ayo praktikin dong! Keburu malam nih gak dapet entar," ucap izdi ngelantur. Rangga tertawa terbahak-bahak.
" Tuh ... Mulai kan gilanya. Udah deh jangan sok romantis. Kita berangkat sekarang!" ajaknya. Namun izdi menatapnya intens.
" Ngga ... Sekarang!" seru izdi tanpa senyuman.
.
.
__ADS_1
Sebenarnya apa yang di maksud oleh izdi ya! Jangan lupa boom like, vote dan dengan lainnya juga ya. Thank you so much.