Gadis Idiot Dokter Rangga

Gadis Idiot Dokter Rangga
GIDR 54


__ADS_3

Setengah jam lamanya putra Izdi itu me-murojaah mushaf-nya akhirnya dia pun menyudahinya. Saat dia ingin kembali ke dalam rumah hatinya sedikit terlonjak mendapati abi dan ayah Flo di teras rumah. Wajar jika dia tak melihat ke arah sana tadi saat keluar rumah ini terlalu besar.


" Paman ... Abi! Sudah dari tadi di sini ?" tanyanya dengan sangat sopan sekali. Mereka berdua juga mengangguk mengiyakan ucapan-nya itu.


" Saat kamu melintas pun Abi melihatnya," jawab Izdi diikuti senyuman di wajah Rangga. Zafindra mengangguk dan berpamitan untuk ke dalam.


Saat dia ingin ke kamar tamu lagi-lagi indera penglihatannya di suguhkan oleh wajah bantal Flo yang berada di dapur. Dia nampak memakan Roti bakar dan duduk di kursi dapur. Gadis itu tak menyadari mata Zafind yang memicing sedari tadi.


" Rasanya kenapa masih kepikiran terussss. Aaahhh ... Kesalll," marahnya pada diri sendiri. Saat dia terus memakan makanannya itu tiba-tiba saja Zafindra bersuara yang membuat si empunya jadi membolakan manik matanya yang cantik.


" Jika ada masalah sholat berdoa sekalian mengaji. Ini malah makan. Aneh. Kalau udah gemuk aja nanti bingung died," ujarnya sambil berlalu. Padahal zafin udah sedari tadi di sana. Namun Flo baru menyadarinya.


" Eh ... Kok ... " namun flo tak dapat meneruskan perkataannya karena dia sudah menghilang di balik pintu kamar tamu. Akhirnya Flo hanya menghela nafas berat saat ada yang berkata namun tak bertanggung jawab.


Flo yang baru saja membuat Roti bakar lagi di kejutkan dengan kedatangan Adzkan.


" Hai ... Flo sedang apa?" tanyanya dengan santai.


" Kak Adzkan .... ( senyum dengan cantikny) mau?" tanya Flo sambil menunjukkan roti yang dia bakar.


" Kenapa buat sendiri di sini bukankah banyak asisten rumah tangga?" tanya adzkan dengan selidik. Flo kembali tersenyum menanggapinya.


" Barang begini saja kak. Mudah dan udah biasa buat. Apalagi pas lagi sebel lebih cepat selesai," jawabnya sambil nyengir kuda. Adzkan jadi ikut terkekeh.


Saat mereka asik berbincang kedua bapak -bapak itu melewati dapur dan mendapati putra putrinya. Sontak aja membuat mereka berdua ikut nimbrung.


" Asikkk ... Nih kayaknya ngobrol di temani Roti bakar sama segelas susu?" tanya rangga pada mereka berdua. Flo jadi menengok ke arah papanya.


" Papi sama paman mau?" tanya Flo menawarkan.


" Boleh," jawab mereka berdua diikuti tawa kecil karena tanpa sengaja menjawab bersama.


" Tapi paman boleh pesen gak nih Flo?" tanya izdi dengan bahasa santai.


" boleh paman," jawabnya sambil menatap izdi.

__ADS_1


" Paman Coffe latte dong," jawabnya manja. Rangga hanya menggelengkan kepala saat sahabatnya ini minta di layani oleh putri rangga.


" Siap paman ... " jawab Flo dengan lugas dan tegas.


Rangga biarkan izsi berinteraksi dengan putrinya. Mungkin izdi ingin lebih dekat dengannya. Rangga menikmati Roti bakar coklat-keju kesukaannya. Rangga benar-benar kagum pada putrinya yang sudah bisa membuat hal-hal sekecil ini.


" Flo ... Udah biasa masak?" tanya izdi ambigu membuat rangga menatap sahabatnya.


" Sedikit paman ... Apalagi pas kesal pasti masakannya tambah lezat," Flo terkekeh karena memberikan jawaban yang jumawa. Izdi jadi melongo tapi sedetik berikutnya dia ikut terkekeh.


" Ini Om Roti bakar Coklat-Almond dan Coffe latte-nya," ucap Flo dengan semangat sekali.


" Wah ... Enak ini ngga. Ya gak sih? Cocok ini buat jadiin mantu ya gak sih ngga???" tanya izdi sambil menikmati makanan buatan Flo. Rangga yang minum Teh madu jadi tersedak.


Uhuuk. Uhuuk. Uhuuk.


" Izdi masih pagi jangan membual di depan putriku," jawab rangga menimpali. Izdi masih tak menjawab dia hanya menikmati makanan Flo yang sangat lezat.


" Udah cantik ngga ... Masakannya enak banget. Cocok ini Zafin suka makan makanan yang kayak bau - bau kebaratan gini. Dia jarang makan nasi lebih suka yang gini," jawab izdi yang membuat Flo kini yang membola dan tak percaya dengan apa yang di katakan oleh pamannya itu.


" Abi ... Kok jadi Zafin?? Diakan masih anak-anak sekali," protes adzkan. Sang Abi jadi terkekeh mendapati jawaban Adzkan. Rangga sedari tadi mencuri dengar saja.


" Apakah kamu mau menikah dengan Flo ketika besar nanti??" tanya abinya tanpa basa basi.


Blushh.


Pertanyaan abinya sukses membuat Adzkan malu seketika. Flo hanya menanggapinya enteng. Biasa banyak sekali bapak-bapak yang ingij menikahkan putranya dengan dirinya. Flo hanya bersikap biasa saja. Tapi ketika paman tadi mengucapkan zafin ada hal berbeda karena pemuda aneh itu masih sangat belia sedangkan selisih umur terpaut 3 tahun. Jadi Flo yang mendengar jadi Geli.


" Abi .... Kok ngomongnya kemana-mana? Bukannya tadi cuma pesen Roti sama Coffe latte," Zafin tiba-tiba ada di belakang mereka. Izdi jadi menoleh ke arah sumber suara.


" Sejak kapan di sana nak?" tanya izdi.


" Beberapa waktu lalu bi. Jadi pulang hari ini ya bi? Ada haflah akhirussanah besok di sekolah," jawabnya dengan sikap agak dingin.


" Jadi fin. Nanti kita pulang jam 8.00, mampir ke rumah kakek ya? Umi katanya kangen," jawab abinya dengan segera.

__ADS_1


" Hmmm ... Abi dan umi ini selalu saja. Kenapa tidak kemarin ke rumah kakek bi?" tanyanya agak memprotes. Abi izdi hanya tersenyum.


" 2 hari kemarin kakek sama nenek ada kunjungan perusahaan sayang jadi bisanya hari ini," jawab izdi dengan sabar kepada putranya itu.


" Ribet amat si fin .... Kan haflahnya masih besok!" seru adzkan terlihat tak suka jika buru-buru.


" Udah - udah ... Jangan ribut di sini. Bentar aja di rumah kakek ya fin!" suara izdi nampak bijaksana menanggapi putranya yang sudah mulai ada nada berbeda.


...****************...


" Terima kasih sudah berkunjung kemari iz. Lain waktu jika berkesempatan kami akan datang ke sana!" seru rangga sambil memeluk sahabatnya. Izdi menepuk punggung sahabatnya.


" Sama-sama. Kami juga berterima kasih untuk jamuannya selama 3 hari. Sehat selalu untuk keluarga. Flo ... Harus rajin ya! Paman tunggu masakan lainnya," ujar izdi sambil menatap ke arah putri rangga satu itu. Dia tersenyum menatap ke arah izdi.


" Siap paman!" jawabnya antusias.


Wardah ...


" Dek ... Berbahagialah. Jangan ngambek-ngambek kasihan rangga. Titip Flo dan anak-anak jaga mereka dengan baik," nasihat wardah untuknya. Nasya mengangguk dan memeluk wardah. Nasya begitu menyayangi wardah melebihi kakaknya sendiri.


" Iya mbak ... Terima sudaj menemani nasya 3 hari," jawabnya yang diikuti anggukan kepala wardah.


Mereka pun memasuki mobil dengan lambaian dari keluarga rangga. Putra-putri izdi juga bersalim pada mereka untuk berpamitan.


" Sukses nak!" bisik rangga untuk zafindra yang mengangguk sambil tersenyum.


Saat di mobil bagian depan Zafin melirik Flo dari kaca spion mobil. Dia membatin sekaligus mendoakannya.


Apapun masalahmu semoga lekas selesai dan jangan menangis lagi di balkon. Cepatlah berhijab jangan biarkan orang lain melihat keindahan tubuh itu.


Tatapan itu kini bertemu dengan Flo. Namun Flo hanya mengernyitkan alis.


Ngapain coba lihat-lihat ke arah sini. Ogah banget jika paman menjodohkan aku dengan anak imut-imut itu. Eh, bukan amit-amit. Masak iya aku harus nikah sama anak bau kencur. Ora ada dalam kamusku. Batinnya malas.


Jangan lupa sempatkan likeee, komen, vote-nya ya. Dukungan kalian adalah apresiasi terbesar untuk author nih guys. Makasihhhh banyakk.

__ADS_1


__ADS_2