
" Hai ... Sayangnya papa udah besar ya nak??" tanyanya sambil menggendong putrinya. Nasya menatap suaminya yang terlihat lelah itu.
" Ada apalagi mas?" tanya nasya dengan memegang lengan suaminya.
" Dia mendatangiku lagi sya," jawabnya secara langsung. Nasya tersenyum pada suaminya.
" Bersikaplah biasa mas. Nanti dia akan jengah sendiri," ucap nasya. Rangga hanya menanggapinya dengan anggukan saja. Tanpa berbasa basi pula rangga memeluk istrinya.
" Mas kapan Disya bisa keluar?" tanya Nasya dengan menatap suaminya.
" Minggu depan sayang," jawab rangga dengan tersenyum tampan.
" Oke," jawab nasya sambil memgacungkan jempol.
Nasya selama ini selalu ke sana kemari hanya untuk melihat keadaan saudaranya itu. Meskipun itu karena ulahnya sendiri tapi dia juga tak bisa lepas tanggung jawab. Karena kekasaran Ranggalah yang membuat gadis itu depresi. Hari demi hari setelah nasya kembali bersatu dengan suaminya. Nasya mendedikasikan 25% waktunya untuk Disya supaya dia lekas sehat. Alhasil, semuanya benar-benar di luar ekspetasi. Disya sembuh lebih cepat dari ora kira dokter.
Malam ini nasya dan rangga kembali mereguk cinta dalam keindahan malam. Rasanya lama sekali dia berpuasa demi menunggu masa istrinya setelah melahirkan dan di tambah dengan kesibukannya akhir-akhir ini. Nasya pun mengizinkan suaminya itu untuk melepas rindu untuk menghilangkan kejenuhan hatinya dan beban pikirannya. Rangga menikmati malam ini hingga dini hari. Nasya ingin menghentikannya namun rangga menolak karena sudah lama tak sebahagia ini.
" Diamlah sejenak sayang ... Thank you kebahagiaan malam ini," lirih rangga pada istrinya itu. Nasya mengangguk dan menjawab ucapan rangga.
" Maaf ya mas harus menunggu beberapa bulan," jawabnya dengan manja. Rangga menggelengkan kepala. Memang ini kemauan rangga biar istrinya sembuh dulu baru dia akan menyentuhnya kembali.
" Tidak ... Sayang ini adalah keinginanku. Jadi, bukan salahmu. Tidurlah besok biar ada tenaga untuk si kembar dan Flo," nasya mengangguk dan memejamkan matanya. Rangga memeluknya dengan sangat erat.
" Mana mungkin aku meninggalkan dia dan berpaling ke orang lain. Bahkan dia secantik ini dan sudah lengkap dengan adanya si kembar. Ibu sambung terbaik untuk putriku. Aku dua kali hampir kehilangannya tak mungkin ku lakukan lagi," ujarnya samar-samar. Keindahan bersama 2 istrinya sudah cukup bagi rangga.
" Rubi ... Ku harap kamu memaafkan aku yang tak bisa membahagiakanmu kala hidup bersamaku. Terima kasih kamu telah memilihkan Nasya untuk putri kita sayang. I miss you Rub," kenangnya terhadap rubi. Dia adalah istri pertama karena kesalahan rangga tapi rangga sudah menerimanya dengan baik. Namun hati rangga itu memang sangat kurang ajar. Di saat bersama rubi bisa-bisanya hati itu menyukai orang yang tak nampak di kesehariannya.
Rangga nampak senyum-senyum sendiri mengingat masa lalunya itu. Dia mengingat bagaimana mas rahman meledeknya gara- gara ada baju nasya di kamar mandinya kala itu. Ke idiotan nasya di kala muda membuatnya jatuh hati. Namun di saat yang salah kembali. Di saat hatinya sudah bisa menerima rubi nasya datang dalam kehidupannya dengan keadaan salah sehingga membuat rangga membencinya bahkan menyakitinya. Rangga menoleh ke arah nasya yang memiliki baby face itu.
" Sayang maafkan aku jika dulu pernah membuatmu tak nyaman di sisiku. Sungguh aku bukan laki-laki baik dan menyikiti kedua istriku secara tak sengaja," rangga masih saja betah menatap istrinya dengan seksama. Saat rangga asik menatap wajah cantik nasya di dalam kamar mewahnya itu.
__ADS_1
Rangga mendesain kamar ini sependek mungkin agar memudahkan istrinya setelah melahirkan. Supaya pergerakannya lebih bebas. Dia menatap ke arah ponselnya. Gadis itu nampak mengirim pesan pada rangga.
♡ Pak besok saya bimbingan.
♡ Saya besok ada kunjungan ke rumah sakit, jadi masih tidak ke kampus.
♡ Ke rumah bapak boleh?
♡ Di rumah hanya untuk keluarga menunggu saya masuk ke kampus saja.
♡ iya pak.
Setelah membalasnya rangga pun mematikan ponselnya. Nampak dia menghela nafas setenang mungkin dan kembali memeluk istrinya ingin terlelap begitu saja.
Malam ini adalah malam kesekian kalinya rangga merenungi semua kesalaham yang dia perbuat. Menyesal ada namuj memperbaikinya masih bisa. Dia sangat merindukan masa-masa dimana dia di tolak banyak perempuan. Karena di dekati banyak perempuan membuatnya jengah sekali. Apalagi di usianya saat ini yang bukan anak ABG lagi. Sangat melelahkan.
...----------------...
" Makin cantik setelah melahirkan," gombalnya di pagi buta seperti ini. Nasya jadi menggelengkan kepala.
" Normal dong ya mas??? Kok ya serem lihat kamu bilang gini. Khawatir ikutan gesrek juga," ujar Nasya membuat suaminya melempar bantal.
" Sayang ! Kau ini pagi-pagi membuatku kesal," tawa rangga pecah begitu saja dan berlari ke kamar mandi.
Nasya segera mengeringkan rambut dan akan segera bersiap. Si kecil juga sudah di layani oleh suster. Jadi, pagi ini dia ingin menyiapkan keperluan Suaminya ketika dalam perjalanan nanti. Di meja makan sarapan sudah siap dengan aroma yang sudah menggoda dan membuat perut keroncongan sekali.
" Hmmm ... So good it's delicious," ucapnya sekenanya saja karena si nasya bukan orang inggris guys. Gramernya agak amburadul hahahah.
" Sudah selesai aayang?" tanya rangga yang sudah di belakangnya.
__ADS_1
" Sudah mas. Kita makan sekarang ya," jawab nasya kemudian mengambilkan makan untuk suaminya. Nasya juga menyuruh si suster ikut sarapan pagi bersama. Namun suster sambil menyuapi si putra dan nasya menyuapi si putri.
" Sambil di makan mbak keburu gak enak," nasya menasehati si mbak biar dia juga punya asupan ke dalam tubuhnya.
" Iya bu ... " jawabnya dengan tersenyum.
Di meja makan tak ada kegaduhan apapun. Mereka menikmati sarapan paginya dengan sangat memuaskan. Si kecil pun nampak bahagia dengan sarapannya pagi ini. Mereka begitu menikmati makanan yang masuk ke dalam mulutnya dengan sempurna.
" Non ... Ada kriman untuk tuan Rangga!" seru pelayan yang paling tua sendiri.
" Bawa masuk mbok!" perintah nasya pembantunya itu.
" Baik non," jawabnya singkat padat jelas.
Nasya tak menghiraukan tatapan suaminya yang begitu membunuh. Nasya tak menyadari perhatian itu. Dia berharap suaminya itu kelak menjadi orang yang lebih sabar, lemah lembut tak arogan dan menyiksa batin perempuan mana pun yang menyukainya.
Buket bunga dari siapa??? Batin nasya saat melihat buket bunga nampak indah itu.
" Ini nyonya ... !" seru pelayan mansion sambil menyodorkan bunga itu padanya.
" Mas ... Ini untukmu! Bukalah," seru nasya pada suaminya. Rangga menatap istrinya itu.
" Lihatlah! Aku tak merasa memesannya," jawab rangga kemudian. Nasya membukanya dan melebarkan matanya.
" Liora mas," jawab Nasya. Rangga langsung berhenti makan.
" Buanglah! Dia mahasiswi kedua yang selalu mengangguku melebihi gadis satunya lagi," jawab rangga dengan kesal namun melanjutkan makannya lagi. Nasya yang mendengar jadi tersenyum.
" Laris manis kayak jualan kacang ya mas di kampus," Ledek nasya sambil terkekeh. " Mbak! Kemarilah ... Bawa bunga ini untukmu," seru nasya yang membuat mata pelayanannya bahagia. Bunga itu sangat indah mungkin untuk mahasiswa lumayan. Kisaran satu juta. Nasya pernahlah bucin gitu jadi tahu harga bunga-bunga itu.
__ADS_1
" Jangan tersenyum! Berhenti meledekku dalam hati," kesal rangga.
Likeeeeeee dong ya!