Gadis Idiot Dokter Rangga

Gadis Idiot Dokter Rangga
GIDR 22


__ADS_3

Seusai acara ijab qobul rangga berpamitan akan kembali berdinas. Hari ini adalah hari kepulangan si kecil dan istri barunya bersamaan. Rangga akan memboyong mereka ke mansion milik rangga pribadi.


" Aku akan kembali bekerja! Nanti sore kita pulang bersama," pamit rangga pada Nasya.


" Baiklah," jawabnya singkat. Kemudian rangga berpamitan pada azzam dan fatimah. Mereka pun mengangguk mengiyakan ucapan rangga.


Hari ini kesibukan semua orang tak membuat mereka saling memperhatikan satu sama lain. Rangga pun yang baru saja menggekar akad nikah juga nampak biasa saja tak ada yang istimewa. Nasya juga nampak biasa saja. Seharusnya dia bahagia karena sudah menikah dengan rangga cinta pertamanya sekaligus cinta terakhirnya. Karena sampai detik ini dia tak pernah mencintai siapapun lagi. Tapi nyatanya nasya tak sebagia itu. Ada hati yang hilang dalam dirinya yakni pada realitanya suaminya itu tak pernah mencintai dirinya. Dia menikah dengan rangga karena sebagai pengobatan serta membalas kebaikan laki-laki itu. Miris.


Di ruangan rangga ...


Nampak seseorang menggebrak meja kerja rangga dengan sangat keras. Namun reyhan hanya meliriknya sekilas. Ternyata dia adalah Farish.


Bruuukkkk. Pukulan yang sangat keras pada meja.

__ADS_1


" Apa kamu tidak memiliki alternatif lain selain menyakiti tanganmu menggunakan meja," ujar rangga dengan sangat dingin.


" Kak ... Apakah kamu tak memiliki hati sedikit pun. Pusara istrimu masih basah tapi kamu malah menikahi wanita itu!" teriak farish dengan sangat kesal. Rangga tersenyum miring.


" Jangan mengatakan apapun jika tak mengetahui alasannya," jawab rangga masih dengan mode santai.


" Alasan apa? Untuk kesembuhannya atau untuk membantu merawat putrimu? Yang benar saja alasana apa itu tidak masuk akal sama sekali kak.munafik hatimu itu!" seru farish dengan nada sumbang. Senyuman getir itu terbit dari bibir rangga.


" Kamu marah karena aku menikahi Nasya atau karena aku terlihat seperti mengkhianati gadis yang kamu cintai? Nyonya Rubi?" tanya rangga dengan sinis. Farish kini menatapnya tajam. Tak sekalipun dia menceritakan bahwa dirinya mencintai rubi pada siapa-siapa. Tetapi kenapa tiba-tiba kak rangga mengetahuinya.


" Jangan melemah. Bukannya tadi sudah menepuk genderang perang pada wajah kakakmu ini. Jika kamu mencintai rubi dari dulu kenapa tidak bilang. Kakak bukanlah tipe orang perebut. Rubi sendiri yang datang pada kakak memohon agar untuk menikahinya. Karena hal itulah kecelakaan antara aku dan rubi terjadi," Jawab rangga terlihat ikut tersulut emosi namun dia tetap tenang menghadapi farish.


" Pintar sekali kamu kak membuat alibi. Luar biasa aktingmu," farish tepuk tangan dengan kesal dan lain sebagainya. Membuat dadanya sesak.

__ADS_1


" Keluarlah! Pintu keluarnya sebelah sana!" seru rangga tanpa ekspresi sama sekali.


" Baiklah kak jika itu maumu," jawab farish dengan sangat kesal keluar dati ruangan itu.


" Tunggu! Tutup pintunya jika sudah keluar," seru rangga.


Saat farish sudah keluar dari ruangannya rangga memijat dahinya yang tidak pusing. Tapi dia merasa sangat bersalah. Semua bukanlah salah farish karena dia sangat mencintai rubi. Andai saja tahu lebih awal semua ini tidak akan terjadi.


" Maafkan kakak farish. Situasinya memang harus seperti terjadi saat ini. Kita butuh waktu untuk kembali pada masa seperti dulu. Bukannya kakak tak menyayangimu tapi situasinya sudah berbeda. Pemikiranmu dan aku sudah jauh berbeda. Akan banyak sekali terjadi kesalah pahaman di antara kita," monolognya dengan perasaan hancur saat adiknya sudah tak sehaluan lagi dengannya.


Ketika sore sudah datang rangga mulai datang ke ruangan istrinya. Di sana azzam sudah menyiapkan semuanya. Bayi rangga juga di gendong fatimah. Rangga mendampingi istrinya. Mobio Alpart hitam masuk ke area rumah sakit. Mobil yang luas untuk perjalanan jauh. Sangatlah nyaman meskipun sederhana bagi rangga.


" Masuklah!" seru Rangga memegang tangan nasya karena gadis itu terlihat masih lemas.

__ADS_1


" Terima kasih mas," jawabnya dengan lirih. Rangga pun tak menjawabnya dengan bahasa tersurat namun di hanya menggunakan bahasa isyarat. Karena tidak paham kenapaa saat bersama nasya ada getaran aneh yang membuatnya selalu ingin melindunginya. Itu pun terjadu sudah semenjak lama. Mulai dari pertama kali bertemu.


Bersambung ... Like ya votenya jangan lupa dong ya makasihhhh.


__ADS_2