Gadis Idiot Dokter Rangga

Gadis Idiot Dokter Rangga
GIDR 46


__ADS_3

" Mami !" teriak flo berlari ke arah Nasya yang kini sudah duduk menantikan pelukan putri tercintanya. Nasya memeluk putrinya dengan sangat erat.


" Hai sayangku Flo ... Mami sangat merindukanmu," bisik Nasya sambil menciumi pipi dan pundak Flo. Flo menggeleng dengan cepat.


" Mami bohong! Mami terlalu lama meninggalkan Flo sendiri. Papi juga sering marah-marah saat tak ada mami," keluh Flo pada nasya dengan manja. Spontan saja nasya menitikkan air matanya.


" Maafkan mami ya Flo sayang. Mami jahat sekali ya meninggalkan kalian berdua," kemudian Nasya kembali memeluk putrinya. " Eh, ngomong-ngomong ini Flo mau kemana?" tanya Nasya pada putri tercintanya itu.


" Latihan balet mi. Tuh, papinya selalu gini kesiangan mulu mi ngeseli punya papi satu rese' banget," keluh Flo dengan manja manis banget. Nasya terkekeh saat melihat gadis kecil itu.


" Bersiaplah di mobil bentar lagi Mami dan Papi anter," ucap Nasya membuat gadis itu berlonjak-lonjak ria ďan segera turun dari lantai 2 itu dengan hati-hati.


" Sayang ... " protes Rangga.


" Berhenti merengek! Putrimu butuh kita saat ini jangan menambah kemanjaan lagi," jawab nasya yang membuat rangga mendelik. Istrinya itu kian kejam seusai menghilang. Dia pun mengikuti kemauannya saat ini.


Nasya berjalan ke walk in Closet untuk berganti pakaian. Suaminya rangga pun mengikutinya. Rangga masih sempat-sempatnya mencium tengkuk istrinya. Membuat pemuda itu mendapat pukulan singkat.


" Berhentilah mencium sana sini. Ingatlah putri kita sudah menunggu! Jangan membuat geram dokter rangga!" teriak nasya dengan nada kesal. Tapi rangga malah terkekeh melihat kegeraman istrinya itu.


" Baiklah nyonya Rangga Azhof Khan kita berangkat," jawab rangga dengan menggunakan pakaian resminya. Jas kedokterannya yang sudah di tenteng. Kemeja yang di gulung hingga sebatas siku. Aura tampannya membuat nasya menggelengkan kepala.


" Jangan salahkan perawatmu atau bahkan para dokter wanita yang tertarik padamu. Lihatlah penampilanmu itu necis sekali! Sekali-kali kurangi kadar ketampananmu itu dokter," keluhnya sambil menggeleng dan mendahului suaminya itu.


" What??? Apa yang dia bicarakan kurangi kadar ketampanan. Apakah ada caranya? Aneh, istri aneh. Berhentilah sayang!" seru rangga mencoba mengejar namun nasya mempercepat langkahnya untuk segera sampai di mobil.


Keterlaluan.


Rangga terus mengejar namun nasya memang sengaja mempercepat langkahnya. Rangga hanya mampu menghela nafas panjang tanpa berniat untuk berlari lagi.


Perjalanan menuju tempat latihan Flo sangatlah dekat dengan rumah sakitnya. Itu agar memudahkan rangga menjemput dan mengantarnya. Sulit baginya membiarkan Flo cantik dengan orang lain. Kekhawatiran selalu melanda batin Rangga kala keamanan Flo sangat minim.


Sesampainya ...

__ADS_1


" By Mom ... By Dad!" lambaian tangan Flo diiringi dengan senyum cerianya membuat Rangga bahagia. Dia tak menyangka jika Flo sangat menyayangi nasya layaknya ibu kandung sendiri.


" By sayangku .... " jawab Nasya dengan melambaikan tangan pula.


" Thank's sayang ... kamu sudah membahagiakan putriku. Ku harap aku segera memiliki keturunan darimu pasti Flo sangat bahagia. Dia memiliki adik," ujar rangga sambil mengecup punggung tangan nasya. Gadis itu mengangguk sambil tersenyum.


" Aamiin ... Tentu saja mas. Aku akan bahagia jika berkesempatan menjadi istri yang sempurna untukmu," jawab Nasya dengan tersenyum.


" Sayang ... Aku ada praktek pagi. Mau aku antar atau bawa mobil sendiri?" tanya rangga menatap istrinya.


" Aku bawa mobil sendiri mas. Aku antar kamu ke rumah sakit dulu. Nanti aku langsung ke tempat fashionnya," jawab nasya diikuti anggukan suaminya.


" Sorry ya!" seru rangga dengan mengecup pipi nasya.


" It's Never Mind mas ... Aku hanya mengikuti acaranya sebentar. Setelahnya aku akan kembali ke rumah sakit," jawab Nasya sambil tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Sya ... Model kita kakinya cidera bagaimana ini? Dress itu di desain khusus dia," tanya sahabatnya dengan panik. Nasya menatap sekeliling. "Seperti apa postur tubuhnya?" tanya Nasya sambil berjalan untuk menghindari kepanikan.


" Seperti dirimu sya," jawabnya mantap.


" Tunggulah sebentar aku akan menelpon seseorang," jawabnya kemudian diikuti anggukan sahabatnya.


Di seberang sana...


" Mas ... Bolehkan aku berjalan di atas catwalk? Modelku kakinya cidera sedang dress yang digunakan seukuran denganku," ijin Nasya. Nampak di sana rangga gusar. Dia tak suka jika istrinya berjalan bak model di atas catwalk.


" Perempuan seperti apa yang muat dengan pakaian itu?" tanya rangga nampak sangay dingin.


" Seukuranku mas," jawab Nasya tidak enak.


" Tunggulah aku beberapa menit aku akan membawakan seseorang untukmu. Aku tidak suka kamu berjalan di atas catwalk mata laki-laki di sana pasti akan memandangmu dari berbagai sudut. Tunggulah sebentar!" seru rangga. Dengan terpaksa dia meminta gantikan jadwalnya dengan dokter lain. Mana mungkin seorang rangga membiarkan istrinya berjalan si atas catwalk.

__ADS_1


" Ikutlah bersamaku nurse! Gantikan istriku menjadi model di atas catwalk!" seru rangga pada suster jaga hari ini. Rangga tahi betul bahwa susternya itu memiliki keahlian seperti model catwalk.


" Baik dokter," jawabnya dengan senang.


Rangga pun terpaksa menggunakan taxi menuju lokasi istrinya. Sedangkan suster merasa sungkan bersanding dengan dokter rangga. Dia bangga bisa sedekat ini dengannya. Tapi dia tak berani memikirkan lebih dari ini. Karena kabar dokter Disya yang depresi karena dokter rangga terdengar sangat mengerikan sekali. Jadi, nurse tak berani berpikiran lebih jika tak ingin bernasib sama seperti dokter Disya.


Sesampainya di mall yang di tuju. Rangga segera menghampiri istrinya. Dia membawa perempuan cantik tinggi semampai persis berperawakan seperri model yang cidera hari ini.


" Sayang ... Dia yang akan menggantikanmu. Aku bahkan tak suka jika kamu berjalan di atas sana. Cukup dulu saat kamu kuliah," ujar Rangga membuat Nasya terkekeh. Tersirat dalam wajah suaminya saat ini bahwa dia sedang cemburu berat. Apalagi saat ini mall full pengunjung.


" Kemarilah mbakk ... Minta tolong ya ikuti teman saya itu. Pergilah dia sudah menunggumu!" seru nasya pada nurse sang suster itu.


" Kemarilah! Ku harap dokter rangga benar-benar memilih orang yang tepat," gumam sahabat nasya.


" Pantas saja dokter rangga tak pernah tergila-gila pada dokter di rumah sakit. Istrinya saja sangat cantik. Dia juga seorang pebisnis yang sangat terkenal. Hmm ... Pasti dokter di rumah sakit tidak ada bandingannya. Membuatku mundur seribu langkah. Hahahah," lirih nurse sambil berjalan ke ruang ganti.


SEsampainya di ruang ganti...


" Perlukah kita briving sejenak nurse??" tanya sahabat nasya.


" Boleh mbak seusai dandan," jawabnya yang mendapat anggukan pasti dari sahabat nasya. Dia berharap yang d percaya oleh rangga untuk menggantikan istrinya itu benar-benar mumpuni. Karena kesuksesan dress itu berada di tangan si nurse itu.


...----------------...


" Pencemburu," goda Nasya.


" Biarkan! Aku tak akan berbagi kecantikan istriku dengan pemuda manapun. Kamu tetaplah milikku," jawab Rangga sambil memeluk pinggang nasya dan mencium pundaknya.


" Tempat umum mas," protesnya.


" Maka jangan pernah berpikir untuk melenggak- lenggok di atas sana!" serunya sambil menunjuk panggung catwalk yang megah.


" Baiklah suamiku tercinta, tersayang. Love you," ucap Nasya dengan memeluk suaminya. Rangga bahkan tersenyum bahagia saat ini. Setelah sekian tahun berpisah akhirnya dia berkesempatan kembali untuk bersamanya.

__ADS_1


__ADS_2