Gadis Idiot Dokter Rangga

Gadis Idiot Dokter Rangga
GIDR 23


__ADS_3

Sesampainya di kediaman rangga. Nasya juga di bantu turun olehnya. Namun dia tak mengucapkan sepatah kata pun. Dia bantu nasya sampai di kamar mereka berdua.


" Istirahatlah aku mau menemui putriku," ucapnya pergi tanpa mendengar jawaban dari nasya.


Nasya menatap kepergian suaminya itu dengan hati yang lesu. Pasalnya dia bukan saja tak memperdulikannya tapi dia rupanya perhatian tapi tak respon membuat nasya ambigu akan sikapnya.


" sebenarnya apa pak dokter yang membuatmu masih perhatian padaku. Jika kamu memang membenciku karena kepergian dokter rubi," pilu nasya.


Saat nasya sedang asik dengan lamunanya. Ada suara lantang di ruang tamu mereka. Suara itu tak asing bagi nasya. Dia pun yang mendengar suara berisik itu keluar. Dia melihat dokter farish sedang memaki dokter rangga karena menikahi dirinya.


" Jadi ini tujuanmu kak! Menikahinya juga .. " seru dokter farish.


Deg.


" Kak?" tanya nasya yang sudah berada di luar ruangan. Farish langsung mendekat.


" Ini ternyata wanitamu? Yang membuatmu menikah lagi saat makam istrimu saja belum kering!" teriak farish. Nasya menatap pemuda itu dengan manik mata yang berkaca-kaca. Jahat sekali mulut pemuda ini pada nasya.


" Jangan mengatakan apapun jika kamu tidka mengetahui hal sebenarnya," jawab nasya dengan santainya. Farish langsung menanggapinya dengan tersenyum miring.


" Terus aku harus bagaimana wanita perebut hati suami orang! Terima kasih karena sudah mau menikahi kakakku dan merawat bayinya begitukah? Aku sudah memperingatkanmu jangan mendekati kakakku. Tapi tetap saja kamu melakukannya," ujar farish yang kemudian mendorong nasya sampai terjatuh. Bukan dirinya saja yang terjatuh karena lemas tapi juga air matanya meleleh karena merasa terhina akan ucapan pemuda itu.


" Lakukan saja jika bagimu ini benar. Aku tidak akan melarang bahkan mencegahmu. Namun satu hal yang perlu kamu dengar. Aku bahkan tidak pernah menggoda kakakmu. takdirlah yang membuatku selalu bertemu dengannya," saat nasya mencoba berdiri dan akan terjatuh rangga berlari dan menahannya.

__ADS_1


" Drama yang indah. Mengaku saja tidak mau tapi kelakuan seperti ini," sinisya pada mereka berdua.


" pergilah dari sini farish! Uruslah urusanmu sendiri," jawab rangga dengan dinginnya. Farish pun pergi tanpa salam.


Nasya melepaskan tangannya dari rangga.


" Lepaskan!" seru nasya. Rangga menatapnya dengan tajam tanpa mengatakan apapun.


" Jika aku dinikahi hanya untuk di rendahkan seperti ini maka ceraikan saja aku," jawaban nasya menohok sampai ke ulu hati rangga. Sebab laki-laki di hadapannya ini bingung mau digimanakan pernikahannya. Saat ini fokusnya hanya menikahi dia. Ke depannya dia belum memikirkan apapun. Rangga pun melepaskan pegangan tangannya dan pergi dari sana.


Nasya segera masuk ke kamar dan menangis dengan sikap rangga. Bahkan pemuda itu hanya diam saja. Alasan apa kata kakaknya kemarin, ah iya untuk kesembuhannya.


" Ini bukan sembuh namanya kak!" Serunya dengan kesal. " Ini namanya kamu membuatku lekas berangkat kak," pilunya sambil menangis di kamar.


" Suster ... Jagalah putri saya. Saya ke kamar dulu!" pamit Rangga.


" Baik pak," jawabnya. Rangga pun segera bergegas pergi dari kamar putrinya.


Sesampainya di kamar ...


krreeeeekk. ( hihihi suara pintunya aneh ya)


" Untuk apa menangis?Jika kamu tidak merasa seharusnya tak perlu menangis seakan-akan yang kamu lakukan memang benar adanya.

__ADS_1


" Rangga!" teriak naaya untuk pertama kalinya dia memanggil nama rangga.


" Kenapa harus berteriak aku masih dengar yang kamu katakan," jawab rangga dengan santainya tanpa beban.


" Hentikan semua ini aku tidak ingin di sembuhkan olehmu. Aku mau pulang sekarang!" pinta nasya.


" Belum jadi istri 2 hari udah mau pulang. Belum juga dilayani aku ndak mau rugilah sudah kasih mahar padamu," ujar rangga yang membuat nasya mendekat dan menarik tangan rangga sehingga membuat rangga terjatuh di atas nasya di ranjangnya.


" Lakukan apa yang kamu inginkan. Setelah itu biarkan aku pergi dari hidupmu," ujar nasya dengan sangat kesal saat ini.


" Aku bukan maniak yang meniduri perempuan dalam keadaam sakit," rangga berdiri dan pergi ke kmar mandi dengan mode tenang.


.


.


.


" Rangga!" teriaknya lagi karena kesal sekali.


...****************...


Terus dukung ya guys. Baru bisa up lagi thank you sayangkuuuu.

__ADS_1


__ADS_2