Gadis Idiot Dokter Rangga

Gadis Idiot Dokter Rangga
Promo


__ADS_3

Dengan langkah sedikit terpaksa namun memang karena Dannis yang baik Flo mau menonton pertandingan basket kali ini yang di adakan pihak kampus. Flo dan Pingky dan teman-teman lainnya sudah duduk deretan bangku penonton paling depan.


Dannis! Dannis! Dannis!


Teriakan itu membuat hati Flo malu sekali. Bagaimana tidak mereka meneriaki orang di tengah umum dengan ketawa - ketiwi ke sana kemari sangat menggelikan.


" Kalian! Kenapa membawaku di bangku bagian depan??? Lihatlah perempuan-perempuan ini mereka berteriak di dekat telingaku," protes Flo dengan kesal.


" Sayangku Flo ... Dannis berpesan agar kamu berada di barisan depan. Kata Dannis hari ini akan ada personil baru di teamnya," jawab pingky.


" Terus hubungannya denganku apa ping? Wah, sudah mulai menjalar kemana-mana," jawab Flo sudah mulai jengah duduk di depan.


" Supaya kamu ingat-ingat bahwa Dannis memilih kandidat terbaik setelah dia out dan satu lagi kata Dannis jangan sampai kamu naksir dia," jawab pingky asal. Flo jadi membeo.

__ADS_1


" Gak mungkin Dia mengatakan hal seabsurd itu. Dannis orang paling bijak yang aku temui ping jangan ngadi-ngadi Loh," sergah Flo sambil menoyor pundak sahabatnya. Pingky terkekeh bahagia saat melihat Flo kesal.


" Gue denger-denger ada anggota baru Flo katanya sih tampan dingin pula dia anak teknologi," jawab pingky jujur.


" Terus? Loh mau gimana ping? Kenalan atau mau salto di depannya. Ya ... Allah temen gue norak amat sih," cerocos flo.


" Kali aja laku flo .... Gesrek loh! Gak mikiran gue yang jomblo bertahun-tahun," protes pingky. Flo menatap nanar Pingky.


" Terserah!" seru Flo pada akhirnya. Pingky hanya nyengir kuda dengan wajah kepo.


Tampan sih kamu Dannis. Tapi aku masih ragu aja jika harus berpacaran. Kamu juga baik, dewasa bahkan mandiri. Entahlah ... Batin Flo saat melihat Dannis beraksi di lapangan.


Saat Flo asik menatap Dannis semua perempuam juga meneriaki seseorang lagi termasuk sahabatnya pingky.

__ADS_1


" Atha ! Atha! Atha !" teriak pingky membuat telinga Flo gedek.


" Diam gak loe ping! Telinga gue sakit Ping ... " teriak Flo kesal sekali.


" Tanggung Flo! Lihatlah pemuda itu sama tampannya dengan Dannis hanya saja dia lebih cool dan macho!" teriak pingky pada Flo. Manik mata tajam Flo segera mengunci pemuda yang di maksud pingky.


Deg.


Flo tercengang namun mencoba menguasai dirinya. Pasalnya manik mata elangnya pun membalas tatapan Flo.


Apakah dia pemuda tengil itu? Mirip sih tapi mana mungkin di ngampus di sini. Dia gak pernah mampir ke rumah. Seharusnya kan dia sering berkunjung jika memang berkuliah di sini. Sepertinya bukan dia mungkin hanya mirip. Batin Flo saat ini. Saat Flo asik melamun permainan pun di lanjutkan. Flo tanpa peduli yang terjadi di lapangan. Akhirnya pertandingan itu di menangkan oleh kampusnya. Gemuruh suara Dannis dan Atha menggema di ruangan itu. Di saat ramainya penonton terdengar suara Dannis yang menggunakan microfon sedang mengatakan sesuatu. Tapi Flo tak begitu memperhatikan karena dia mendapat pesan dari pihak laboraturium bahwa produknya sudah lulus uji kelayakan kosmetik.


Yukkkk kepoin kisah putri dari dokter rangga dan dokter izdi. Jangan lupa likeeee kisahnya yaaaaa maksihhhhhh.

__ADS_1



__ADS_2