
Berswafoto adalah hobby Disya. Apalagi bertemu dengan rangga pujaan hatinya. Tak mungkin dia melewatkannya. Dia mengambil kesempatan itu. Namun rangga memperingatkan Disya agar tak membuat Caption macam-macam pada gambar mereka berdua. Disya pun menyetujui syarat itu. Aneh, itu yang di rasakan rangga tapi dia lagi-lagi tak ambil pusing. Karena baginya saat ini dia sudah merasa lega setelah mendengar suara istrinya dan mendapat kabar tentang putrinya.
" Saya ... Permisi kak!" pamitnya. Rangga mengangguk dan mengucapkan terima kasih pada Disya.
" Makasih ya untuk makan siangnya. Lain kali bawa satu saja," ucap Rangga pada Disya. Rangga hanya tidak ingin membuat siapapun di rumah sakit ini bersuudhon pada dirinya dan Disya.
" Baik ... Kak," jawabnya sambil berlalu.
Namun karena foto itu di unggah oleh Disya di akun medsos-nya hal itu membuat ramai jagad raya. Pasalnya rangga adalah pewaris rumah sakit medika. Disya mendapat banyak komentar di dalamnya.
Akun medsos Disya ...
☆" Wih ... Sama dokter rangga," komen @dewisp
☆" Tampannya ... Pewaris medika. Mau dong sya di kenalin," @naina
☆" Wah ... Parah sihhh sya pepet terus Sya," @sasongko67
☆" Fix ... Nyonya rangga pasti dong," @sekar85
komen-komen itu membuat Disya tersenyum kecut. Pasalnya rangga sudah memiliki istri. Rangga pun nampak sangat menjaga istrinya dan menyayanginya.
☆ " Kalian memang jago bikin gosip murahan. Jangan komentar aneh² pusing nih nanggepinnya," jawab Disya untuk semua komen masuk. Dia menghela nafas kasar.
Sedangkan di rumah izdi ...
Izdi melihat akun medsos lagi rame banget. Ada foto sang pewaris medika muncul ke permukaan bersama dokter Disya sedang makan siang di bilik ruang praktek. Izdi mengernyitkan alisnya dan menatap sahabatnya yang kini sedang menggendong putrinya.
" Kamu selingkuh ngga???" pertanyaan itu membuat rangga menatap marah ke izdi. Pasalnya nasya ikut menoleh juga.
" Enak aja .... " jawab rangga sembarangan.
" Nah ini apaan?" izdi memperlihat ponselnya ke rangga. Namun rangga menanggapinya dengan slow.
__ADS_1
" Iya ... Itu tadi Disya minta foto bareng. Ya udahlah cuma foto gitu doang iz," jawab rangga. Tapi izdi tak menjawab kemudian menatap ke arah Nasya yang sedang membantu istrinya.
" Sya ... Kamu tahu gak kalau rangga foto bareng sama dokter Disya?" tanya izdi yang membuat rangga melotot karena memberi tahu istrinya. Dia tidak tahu tanggapan Disya. Di pikir Disya tidak mungkin tidak ada kaitannya dengan Nasya.
" Tahu mas Iz ... " jawaban itu sontak membuat izdi dan rangga saling menatap. Namun izdi yang kepo jadi merasa penasaran tanggapan istri rangga itu.
" Kok bisa tahu?" tanya izdi lagi.
" Sudah lama dia menyukai kak Rangga mas. Jadi, melihat foto itu bukanlah hal baru bagi Nasya. Sudah terlalu sering melihat foto kak Rangga dalam Galerinya. Bahkan sebelum aku mengenalnya mas," jawaban itu membuat rangga merasa.
Nyes.
Rasanya hati rangga seperti di tabok genderang. Bagaimana tidak ekspresi nasya setenang itu. Bahkan dia tahu bahwa Disya menyukainya sejak lama. Anehnya rangga tak menyadarinya sama sekali. Kali ini rangga menatap Nasya secara lekat. Gadis itu sama sekali tak berminat memandang suaminya. Malah dia berpamitan pada Wardah akan pulang padahal rangga belum bilang mau pulang.
" Mbak ... Nasya pulang ya! Lain kali berkunjung lagi. Thank you hari ini sangat menyenangkan. Miss you mbak," ucap gadis itu memeluk wardah namun saat memeluk wardah ternyata Nasya menghapus jejak air matanya dengan cepat supaya semua orang tak melihatnya. Dia pun menerbitkan senyumannya kembali.
Rangga pun mau tidak mau berpamitan pada izdi. Dia memeluk sahabatnya itu.
" Thank you ya iz ... Gue pulang dulu," jawab rangga dengan memeluk sahabatnya. Izdi tak lupa menyelipkan kata-kata untuk sahabatnya.
Nasya tersenyum pada bayi mungilnya.
" Sini ... Sayang sama mami ya!" pinta nasya pada rangga yang memberikan putrinya. Izdi dan wardah tersenyum pada mereka.
" Kami pulang ya. Assalamualaikum," pamit mereka pada izdi dan wardah.
" Waalaikumsalam. Hati-hati," jawab mereka. Kemudian mobil milik rangga keluar dari halaman kediaman izdi.
Seoanjang perjalanan rangga dan Nasya tak saling bertegur sapa hanya diam. Nasya memeluk putrinya sambil memejamkan mata. Rangga menoleh pada nasya. Dia yakin sekali saat ini nasya hanya memejamkan mata belum tertidur.
" Sya ... Bisa mendengarku?" tanya rangga memecah keheningan malam. Nasya masih terdiam tapi sedetik kemudian dia berdehem.
" Hmmm ... " deheman nasya membuat rangga kembali meneruskan ucapannya. Dia juga penasaran semenjak tadi. Kenapa Nasya tahu tentang Disya.
__ADS_1
" Kenal Disya dimana?" tanya rangga pada nasya.
" Dia sepupuku," jawabnya kemudian kembali hening. Rangga mulai terusik kembali dan mulai bertanya sesuatu yang membuat nasya membuka kelopak matanya dengan sempurna serta menoleh kw arah rangga.
" Apakah kamu marah?" tanya rangga dengan penuh penekanan. Seketika nasya setelah membuka matanya mulai memejamkan matanya.
" Bahkan aku tidak memiliki hak untuk marah. Pernikahan ini saja tidak tahu mau di jadikan seperti apa. Toh, mas rangga juga menikmati kebersamaan dengan Disya. Untuk apa Nasya marah gak ada untungnya. Nasya hanya mau fokus pada si kecil. Bukankah Nasya di datangkan ke rumah untuk merawatnya kan? Jadi ayahnya pasti mencari sesuatu di luar yang membuat hatinya bahagia. Jadi biarkan saja mengalir seperti itu," ucapan Nasya sangat menohok bagi rangga. Jawabannya tenang tapi membuat dirinya terkesan sebagai lelaki yang tak berperasaan karena telah menelantarkan istrinya dan berhubungan dengan perempuan lain.
Saat ini rangga tak berani mengatakan sesuatu lagi. Kalau tidak jawaban istrinya akan semakin menohok ke dalam penjuru hatinya. Rangga biarkan suasananya sepi hanya suara lalu lalang mobil.
Sesampainya di halaman apartemen. Nasya langsung turun tanpa menunggu pintubdi bukakan oleh suaminya. Dia nelonyor saja masuk ke apartemen tanpa menunggu suaminya. Lagi-lagi rangga di buat merasa bersalah dengan sikapnya itu. Rangga pun akhirnya mencoba acuh terhadap sikap nasya yang demikian.
" Sudah pulang nyonya," ucap si mbak.
" Sudah mbak ... Oh ya mbak hari ini kamu tidur di kamar lagi ya mbak. Saya lagi pengen tidur sama flo. Bilangkan sama tuan ya. Makasih mbak," jawab nyonya nampak lelah berjalan menuju kamar flo. Si mbak paham mungkin nyonya lelah saat ini.
Saat rangga masuk ke apartemen.
" Tuan ... Malam ini nyonya tidur di kamar nona flo. Katanya ingin tidur di sana. Permisi!" pamit si mbak.
" Makasih mbak," jawabnya kemudian. Rangga berjalan menuju kamar flo. Dia ingin mengajak nasya ke kamar untuk berbicara. Tapi nihil.
Klik.
Pintunya di kunci dari dalam.
Blasshhhhh. Rasanya kali ini rangga sudah merasa ada yang aneh dengan sikap Nasya.
" Kok di kunci?" lirih rangga.
.
.
__ADS_1
Marah deh kayaknya. Iya gak sih ? Ngeselin sama cewek lain aja senyam senyum giliran sama istri ngeselin banget.
Baru bisa up di bwah rintik hujan heheheh. Selamat menikmati.