Gadis Idiot Dokter Rangga

Gadis Idiot Dokter Rangga
GIDR 24


__ADS_3

" Rangga!" teriaknya lagi karena kesal sekali.


Nasya Nampak kesal saat mendengar rangga mengatakan bahwa dia bukan maniak perempuan dan melihat pemuda itu tersenyum smirk.


" Kenapa memanggil namaku? Apakah sudah tidak sabar menjadi istri seutuhnya Rangga Azof Khan," ledeknya membuat nasya semakik kesal dan menimpuk rangga dengan bantal yang ada di dekat nasya.


" Pergilah!" teriak nasya sambil menangis kesal. Namun rangga tersenyum masuk ke kamar mandi.


" Ini kamarku, aku bebas melakukan apapun bahkan telanjang badan pun akan aku lakukan jika aku mau. Tapi aku khawatir dirimu yang tidak bisa tisur saat melihat semua itu," ledeknya sebelum masu ke kamar mandi.


Saat rangga masuk ke kamar mandi. Nasya mencoba untuk berdiri dan keluar dari kamar. Dia melihat putri rangga dan suster yang menjaganya.


" Nyonya ... Silahkan masuk!" seru sang suster padanya. Nasya tersenyum.


" makasih sus," jawabnya dengan lembut.


" Putrinya cantik nyonya," ucapnya membuat nasya menoleh.


" Kata tuan ... Mamanya sedang sakit jadi memakai jasa suster. Tapi kalau nyonya sudah sembuh nanti akan di rawat sendiri jika nyonya merasa sanggup," ucapnya melanjutkan kalimat tadi.

__ADS_1


" Bekerjalah dengan baik sus. Biar tuan lebih lama membuatmu bekerja di sini," jawab nasya padanya.


" Baik nyonya ... Kata tuan benar ternyata Nyonya cantik makanya tidak diperbolehkan keluar," ucap sang suster dengan malu-malu. Nasya jadi tersenyum bingung.


Apa iya dia mengatakan itu. Semenjak kapan dia jadi pemuda tidak sama depan belakang. Wah punya kepribadian ganda dia ndak bener ini. Batin nasya.


Nasya kembali ke kamar ingin istirahat tetapi saat dia masuk kakinya menginjak benda licin yang membuatnya menabrak rangga yang sedang memakai handuk. Dia bak seluncuran di kamar rangga.


" Ahhhhhhh .... Minggir ngga!" teriak nasya sambil berteriak. Rangga yang sesnag memainkan ponsel dengan memakai handuk sampai pinggang itu jadi dibuat bingung dengan teriakan nasya. Mereka pun jadi terjatuh bersama-sama.


" Auh ... Sakit tahu sya. Yang bener dong kalau jalan," rintih rangga yang sudah di tindih oleh istrinya. Nasya segera bangun.


" Bener-bener ya kamu ini. Udah salah masih aja mulutnya kayak kereta api. Minggir gak atau mau aku dorong sekalian?" tanya rangga dengan kesal pada nasya. B*k*ngnya sakit harus kenalan dengan lantai.


" Iya bentar ... " Nasya mencebik karena kesal. Karena sedari tadi dia udah coba berdiri tapi malah licin kakinya.


" Cepetan sya berat ini! Sebenarnya BB kamu ini berapa sih berat amat," ledek rangga sambil kesal.


" Udah deh jangan mulai. Aku udah cobaim bersidi nih tapi licin banget ngga. Bantuin dong ngga sakit ini pergelangan kakiku," rengek nasya pada rangga. Si rangga udah geram aja sama nasya yang masih aja bego. Enggak di jalan enggak di rumah sama-sama ngerepotin.

__ADS_1


" Kenapa jadi aku merasa nyesel nikah sama kamu ya? Bete masak tiap hari kamu gak bisa gak ceroboh dikit aja. Ini di rumah loh sya bukan jalanan. Lain kali mata itu pake lihat bukan mendengar," jawab rangga sudah dengan kesal sekali. Nasya pasrah aja di kata-katain. Kakinya udah yang sakit banget saat ini.


" Geser dikit bisa gak?" tanya rangga. Nasya menggeleng sedih karena kali ini pasti rangga marah lagi.


" Hmmm ... Kamu pegangan aku aja. Aku yang nahan," jawab rangga. Akhirnya dengan susah payah mereka bisa berdiri kembali. Rangga menggendong nasya dan di bawanya ke sofa.


" Lain kali lantai di lihat. Kalau udah memar gini yang rugi siapa," omel rangga padanya. Nasya hanya diam dia merasa sangat ceroboh baru saja.


" Bisa aja kamu bahayain orang lain. Dengar gak sih kalau di bilangin," omel rangga lanjut.


" Iya denger ... " jawab nasya mengiyakan ucapan suaminya itu biar gak panjang-panjang durasi omelnya.


Rangga pun egera berdiri setelah mengoles salepnya. Dia pergi ke ruang ganti. Nasya menatap punggung itu.


Sebenarnya apa yang kamu rasakan ngga. Marahkah padaku atau bagaimana. Kenapa harus menjebak dirimu dengan pernikahan ini. Balas dendam padaku pun tidak akan membuat istrimu itu hidup. Batin nasya saat melihat pintu kamar ganti tertutup.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa di like ya, vote, gift komen. Makasihhhh banyak.


__ADS_2