
Rangga benar-benar tidak habis pikir dengan ulah aneh istrinya. Pusing dan menenggelamkan diri bagaimana bisa di katakan satu kesatuan. Dasar gila pikirannya. Pakai malu banget lagi idihhh lihat body goalnya si bini baru.
" Mimpi apa gue ... Saking khawatirnya sama itu idiot sampai masuk kamar mandi dan lihat body goalsnya yang belum aku lihat sama sekali. Pikiranku udah buruk banget khawatir dia tewas di dalam. Secara aku dokter masak istri dokter rangga sampe kayak gitu. Ternyata nyengir pas di dalam. Pusing obatnya kok aneh," ucap rangga dengan kesal.
Sedangkan nasya yamg di dalam kamar mandi.
" Kali ini dia udah lihat secara cuma-cuma tubuh ini. Malah pake pegang-peganh segala tadi. Perasaan tadi pintu udah aku kunci deh. Hmmmm," keluh nasya. Tapi semuanya udah terlanjur kelihatan mau bagaimana lagi. Ya udah lah ya terserah. Lagian dia juga udah halal," liroh nasya mencoba menghilangkan rasa kikuk yang ada dalam dirinya.
Rangga mondar-mandir di ruang televisi. Dia mau berangkat tapi khawatir gadis idiot itu butuh sesuatu. Mana mandi dari tadi gak keluar-keluar.
" Sebenarnya apa sih yang dia lakuin di kamar mandi," gerutunya dengan kata tidak sabar sama sekali. Baby sitter yang melihat tuannya bolak balik jadi senyum. Karena segitu khawatirnya sampai tidak berangkat.
Beberapa menit kemudian ...
" Lama banget sih mandinya!" seru rangga nampak kesal.
" Loh ... Kok belum berangkat ke rumah sakit," bengong nasya pada suaminya. Rangga menatapnya tajam.
" Beneran ini aku tinggal gapapa? Tadi di kamar mandi udah kayak frustasi. Soalnya di sini anak kita butuh mama yang waras," ucap rangga yang membuat nasya mendelik. Dia mengatakan kita dan mama. Nasya langsung ingat bahwa mereka berada di luar kamar.
" Iya mas ... Nasya baik-baik saja. Tadi itu sudah kebiasaan di rumah kalau udah pusing sekali berendem sampe di tenggelemin gitu. Berangkat saja," jawab nasya mengikuti adegan luar kamar yang rangga mainkan. Bahkan suaminya itu mengulurkan tangannya nasya menggapainya dan detik berikutnya dia jadi terpana karena rangga mengecup puncak kepalanya.
" Mas ... Pergi. Jaga anak kita dengan baik. jika lelah istirahatlah ada mbak di sini," ucap rangga sebelum pergi dari sana. Nasya hanya mengangguk pasrah. Sang baby sitter yang melihat jadi tersenyum. Karena mereka berdua sangat cocok.
__ADS_1
Sesampainya di parkiran ...
" Demi apa coba aku cium anak itu. Astaga karena ada orang lain aku harus berpura-pura bahwa aku suami yang baik. Sedang di kamar yang kedap suara itu kami seperti anjing dan kucing. Hmmmm," keluh rangga sambil masuk ke dalam mobil.
Farish memperhatikan kakaknya yang meninggalkan apartemennya. Farish lalu ke apartemen kakaknya itu. Saat bel berbunyi nasya membuka pintunya.
" Ada apa lagi mas?" tanya nasya tanpa menatap seseorang yang berada di hadapannya.
" Oh ... Sudah mulai ya kedekatannya," ucap farish. Nasya langsung terkejut dan memundurkan langkahnya.
" Apakah sedekat ini? ( farish terus mendekat sedang nasya kembali takut akan trauma masa lalunya yang tak pernah dia ungkap pada siapapun) jangan menjauhlah. Aku dan kak farish sama saja. Kemarilah sya!" seru farish dengan tatapan menjijikkan yang dia buat-buat. Nasya nampak mundur dan takut dengan langkah yang di ambil farish. Si mbak yang melihat istri tuannya takut dan gemetar langsung menelpon sang majikan.
Di perjalanan ...
" Ya ... Mbak?" tanya rangga.
" Baik ... Terima kasih mbak," ucap rangga. Rangga panik karena ada seseorang masuk dan membuat ulah di rumahnya.
" Keterlaluan di rumahku saja nasya masih belum merasa aman. Kurang ajar siapa yang membuatnya takut di rumahku?!" marah rangga dengan memukul pengemudi.
Sesampainya di parkiran ...
Dia menelpon seseorang," tangani dulu pekerjaanku hari ini mas," ujar rangga.
__ADS_1
" Siap manten baru," jawab seseorang di seberang sana.
Rangga segera berlari dengan langkah panjang. Dia sudah tidak di buat tenang sama sekali. Dia membuka pintu rumahnya.
Brakkk.
" Ku mohon berhentilah di sana!" seru nasya gemetar.
" Hai ... Kamu kenapa kakak ipar janganlah berpura-pura takut. Janganlah naif bukankah ini yang kau butuhkan," farish yang mau memegangnya di tahan oleh rangga. Sedangkan nasya sudah berkeringat dingin.
" Jangan membuat traumanya semakin tak bisa di sembuhkan farish," ucap rangga.
" Dia bohong kak. Dia hanya menarik simpatimu. Kita buktikan!" tanpa abs-aba farish langsung mencengkal tangan nasya yang kemudian berteriak.
" Jangan .... Jack! Aku tidak bermaksud menolakmu, tapi aku tidak bisa mencintai siapapun ... " tangis nasya pecah. Farish termangu dengan ucapan nasya begitu pun dengan rangga.
" Pergilah farish! Kamu sudah melihatnya sendiri bagaimana tersiksanya dia. Aku pernah sekali melihatnya seperti ini tapi kala itu darah. Aku tak mungkin tak membelanya di hadapanmu. Selain seorang kakak aku juga seorang dokter farish. Kita bicara lagi lain waktu," ucap rangga dengan sikap yang tenang. Farish masih dalam kondisi termenung dan pergi dari sana. Rangga kemudian mengangkat istrinya yang lagi-lagi ketakutan karena ulah adiknya.
" Jangan ... " lirih nasya yang sudah tak bertenaga.
" Tenanglah sya ... Aku suamimu bukan laki-laki yang kamu sebutkan tadi," tanpa banyak kata lagi rangga menggendongnya ke kamar.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa like, komen, vote dan ikutiii ya makasihhh.